Tatasurya IRS 23077 baru layar dengan ukuran besar


   Science | 24 May 2024


Berada sekitar 1.000 tahun cahaya dari Bumi, terdapat struktur kosmik yang dikenal sebagai IRAS 23077+6707 (disingkat IRAS 23077) yang menyerupai kupu-kupu raksasa.

Ditemukan oleh Ciprian T. Berghea, astronom dari Observatorium Angkatan Laut AS
Dia pertama kali mengamati struktur tersebut tahun 2016 menggunakan teleskop Panoramic Survey Telescope and Rapid Response System (Pan-STARRS).


Tetapi temuan tersebut bukan temuan biasa.
Yang mengejutkan banyak orang, strukturnya tetap tidak berubah selama bertahun-tahun, menyebabkan beberapa orang mempertanyakan apa itu IRAS 2307.

2 tim astronom internasional melakukan pengamatan lanjutan menggunakan Submillimeter Array di Smithsonian Astrophysical Observatory (SAO) di Hawaii untuk lebih memahami apa sebenarnya benda IRAS 2307.

Dalam serangkaian makalah menjelaskan temuan, tim mengungkapkan bahwa IRAS 23077 sebenarnya sebuah bintang muda yang dikelilingi piringan puing-puing protoplanet raksasa

Dan puing yang sebenarnya berbentuk cakram tersebut adalah yang terbesar yang pernah diamati.
Penemuan ini membuka wawasan baru mengenai pembentukan planet dan lingkungan di mana hal ini terjadi.


Makalah pertama, Berghea, melaporkan penemuan bahwa IRAS 23077 adalah bintang muda yang terletak di tengah-tengah piringan pembentuk planet yang sangat besar.

Makalah kedua disebutkan tim CfA Kristina Monsch, para peneliti mengkonfirmasi penemuan piringan protoplanet ini menggunakan data dari Pan-STARRS dan Submillimeter Array (SMA).

Tatasurya IRS 23077 baru layar dengan ukuran besar

Para astronom berpendapat dimana tempat kelahiran ini dilindungi (tertutup) filamen molekul gas dan debu yang lebih besar pada awal pembentukan.

Setiap tata surya terbentuk dari ledakan bintang, dan mengeser posisi gas dan debu seperti cakram.
Debu dan gas akan mengelilingi bintang, dan dalam beberapa waktu kemudian akan memadat dan membentuk lingkaran

Cakram proplanet pada dasarnya menjadi tempat pembibitan planet yang terdiri dari gas dan debu yang mengendap di sekitar bintang yang baru terbentuk.

Seiring waktu, piringan-piringan ini menjadi seperti lingkaran cincin ketika materi menyatu menjadi protoplanet pada orbit tertentu.
Setelah fase protoplanet dan membentuk planet berbatu, raksasa gas, dan benda es dan lainnya.

Melihat ketebalan debu dan gas disana, membuat peneliti melihat menjadi struktur terbesar.
Di masa mendatang nanti, dapat melahirkan banyak planet termasuk planet raksasa.

Bagi para astronom, piringan ini dapat digunakan untuk membatasi ukuran dan massa bintang-bintang muda karena mereka berotasi dengan ciri tertentu.
Sayangnya, pengamatan akurat terhadap piringan ini terkadang terhambat dengan orientasi dengan sudut Bumi.

Walau bentuknya seperti kupu-kupu, semua tidak dapat dilihat secara tepat dengan sudut pengamatan di Bumi.

Beberapa cincin pembentuk planet (seperti IRAS 23077) hanya terlihat dibagian tepi.
Karena cincin cakram tersebut dapat mengaburkan cahaya yang datang dari sumber bintang disana.

Artikel Lain

Bintang tipe Blue Giant Star atau bintang paling terang cukup langka ditemukan di galaksi kita. Umum sebuah bintang dapat bergabung dengan bintang lain atau bintang biner. Dalam simulasi model, bintang raksasa biru umumnya tidak memiliki pendamping. Lalu apa yang diteliti.

Teori tata surya terbentuk dari lahir awal lahirnya protoplanet, rata rata membutuhkan waktu sekitar 2 juta tahun untuk membentuk cincin. Penelitian terbaru, ditemukan beberapa beberapa tata surya yang sudah membentuk cincin dengan usia 300 ribu tahun, itu jauh lebih cepat.

Tim astronomi MaxPlanck menemukan struktur terbesar di dalam galaksi kita. Maggie memanjang sampai 1.500 tahun cahaya dalam bentuk gas. Big Ring dan Giant Arc lebih besar lagi.

Bintang 8 Ursae Minoris memasuki tahap kehancuran, tapi satu planet Bintang 8 Ursae Minoris b masih tetap ada disana. Mengapa planet tersebut tidak ditelan oleh bintang induknya sendiri. Teori kuat dari astronomi memperkirakan ekpansi bintang berhenti, menjadi pertanyaan kedua mengapa.

Tata surya Trappist terlihat ada 7 planet. Tapi hanya 3 planet berada di zona habitat. Apakah bintang yang lebih kecil membuat planet layak huni. Peneliti mengatakan itu hanya salah satu faktor, komposisi planet terlihat mirip dengan beberapa kemungkinan interior mantel planet

Satu kluster galaksi berisikan beberapa galaksi yang saling berkelompok dan berkumpul. Tidak seperti pengabungan 2 galaksi yang disebut galaksi bertabarakan. Di Abell 1758 menjadi tempat terbesar pengabungan dari 4 kluster galaksi. Dari beberapa kluster galaksi yang berisi puluhan bahkan ratusan galaksi, akhirnya menjadi satu kelompok baru. Penggabungan dari empat kluster galaksi di Abell 1758 telah diamati oleh Chandra dan teleskop lainnya.

Bagaimana manusia mencari planet lain seperti bumi dengan teleskop Kepler. 30 tahun lalu kita tidak tahu ada planet lain di luar tata surya. Instrumen baru, astronom dapat membuka mata adanya tata surya dan planet di bintang lain. 4000 Exoplanet telah ditemukan, tapi tidak ada satupun yang mendukung kehidupan.

Bintang K2-239 diperkirakan disana terdapat 3 planet, bahkan ketiga planet memiliki ukuran seperti Bumi. Dan besarnya tidak jauh berbeda dengan Bumi. Bintang K-240 juga ditemukan 2 planet seperti bumi dengan permukaan batuan, diperkirakan 2 planet tersebut memiliki ukuran 2x lebih besar dari Bumi.

Sebuah bintang terlihat sedang membentuk akresi disk, dimana bentuk seperti ini nantinya menjadi sebuah tata surya lengkap dengan planet dan mataharinya yang baru.

Mempelajari tata surya. Bagaimana bintang terbentuk, dan bagaimana planet bisa terbentuk disekitar bintang. Pertanyaan ini masih terus diteliti oleh para astronom. Sebuah bintang yang diteliti disini tiba tiba meningkat kecerahannya menjadi 250 kali dalam satu tahun. Hal ini menunjukan infus materi di bintang ini tidak biasanya memakan materi di sekitar dirinya.



Youtube Obengplus


Trend