Science | 17 January 2024

Pembentukan tata surya lebih cepat dari perkiraan cukup ratusan ribu tahun


Planet dapat terbentuk jauh lebih cepat dari perkiraan, setidaknya berdasarkan foto teleskop ALMA terbaru

Teleaskop radio ALMA telah melihat struktur cincin dan spiral pada piringan protoplanet yang baru berusia sekitar 300.000 tahun.
Yak, hanya ratusan tahun

Sebuah planet gas, awalnya akan membentuk material lebih padat
Inti tersebut tumbuh, dan mulai menarik gas selama protoplanet gas mulai terbentuk.

Penimbunan material membutuhkan waktu jutaan tahun, dimana cincin debu dan gas perlahan menghilang, dan terakumulasi menjadi batuan sampai menjadi beberapa planet.
Inti planet yang sudah terbentuk tapi berada di bagian dekat bintang, akan berinteraksi seperti gravitasi ke bintang, dan bergerak lebih dalam.
Ketika perpindahaan terjadi, akumulasi gas mungkin tidak terjadi, dan planet lahir sebagai planet berbatu.

Bagaimana awal tata surya terbentuk

Tetapi pembentukan planet ternyata lebih cepat dari perkiraan peneliti sebelumnya.
Awan debu dan gas yang terletak tidak jauh dari tata surya kita memberikan gambaran ke astronom tentang tahap awal pembentukan planet.

Awan besar berbentuk cincin ini rata rata baru berusia antara 200.000 - 500.000 tahun dan terletak dalam jarak 700 tahun cahaya dari Bumi.

Terlihat memiliki piringan berdebu dan kaya akan gas di sekitar lingkaran bintang pusat.


Beberapa gambar yang tertangkap teleskop Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA), merupakan bagian dari penelitian tentang cakram protoplanet di beberapa awan molekul. Bukan awan di bumi, tapi awan di sekitar bintang, dimana terdapat gas dan debu seperti cincin.

14 piringan protoplanet dengan bentuk cincin warna oranye buram ini adalah debu dan gas, dan melingkar di sekitar bintang pusatnya
Di setiap gambar memiliki titik tengah, itu adalah bintang induk tata surya disana nanti.

Protoplanet ring star and new planet

Cakram tersebut tampak "seperti donat, dengan rongga di bagian tengah yang besar," kata Cheng-Han Hsieh dari Universitas Yale di Connecticut.

Beberapa piringan lain terlihat menampilkan banyak cincin dan struktur spiral. “Hal ini memberi tahu kita bahwa pembentukan planet raksasa dimulai pada tahap paling awal setelah pembentukan protobintang,” kata Hsieh.


Artinya planet besar terlebih dahulu terbentuk, sebelum planet lain

Gambar-gambar baru ini menambah lebih banyak bukti dan merubah teori sebelumnya yang menyatakan piringan pembentuk planet memerlukan setidaknya dua juta tahun untuk menghasilkan dunia seperti di tata surya kita.
Artinya teori lama membutuhkan waktu sekitar 2 juta tahun untuk membentuk planet planet pertama.

Penemuan sebelumnya yang dikemukakan peneliti pada Agustus 2022.
Astronom telah menemukan planet exkstrasurya termudah, sebuah planet gas berada 395 tahun cahaya dari Bumi.
Sudah terbentuk dalam usia 1,5 juta tahun saja.

Tapi kapan tepatnya proses dimulai di dalam cincin.
Itu salah satu pertanyaan lain yang belum dijawab kata Hsieh.
Untuk menditeksi adanya planet kecil yang mulai terbentuk atau protoplanet dapat memberi petunjuk. Tapi sangat sulit ditemukan katanya.
Karena sebuah tata surya baru merupakan tempat dimana begitu banyak debu dan gas, dan menghalangi cahaya bintang.
Jadi teknologi teleskop kita belum mampu melewati batas ini.

Selain piringan berbentuk donat, pengamatan ALMA baru mengungkapkan dari piringan protoplanet juga dapat diisi dengan gas dan debu, yang “menimbulkan pertanyaan menarik tentang sistem planet seperti apa yang akan terjadi pada kedua populasi ini,” kata Hsieh.
Ketika debu dan gas telah membentuk cincin, peneliti Hsieh rupanya masih memiliki pertanyaan lain.
Seperti apakah nanti planet planet tersebut terbentuk, berdasarkan pola cincin yang terlihat sekarang.

Penelitian di masa depan terhadap piringan protoplanet mungkin akan mengungkap yang mana dari dua jenis piringan yang berevolusi termasuk tata surya kita ketika mulai terbentuk.


