Smartphone dapat dilacak tapi kita tidak tahu


Kategori : Security | Date : 1 January 2019
Di era digital jangan berharap seseorang dapat bersembunyi bila masih mengunakan perangkat
Dalam film ada cerita penguna ponsel dijadikan alat untuk perburuan, dimana seseorang yang membawa ponsel dapat di ikuti dan di telusuri keberadaannya.
Itu teknologi ponsel yang masih 2G atau 3G.

Di era saat ini teknologi smartphone sudah mengunakan jaringan 3G, 4G LTE dan sebenar lagi 5G. Ditambah 3 sistem satelit dari Baidou, GPS dan Glonass dimanfaatkan oleh smartphone sebagai sistem satelit navigasi.

Apa benar smartphone dapat menunjukan posisi seseorang, dan tidak bisa dimatikan. Atau ada yang berharap agar tidak dapat dilacak keberadaannya.
Atau kita menganggap enteng, dan mengatakan "tidak mungkin smartphone dapat dilacak oleh orang lain".

Atau ada alternatif di smartphone dengan Airplane Mode. Artinya smartphone tidak mengirim dan menerima apapun, dengan kata lain di Silent total.

Apakah mode tersebut dapat menonaktifkan pelacakan di smartphone kita. Banyak kasus dari penyebar berita kebohongan, makian di media sosial, pelaku spam, sampai penipuan akhirnya tertangkap.
Bagaimana mungkin sebuah smartphone dapat mengetahui keberadaan seseorang.

Sebenarnya banyak cara untuk mengetahui keberadaan seseorang dari smartphone. Walau bukan untuk kalangan umum, hanya mereka yang berwenang dapat membuka siapa yang perlu diawasi.

Kita tanya kepada ahlinya, Gary S Miliefsky dari perusahaan SnoopWall si ahli keamanan siber.

Dia menceritakan , telepon selular memiliki 2 sistem operasi.

Satu terhubung ke jaringan selular dan satu lagi yang tampilan kepada pemilik ponsel.
  • Ketika anda mematikan dengan mode Airplane, fitur tersebut hanya me-nonaktifkan sistem smartphone untuk pemiliknya. Tapi yang ada depan layar saja. Fitur ini bisa ditemukan pada sistem smartphone Android atau iOS. Kita dapat menghentikan aplikasi, WIFI, koneksi data dan lainnya yang dilihat di mata kita.


  • Kedua dari sistem provider. Di sistem ini, berbeda dengan sisi operasi telepon. Ponsel dapat mengirim "Ping" dimana pemiliknya tidak mengetahui. Tujuannya untuk memastikan adanya hubungan telepon yang sedang aktif ke jaringan telepon provider. Ini adalah sistem ketika ponsel aktif, dan tidak dapat di nonaktifkan. Disini pemilik ponsel tidak mengetahui bagaimana cara kerjanya.
Tidak perlu mengirim koordinat GPS, dan tidak perlu menelpon ke menara BTS.

Bila smartphone di diamkan saja dan masih memiliki nomor aktif, posisi seseorang dapat diketahui. Walau mengunakan ponsel jadul sekalipun.

Bila menara menangkap sinyal Ping dari smartphone, keberadaan seseorang dapat diperkirakan dimana posisinya berada.
Tidak menunjukan secara tepat, tapi kira kira lokasinya dapat dipastikan.

Mengunakan pola atau bentuk sudut segitiga atau minimal lokasi koordinat yang dapat ditangkap di 2-3 menara BTS.

Hanya sistem operator telepon yang dapat mengirim data tersebut. Menjadi catatan operator bila di suatu area ternyata memiliki jumlah penguna cukup besar.

Dan operator dapat mempertimbangkan atau menganalisa untuk meningkatkan sistem jaringan di sebuah area.

Itu adalah sistem yang berfungsi menentukan apakah sebuah nomor aktif di tempat. Tentu semua nomor akan dicatat sebagai data analisa untuk sementara waktu.

Manfaat lain, bagi pihak berwenang dapat meminta data kepada operator untuk data sebuah ponsel atau smartphone. Disini kita berbicara sebuah smartphone sebagai perangkat. Belum melangkah ke bidang lebih jauh.

Jaringan 4G dan 5G Februari 2019
Peneliti dari universitas Perdue dan Iowa menemukan jaringan 4G dan 5G dapat di akses peretas ke panggilan telepon dan data lokasi.
5 peneliiti Syed Refiul Huassian, Ninghui Li and Elisa Bertino universitas Purdue, dan Mitziu Echeverria serta Omar Chowdhury dari universitas Iowa.
Mereka menemukan sebuah kombinasi dalam virtual network jaringan 4G dan 5G.
Mereka menyebut Torpedo, kelemanan jaringan protokol telepon seluler. Peneliti juga menemukan kelemahan dimana keberadaan ponsel dapat di lacak.
International Mobile Subscriber Identity’ (IMSI) di jaringan 4G, dapat dicoba di retas dengan cara acak. Perangkat untuk mencari kombinasi hanya dijual $200.
Hussain mengatakan teknik Torpedo dan IMSI Cracking dapat diperbaiki oleh operator.

