Bintang biner tidak selalu identik dan peneliti tahu penyebabnya


   Science | 2 May 2024

Para astronom akhirnya mengetahui mengapa bintang-bintang yang lahir dari awan atau tempat pembibitan bintang yang sama, melahirkan bintang tapi tidak kembar identik

Ini keunikan di alam semesta, disana terjadi keragaman pembentukan bintang.

Bintang lahir di area yang disebut pembibitan bintang.
Disana terdapat kumpulan gas yang tersisa dari pembentukan galaksi, atau sisa gas dari gabungan galaksi.
Kadang di tempat tersebut muncul ratusan bahkan ribuan bintang.
Sering disebut Globular Cluster dimana satu tempat lahir begitu banyak bintang.

Kadang lahirnya bintang terjadi dengan bintang biner. Dan keduanya lahir cukup berdekatan, waktu yang relatif sama.

Bintang biner yang lahir dari awan gas dan debu yang sama tidak selalu kembar identik.
Mungkin juga memiliki jenis planet yang mengorbit berbeda.
Tapi, mengapa itu bisa terjadi ?

Para astronom akhirnya punya jawabannya.
Meskipun kita sudah familiar dengan sistem bintang tunggal, berkat hidup sebuah matahari yang terisolasi.
Di tempat berbeda dapat lahir bintang kembar yang saling mengorbit, kadang bisa 3 bahkan 4 bintang.

Tetapi dari perkiraan, sekitar 85% bintang lahir bersamaan dengan bintang kedua / pendamping (biner).
Ketika di satu area terdapat bahan berlimpah seperti gas hidrogen sebagai sumber pembentuk bintang.
Kadang bintang biner yang lahir juga memiliki senyawa yang sama.

Bila bintang tersebut bersinar, akan membentuk cakram, dari elemen padat dan gas yang tersisa.
Lalu cakram tersebut akan membentuk planet planet yang mengorbit ke bintang induk.

Peneliti melakukan observasi dengan teleskop Gemini South yang ditempatkan di Chili Utara.
Ilmuwan menemukan perbedaan antara bintang biner yang terbentuk, tapi memiliki variasi elemen yang melahirkan bintang itu sendiri membuat keduanya berbeda.



Menurut para astronom, pembentukan bintang dan planet bisa berbeda-beda.
Dan lebih komplek dari perkiraan sebelumnya kata  Carlos Saffe, pemimpin tim dan peneliti di Institute of Astronomical , Ilmu Bumi dan Luar Angkasa (ICATE-CONICET)

Bila bintang biner akhirnya muncul, lalu mengapa dan kapan bintang membawa elemen berbeda. Sehingga bintang biner tidak disebut bintang identik lagi.

Sebelumnya, peneliti membuat 3 kemungkinan mengapa bintang lahir tapi memiliki komposisi berbeda beda.
Dua kemungkinan dalam teori tersebut menyatakan perubahan bintang terjadi lebih lama dari pembentukannya.

Salah satu kemungkinan, ada pergerakan termal yang meng-acak atom atom dalam bintang biner.
Dan menghasilkan difusi atom, lalu atom mengendap ke bagian dalam gradien.


Proses di dalam bintang biner, masing masing memiliki unsur dan suhu berbeda-beda.
Hal ini menjelaskan mengapa bintang biner akhirnya tidak identik lagi, walau lahir di tempat yang sama.

Kemungkinan lain, salah satu bintang biner menelan material padat dari planet yang paling dekat setelah lahirnya tata surya.
Dan mengadopsi unsur kimia planet, membuat elemen di dalam bintang juga berbeda.

Kemungkinan terakhir, variasi bintang dapat disebabkan ketidaksesuaian kimia ketika bintang mulai terbentuk.
Dimana awan molekul raksasa pada akhirnya akan menciptakan bintang bintang biner.

Peristiwa tersebut menjelaskan kemungkinan bintang lahir seperti matahari yang merubah hidrogen menjadi helium di bagian inti, dan periode tersebut, dan sebagian besar sebagai masa hidup sebuah bintang.
Artinya bintang akan terus membakar hidrogen sebagai sumber energi menjadi cahaya.

