Smartphone dapat dilacak tapi kita tidak tahu


Kategori : Security | Date : 4 April 2018
Di era digital jangan berharap seseorang dapat bersembunyi bila masih mengunakan perangkat
Dalam film ada cerita smartphone dijadikan alat untuk perburuan, dimana seseorang yang membawa smartphone dapat di ikuti dan di telusuri keberadaannya.

Apa benar smartphone bisa menunjukan posisi seseorang, dan tidak bisa dimatikan.

Atau ada alternatif di smartphone dengan Airplane Mode. Artinya smartphone tidak mengirim dan menerima apapun, dengan kata lain di Silent total. Apakah mode tersebut mematikan pelacakan di smartphone.

Kita tanya kepada ahlinya, Gary S Miliefsky dari perusahaan SnoopWall.

Dia menceritakan setiap telepon memiliki 2 sistem operasi jaringan.
  • Satu terhubung ke jaringan selular dan satu lagi yang tampilan kepada pemilik ponsel. Ketika mode Airplane di aktifkan, fitur tersebut hanya mematikan sistem untuk pemiliknya yang ada di depan layar. Fitur ini bisa ditemukan pada sistem smartphone Android atau iOS.
  • Kedua dari sistem provider. Di sistem ini, operasi telepon berbeda, dapat mengirim "Ping" dimana pemiliknya tidak mengetahui. Tujuannya untuk memastikan adanya hubungan telepon yang aktif. Ini adalah sistem, dan tidak dapat di nonaktifkan. Disini pemilik ponsel tidak mengetahui.
Tidak perlu mengirim koordinat GPS, dan tidak perlu menelpon ke menara BTS.

Bila smartphone di diamkan saja, posisi seseorang dapat diketahui. Walau mengunakan ponsel jadul sekalipun.

Bila menara menangkap sinyal Ping dari smartphone, keberadaan seseorang dapat diperkirakan dimana posisinya berada. Tidak menunjukan secara tepat, tapi kira kira lokasinya dapat dipastikan.

Mengunakan pola atau bentuk sudut segitiga atau minimal koordinat dapat ditangkap di 2-3 menara BTS.

Hanya operator telepon yang dapat mengirim data tersebut tapi tidak diberikan ke publik. Itu adalah sistem yang berfungsi menentukan apakah sebuah nomor aktif di tempat.

Hanya pihak berwenang dapat meminta data kepada operator bila sebuah ponsel atau smartphone.

Bagaimana dengan software


Demikian juga perusahaan pembuat OS, baik Android dan iOS juga mencatat kemana si pemilik smartphone. Walau smartphone anda tidak memiliki nomor, atau sekedar nebeng di internet gratis, seperti kafe, mall dan lainnya.

Aplikasi OS dan media sosial akan mencatat anda.  Tujuannya bila smartphone hilang, pemiliknya dapat melacak. Meminta atau tidak, data akan tetap dikirim dari sistem aplikasi.
Tujuan dari aplikasi media sosial, mencatat dari negara mana dan kota mana saja member mereka aktif.

Alat simulasi menara BTS
Alat tersebut dinamai IMSI Catcher atau Stingray. Entah apa nama resminya, mungkin bisa bermacam macam (2014).
Alat ini untuk menyamarkan stasiun BTS, dan ponsel dapat mengalihkan semua data ke alat tersebut. Bila diaktifkan, pada radius tertentu, perangkat simulasi dapat mencegat pembicaraan dan pesan dari ponsel tertentu.

Sekitar 10 tahunan telah digunakan oleh aparat penegak hukum, kabarnya juga digunakan untuk penyadapan tanpa ijin atau pengunaannya sendiri yang rahasiakan.

FBI awalnya melatih petugas kepolisian di Amerika tapi mereka tidak menyebutkan mereka memiliki alat tersebut. Bahkan digunakan untuk menjebak penjahat untuk mendapatkan data bagi kejaksaan dan kehakiman. Mereka diminta tidak mengungkap darimana sumber mereka.

Sampai akhirnya, bisa saja perangkat penyadapan tersebut digunakan untuk intelijen bisnis. Dan peralatan tersebut bisa saja sudah dijada di tangan masyarakat umum.