Bagaimana dengan software, server, APK yang di install
Demikian juga perusahaan pembuat OS, baik Android dan iOS mencatat kemana si pemilik smartphone. Walau smartphone anda tidak memiliki nomor, atau sekedar nebeng di WIFI internet gratis, seperti kafe, mall dan lainnya.
Dan anda memperkirakan bila tidak ada nomor tentu tidak mungkin diketahui.

Aplikasi sistem OS smartphone, aplikasi media sosial, aplikasi penerbangan, aplikasi pemesanan tiket, akan mencatat kemana saja anda pergi atau dimana anda berada.

Di sistem OS Android dan iOS. Salah satu contoh saja, fungsi bila smartphone hilang (Find my Phone), pemiliknya dapat melacak keberadaan smartphone.

Meminta atau tidak, data tetap dikirim dari program aplikasi. Baik data resmi maupun data tidak resmi yang dilakukan aplikasi sampai OS smartphone.

Tujuan dapat berbagai manfaat. Dari pembuat aplikasi media sosial, mencatat dari negara mana dan kota mana saja member mereka aktif. Dari pembuat OS untuk membantu pemilik smartphone menemukan smartphone yang hilang. Dari sisi foto dapat diketahui keberadaan sebuah foto diambil termasuk dimana saja smartphone mengambil gambar.

Alat simulasi menara BTS
Yang lebih canggih, tentu bukan wewenang publik.

Sebuah perangkat dinamai IMSI Catcher atau Stingray. Entah apa nama resminya, mungkin bisa bermacam macam (2014).


Alat ini untuk menyamarkan stasiun BTS, dan mengalihkan semua data ponsel ke alat tersebut. Bila diaktifkan, pada radius tertentu, perangkat simulasi dapat mencegat pembicaraan dan pesan dari ponsel tertentu.

Beberapa tahun lalu, telah digunakan oleh aparat penegak hukum, kabarnya juga digunakan untuk penyadapan tanpa ijin atau pengunaannya sendiri yang rahasiakan.

FBI awalnya melatih petugas kepolisian di Amerika, tapi tidak menyebutkan mereka memiliki alat tersebut. Bahkan digunakan untuk menjebak penjahat dan mendapatkan data bagi kejaksaan. Mereka diminta tidak mengungkap darimana sumber mereka.

Sampai akhirnya, bisa saja perangkat penyadapan tersebut digunakan untuk intelijen bisnis. Dan peralatan tersebut bisa saja sudah ada di tangan masyarakat.

Amerika memiliki aturan ketat untuk privasi dari penyadapan, tapi alat Stingray ketika itu belum memiliki aturan hukum yang jelas karena tergolong teknologi baru. Semua berbicara privasi, tapi disisi lain ada kebutuhan untuk penegak hukum

Contoh lain, bila seseorang yang menaruh perangkat GPS tracker di kendaraan orang lain (target) urusannya melanggar hukum.
Bila diketahui melanggar dan orang lain merasa dirugikan, disana akan dikenakan hukuman karena melakukan pengintaian tanpa ijin.
Tetapi perangkat boleh dipasang sendiri oleh pemiliknya. Atau sebuah perusahaan untuk melihat lokasi armada mereka bekerja.

Jaringan 2G masih mengunakan teknologi enkripsi lama dan telah digunakan 30 tahun lalu.
Alat IMSI Catcher dikabarkan dijual ke sebuah perusahaan pribadi di Amerika untuk menyadap jaringan 2G. Sekarang mungkin sudah ada generasi untuk 3G dan 4G.

Lupakan ke khawatiran dengan perangkat penyadapan tersebut, sekilas dengan bukti adanya perangkat intercept seperti dibawah ini
Perusahaan keamanan GSMK Jerman membuat smartphone sistem sekuriti sangat tinggi. Pernah menemukan 17 stasiun BTS palsu di Amerika.
Di tahun 2014, perusahaan GSMK membuat smartphone CryptoPhone, tapi harganya $3500 perunit. Tentu tidak semua orang membeli smartphone dengan teknologi perlindungan canggih tersebut. Kebanyakan hanya digunakan di kalangan pemerintah atau mereka yang membutuhkan privasi saja.

Penjahat narkoba di Amerika Latin, memiliki jaringan telepon sendiri. Agar mereka tidak disadap oleh pihak berwenang.
Ke khawatiran pembicaraan anggota mereka disadap, sampai membuat jaringan telekomuniasi khusus di kalangan mereka.
Ok ini yang canggih dan pentingnya seseorang perlu disadap atau dilacak.

April 2018. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS)  mengatakan telah mengamati aktivitas anomali dari peralatan mirip Stingray. Tapi tidak tahu milik siapa. Berita yang dilansir dari BBC, perangkat tersebut dapat menangkap pembicaraan dan pesan SMS. Karena SMS lebih aman digunakan dibanding aplikasi chatting walau dikatakan mengunakan teknologi enskripsi.

