Dalam film ada cerita smartphone dijadikan alat untuk perburuan, dimana seseorang yang membawa smartphone dapat di ikuti dan di telusuri keberadaannya.

Apa benar smartphone bisa menunjukan posisi seseorang, dan tidak bisa dimatikan.

Atau ada alternatif di smartphone dengan Airplane Mode. Artinya smartphone tidak mengirim dan menerima apapun, dengan kata lain di Silent total. Apakah mode tersebut mematikan pelacakan di smartphone.

Kita tanya kepada ahlinya, Gary S Miliefsky dari perusahaan SnoopWall. Menceritakan setiap telepon memiliki 2 sistem operasi.
  • Satu terhubung ke jaringan selular dan astu lagi tampilan kepada pemiliknya. Ketika mode Airplane di aktifkan, fitur tersebut hanya mematikan sistem untuk pemiliknya. Fitur ini bisa ditemukan pada sistem smartphone Android atau iOS.
  • Kedua dari sistem provider. Di sistem ini, operasi telepon berbeda, dapat mengirim "Ping" dimana pemiliknya tidak mengetahui.
Tidak perlu mengirim koordinat GPS, dan tidak perlu menelpon ke menara BTS. Bila smartphone di diamkan saja, posisi seseorang dapat diketahui. Walau mengunakan ponsel jadul sekalipun.

Bila menara menangkap sinyal Ping dari smartphone, keberadaan seseorang dapat diperkirakan dimana posisinya berada.

Mengunakan pola atau bentuk sudut segitiga atau minimal koordinat dapat ditangkap di 2-3 menara BTS.

Hanya operator telepon yang dapat mengirim data tersebut tapi tidak diberikan ke publik.

Hanya pihak berwenang yang bisa meminta kepada operator bila sebuah ponsel smartphone yang saat ini sudah terintegrasi dengan alat navigasi. Perusahaan pembuat OS, baik Android dan iOS juga mencatat kemana si pemilik membat smartphone

Alat simulasi menara BTS
Alat tersebut dinamai IMSI Catcher atau Stingray. Entah apa namanya bisa bermacam macam (2014). Alat ini untuk menyabarkan stasiun BTS, dan ponsel dapat mengalihkan semua data ke alat tersebut. Bila diaktifkan, pada radius tertentu, perangkat simulasi dapat mencegat pembicaraan dan pesan dari ponsel.

Sekitar 10 tahunan digunakan oleh aparat penegak hukum, tapi kabarnya juga digunakan untuk penyadapan tanpa ijin atau pengunaannya sendiri dirahasiakan.

FBI awalnya melatih petugas kepolisian di Amerika untuk tidak menyebutkan mereka memiliki alat tersebut. Bahkan digunakan untuk menjebak penjahat yang dibutuhkan data untuk kejaksaan sampai kehakiman dan diminta tidak mengungkap darimana sumber mereka.

Sampai akhirnya, bisa saja perangkat penyadapan tersebut digunakan untuk intelijen bisnis. Dan peralatan tersebut bisa saja sudah dijual ke masyarakat umum.
Amerika memiliki hukum yang ketat untuk penyadapan, tapi alat Stingrays ini belum memiliki aturan hukum karena tergolong teknologi baru.
Contoh seseorang yang menaruh perangkat GPS tracker di kendaraan orang lain (target) sudah bertentangan dengan hukum.

Jaringan 2G masih mengunakan teknologi enkripsi lama dan digunakan selama  30 tahun. Pembuat IMSI Catcher sudah dijual ke sebuah perusahaan pribadi di Amerika. Bahkan berjanji menyiapkan teknologi untuk 3G dan 4G. Mungkin perangkat tersebut sudah ada sekarang.

Perusahaan keamanan GSMK dari Jerman membuat smartphone sistem sekuriti sangat tinggi. Menemukan 17 stasiun BTS palsu di Amerika. Di tahun 2014, perusahaan GSMK membuat smartphone CryptoPhone, tapi harganya $3500 perunit. Tentu tidak semua orang dapat membeli smartphone dengan teknologi perlindungan canggih tersebut. Kebanyakan hanya digunakan di kalangan pemerintah atau mereka yang membutuhkan.