Artikel Lain

Galaksi ZF-UDS-7329 disebut memiliki pergeseran cahaya Redshift Z11. Rata rata galaksi di jaman tersebut berukuran keci. Tapi ZF-UDS-7329 ditemukan sudah berukuran sangat besar, seperti galaksi Bima Sakti. Tidak diketahui penyebab, mengapa ada galaksi begitu besar.

Galaksi ARP 271 saat ini saling tarik menarik. Hubble melihat seperti ada jembatan diantara kedua galaksi. Dimana memicu aliran debu dan gas, sampai memicu lahirnya bintang muda baru berwarna biru.



Apakah di ruang kosong berisikan galaksi besar, dengan galaksi kerdil yang mengikuti galaksi lebih besar. Temuan bari ini menjelaskan, tidak. Ada bagian dimana galaksi kecil bisa diam disana. Galaksi Pearlsdg seperti diam dan tidak di pengaruhi galaksi yang ada di dekatnya.

Tim astronomi MaxPlanck menemukan struktur terbesar di dalam galaksi kita. Maggie memanjang sampai 1.500 tahun cahaya dalam bentuk gas. Big Ring dan Giant Arc lebih besar lagi.

Teori baru bagaimana mencari planet yang layak huni, atau ada kehidupan. Dengan mengambil contoh di tata surya kita, ada 2 gas penting dari CO2 dan Ozon. Teori ini mendukung pencarian planet layak huni lebih tepat, mengambil sampel dari bumi sendiri. Teleskop modern mampu melacak.

Planet terdiri dari planet berbatu, planet gas. Lalu berapa batas ukuran planet, bahkan menjadi sebuah bintang..Bila kandungan gas sebuah planet setara 80x massa Jupiter, dipastikan disana akan menjadi sebuah bintang. TDengan massa 13x dari massa Jupiter saja, sudah dapat membentuk bintang yang dinamai bintang kerdil katai coklat. Bedanya bintang kelas tersebut tidak mampu menghasilkan panas.

Tata surya kita sangat stabil, juga isi galaksi kita. Seluruh benda mengorbit ke tengah galaksi. Apakah semuanya memang seperti perkiraan kita. Peneliti mengatakan bintang Velocity bukan dari galaksi Bima Sakti. 2023 dua bintang J0927 dan J1235 pecahkan rekor, bergeser 2200km perdetik.



Bumi mengitari matahari 1 tahun, apakah matahari mengitari benda lain. Seberapa cepat memutar di tangah galaksi. Apakah posisi Bumi sejajar ketika mengitari tengah galaksi. Kenyataan posisi matahari dan Bumi berada agak ke pinggir galaksi.

Planet KOI-456.04 ditemukan dan dikonfirmasi, berada di zona layak huni. Planet mengorbit ke sebuah bintang seukuran matahari. Disana tidak terlalu panas hanya selisih 10 derajat Celcius dari rata rata suhu di Bumi. Walau ukurannya 90% lebih besar, peneliti menyebut planet memiliki permukaan cairan dimana tidak terlalu panas dan dingin.

Teleskop Karl G. Jansky, Very Large Array (VLA) dan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) mempelajari ratusan bintang muda yang baru lahir dan terlihat dikelilingi cincin debu dan gas. Di tengah gambar yang di pelajari sebenarnya cikal bakal dari ratusan tata suya baru. Bintang baru saja lahir atau bayi bintang, dan terlihat di masa mendatang akan muncul planet

Bila ada yang mengatakan galaksi kita berbentuk piring utuh. Nyatanya galaksi Bima Sakti dimana kita tinggal, sebenarnya tidak rata seperti yang kita bayangkan. Dari beberapa penelitian menunjukan galaksi kita sebenarnya tidak rata. Yang benar galaksi Bima Sakti memiliki 4 lengan, tapi tidak melingkar utuh.

Nama Nebula Lagoon selain M8 atau Messier 8 disebut dengan NGC6523, membentang sampai 110 x 50 tahun cahaya. Disana terdapat bintang tipe O yang panas. Dan memancarkan cahaya ultraviolet, dari cahaya bintang memanaskan serta ionisasi kumpulan debu dan gas. Foto terbaru dari teleskop Speculoos

Bintang AS 209 terletak 410 tahun cahaya dari Bumi. Menjadi sebuah sistem tata surya baru yang baru lahir, diperkirakan baru berusia 1 juta tahun dalam skala kosmos. Setidaknya ada 2 protoplanet akan lahir disana.

Cluster Gaia 1 adalah kumpulan bintang yang berkelompok di dalam satu area. Dan pertama kali ditemukan atau teridentifikasi Mei 2017. Kelompok bintang tersebut tidak berada di dalam galaksi, tapi di atas piring galaksi Bima Sakti


Youtube Obengplus


Trend
No popular articles found.