Amerika memiliki hukum ketat untuk penyadapan, tapi alat Stingray seperti ini belum memiliki aturan hukum yang jelas karena tergolong teknologi baru.

Contoh lain, seseorang yang menaruh perangkat GPS tracker di kendaraan orang lain (target) urusannya melanggar hukum. Bila melanggar, disana akan dikenakan hukuman karena melakukan pengintaian tanpa ijin.

Jaringan 2G masih mengunakan teknologi enkripsi lama telag digunakan 30 tahun lalu. Fungsinya untuk komunikasi digital, tetapi kecepatan internet tapi sangat lambat.
Ada perangkat yang disebut IMSI Catcher sudah dijual ke sebuah perusahaan pribadi di Amerika untuk menyadap jaringan 2G.
Mungkin sudah ada yang 3G dan 4G.

Perusahaan keamanan GSMK dari Jerman membuat smartphone sistem sekuriti sangat tinggi. Pernah menemukan 17 stasiun BTS palsu di Amerika. Di tahun 2014, perusahaan GSMK membuat smartphone CryptoPhone, tapi harganya $3500 perunit. Tentu tidak semua orang membeli smartphone dengan teknologi perlindungan canggih tersebut. Kebanyakan hanya digunakan di kalangan pemerintah atau mereka yang membutuhkan.

Penjahat narkoba di Amerika Latin, memiliki jaringan telepon sendiri. Agar mereka tidak disadap oleh pihak berwenang.

April 2018.
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS)  mengatakan telah mengamati aktivitas anomali dari pengunaan Stingray. Tapi tidak tahu milik siapa. Berita yang dilansir dari BBC, perangkat tersebut dapat menangkap pembicaraan dan pesan SMS. Karena SMS lebih aman dibanding aplikasi chatting walau dikatakan mengunakan teknologi enskripsi.
Kabarnya perangkat nakal tersebut pernah ada di sekitar Washington.

Peralatan Stingray yang digunakan oleh pasukan khusus di seluruh Amerika mulai di telusuri oleh American Civil Liberties Union (ACLU). Sekitar 73 lembaga dari 25 negara bagian Amerika memiliki perangkat tersebut. Tapi jumlahnya bisa saja lebih dari itu, dan semua dilaporkan ke lembaga keamanan negara. Kehawatiran aktivitas mata mata dikhawatirkan oleh kalangan politisi Washington. Mungkin saja ditempatkan oleh pemerintah asing.

Untuk lokasi keberadaan smartphone atau ponsel biasa yang dapat dilacak.
Jadi ada 2 sinyal untuk menunjukan lokasi.

Satu dari sinyal satelit GPS/Glonass/Baidu dan satu lagi mengunakan A-GPS atau bantuan sinyal koordinat GPS dari antena BTS perusahaan telekom.

Android dan iOS akan mengambil data GPS, baik dari sistem provider telekom dan satelit navigasi. Tujuannya bukan untuk memata-matai pemiliknya, tapi menjadi data histori seseorang berpergian, mencatat lokasi photo atau GeoTag, sistem bantuan koordinat A-GPS bila sinyal GPS terhalang dan lainnya. Sistem satelit navigasi memang ada di smartphone. Dan tidak masalah bagi penguna.

Fungsi melacak lokasi bagi penguna
Misal smartphone hilang, maka si pemilik dapat melacak keberadaan ponselnya.
Lokasi foto dimana foto diambil dapat dimasukan koordinat dimana smartphone mengambil foto


Koordinat keluarga agar dapat saling mengetahui keberadaan.
Untuk navigasi berkendara.

Catatan GPS logger ketika seseorang melakukan perjalanan di hutan. Dan dapat kembali pulang dengan melihat peta yang telah di lalui.

Sistem tracker pengemudi atau angkutan dalam kota dimana dapat di monitor setiap gerakan kendaraan di kantor pusat (jasa layanan transporatsi online). Sebagai contoh GPS di bis Busway mengunakan sistem tracker, atau perusahaan taksi mengunakan pencatatan lokasi para pengemudinya. Dan sistem layanan transportasi online juga mencatat dimana saja member mereka bekerja. Bila terjadi sesuatu hal kepada pengemudi, pihak berwenang dapat meminta catatan data dari layanan transportasi online.

