Matahari dalam bahasa Inggris disebut Sun ketika menemukan artikel bahasa Inggris.

Matahari adalah sebuah bintang atau dalam bahasa Inggris adalah Star.
Bila kita melihat bintang di langit, benda tersebut sama seperti matahari. Karena matahari kita juga sebuah bintang.

Seperti cahaya bintang yang terlihat di malam hari. Sun atau matahari adalah salah satu bintang yang terlihat di siang hari, tapi cahaya bintang lain juga yang ada di galaksi kita.

Bintang adalah satu satunya benda yang mengeluarkan cahaya paling terlihat di alam semesta untuk dilihat langsung secara visual.

Mengapa matahari terlihat sangat besar dari Bumi, tampak seperti bulan di siang hari. Karena jarak bumi ke matahari relatif dekat.

Bintang adalah benda yang berisi gas, tetapi massa gas sangat besar dan terkonsentrasi menjadi gelembung bola raksasa.
Seperti awan di langit terkonsentrasi atau terkumpul, tapi gas yang ini amat sangat besar yang berada di ruang antariksa dan ruang hampa tanpa gravitasi.

Gas apa yang terkumpul sampai menjadi bola raksasa, tentu gas hidrogen pembentuk bintang dengan membentuk tekanan gas yang sangat besar akhirnya inti gelembung gas terbakar setiap hari dan terlihat mengeluarkan cahaya.
Tekanan gas yang begitu kuat mengarah ke dalam membentuk fusi nuklir (istilah kita di bumi)

Membaca artikel dan melihat gambar sebuah galaksi seperti foto dari teleskop.
Kita sering melihat bentuk galaksi, baik galaksi sprial atau elips, dan garis tersebut terbentuk dari cahaya bintang.
Jumlahnya bintang dapat mencapai miliaran bahkan triliun bintang di sebuah galaksi.

Seperti gambar dibawah ini mengamati bintang ditempat yang sama.
  • Pertama titik cahaya bintang yang terlihat pada malam hari ketika langit cerah, jumlahnya mencapai puluhan.
  • Kedua titik cahaya bintang ketika diamati lebih lama, jumlahnya dapat mencapai ratusan, walau dilihat pada tempat yang sama
  • Ketika cahaya bintang dapat mencapai ribuan, bahkan kiat dapat melihat bagian tengah galaksi diatas langit rumah kita sendiri. Bila mengunakan camera dan menangkap cahaya lebih banyak. Atau kita berada di tempat terpencil yang jauh dari polusi cahaya buatan manusia. Pada gambar terakhir adalah garis galaksi Bima Sakti yang dapat abadikan sendiri, dan tampak berisikan debu dan bintang.
Click gambar untuk memperjelas.Foto dibawah ini terbagi 3 bagian, tapi diabadikan di atas rumah kita di Jakarta.

Foto pertama hanya gambar beberapa titik cahaya yang sering kita lihat di malam hari.
Foto kedua bila mengunakan camera dan menangkap cahaya lebih lama dalam hitungan detik. Akan tampak bintang yang jaraknya puluhan tahun cahaya.
Foto ketiga ketika camera menangkap cahaya lebih lama lagi sampai 30 detik. Akan terlihat titik cahaya yang jumlahnya ribuaan sampai membentuk seperti garis galaksi ke arah atas dimana letak bintang bintang tersebut berada ribuan tahun cahaya atau lebih dekat ke tengah galaksi. Beberapa titik yang lebih berkerumum tersebut begitu jauhnya menjadi lebih kecil dan berkelompok, dibanding cahaya yang ada di bagian depan yang lebih dekat.

Jumlah bintang yang dapat dilihat

Pada malam hari selain planet yang memantulkan cahaya matahari di sekitar tata surya dan bulan, cahaya lain yang dapat dilihat dengan mata langsung hanya dari cahaya bintang.

Matahari adalah benda sangat besar, terbentuk dari volume gas luar biasa besarnya.
Cahaya dihasilkan dari keseimbangan di inti bintang (matahari) dengan tekanan di sisi luar.
Dan thermo nuklir tersebut terbentuk dengan keseimbangan antara tekanan ke dalam dari gravitasi dan tekanan ke arah luar.

Perbandingan matahari dengan bumi, bumi sangat kecil

Perbandingan bumi dengan matahari

Jangan membayangkan gas seperti kompor gas dirumah, atau tanki gas di kapal tanker.
Disini kita berbicara ruang angkasa, dimana kita perlu membayangkan benda yang sangat besar yang sukar dibayangkan isinya.

