Bintang T Coronae Borealis atau T CrB biner memicu Nova yang dilihat seumur hidup


   Science | 15 April 2024

Corona Borealis, atau disebut Mahkota Utara, adalah rasi bintang yang terletak antara konstelasi bintang Hercules dan Boötes.

Bintang T Coronae Borealis, atau bintang T CrB, adalah sistem bintang biner dalam konstelasi ini.
Terdiri dari sebuah bintang besar raksasa merah dan bintang pendampingnya katai putih.

Dan setiap delapan puluh tahun sekali, bintang ini seperti meledak.

Kejadian seperti ledakan tersebut terus berulang dan satu satunya Nova yang terjadi dari semua pengamatan bintang.

Penyebabnya, bintang T CrB merupakan sistem biner dengan katai putih dan raksasa merah.

Si bintang yang lebih kecil kadang berulah, dan mengeluarkan cahaya ketika menyerap gas dari bintang pendamping.

Bintang T Coronae Borealis

Jarak bintang-bintang tersebut cukup dekat sehingga dan membuat bintang raksasa merah menjadi tidak stabil akibat meningkatnya suhu dan tekanan.
Bintang yang lebih besar mulai mengeluarkan lapisan luarnya, sedangkan bintang katai putih kebalikan mengumpulkan materi tersebut ke permukaannya.

Disisi bintang katai putih, di bagian atmosfer adalah bintang sangat padat.
Bintang katai putih umumnya terbentuk dari bintang yang sudah mati, tapi masih sedikit menyala.
Berbeda dengan bintang besar yang menyala terang, karena cahaya terus membakar bintang.
Bintang katai putih tidak lagi bersinar cerah, dan inti bintang sebagian besar adalah materi sangat padat juga memiliki gravitasi sangat kuat.

Dari Bumi tidak tampak seperti Supernova, hanya disebut Nova
Cahaya bintang akan tampak terang secara tiba tiba.
Tapi disana sebenarnya terjadi sebuah kejutan bila terjadi di satu tata surya, dimana salah satu bintang melakukan pancaran cahaya yang sangat kuat.

Di bagian sisi luar bintang katai putih itulah, ketika menarik sebagian dari gas dari bintang raksasa merah.
Membuat reaksi termonuklir yang tidak terkendali, kadang memunculkan sinar terang atau disebut Nova dari Bumi.

Nova di Corona Borealis telah diamati pada tahun 1866 dan 1946, namun para ilmuwan NASA yakin akan terjadi kembali tahun 2024.
Kapan kejadian akan berulang, antara April 2024 sampai September 2024, akan memunculkan cahaya lebih terang.

Saat ini bintang T CrB berada di sisi utara, dan sinarnya sudah seterang bintang Polaris dimana nelayan sering menyebut sebagai bintang petunjuk arah utara.
Di sisi utara bumi inilah keberadaan bintang T CrB.


Berapa cahaya bintang akan terang, astronom memperkirakan periode antara 1 minggu dan kembali redup. Lalu tampak seperti biasa kembali selama 80 tahun lagi.

ini akan terjadi lagi tahun ini, antara sekarang dan September. Biasanya tidak terlihat dengan mata telanjang, sistem bintang ini bisa tampak seterang Polaris, Bintang Utara, selama beberapa hari. Ia mungkin terlihat dengan teropong hingga satu minggu, namun kemudian akan meredup lagi selama delapan puluh tahun berikutnya.

Video dari Houston Astronomical Society ini menampilkan ceramah astronom amatir yang sangat berbakat tentang nova berulang, dan T CrB pada khususnya.

Mencari letak bintang T Coronae Borealis

Tertarik melihat letak bintang. Mengunakan aplikasi astronomi Android, dapat menunjukan letak bintang dengan mengarahkan smartphone.

Pembicaraa tentang bintang T Cor Bor dari  astronomi Houston


Artikel Lain

Bintang biner yang lahir di tempat yang sama tidak selalu identik. Peneliti mencari jawabannya, sampai mengetahui teori ke 3 dimana sebuah bintang memiliki elemen berbeda dibanding bintang pendamping. Kemungkinan telah menelan planet di awal pembentukan tata surya.