Peralatan Stingray yang digunakan oleh pasukan khusus di Amerika telah di telusuri oleh American Civil Liberties Union (ACLU). Sekitar 73 lembaga dari 25 negara bagian Amerika memiliki perangkat tersebut. Tapi jumlahnya bisa saja lebih dari itu, dan semua dilaporkan ke lembaga keamanan negara. Kehawatiran aktivitas mata mata dikhawatirkan oleh kalangan politisi Washington. Mungkin saja ditempatkan oleh pemerintah asing.
Indonesia pernah mengalami penyadapan, walau tidak pernah terbukti darimana, dan siapa yang melakukan. Katanya negara tetangga, yang ingin mengetahui tanggapan beberapa petinggi negara kita. Dan kasusnya bukan pertama kali.
Dan pejabat yang disebut telah disadap juga tidak peduli. Karena negara kita melakukan konfrontasi dengan negara manapun. Lebih baik berbicara yang baik baik saja akan lebih elegan didengar oleh penyadap.

Untuk lokasi keberadaan smartphone atau ponsel biasa dapat dilacak mengunakan aplikasi
Jadi ada 2 sinyal lokasi yang digunakan, paling umum digunakan oleh smartphone mengunakan software aplikasi.

Satu dari sinyal satelit GPS/Glonass/Baidu dan satu lagi mengunakan A-GPS atau bantuan sinyal koordinat GPS dari antena BTS perusahaan telekom.
Lebih umum dikenal untuk aplikasi navigasi seperti Google Maps untuk penunjuk jalanatau layanan peta lain.

Android dan iOS akan mengambil data GPS, baik dari sistem provider telekom dan satelit navigasi. Tujuannya bukan untuk memata-matai pemiliknya, tapi menjadi data histori seseorang berpergian, mencatat lokasi photo atau GeoTag, sistem bantuan koordinat A-GPS bila sinyal GPS terhalang dan lainnya.
Sistem satelit navigasi memang ada di smartphone. Dan tidak masalah bagi penguna.

Fungsi melacak lokasi bagi penguna umum, misalnya


Smartphone hilang, maka si pemilik dapat melacak keberadaan ponselnya.
Lokasi foto dimana foto diambil dapat dimasukan koordinat dimana smartphone mengambil foto
Koordinat keluarga agar dapat saling mengetahui keberadaan.
Untuk navigasi berkendara, petualangan dan lainnya.
Mengetahui keberadaan yang membawa smartphone dari aplikasi keluarga.
Catatan GPS logger ketika seseorang melakukan perjalanan di hutan. Dan dapat kembali pulang dengan menyelusuri rute peta yang telah di lalui.

Sistem tracker pengemudi atau angkutan dalam kota dimana dapat di monitor setiap gerakan kendaraan di kantor pusat (jasa layanan transporatsi online). Sebagai contoh GPS di bis Busway mengunakan sistem tracker, atau perusahaan taksi dan armada angkutan mengunakan pencatatan lokasi para pengemudinya. Dan sistem layanan transportasi online juga mencatat dimana saja member mereka bekerja dari aplikasi yang digunakan.
Bila terjadi sesuatu hal kepada pengemudi, pihak layanan dan pihak berwenang dapat melihat catatan data lokasi. Dan melihat dimana lokasi terakhir kendaraan atau si pengendara berada.

Bagaimana bila sebuah perangkat yang dimatikan sistem satelit navigasinya. Misal GPS di nonaktifkan.
Lokasi tetap dapat dilacak mengunakan sinyal transmiter provider telekom mengunakan aplikasi. Selama perangkat terhubung ke internet, serta adanya nomor aktif.

Dari aplikasi, Facebook, Google dan media sosial lain, mencatat keberadaan anda. Kecuali anda menonaktifkan fitur Location dari aplikasi. Bila kita tidak teliti, mungkin lokasi anda akan selalu dicatat ke server media sosial.

Google memiliki Timeline, tujuannya untuk mengetahui keberadaan seseorang, dan dapat dilacak oleh keluarganya.
Orang tua dapat membuka akun anaknya, dan melacak kemana saja si anak pergi. Bukan dalam jam, hari, tapi tercatat bulanan, bahkan catatan selama satu tahun lebih bila diaktifkan.
Jadi seseorang dapat dilacak apakah pernah nongkrong di mall A, B, C, cafee, pantai dan semua akan ditandai oleh sistem Google

Google telah mengkonfirmasi sistem OS Android memang mencatat keberadaan smartphone.
Tujuannya untuk geolokasi, seperti fungsi tayangan iklan, populasi penguna smartphone Android, catatan histori seseorang untuk menjadi bukti bila dia pernah disana, sampai Google meminta pendapat tentang sebuah restoran.

Larangan video Youtube dan download aplikasi Android, agar tidak dapat di buka / di tonton di beberapa negara tertentu.
Dengan alasan larangan dari pembatasan oleh negara, keinginan pemilik konten sehingga pemilik smartphone tidak dapat melihat dan mendownload konten. Hal ini terkait dengan lokasi dari si pemilik smartphone dengan provider internet.