Bagaimana bila sebuah perangkat yang dimatikan sistem satelit navigasinya. Misal GPS di nonaktifkan.
Lokasi tetap dapat dilacak mengunakan sinyal transmiter provider telekom mengunakan aplikasi. Selama perangkat terhubung ke internet, serta adanya nomor aktif.

Dari aplikasi , Facebook, Google dan media sosial lain, tetap mencatat keberadaan anda. Kecuali anda menonaktifkan fitur Location dari aplikasi. Bila kita tidak teliti, mungkin lokasi anda akan selalu dicatat ke server media sosial.

Google memiliki Timeline, tujuannya untuk mengetahui keberadaan seseorang, dan dapat dilacak oleh keluarganya.
Orang tua dapat membuka akun anaknya, dan melacak kemana saja si anak pergi. Bukan dalam jam, hari, tapi tercatat bulanan.

Google telah mengkonfirmasi sistem OS Android dapat mencatat keberadaan smartphone.

Untuk geolokasi, seperti fungsi tayangan iklan dapat dibaca dengan keberadaan dari lokasi pemilik smartphone. Atau populasi penguna smartphone Android.

Atau larangan video Youtube dan download aplikasi Android, agar tidak dapat di download / di tonton di beberapa negara.
Dengan alasan larangan dari pembatasan oleh negara, pemilik konten sehingga pemilik smartphone tidak dapat melihat dan mendownload konten. Hal ini terkait dengan lokasi.


Google sudah membuat ketentuan semua perangkat Android yang terdaftar akan dilacak keberadaannya.

Layanan pendapat, seperti Google akan mencatat bila orang berhenti di sebuah restoran A cukup lama. Dianggap dia sempat mampir. Dalam beberapa minggu, mungkin akan muncul pertanyaan untuk menilai restoran A kepada anda. Untuk apa, memberikan respon yang jujur dari mereka yang kira kira pernah berkunjung ke satu tempat. Tentu semua pertanyaan mengunakan sistem AI atau mesin.
Atau anda melihat data kunjungan di tempat layanan kesehatan, service center dan lainnya. Disana tertera jam berapa kunjungan paling sibuk dan tidak sibuk.
Data tersebut diambil berdasarkan lokasi keberadaan seseorang yang membawa smartphone, dan mampir ke suatu tempat.

Apakah pencatatan lokasi dari Google dapat dinonaktifkan.
Yah. Tapi tidak 100% sesuai ketentuan yang diumumkan Google.
Tidak terkait dari data pribadi keberadaan seseorang, tapi lokasi penguna tetap akan dimanfaatkan bagi data sosial atau aktivitas masyarakat

Facebook tidak perlu ditanya, di diamkan saja maka smartphone terus aktif mengirim data ke server Facebook.

Whatsapp, yang tidak jauh dengan induk perusahaannya Facebook.

Itu baru media besar yang dimanfaatkan penguna internet. Belum diketahui layanan lain, termasuk situs yang mencatat lokasi orang yang membuka website mereka.

Tidak ada yang bisa di sembunyikan bila seseorang memasuki wilayah digital atau internet.

Seperti Internet, telepon, Voip, IP perangkat, kartu kredit, dan lainnya. Bahkan keberadaan ponsel yang aktif di tengah hutan tanpa keberadaan sinyal, bisa ditelusuri dari satelit. Ketika sinyal diterima antena data provider, maka lokasi terakhir dengan kontak perangkat akan dicatat. Artinya anda sudah keluar dari wilayah antena provider. Dan disana dapat dijadikan penyelusuran pertama.

Bagaimana seseorang bisa tersembunyi agar tidak dapat dilacak

Smartphone dapat dilacak tapi kita tidak tahu

Mengeluarkan kartu SIM untuk menghilangkan jejak.
Melepas SIM card dapat menghentikan pelacakan seseorang.
Tetapi SIM card hanya menunjukan nomor telepon. Sedangkan di dalam smartphone terdapat nomor IMEI dan ID perangkat. Keduanya dapat ditelusuri. Bila seseorang mengaktifkan internet misalnya via mengunakan WIFI, keberadaan mereka akan tercatat pada layanan akses terakhir.