Untuk lokasi keberadaan smartphone atau ponsel biasa yang dapat dilacak.
Jadi ada 2 sinyal untuk menunjukan lokasi.
Satu dari sinyal satelit GPS/Glonass/Baidu dan satu lagi mengunakan A-GPS atau bantuan sinyal koordinat GPS dari antena BTS perusahaan telekom.

Android dan iOS akan mengambil data GPS, baik dari sistem provider telekom dan satelit navigasi. Tujuannya bukan untuk memata-matai pemiliknya, tapi  dapat menjadi data histori seseorang berpergian, mencatat lokasi photo atau GeoTag, sistem bantuan koordinat A-GPS bila sinyal GPS terhalang dan lainnya.

Misal smartphone hilang, maka si pemilik dapat melacak keberadaan ponselnya. Lokasi foto dimana foto diambil dapat dimasukan koordinat dimana smartphone mengambil foto, koordinat keluarga agar dapat saling mengetahui keberadaan. Sistem tracker pengemudi atau angkutan dalam kota dimana dapat di monitor setiap gerakan kendaraan di kantor pusat (jasa layanan transporatsi online)

Bila GPS di nonaktifkan, lokasi tetap dapat dilacak mengunakan sinyal transmiter provider telekom mengunakan aplikasi.

Dari aplikasi , Facebook, Google dan media sosial lain, tetap mencatat keberadaan anda. Kecuali anda menonaktifkan fitur Location dari aplikasi. Bila kita tidak teliti, mungkin lokasi anda akan diketahui dari server mereka. Seperti Google memiliki Timeline, tujuannya untuk mengetahui keberadaan seseorang, dan dapat dilacak oleh keluarganya.

Tidak ada yang bisa di sembunyikan bila seseorang memasuki daerah digital.

Seperti Internet, telepon, Voip, IP perangkat dan lainnya. Bahkan keberadaan ponsel yang aktif di tengah hutan tanpa keberadaan sinyal, bisa ditelusuri dari satelit. Begitu sinyal ditangkap oleh data provider, maka lokasi terakhir dengan kontak perangkat akan dicatat.
Ketika seseorang mengunakan media sosial, maka lokasi keberadaan dapat saja dicatat.

Bagaimana seseorang bisa tersembunyi agar tidak dapat dilacak

Smartphone dapat dilacak tapi kita tidak tahu

Mengeluarkan kartu SIM untuk menghilangkan jejak.
Melepas SIM card dapat menghentikan pelacakan seseorang. Tapi badan penegak hukum dan militer memiliki alat lain yang disebut Stingray. Mereka dapat membuat menara palsu, seperti kasus NSA. Memasang menara palsu 2G artinya pengiriman data tidak diacak dan dengan mudah terditeksi.
Menara akan mengirim sinyal, dan mengelabui ponsel untuk membalas, termasuk memberikan data lokasi dan data untuk mengidentifikasi seseorang.
Asosiasi Masyarakat Amerika sudah memetakan dan memiliki daftar dari agen pemerintah. Dari FBI, DEA, Secret Service, NSA dan lainnya bahkan lebih dari daftar itu.
SIM card hanya menunjukan nomor telepon. Sedangkan di dalam smartphone terdapat nomor IMEI dan ID perangkat. Keduanya dapat ditelusuri.

Dalam jarak pendek targetnya WIFI.
Nomor telepon anda mati, mungkin anda merasa merasa aman, lalu mengunakan WIFI untuk internet. Tapi setiap WIFI ponsel di hidupkan, akan mengirim data MAC yang unik dari masing masing perangkat.