Layanan pendapat, seperti Google akan mencatat bila orang berhenti di sebuah restoran A cukup lama. Dianggap dia sempat mampir walau sebenarnya anda hanya duduk selama 10 menit di sekitar tempat tersebut.
Dalam beberapa minggu, mungkin akan muncul pertanyaan untuk menilai restoran A kepada anda. Untuk apa, memberikan respon yang jujur dari mereka yang kira kira pernah berkunjung ke satu tempat. Tentu semua pertanyaan mengunakan sistem AI atau penilaian kecerdasan dari sistem mesin computer.

Atau anda melihat data kunjungan di tempat layanan kesehatan, service center, mall, rumah sakit, tempat hiburan dan lainnya.
Disana tertera jam berapa kunjungan paling sibuk dan tidak sibuk.
Data tersebut diambil berdasarkan lokasi keberadaan seseorang yang membawa smartphone, dan berapa banyak perangkat yang aktif atau mampir ke suatu tempat.
Dan berguna bagi beberapa orang yang ingin datang tanpa perlu antri, mereka dapat melihat layanan tersebut di halaman pencarian Google. Lokasi akan diberikan perkiraan pada jam berapa sebuah tempat lebih sepi.

Apakah pencatatan lokasi dari Google dapat dinonaktifkan.
Yah. Tapi tidak 100% sesuai ketentuan yang diumumkan Google.
Tidak terkait dari data pribadi keberadaan seseorang, tapi lokasi penguna tetap dimanfaatkan bagi data sosial atau aktivitas masyarakat

Facebook tidak perlu ditanya, di diamkan saja maka smartphone terus aktif mengirim data ke server Facebook.
Desember 2018, grup Privacy Internasional merilis laporan bila aplikasi Android seperti aplikasi Travel berbagi data dengan Facebook. Termasuk member Facebook dan bukan member.
34 aplikasi ditemukan 21 aplikasi secara otomatis mengirim data ke Facebook. Seperti aplikasi Duolingo, Kayak, Shazam, Spotify, TripAdvisor dan Yelp
Aplikasi Travel Kayak mengirim pencarian penerbangan anda, keberangkatan dan tiba serta nomor tiket. Tentu tidak masalah bagi kita, tapi bagi orang lain yang berkepentingan maka data tersebut harus dipertanyakan.

Whatsapp, yang tidak jauh dengan induk perusahaannya Facebook.

Itu baru media besar yang dimanfaatkan penguna internet. Belum diketahui layanan lain, termasuk situs yang mencatat lokasi orang yang membuka website mereka.

Tidak ada yang bisa di sembunyikan bila seseorang memasuki wilayah digital dan internet.

Seperti Internet, telepon, Voip, IP perangkat, kartu kredit, dan lainnya. Bahkan keberadaan ponsel yang aktif di tengah hutan tanpa keberadaan sinyal, bisa ditelusuri dari satelit. Ketika sinyal diterima antena data provider, maka lokasi terakhir dengan kontak perangkat akan dicatat. Artinya anda sudah keluar dari wilayah antena provider. Dan disana dapat dijadikan penyelusuran pertama.

Bagaimana seseorang bisa tersembunyi agar tidak dapat dilacak

Smartphone dapat dilacak tapi kita tidak tahu

Mengeluarkan kartu SIM untuk menghilangkan jejak.
Melepas SIM card dapat menghentikan pelacakan seseorang.
Tetapi SIM card hanya menunjukan nomor telepon. Sedangkan di dalam smartphone terdapat nomor IMEI dan ID perangkat. Keduanya dapat ditelusuri. Bila seseorang mengaktifkan internet misalnya via mengunakan WIFI, keberadaan mereka akan tercatat.

India terapkan data IMEI (Juni 2019)
Menurut laporan dari The Indian Express, Kementerian Telekomunikasi India akan segera memperkenalkan Central Equipment Identity Register (CEIR)
Mengunakan basis data nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI).
IMEI pada dasarnya adalah nomor 15 digit unik yang memungkinkan untuk mengidentifikasi setiap ponsel.
Tujuan utama CEIR adalah untuk menurunkan jumlah kasus pencurian ponsel di negara ini dengan selisih yang signifikan.

Setelah Central Equipment Identity Register (CEIR) diimplementasikan, memungkinkan konsumen di India untuk memberi tahu Departemen Telekomunikasi (DoT) bahwa ponsel mereka telah hilang atau dicuri dengan bantuan nomor telepon bantuan khusus,

Setelah mereka mengajukan lapor ke pihak berwajib.  Dilanjutkan dengan laporan pencurian atau hilang ke Department of Telecom (DoT)
IMEI ponsel dapat dimasukan ke daftar hitam, yang membuat perangkat tidak mungkin mengakses jaringan seluler apa pun.
Selain menekan angka pencurian ponsel di negara India , CEIR juga akan memfasilitasi "intersepsi sah berbasis IMEI".

Ide mempersiapkan pendaftaran nasional nomor IMEI pertama kali dimasukkan dalam Kebijakan Telekomunikasi Nasional-2012.

Dan baru bulan Juli 2017, Departemen Telekomunikasi (DoT) pertama kali mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan ide tersebut dan proyek percontohan dilakukan di negara bagian barat Maharashtra.