Untuk menilai penjelasan yang berbeda terhadap karakteristik variabel, Saffe dan rekannya menggunakan Gemini High-Resolution Optical Spectrograph (GHOST) yang baru untuk mempelajari perbedaan panjang gelombang cahaya, yang secara kolektif dikenal sebagai "spektra".
Dan mengamati dua bintang raksasa dalam sistem biner yang disebut HD 138202 +CD?30 12303 terletak sekitar 1.720 tahun cahaya dari Bumi.

Spektrum GHOST yang sangat akurat memberi resolusi yang belum pernah terjadi sebelumnya, memungkinkan kita mengukur parameter bintang dan tingkat unsur bahan kimia dengan presisi setinggi mungkin, kata Saffe.

Pemandangan ruang angkasa kabur kemerahan dengan dua area biru melambangkan bintang yang sedang melahirkan.
Awan gas besar seperti ini di wilayah pembentuk bintang Westerhout 40 mungkin memiliki variasi kimia yang melahirkan bintang biner dengan karakteristik berbeda. (Kredit gambar: ESA / SPIRE / PACS / P. André (CEA Saclay))

Bintang biner tidak selalu sama

Tim menemukan bintang-bintang HD 138202+CD?30 12303 memiliki lapisan luar yang dalam dan bergejolak yang disebut “zona konvektif,” memungkinkan bintang menghilangkan dua teori yang dikemukakan sebelumnya. Memperkuat teori ketiga dari dampak bintang yang menelan sebuah planet.

Perputaran zona konvektif yang terus menerus mencegah pengendapan material melalui difusi atom, dan fakta dari zona ini merupakan lapisan luar yang tebal, berarti bintang telah menelan sebuah planet nantinya berdampak besar pada komposisi bintang karena material yang tertelan akan cepat terurai.

Selain mengungkap rahasia variasi bintang biner, penelitian tim juga memiliki konsekuensi mengapa benda-benda bintang ini terkadang terlihat dengan sistem planet yang berbeda, dan bintang yang berbeda mempengaruhi evolusi planet di sekitarnya dengan cara yang berbeda.
Sehingga sebuah tata surya tidak selalu seperti urutan planet di tata surya kita. Dengan 8 planet, dengan susunan 4 planet berbatu sebagai planet dalam dan 4 planet gas besar sebagai planet bagian luar.

Beberapa tempat yang telah di observasi, urutan planet di tata surya berbeda juga memiliki ukuran, massa, tipe planet berbeda beda.



Sistem planet yang berbeda bisa berarti bentuk, ukuran massa, dan jenis planet yang sangat berbeda, juga urutan planet dibagian depan dan belakang.

Planet berbatu, mirip Bumi, raksasa es, raksasa gas yang mengorbit bintang induknya juga mengorbit dengan jarak berbeda dan potensi mendukung kehidupan mungkin sangat berbeda, kata Saffe.

Selain itu menunjukkan bagaimana bintang-bintang dengan kandungan kimia yang berbeda pasti bisa berasal dari awan gas yang sama, hasil ini juga dapat mendorong para astronom untuk merevisi cara mengidentifikasi asal usul bintang berdasarkan susunan kimianya.

Para ilmuwan mungkin juga perlu memikirkan kembali pemahaman tentang bintang-bintang yang sebelumnya diduga menelan sebuah planet yang mengorbit, karena tanda-tanda proses kekerasan dari pembentuk tata surya terhadap permukaan benda-benda bintang.
Pada kenyataannya, itu menjadi akibat dari bagaimana terbentuknya sebuah bintang yang baru lahir.

Itulah kerumitan bidang astronomi, alam semesta ternyata tidak menyukai hal yang identik. Semua lebih beragam, juga menyulitkan astronom bila mencari planet kembaran Bumi.
Karena semua tidak dapat diperkirakan dengan pasti.