Mac adalah nomor identifikasi network dari setiap perangkat dan dibuat unik. Ketika ponsel diaktifkan ke WIFI, nomor IP dari perangkat ibarat sebuah sidik jari dan Mac memiliki nomor unik dan tidak ada yang sama. Nomor Mac tersebut dapat dicatat dan menjadi jejak seseorang. Tidak secepat nomor Ping dari BTS, tapi cepat atau lambat dapat diketahui.

Bersembunyi di belakang Proxy atau VPN
Browsing internet, lalu ada yang mengatakan aman untuk bersembunyi di belakang layanan Proxy atau VPN.
Berguna bagi orang yang tidak ingin ditelusuri oleh layanan website.

Sebagian kecil yah, tapi sebagian besar tidak. Dan perlindungan dari VPN hanya menjamin keamanan jejak seseorang tidak diketahui ketika masuk ke sebuah website.

Layanan Proxy atau VPN memang menyembunyikan nomor IP dari penguna computer, termasuk asal sumber dimana keberadaan pemilik perangkat.

Tapi tidak semua layanan melindungi 100%. Sebaiknya menanyakan ke pemilik layanan apakah mereka menyimpan semua catatan IP seperti Log pengunanya sendiri.
Tanyakan dimana server mereka berada dan perlindungan hukum di negara mana saja. Bila layanan berada di London, Amerika dan Iceland, ke 3 negara tersebut memiliki hukum perlindungan untuk privasi.

Layanan Private Internet Access, ExpressVPN, NordVPN, TorGuard, Anonymizer, IPredator, SlickVPN adalah layanan yang katanya aman dan tidak mencatat aktivitas penguna. 100% menjamin, sebenarnya tidak.

Intelijen Negara mengumpulkan data di media sosial
Dawn Meyerriecks, wakil direktur pengembangan teknologi dengan CIA. Mereka memiliki 137 proyek AI yang berbeda. Sebagian besar dengan kerjasama peneliti di badan intelijen dengan pengembang Silicon Valley. Program AI beralih ke media sosial, menyaring cattan publik yang tak terhitung jumlahnya.

CIA tidak asing mengumpulkan data dalam jumlah besar, terlebih teknologi computer dan internet. Karena perilaku manusia adalah data dan AI menjadi modal data mereka.
Pengambilan data tidak dilakukan petugas, karena jumlah yang sangat besar. Mengunakan teknologi kecerdasaran buatan dapat mempercepat menyaringan dari data yang perlu diambil.

Google melacak lokasi smartphone
Google telah mengkonfirmasi sistem OS Android dapat mencatat keberadaan smartphone.
Tapi tujuannya untuk geolokasi, seperti fungsi tayangan iklan dapat dibaca dengan keberadaan dari lokasi pemilik smartphone.
Atau tayangan Youtube dan download aplikasi Android, tidak dapat di download di beberapa negara. Dengan alasan larangan dari pembatasan oleh negara, pemilik konten sehingga pemilik smartphone tidak dapat melihat dan mendownload konten. Hal ini terkait dengan lokasi.

Bagaimana menghilangkan jejak.
Solusi sederhana disini, ada beberapa aplikasi dapat merubah nomor MAC, seperti aplikasi di Android. Pada sistem iOS 8, Apple sudah memperkenalkan sistem keamanan dengan mengacak alamat MAC agar tidak mudah dibaca.

Pada prakteknya fitur tersebut mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Karena ada kepentingan dari beberapa badan keamanan, bisa meminta data dari tersebut.
Masalahnya apakah kita harus takut dengan keadaan seperti ini. Tentu tidak, karena pelacakan hanya dilakukan seberapa pentingnya untuk melacak dan menemukan seseorang.

Saran dari Mili mengatakan. Bila ingin menghilang, jauhi pengunaan WIFI publik dan perangkat digital. Kadang WIFI, internet, panggilan telepon dapat dicegat tramisi data dari perangkat lain. Kata tepatnya, jangan mengunakan perangkat digital untuk menghilang.