Lubang hitam BH3 memegang rekor lubang hitam terbesar dan dekat dengan Bumi. Memiliki massa 33x lebih besar dari Matahari. Benda ini tidak dapat dilihat langsung, tapi dari arah pergerakan getaran bintang dapat disimpulkan adanya gangguan kekuatan gravitasi lubang hitam yang masif.

Bintang tipe Blue Giant Star atau bintang paling terang cukup langka ditemukan di galaksi kita. Umum sebuah bintang dapat bergabung dengan bintang lain atau bintang biner. Dalam simulasi model, bintang raksasa biru umumnya tidak memiliki pendamping. Lalu apa yang diteliti.

Peneliti menemukan bintang yang disebut baru. Bintang dapat terlihat kadang lenyap dari pengamatan teleskop. Disebut bintang Old Smoker, diduga bintang tipe raksasa merah / super red giant star mengeluarkan gas dari bintangnya, dan menutup cahayanya.

Bintang YSO 244-440 adalah objek muda yang diamati tim ESO. Ada yang aneh ketika sebuah tata surya memunculkan warna magenta. Tapi bentuknya melikuk seperti huruf S. Tim astronom menjawab mengapa aliran jet tersebut dapat muncul dari bintang baru lahir.

Tim astronom MIT menemukan sebuah planet yang ditelan bintang ZTF SLRN-2020. Sebuah bintang yang sekarat, karena sudah berusia 10 miliar tahun. Sekarang dalam posisi membesar sampai mendekat ke sebuah planet seukuran Jupiter.

Teleskop JWST kembali membuka misteri alam semesta. Menemukan 2 galaksi sangat dekat dengan ke waktu terbentuk awal alam semesta. Mengeser teori lahirnya bintang pertama di alam semesta. Galaksi ini kok sudah muncul, dengan di usia 350 juta tahun. Teori, bintang lahir pertama berada pada rentang 400 juta tahun.

Sebuah planet yatim dapat terjadi ketika dimulai pembentukan tata surya. Dan planet tersebut terlempar keluar dari orbit tata suryanya sendiri. Berapa banyak planet tersebut ada, peneliti mengatakan jumlahnya mencapai miliaran. Data diumumkan Desember 2021, sudah 70 planet

Quasar J0313-1806 memecahkan rekor lubang hitam tertua dan terjauh. Mengalahkan rekor sebelumnya yang 20 juta tahun lebih mudah. Para astronom tidak tahu mengapa lubang hitam tersebut dapat terbentuk. Hipotesa sementara akibat gas hidrogen yang super masif sudah terbentuk dan membuat lubang hitam raksasa hadir lebih dulu.

Bintang V Sagittae berada 1.100 tahun cahaya dari Bumi. Bintang tersebut sebenarnya biner atau ada 2 bintang. Peneliti mengatakan ada 2 bintang biner disana, satu bintang aktif tapi yang satu adalah bintang kerdil yang menganggu bintang lebih besar. Dalam pengamatan sekarang dari Bumi, keduanya memasuki masa kritis. Dan akan bertabrakan membuat cahaya terang di langit.

Bintang T Ursae Minoris adalah bintang besar berukuran 2x lebih besar dari matahari. Masuk bintang raksasa yang sekarang sedang membengkak, mulai berdunyut. Ilmuwan berharap dapat menyaksikan bintang T Ursae Minoris ketika memasuki masa akhir. Dimana skala kehidupan manusia dapat melihat secara langsung kematian bintang.

M3 adalah gugus bola paling terang yang dapat diamati oleh teleskop. Ada sebagian bintang berwarna biru terang. Artinya usia bintang tersebut lebih mudah dan lebih aktif dibanding bintang lain di sebelahnya. Tidak sampai disana, bintang bintang tersebut layaknya bintang vampire. Dan mencuri gas hidrogen dari bintang yang lebih tua.

Seperti apa bila bintang seperti matahari meledak menjadi supernova. Proses bintang meledak masih menjadi misteri. Profesor W David dari Arizona membuat bentuk animasi ledakan bintang, bagaimana proses sebuah bintang yang membengkak sebelum mati.



Youtube Obengplus


Trend