Artikel Lain

Temuan planet TOI 4633 c terlihat redupan cahaya bintang. Kali ini manusia yang mengamati data TESS. Disana sebenarnya ada 2 bintang TOI 4633 A dan TOI 4633 B, tapi 1 bintang sebagai induk, 1 planet TOI 4633 c ada disana, kemungkinan planet kedua. Satu bintang mengitari sistem bintang biner setiap 230 tahun sekali.

Astronom mulai melihat kemungkinan teori zona habitat di kesampingkan. Tidak semua tata surya memiliki posisi  seperti Bumi yang tepat. Bisa saja planet memiliki air tapi dibawah permukaan es. Membuka peluang 100x lebih besar menemukan planet yang layak huni.



2 bintang biner, dengan nama T CrB. Bintang T Coronae Borealis adalah bintang biner. Kedua bintang telah diamati beberapa tahun lalu, dan memiliki periode 80 tahun sekali memancarkan Nova. Kedua bintang memiliki jarak cukup dekat. Kemungkinan tahun 2024 akan menyala terang seperti Nova.

Bintang tipe Blue Giant Star atau bintang paling terang cukup langka ditemukan di galaksi kita. Umum sebuah bintang dapat bergabung dengan bintang lain atau bintang biner. Dalam simulasi model, bintang raksasa biru umumnya tidak memiliki pendamping. Lalu apa yang diteliti.

Planet terdiri dari planet berbatu, planet gas. Lalu berapa batas ukuran planet, bahkan menjadi sebuah bintang..Bila kandungan gas sebuah planet setara 80x massa Jupiter, dipastikan disana akan menjadi sebuah bintang. TDengan massa 13x dari massa Jupiter saja, sudah dapat membentuk bintang yang dinamai bintang kerdil katai coklat. Bedanya bintang kelas tersebut tidak mampu menghasilkan panas.

Planet LTT9779b memiliki beberapa keunikan planet sejenis. Ukuran 4x lebih besar dari Bumi, kategori Neptunus tapi posisi tidak biasa dekat ke Bintang. Atmosfer planet ini seperti cermin memantulkan cahaya bintang, bahkan suhu planet mencapai 2000 deg C. Mengapa seperti cermin di atmofer planet, peneliti memberi jawaban.

Sebuah cakram terletak 1500 tahun cahaya dari Bumi. Mirip seperti UFO tampak oleh observasi teleskop James Webb. Tapi itu bukan UFO, melainkan bibit dari protoplanet yang akan terbentuk nanti. Oktober 2023 dirilis JUMBO, 30 bintang biner seukuran Jupiter



Tata surya Trappist terlihat ada 7 planet. Tapi hanya 3 planet berada di zona habitat. Apakah bintang yang lebih kecil membuat planet layak huni. Peneliti mengatakan itu hanya salah satu faktor, komposisi planet terlihat mirip dengan beberapa kemungkinan interior mantel planet

Astronom telah mengamati sistem tiga bintang tapi yang uniknya karena tidak mengorbit seperti biasa. Melainkan melengkungkan dan membelah cakram planetnya menjadi bentuk baru yang aneh dan banyak cincin. Setidaknya ada 3 ring dari tata surya ini dapat terlihat. Mengapa cincin ditengah hilang, 2 hipotesa dari astronom

Planet yang disebutkan dalam berita ini dinami HD 21749b, dan ditemukan oleh misi TESS (Transiting Exoplanets Survey Satellite) NASA sebagai perangkat terbaru. Yang membuatnya menarik dari planet HD 21749b adalah beberapa kombinasi unik. Salah satu dari mereka saja tidak akan menjadi masalah besar, tetapi kombinasi ini membuat planet ini cukup signifikan. :

Astronom menemukan sebuah planet liar dan tidak mengorbit ke bintang. Ukuran 12x massa planet Jupiter dengan medan magnit sangat kuat. Pertama kali sebuah planet Rogue atau planet tanpa mengobit ke bintang induk, bahkan ditemukan karena terditeksi dari emisi radio. Bahkan peneliti mengatakan jangan jangan ada puluhan ribu planet liar seperti ini di galaksi kita.



Youtube Obengplus

Trend