Dari sisi lain non badan hukum adalah Software atau Aplikasi Smartphone.
Masih banyak cara mereka untuk melihat data anda. Seperti aplikasi software smartphone, program malware, bila menginfeksi smartphone maka orang lain dapat melihat anda bahkan mendengarkan dan mengambil foto dari smartphone.
Belum lagi aplikasi yang dijual bebas untuk memata matai seseorang.

Bila mendownload aplikasi di Google Play atau Apple iTunes, bisa dibaca keterangan dari setiap aplikasi. Beberapa aplikasi yang sederhana bahkan meminta akses terlalu banyak, walau aplikasi tersebut hanya berisi aplikasi Light (senter), Alkitab, Battery Maximizer, pembaca QR, Password Manager, aplikasi media sosial dan lainnya.

Aplikasi tersebut bisa berbahaya karena mengambil data pribadi anda, bila anda tidak membaca detil permintaan aplikasi yang akan anda install. Disini kepentingannya berbeda, dari kebutuhan mencari tahu kebiasaan seseorang, atau mengambil data pribadi dari isi smartphone seperti Log Call, Contact, SMS dan lainnya. Data tersebut dicatat oleh perusahaan multimedia, sampai mereka yang sengaja memata matai orang lain.

Pernah ingat sebuah aplikasi yang aktif ketika smartphone terlihat tidak aktif. Salah satu dari serangan malware di smartphone, membuat tampilan palsu pada layar smartphone terlihat tidak aktif. Walau dibelakang ada aplikasi yang diam diam bekerja sendiri. Lihat saja aplikasi Facebook yang tidak dipakai seharian, jelas selalu aktif dan mengambil data keberadaan dan kegiatan seseorang. Bukan untuk memata-matai tapi aplikasi dirancang terus aktif untuk data Facebook.

Lain lagi dengan iPhone, sebenarnya iPhone tidak dapat dicuri dan menghilang begitu saja. Setiap iPhone digunakan, walau sudah berganti nomor telepon. Lokasi pemilik tercatat di server Apple. Karena yang dicatat bukan nomor telepon, melainkan perangkat.
Tujuannya bila pemilik kehilangan iPhone, tinggal di lacak dengan memasukan login ke jaringan Apple. Dan dapat melihat dimana smartphone yang tertinggal.
Bahkan smartphone dapat dikunci oleh pemilik yang sah.

Contoh lain, Gary mengatakan ada satu aplikasi senter yang berisi Spyware, bahkan menjadi aplikasi paling populer di Google Play. Kelihatannya yang menginstall tidak curiga karena aplikasi yang mereka ambil adalah aplikasi senter. Tapi di dalam aplikasi tersebut malah mengambil koordinat GPS, histori data SMS dan panggilan telepon serta data lain. Untuk apa, tidak jelas. Pastinya penguna yang kurang berhati-hati dapat terkecoh dengan aplikasi tersebut.

Bila kita mengetahui apa yang diminta aplikasi, dan permintaanya tidak masuk akal. Jangan di install, atau bila sudah di install sebaiknya buang aplikasi dari smartphone. Dan penguna smartphone harus membaca apa yang diminta dari sebuah aplikasi. Permintaan dari aplikasi yang sudah di install dapat diperiksa dengan aplikasi gratis Droid Optimizer

Bersembunyi di belakang Tor.
Di Internet ada yang disebut Tor. Agar kita seseorang browsing tanpa diketahui siapa. Pengelola mengatakan Tor tidak bisa dilacak.Menjadi aktivitas Dark Web, seperti penjualan nomor kartu kredit dan hal ilegal lainnya. Penguna Tor merasa aman ?

Satu tim security mengatakan, itu salah. Tor sebenarnya hanya menyembunyikan seseorang ketika browsing, tapi tidak lama. Karena apa yang disembunyikan dapat diketahui oleh badan keamanan. Selalu ada jejak yang tertinggal disana.
Mereka yang ingin bersembunyi perbuatan jahat, dan bersembunyi di jaringan internet. Hanya menunggu waktu, bila dianggap penting dapat ditemukan oleh penegak hukum.