Daftar identitas peralatan serupa sudah ada di negara-negara seperti Australia, Azerbaijan, Mesir, Turki, dan Inggris.
CEIR India juga akan memiliki akses ke basis data IMEI global Asosiasi GSM (GSMA), yang akan membantu dalam membandingkan nomor IMEI untuk membuat lebih mudah untuk mengidentifikasi ponsel palsu.

Dalam jarak pendek targetnya WIFI.
Nomor telepon anda tidak aktif, mungkin anda merasa merasa aman, lalu mengunakan WIFI untuk internet. Tapi setiap WIFI ponsel di hidupkan, akan mengirim data MAC yang unik dari masing masing perangkat.

Mac adalah nomor identifikasi network dari setiap perangkat dan dibuat unik. Setiap perangkat yang masuk ke sebuah jaringan, baik LAN, Wireless atau jaringan telepon juga mengunakan nomor tersebut.
Ketika ponsel diaktifkan ke WIFI, nomor IP dari perangkat ibarat sebuah sidik jari dan Mac memiliki nomor unik / tidak ada yang sama disetiap perangkat.
Nomor Mac tersebut selalu dicatat dan menjadi jejak seseorang. Dan nomor Mac semua dibuat berbeda.
Tidak secepat Ping dari BTS, tapi cepat atau lambat dapat diketahui.


Untuk perangkat lain

Windows 10 (Des18)
Microsoft menempatkan teknologi tracking lokasi, dan tetap aktif walau sudah di nonaktifkan.
Timeline dan Activity History menjadi bagian dari sistem operasi Windows 10.
Penulis d Reddit mengatakan, melakukan pengujian walau fitur tersebut di nonaktifkan tapi tetap saja aktif.

Bersembunyi di belakang Proxy atau VPN
Browsing internet, lalu ada yang mengatakan aman untuk bersembunyi di belakang layanan Proxy atau VPN. Baik versi gratis dan berbayar.
Berguna bagi orang yang tidak ingin ditelusuri oleh layanan website dan tidak ingin di lacak keberadaannya. Atau setidaknya tidak ingin diketahui sedang mencari data apa, dan memilih melewati jalur Proxy.

Sebagian kecil yah, tapi sebagian besar tidak. Perlindungan dari VPN hanya menjamin keamanan ketika seseorang tidak ingin diketahui (dicatat) ketika masuk ke sebuah website.

Layanan Proxy atau VPN memang menyembunyikan nomor IP dari penguna computer, termasuk asal sumber dimana keberadaan pemilik perangkat.

Tapi tidak semua layanan melindungi 100%.


Sebaiknya menanyakan ke pemilik layanan apakah mereka menyimpan semua catatan IP seperti catatan Log pengunanya sendiri.
Mungkin saja layanan VPN membuat catatan sebagai data dan rutin melakukan backup. Tipe ponsel apa yang masuk, nomor, MAC, IP dan provider.
Bisa saja disimpan oleh mereka sebagai catatan perusahaan atau baru dihapus dalam kurun waktu tertentu.

Tanyakan dimana server mereka berada dan perlindungan hukum di negara mana saja. Bila layanan berada di London, Amerika dan Iceland, ke 3 negara tersebut memiliki hukum perlindungan untuk privasi. Diluar sana, data dapat diminta untuk keperluan keamanan.

Layanan Private Internet Access, ExpressVPN, NordVPN, TorGuard, Anonymizer, IPredator, SlickVPN adalah layanan yang katanya aman dan tidak mencatat aktivitas penguna. 100% menjamin, sebenarnya tidak.
Data penguna di layanan tersebut tetap dicatat, tetapi tidak dipublikasi untuk umum.

Intelijen Negara mengumpulkan data di media sosial
Dawn Meyerriecks, wakil direktur pengembangan teknologi dengan CIA.

Mereka memiliki 137 proyek AI yang berbeda. Sebagian besar dengan kerjasama peneliti di badan intelijen dengan pengembang Silicon Valley.
Program AI beralih ke media sosial, menyaring catatan publik yang tak terhitung jumlahnya.

CIA tidak asing mengumpulkan data dalam jumlah besar, terlebih untuk teknologi computer dan internet. Karena perilaku manusia bagi mereka adalah data dan AI menjadi modal utama untuk keamanan.

Pengambilan data tidak dilakukan petugas, karena jumlah yang sangat besar. Mengunakan teknologi kecerdasaran buatan dapat mempercepat menyaringan data yang perlu diambil.


China AI untuk pengenal wajah.
Di China ada aturan bila seseorang memiliki masalah kejahatan, hutang ke badan usaha, dan jumlahnya cukup besar. Maka orang tersebut tidak boleh meninggalkan kotanya.
China telah memiliki camera pengenal wajah terbaru. Sudah puluhan orang tertangkap karena mengunakan nomor ID palsu untuk kabur ke luar kota

China mengunakan sistem kredit untuk warganegara. Mereka yang patuh dan taat akan mendapat nilai lebih, mereka yang tidak baik seperti kejahatan, tidak membayar pajak dan hal lain. Tidak mendapat hak fasilitas.
Tahun 2018 sekitar 10 juta orang tidak dapat pergi keluar kota atau keluar negeri atau memesan tiket. Karena masih memiliki tunggakan pembayarn terhadap pemerintah.
Pemerintah dapat menolak pemesan tiket di dalam negeri. Walau seseorang sudah memesan semua kebutuhan seperti penginapan di luar negeri.