Dalam jarak pendek targetnya WIFI.
Nomor telepon anda mati, mungkin anda merasa merasa aman, lalu mengunakan WIFI untuk internet. Tapi setiap WIFI ponsel di hidupkan, akan mengirim data MAC yang unik dari masing masing perangkat.

Mac adalah nomor identifikasi network dari setiap perangkat dan dibuat unik. Ketika ponsel diaktifkan ke WIFI, nomor IP dari perangkat ibarat sebuah sidik jari dan Mac memiliki nomor unik / tidak ada yang sama. Nomor Mac tersebut dapat dicatat dan menjadi jejak seseorang.
Tidak secepat Ping dari BTS, tapi cepat atau lambat dapat diketahui.

Bersembunyi di belakang Proxy atau VPN
Browsing internet, lalu ada yang mengatakan aman untuk bersembunyi di belakang layanan Proxy atau VPN.

Berguna bagi orang yang tidak ingin ditelusuri oleh layanan website dan tidak ingin di lacak keberadaannya.

Sebagian kecil yah, tapi sebagian besar tidak. Dan perlindungan dari VPN hanya menjamin keamanan ketika seseorang tidak ingin diketahui (dicatat) ketika masuk ke sebuah website.



Layanan Proxy atau VPN memang menyembunyikan nomor IP dari penguna computer, termasuk asal sumber dimana keberadaan pemilik perangkat.

Tapi tidak semua layanan melindungi 100%.
Sebaiknya menanyakan ke pemilik layanan apakah mereka menyimpan semua catatan IP seperti catatan Log pengunanya sendiri.
Mungkin saja layanan VPN membuat catatan sebagai data dan rutin melakukan backup. Tipe ponsel apa yang masuk, nomor, MAC, IP dan provider. Dan tetap disimpan oleh mereka sebagai catatan perusahaan.

Tanyakan dimana server mereka berada dan perlindungan hukum di negara mana saja. Bila layanan berada di London, Amerika dan Iceland, ke 3 negara tersebut memiliki hukum perlindungan untuk privasi. Diluar sana, data dapat diminta oleh penegak hukum.

Layanan Private Internet Access, ExpressVPN, NordVPN, TorGuard, Anonymizer, IPredator, SlickVPN adalah layanan yang katanya aman dan tidak mencatat aktivitas penguna. 100% menjamin, sebenarnya tidak.
Data penguna tetap dicatat, tetapi tidak dipublikasi untuk umum.

Intelijen Negara mengumpulkan data di media sosial
Dawn Meyerriecks, wakil direktur pengembangan teknologi dengan CIA.

Mereka memiliki 137 proyek AI yang berbeda. Sebagian besar dengan kerjasama peneliti di badan intelijen dengan pengembang Silicon Valley. Program AI beralih ke media sosial, menyaring catatan publik yang tak terhitung jumlahnya.

CIA tidak asing mengumpulkan data dalam jumlah besar, terlebih teknologi computer dan internet. Karena perilaku manusia adalah data dan AI menjadi modal data mereka.

Pengambilan data tidak dilakukan petugas, karena jumlah yang sangat besar. Mengunakan teknologi kecerdasaran buatan dapat mempercepat menyaringan dari data yang perlu diambil.


China dengan AI untuk pengenal wajah.
Di China ada aturan bila seseorang memiliki masalah kejahatan, hutang ke badan usaha, dan jumlahnya cukup besar. Maka orang tersebut tidak boleh meninggalkan kotanya.
Percobaan dengan camera pengenal wajah terbaru. Sudah puluhan orang tertangkap karena mengunakan nomor ID palsu untuk kabur ke luar kota
Bagaimana caranya mereka dapat menemukan seseorang hanya mengunakan pengenal wajah, dan bukan smartphone
Kepolisian China cukup mengawasi orang yang lalulalang di stasiun kereta. Dengan sebuah kacamata yang dikenakan petugas, akan mengirim biometrik setiap penumpang kereta.
Karena kereta menjadi sarana seseorang untuk kabur. Dibanding pesawat akan diperiksa ID dan foto.
Teknologi AI pengenal wajah China begitu cepat dan dapat mengenal puluhan wajah dari database negara dalam hitungan detik.
Disini teknologi kecerdasaran buatan dapat melacak seseorang hanya mengunakan wajah.