Teknologi OS Smartphone.
Android dan IOS memiliki sistem pelacakan. Baik aktif maupun tidak. Berguna untuk mencatat kemana saja perginya seseorang, atau mencari smartphone yang hilang atau tidak ditemukan.

Pelacakan sistem operasi smartphone bisa diaktifkan atau tidak diaktifkan oleh pemiliknya. Tapi bisa saja diaktifkan dari pemilik OS seperti Apple dan Google dengan Android Device Manager. Tetapi data tidak dibuka ke publik.

Ketika membeli smartphone anda akan diminta memasukan data email dan hak kepemilikan perangkat.
Penguna Android dapat menghapus dengan meremote smartphone bila hilang dicuri. Ketika smartphone yang hilang diaktifkan dan terhubung ke internet (misalnya via WIFI), akan menerima perintah dari Google dan menghapus semua storage yang ada.

Bahkan memiliki fitur pengunci, agar smartphone yang awalnya bisa dibuka seperti biasa, akan menampilkan kunci untuk melihat isinya.

Contoh kasus iPhone Steve Jobs setelah meninggal. Rumahnya yang kosong, ternyata di datangi maling. Dan smartphone almarhum Steve Job juga hilang dicuri dari rumah.
Dalam hitungan jam pihak kepolisian dapat mengetahui keberadaan iPhone tersebut. Setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari keluarga Steve Jobs, polisi meminta ke perusahaan Apple. Meminta membuka kembali data account Steve Jobs, walau orangya sudah tiada. Dan lokasi smartphone serta si pencuri dapat diketahui.

Cerita lain dari GeoTag sebuah foto
Sorang warga barat yang bergabung dengan organisasi terlarang ISIL. Dia membuat foto selfie, dan ditampilkan di sebuah media sosial.
Disana foto dirinya tampil dengan gaya yang berubah dengan pakaian Timur Tengah. Sambil menunjukan dengan bangga, ini saya sedang menjadi pasukan IS.

Tetapi dia lupa bahwa smartphone mengunakan lokasi dan dimasukan ke dalam data foto, termasuk lokasi dimana foto diambil. Bayangkan seseorang yang seharusnya tidak menampilkan dirinya, tidak diketahui keberadaannya,  mendadak muncul wajahnya di media sosial. Dan diketahui oleh petugas keamanan dari negaranya sedang memerangi gerombolan tersebut. Ketika pulang, pastinya dia langsung di jemput oleh polisi.

Di era modern, kita tidak bisa bersembunyi dengan teknologi digital. Foto memiliki data Exif dari perangkat apa foto dibuat, ponsel memiliki nomor IMEI dan nama produk, setting di camera smartphone, nama smartphone, lokasi dapat diketahui ketika seseorang mengunakan internet dengan WIFI, atau mengaktifkan ponsel ke jaringan provider.

Memiliki media sosial akan dicatat siapa si pemilik account. Walau seseorang berganti nama, mengunakan nama palsu. Sidik jari mungkin terlihat dalam bentuk fisik, tapi foto seseorang muncul, kemungkinan dapat di identifikasi dengan biometrik wajah. Bahkan dalam hitungan detik memungkinkan dapat diketahui siapa nama si wajah dalam sebuah foto.

Untuk menghindari pelacakan, satu satunya cara adalah tidak menyentuh teknologi digital.

Bila tidak memiliki masalah hukum, tentu tidak masalah.

Informasi diatas dapat dijadikan pengetahuan tentang teknologi smartphone.

Seseorang sedang mencoba dan merasa seperti tidak terlihat, sebenarnya selalu terlihat.

Karena teknologi digital selalu meninggalkan jejak dan ditelusuri sumbernya.

Smartphone Android dapat dikendalikan oleh pemiliknya, bila mengaktifkan sistem keamanan. Informasi tersebut di dapat melalui Android Device Manager