Bagaimana caranya sistem dapat menemukan seseorang hanya mengunakan pengenal wajah, dan bukan smartphone. Salah satunya database sangat besar bagi warga negara. Nama dari ID pemesan tiket dapat terlacak.

Teknologi lain. Kepolisian China cukup mengawasi orang yang lalu lalang di stasiun kereta. Dengan sebuah kacamata yang dikenakan petugas, akan mengirim biometrik wajah setiap penumpang kereta.

Karena kereta terlihat menjadi sarana seseorang untuk kabur. Dibanding pesawat akan diperiksa ID dan foto.
Teknologi AI pengenal wajah China begitu cepat dan dapat mengenal puluhan wajah dari database negara dalam hitungan detik.
Disini teknologi kecerdasaran buatan dapat melacak seseorang hanya mengunakan wajah.
Sama saja seperti kita mengunakan smartphone Face Unlock, untuk membuka smartphone cukup mengarahkan camera depan. Dan smartphone dapat terbuka dalam hitungan kurang dari satu detik.

Indonesia AI untuk pengenal wajah.
Kota Surabaya mengunakan sistem pengaman camera. Menditeksi wajah masyarakat di tempat keramaian seperti stasiun.
Sistem camera dapat mengenali bila ada wajah yang dicurigai dan masuk daftar orang yang dicari.
Mengunakan tingkat kemiripan 75% adalah target seseorang untuk dipantau.

Berbeda dengan teknologi China. Sistem pengenal wajah di Surabaya hanya memasukan daftar cegah tangkal, atau ditangkap. Menargetkan pemasangan 1600 camera di Surabaya.
Teknologi camera pengawas juga ada di Inggris dan beberapa negara maju lain.

Beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta mulai mengunakan teknologi AI. Seperti pengenal pelanggaran lalulintas bagi kendaraan atau disebut sebagai e-Tilang.
Sistem camera dapat melihat seseorang pengendara melewati garis, melihat nomor ganjil genap, sedang mengunakan telepon, tidak mengenakan safety belt dan langsung di proses untuk eTilang.

Malaysia AI untuk pengenal wajah.
Penang Malaysia, memiliki 767 camera CCTV di Penang saja. Sekarang dilengkapi teknologi AI yang dikembangkan IBM.
Sebelumnya masyarakat khawatir teknologi AI melanggar privasi. Tapi pemerintah hanya mengunakan untuk menditeksi penjahat dan mengurangi kejahatan di jalan.
Teknologi CCTV MBPP hanya untuk mengenali orang yang dicari oleh kepolisian. Dioperasikan di markas besar kepolisian Penang.
Rencananya akan dipasang sampai 3000 CCTV.
Cara kerjanya, kantor pusat pengawas akan memberi informasi keberadaan seseorang. Bila si pelaku berada di satu lokasi dan memberi informasi ke otoritas terkait.

Malaysia Penang CCTV pengenal wajah teknologi AI

Dari sisi lain non badan hukum adalah Software atau Aplikasi Smartphone.
Masih banyak cara mereka untuk melihat data anda. Seperti aplikasi software smartphone, program malware, bila menginfeksi smartphone maka orang lain dapat melihat anda bahkan mendengarkan dan mengambil foto dari smartphone.
Belum lagi aplikasi yang dijual bebas untuk memata matai seseorang.

Bila mendownload aplikasi di Google Play atau Apple iTunes, bisa dibaca keterangan dari setiap aplikasi. Beberapa aplikasi yang sederhana bahkan meminta akses terlalu banyak, walau aplikasi tersebut hanya berisi aplikasi Light (senter), Alkitab, Battery Maximizer, pembaca QR, Password Manager, aplikasi media sosial dan lainnya.

Aplikasi tersebut bisa berbahaya karena mengambil data pribadi anda, bila anda tidak membaca detil permintaan aplikasi yang akan anda install. Disini kepentingannya berbeda, dari kebutuhan mencari tahu kebiasaan seseorang, atau mengambil data pribadi dari isi smartphone seperti Log Call, Contact, SMS dan lainnya. Data tersebut dicatat oleh perusahaan multimedia, sampai mereka yang sengaja memata matai orang lain.

Pernah ingat sebuah aplikasi yang aktif ketika smartphone terlihat tidak aktif. Salah satu dari serangan malware di smartphone, membuat tampilan palsu pada layar smartphone terlihat tidak aktif. Walau dibelakang ada aplikasi yang diam diam bekerja sendiri. Lihat saja aplikasi Facebook yang tidak dipakai seharian, jelas selalu aktif dan mengambil data keberadaan dan kegiatan seseorang. Bukan untuk memata-matai tapi aplikasi dirancang terus aktif untuk data Facebook.