Dari sisi lain non badan hukum adalah Software atau Aplikasi Smartphone.
Masih banyak cara mereka untuk melihat data anda. Seperti aplikasi software smartphone, program malware, bila menginfeksi smartphone maka orang lain dapat melihat anda bahkan mendengarkan dan mengambil foto dari smartphone.
Belum lagi aplikasi yang dijual bebas untuk memata matai seseorang.

Bila mendownload aplikasi di Google Play atau Apple iTunes, bisa dibaca keterangan dari setiap aplikasi. Beberapa aplikasi yang sederhana bahkan meminta akses terlalu banyak, walau aplikasi tersebut hanya berisi aplikasi Light (senter), Alkitab, Battery Maximizer, pembaca QR, Password Manager, aplikasi media sosial dan lainnya.

Aplikasi tersebut bisa berbahaya karena mengambil data pribadi anda, bila anda tidak membaca detil permintaan aplikasi yang akan anda install. Disini kepentingannya berbeda, dari kebutuhan mencari tahu kebiasaan seseorang, atau mengambil data pribadi dari isi smartphone seperti Log Call, Contact, SMS dan lainnya. Data tersebut dicatat oleh perusahaan multimedia, sampai mereka yang sengaja memata matai orang lain.

Pernah ingat sebuah aplikasi yang aktif ketika smartphone terlihat tidak aktif. Salah satu dari serangan malware di smartphone, membuat tampilan palsu pada layar smartphone terlihat tidak aktif. Walau dibelakang ada aplikasi yang diam diam bekerja sendiri. Lihat saja aplikasi Facebook yang tidak dipakai seharian, jelas selalu aktif dan mengambil data keberadaan dan kegiatan seseorang. Bukan untuk memata-matai tapi aplikasi dirancang terus aktif untuk data Facebook.

Lain lagi dengan iPhone, sebenarnya iPhone tidak dapat dicuri dan menghilang begitu saja. Setiap iPhone digunakan, walau sudah berganti nomor telepon. Lokasi pemilik tercatat di server Apple. Karena yang dicatat bukan nomor telepon, melainkan nomor perangkat.
Tujuannya bila pemilik kehilangan iPhone, tinggal di lacak dengan memasukan login ke jaringan Apple. Dan dapat melihat dimana smartphone yang tertinggal.
Bahkan smartphone dapat dikunci oleh pemilik yang sah.

Ketika kita menginstall aplikasi ada yang disebut Permission yang diminta.
Bila kita tidak jeli, mungkin saja sebuah aplikasi lampu, atau game yang kelihatan tidak berbahaya. Tapi ada permintaan untuk mengaktifkan microphone, camera, lokasi, telepon log seperti telepon masuk dan keluar, account media sosial dan lainnya.
Tidak jeli mungkin kita sedang di mata-matai oleh aplikasi yang kita install sendiri. Apakah kita mengetahui dan memperhatikan permintaan ijin tersebut ?


Contoh lain, Gary mengatakan ada satu aplikasi senter yang berisi Spyware, bahkan menjadi aplikasi paling populer di Google Play. Kelihatannya yang menginstall tidak curiga karena aplikasi yang mereka ambil adalah aplikasi senter. Tapi di dalam aplikasi tersebut malah mengambil koordinat GPS, histori data SMS dan panggilan telepon serta data lain. Untuk apa, tidak jelas. Pastinya penguna yang kurang berhati-hati dapat terkecoh dengan aplikasi tersebut.

Bila kita mengetahui apa yang diminta aplikasi, dan permintaanya tidak masuk akal. Jangan di install, atau bila sudah di install sebaiknya buang aplikasi dari smartphone. Dan penguna smartphone harus membaca apa yang diminta dari sebuah aplikasi. Permintaan dari aplikasi yang sudah di install dapat diperiksa dengan aplikasi gratis Droid Optimizer

Bersembunyi di belakang Tor.
Di Internet ada yang disebut Tor. Agar kita seseorang browsing tanpa diketahui siapa. Pengelola mengatakan Tor tidak bisa dilacak. Menjadi aktivitas Dark Web, seperti penjualan nomor kartu kredit dan hal ilegal lainnya. Penguna Tor merasa aman ?

Satu tim security mengatakan, itu salah. Tor sebenarnya hanya menyembunyikan seseorang ketika browsing, tapi tidak lama. Karena apa yang disembunyikan dapat diketahui oleh badan keamanan. Selalu ada jejak yang tertinggal disana.
Mereka yang ingin bersembunyi perbuatan jahat, dan bersembunyi di jaringan internet. Hanya menunggu waktu, bila dianggap penting dapat ditemukan oleh penegak hukum.

Teknologi OS Smartphone.
Android dan IOS memiliki sistem pelacakan. Baik aktif maupun tidak. Berguna untuk mencatat kemana saja perginya seseorang, atau mencari smartphone yang hilang atau tidak ditemukan.

Pelacakan sistem operasi smartphone bisa diaktifkan atau tidak diaktifkan oleh pemiliknya. Tapi bisa saja diaktifkan dari pemilik OS seperti Apple dan Google dengan Android Device Manager. Tetapi data tidak dibuka ke publik.

Ketika membeli smartphone anda akan diminta memasukan data email dan hak kepemilikan perangkat.
Penguna Android dapat menghapus dengan meremote smartphone bila hilang dicuri. Ketika smartphone yang hilang diaktifkan dan terhubung ke internet (misalnya via WIFI), akan menerima perintah dari Google dan menghapus semua storage yang ada.

Bahkan memiliki fitur pengunci, agar smartphone yang awalnya bisa dibuka seperti biasa, akan menampilkan kunci untuk melihat isinya.

Contoh kasus iPhone Steve Jobs setelah meninggal. Rumahnya yang kosong, ternyata di datangi maling. Dan smartphone almarhum Steve Job juga hilang dicuri dari rumah.
Dalam hitungan jam pihak kepolisian dapat mengetahui keberadaan iPhone tersebut. Setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari keluarga Steve Jobs, polisi meminta ke perusahaan Apple. Meminta membuka kembali data account Steve Jobs, walau orangya sudah tiada. Dan lokasi smartphone serta si pencuri dapat diketahui.

Cerita lain dari GeoTag sebuah foto
Sorang warga barat yang bergabung dengan organisasi terlarang ISIL. Dia membuat foto selfie, dan ditampilkan di sebuah media sosial.
Disana foto dirinya tampil dengan gaya yang berubah dengan pakaian Timur Tengah. Sambil menunjukan dengan bangga, ini saya sedang menjadi pasukan IS.

Tetapi dia lupa bahwa smartphone mengunakan lokasi dan dimasukan ke dalam data foto, termasuk lokasi dimana foto diambil. Bayangkan seseorang yang seharusnya tidak menampilkan dirinya, tidak diketahui keberadaannya,  mendadak muncul wajahnya di media sosial. Dan diketahui oleh petugas keamanan dari negaranya sedang memerangi gerombolan tersebut. Ketika pulang pasti langsung di jemput.

Di era modern, kita tidak bisa bersembunyi dengan teknologi digital. Foto memiliki data Exif dari perangkat apa foto dibuat, ponsel memiliki nomor IMEI dan nama produk, setting di camera smartphone, nama smartphone, lokasi dapat diketahui ketika seseorang mengunakan internet dengan WIFI, atau mengaktifkan ponsel ke jaringan provider.

Memiliki media sosial akan dicatat siapa si pemilik account. Walau seseorang berganti nama, mengunakan nama palsu.

Sidik jari mungkin terlihat dalam bentuk fisik, tapi foto seseorang muncul, kemungkinan dapat di identifikasi dengan biometrik wajah. Bahkan dalam hitungan detik memungkinkan dapat diketahui siapa nama si wajah dalam sebuah foto.

Untuk menghindari pelacakan, satu satunya cara adalah tidak menyentuh perangkat dengan teknologi digital. Bila seseorang mengatakan saya sudah menghilang, tapi namanya pernah ada di internet. Percayalah itu perkataan paling "lucu" di abad ke 21.


Seseorang sedang mencoba dan merasa seperti tidak terlihat, sebenarnya selalu terlihat.

Bagaimana menghilangkan jejak.
Solusi sederhana disini, ada beberapa aplikasi dapat merubah nomor MAC, seperti aplikasi di Android. Pada sistem iOS 8, Apple sudah memperkenalkan sistem keamanan dengan mengacak alamat MAC agar tidak mudah dibaca.