Lain lagi dengan iPhone, sebenarnya iPhone tidak dapat dicuri dan menghilang begitu saja. Setiap iPhone digunakan, walau sudah berganti nomor telepon. Lokasi pemilik tercatat di server Apple. Karena yang dicatat bukan nomor telepon, melainkan nomor perangkat.
Tujuannya bila pemilik kehilangan iPhone, tinggal di lacak dengan memasukan login ke jaringan Apple. Atau untuk melihat dimana smartphone tertinggal.
Bahkan smartphone dapat dikunci oleh pemilik yang sah.

Ketika kita menginstall aplikasi ada yang disebut Permission yang diminta.
Bila kita tidak jeli, mungkin saja sebuah aplikasi lampu, atau game yang kelihatan tidak berbahaya. Tapi ada permintaan untuk mengaktifkan microphone, camera, lokasi, telepon log seperti telepon masuk dan keluar, account media sosial dan lainnya.
Tidak jeli mungkin kita sedang di mata-matai oleh aplikasi yang kita install sendiri. Apakah kita mengetahui dan memperhatikan permintaan ijin tersebut ?


Contoh lain, Gary mengatakan ada satu aplikasi senter yang berisi Spyware, bahkan menjadi aplikasi paling populer di Google Play. Kelihatannya yang menginstall tidak curiga karena aplikasi yang mereka ambil adalah aplikasi senter. Tapi di dalam aplikasi tersebut malah mengambil koordinat GPS, histori data SMS dan panggilan telepon serta data lain. Untuk apa, tidak jelas. Pastinya penguna yang kurang berhati-hati dapat terkecoh dengan aplikasi tersebut.

Bila kita mengetahui apa yang diminta aplikasi, dan permintaanya tidak masuk akal. Jangan di install, atau bila sudah di install sebaiknya buang aplikasi dari smartphone. Dan penguna smartphone harus membaca apa yang diminta dari sebuah aplikasi. Permintaan dari aplikasi yang sudah di install dapat diperiksa dengan aplikasi gratis Droid Optimizer


Teknologi OS Smartphone.
Pelacakan sistem operasi smartphone bisa diaktifkan atau tidak diaktifkan oleh pemiliknya. Tapi bisa saja diaktifkan dari pembuat OS seperti Apple dan Google dengan Android Device Manager. Tetapi data tidak dibuka ke publik.

Ketika membeli smartphone anda akan diminta memasukan data email dan hak kepemilikan perangkat.
Penguna Android dapat menghapus dengan meremote smartphone bila hilang dicuri sampai me-reset. Ketika smartphone yang hilang diaktifkan dan terhubung ke internet (misalnya via WIFI), akan menerima perintah dari Google dan menghapus semua storage yang ada di smartphone yang telah hilang.

Bahkan memiliki fitur pengunci, agar smartphone yang awalnya bisa dibuka seperti biasa, akan menampilkan kunci untuk melihat isinya.

Contoh kasus iPhone Steve Jobs setelah meninggal. Rumahnya yang kosong, ternyata di datangi maling.
Dan smartphone almarhum Steve Job hilang dicuri dari rumah.
Dalam hitungan jam pihak kepolisian dapat mengetahui keberadaan iPhone tersebut. Setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari keluarga Steve Jobs, polisi meminta ke perusahaan Apple. Dan membuka kembali data account Steve Jobs, walau orangya sudah tiada. Dan lokasi smartphone serta si pencuri dapat diketahui.

Cerita lain dari GeoTag sebuah foto
Cerita lucu, seorang warga barat yang bergabung dengan organisasi terlarang ISIL.
Disana timur tengah dia membuat foto selfie, dan dia ingin tampilkan di akun media sosial.
Disana foto dirinya tampil dengan gaya yang berubah, dengan pakaian Timur Tengah. Sambil menunjukan dengan bangga, ini saya sedang menjadi pasukan IS.

Tetapi dia lupa bahwa smartphone mengunakan lokasi dan dimasukan ke dalam data foto, termasuk lokasi dimana foto diambil. Bayangkan seseorang yang seharusnya tidak menampilkan dirinya, tidak diketahui keberadaannya, mendadak muncul wajahnya di media sosial.
Dan diketahui teman dan pengikutnya, terakhir oleh petugas keamanan dari negaranya sedang memerangi gerombolan tersebut. Ketika pulang pasti langsung di jemput.

Di era modern, kita tidak bisa bersembunyi dengan teknologi digital. Foto memiliki data Exif dari perangkat apa foto dibuat, ponsel memiliki nomor IMEI dan nama produk, setting di camera smartphone, nama smartphone, lokasi dapat diketahui ketika seseorang mengunakan internet dengan WIFI, atau mengaktifkan ponsel ke jaringan provider.

Memiliki media sosial akan dicatat siapa si pemilik account. Walau seseorang berganti nama, mengunakan nama palsu.

Sidik jari mungkin terlihat dalam bentuk fisik, tapi foto seseorang muncul, kemungkinan dapat di identifikasi dengan biometrik wajah. Bahkan dalam hitungan detik memungkinkan dapat diketahui siapa nama si wajah dalam sebuah foto.
Uupp, sekarang smartphone mengunakan sidik jari untuk membuka. Anda yakin sidik jari anda hanya disimpan di smartphone saja.