Pada prakteknya fitur tersebut mungkin tidak seperti yang diharapkan. Karena ada kepentingan dari beberapa badan keamanan, bisa meminta data dari tersebut.

Masalahnya apakah kita harus takut dengan keadaan seperti ini. Tentu tidak, karena pelacakan hanya dilakukan bila seberapa pentingnya untuk melacak dan menemukan diri si pemilik ponsel.
Yang berbahaya bila kita menginstall aplikasi biasa di smartphone, tapi kita tidak tahu apa yang dilakukan oleh aplikasi secara diam diam. Dibanding kita khawatir untuk di lacak.

Saran dari Mili mengatakan. Bila ingin menghilang, jauhi semua pengunaan WIFI publik dan perangkat digital. Kadang WIFI, internet, panggilan telepon dapat dicegat tranmisi data dari perangkat lain. Kata tepatnya, jangan mengunakan perangkat digital untuk menghilang.

Teknologi digital selalu meninggalkan jejak, dari waktu sekarang maupun catatan waktu lampau.

Smartphone Android dapat dikendalikan oleh pemiliknya, bila mengaktifkan sistem keamanan. Informasi tersebut di dapat melalui Android Device Manager

Ketika menginstall aplikasi, akan diberitahu Permission. Aplikasi akan memberikan informasi apa yang dibutuhkan untuk mengakses aplikasi, apakah di Baca. Google mengumumkan aplikasi nakal siap siap dikeluarkan. Aplikasi dari India meminta Permission tidak masuk akal. Tahun 2017 peneliti menemukan aplikasi yang mengakses screenshot.

Memerika file APK Android dengan browser sebelum di Install. Beberapa aplikasi APK Gratis seperti APK versi Pro banyak yang dimodifikasi, dan diberikan gratis. Tapi apakah aman download APK gratis tersebut. Beberapa tidak, bagaimana memeriksa dengan computer sebelum di install ke smartphone Android

Ada sisi gelap dimana konten bisa hilang di situs pencarian Google. Tidak semua informasi akan ditampilkan oleh Google, kadang dapat muncul di situs pencarian lain. Tapi sebagian data yang disembunyikan adalah data berbahaya yang sama seperti kejahatan di dunia nyata.



Mengapa Whatsapp terus saja mengambil data. Anda bayar, anda mendapat lebih. Anda gratis , anda membayar dengan data. Tidak jelas mengapa. Facebook dapat membuat smartphone lambat, Uninstall smartphone kembal normal.

Banyak aplikasi mengambil data dari smartphone dan mengirim nomor telepon penguna ke pembuat aplikasi. Tapi penguna Android terlihat tidak terlalu peduli. Satu dari 3 aplikasi yang terdata, aplikasi meminta akses ke data panggilan, kontak telepon dan nomor PIN.

Aplikasi Android Battery Life Repair disebutkan sebagai aplikasi yang mampu memperbaiki kondisi baterai seperti mendefrag harddisk di dalam baterai. Apakah aplikasi ini mampu membuat baterai smartphone lebih baik, bahkan di download ribuan kali

Minggu ini diungkap oleh Szymon Sidor. Salah satunya aplikasi yang mencari celah di OS Android. Aplikasi tersebut dianggap berbahaya karena dapat mengambil foto dari camera dan mengupload ke server lain. Tetapi pemilik smartphone atau perangkat tidak mengetahui ada foto yang diupload



Dari konten Wifi Hacker Ultimate, Facebook Hack, Bluetooth Hacker Ultimate, WWW Hacker Pro 2, Increase Internet, Phone Hacker. Atau aplikasi porno dari Gay Sex Pron, Hard Sex Latina atau Hard Sex Collection. Menjanjikan meningkatkan internet untuk smartphone, malah bobol biaya internet.

Informasi dari China DCCI menyebut 35% aplikasi Android diam diam mencuri data. DCCI melakukan penelitian dari 1.400 aplikasi yang ramai dipakai penguna Android. Sekitar 66.9% aplikasi melacak data pribadi, 34,5% melakukan tracking data.


No popular articles found.