Untuk menghindari pelacakan, satu satunya cara adalah tidak menyentuh perangkat dengan teknologi digital. Bila seseorang mengatakan saya sudah menghilang, tapi namanya pernah ada di internet. Percayalah itu perkataan paling "lucu" di abad ke 21.


Seseorang sedang mencoba dan merasa seperti tidak terlihat, sebenarnya terlihat.

Bagaimana menghilangkan jejak.
Solusi sederhana disini, ada beberapa aplikasi dapat merubah nomor MAC, seperti aplikasi di Android. Pada sistem iOS 8, Apple sudah memperkenalkan sistem keamanan dengan mengacak alamat MAC agar tidak mudah dibaca. Sederhananya, ingin mengelabuhi semua yang ada di perangkat digital anda.

Pada prakteknya fitur tersebut mungkin tidak seperti yang diharapkan. Karena ada kepentingan dari beberapa badan keamanan, bisa meminta data dari tersebut. Karena banyak catatan yang dibuat dari sebuah perangkat smartphone.

Masalahnya apakah kita harus takut dengan keadaan seperti ini. Tentu tidak, karena pelacakan hanya dilakukan bila seberapa pentingnya untuk melacak dan menemukan diri si pemilik ponsel.
Yang berbahaya bila kita menginstall aplikasi biasa di smartphone, tapi kita tidak tahu apa yang dilakukan oleh aplikasi secara diam diam. Dibanding kita khawatir untuk di lacak.

Saran dari Mili mengatakan. Bila ingin menghilang, jauhi semua pengunaan WIFI publik dan perangkat digital.Kata tepatnya, jangan mengunakan perangkat digital untuk menghilang.

Kata lain, bila tidak ingin bermasalah. Lakukan hal yang baik baik saja di dunia internet, dan jauhi hal yang pelanggaran, seperti menjauhi rasa tidak suka. Biarkan semua berlalu dibanding menghadapi masalah untuk hal sepele.

Teknologi digital selalu meninggalkan jejak, dari waktu sekarang maupun catatan waktu.


Smartphone Android dapat dikendalikan oleh pemiliknya, bila mengaktifkan sistem keamanan. Informasi tersebut di dapat melalui Android Device Manager

Berita terkait
Ketika menginstall aplikasi, akan diberitahu Permission. Aplikasi akan memberikan informasi apa yang dibutuhkan untuk mengakses aplikasi, apakah di Baca. Google mengumumkan aplikasi nakal siap siap dikeluarkan. Update Juli 2019. Aplikasi dari India meminta Permission tidak masuk akal. Walau di block tetap bisa mengambil data dari smartphone.

Memerika file APK Android dengan browser sebelum di Install. Beberapa aplikasi APK Gratis seperti APK versi Pro banyak yang dimodifikasi, dan diberikan gratis. Tapi apakah aman download APK gratis tersebut. Beberapa tidak, bagaimana memeriksa dengan computer sebelum di install ke smartphone Android



Ada sisi gelap dimana konten bisa hilang di situs pencarian Google. Tidak semua informasi akan ditampilkan oleh Google, kadang dapat muncul di situs pencarian lain. Tapi sebagian data yang disembunyikan adalah data berbahaya yang sama seperti kejahatan di dunia nyata.

Mengapa Whatsapp terus saja mengambil data. Anda bayar, anda mendapat lebih. Anda gratis , anda membayar dengan data. Tidak jelas mengapa. Facebook dapat membuat smartphone lambat, Uninstall smartphone kembal normal.

Banyak aplikasi mengambil data dari smartphone dan mengirim nomor telepon penguna ke pembuat aplikasi. Tapi penguna Android terlihat tidak terlalu peduli. Satu dari 3 aplikasi yang terdata, aplikasi meminta akses ke data panggilan, kontak telepon dan nomor PIN.

Aplikasi Android Battery Life Repair disebutkan sebagai aplikasi yang mampu memperbaiki kondisi baterai seperti mendefrag harddisk di dalam baterai. Apakah aplikasi ini mampu membuat baterai smartphone lebih baik, bahkan di download ribuan kali

Minggu ini diungkap oleh Szymon Sidor. Salah satunya aplikasi yang mencari celah di OS Android. Aplikasi tersebut dianggap berbahaya karena dapat mengambil foto dari camera dan mengupload ke server lain. Tetapi pemilik smartphone atau perangkat tidak mengetahui ada foto yang diupload



Dari konten Wifi Hacker Ultimate, Facebook Hack, Bluetooth Hacker Ultimate, WWW Hacker Pro 2, Increase Internet, Phone Hacker. Atau aplikasi porno dari Gay Sex Pron, Hard Sex Latina atau Hard Sex Collection. Menjanjikan meningkatkan internet untuk smartphone, malah bobol biaya internet.

Informasi dari China DCCI menyebut 35% aplikasi Android diam diam mencuri data. DCCI melakukan penelitian dari 1.400 aplikasi yang ramai dipakai penguna Android. Sekitar 66.9% aplikasi melacak data pribadi, 34,5% melakukan tracking data.




No popular articles found.