Ukuran matahari sangat besar, dapat memasukan 1,3 juta massa planet bumi untuk membentuk seukuran matahari yang sama

Di malam hari, beberapa planet terlihat bercahaya, karena planet memang memantulkan cahaya matahari.
Tetapi jumlahnya antara 3 atau 4 planet besar saja. Sedangkan puluhan bahkan ratusan titik cahaya lainnya adalah cahaya bintang.
Bila berada di daerah pinggiran kota bahkan hutan, maka jumlah titik cahaya bintang akan tampak sangat banyak.

Gas hidrogen adalah gas paling banyak di alam semesta dan menjadi sumber semua asal alam semesta.
Menjadi isi sebuah bintang, termasuk sumber gas terbesar yang ada di alam semesta ini. Sedangkan materi padat lebih sedikit di dalam bintang.

Kita tahu alam semesta diawali dari 2 jenis materi gas dengan volume terbesar.
Yaitu gas Helium He dan Hidrogen He.
Kedua bahan itulah sebagai elemen dasar alam semesta, yang juga membentuk bahan lain.
Dapat dilihat dari tabel Elemen materi kimia yang pernah di teliti di Bumi.

Bintang generasi pertama hanya memiliki unsur gas hidrogen.
Ketika bintang generasi pertama lahir, cahayanya sangat terang dan bintang generasi tersebut amat sangat panas.
Karena pembakaran yang sangat besar, bintang generasi pertama hanya menyala selama jutaan tahun saja.

Setelah lepas dari titik keseimbangan, bintang meledak dan sisa gas terlempar dan membentuk nebula, tapi itu bukan proses akhir kematian bintang.
Sisa kumpulan gas tersebut kembali dengan gravitasinya sendiri, menarik elemen lain dan membentuk bintang baru berisikan gas Helium dan Hidrogen.

Bintang tipe ini disebut bintang generasi ke 2.
Berbeda dengan generasi bintang pertama di awal pembentukan alam semesta.
Bintang generasi ke 2 memiliki dua unsur yang domininan, yaitu hidrogen dan helium tapi disertai sedikit bahan padat lain. Penjelasan proses pembentukan pada keterangan dibawah.

Proses pembentukan bintang mencapai miliaran tahun, dan bintang terus mati dan lahir kembali.
Seperti terjadi regenerasi dalam tipe bintang.

Karena terjadi proses pembakaran di dalam bintang. Terjadi sisa sampah pembakaran bintang membentuk banyak materi lainnya, seperti materi padat dari lithium, hidrogen, oksigen dan lainnya termasuk tulang tubuh kita dihasilkan dari sisa elemen bintang.

Berjalan waktu mencapai miliaran tahun, elemen padat menjadi sebuah tata surya. Terdiri dari sebuah bintang, dan planet serta material debu batuan lain.

Materi padat dari bintang yang meledak menjadi planet, dan Planet umumnya berisi batuan padat dengan unsur gasnya lebih sedikit.
  • Planet di bagi menjadi dua jenis, planet berbatu seperti Bumi , Mars atau Merkurius serta Venus dan Pluto, dengan volume gas lebih sedikit bahkan sangat tipis.
  • Planet gas dengan ukuran besar seperti Jupiter, Saturnus, Neptunus dan Uranus memiliki volume gas (atmofer lebih banyak atau lebih tebal) sangat banyak yang  menutup permukaan luar planet sedangkan bagian intinya adalah batuan. Planet gas rata rata memiliki ukuran planet bongsor, karena gas yang menutup permukaan planet lebih dominan.
  • Bintang seperti matahari lebih banyak kandungan gas dibanding batuan.
  • Sisa bantuan lain dari materi pembentuk bintang dan planet adalah asteroid, komet.

Daur ulang bintang

Ketika terjadi big bang, para ahli menyebut awal dari alam semesta kita
Ketika ledakan awal terajadi, tidak ada bintang. Semua hanya gas hidrogen menyebar ke segala arah dan sangat panas, perlahan mulai mendingin yang disebut masa terionisasi dan disebut masa kegelapan di alam semesta. Tidak ada aktivitas dari gas yang begitu besar

Karena waktu terjadinya sekitar 13 miliar tahun lalu dan tidak diketahui apa penyebabnya, beberapa gas terakumulasi dan terkumpul.
Disanalah terbentuk bintang generasi pertama dan dimulai evolusi bintang generasi lain.

Tapi bintang pertama yang hadir di alam semesta adalah tipe bintang Population 3 (generasi pertama) dan massa bintang gas hidrogen dan sedikit helium, dan belum ada kehidupan karena di alam semesta belum ada unsur padat.

Bintang Population 3. Bintang generasi pertama menyala, tapi sangat cepat kehabisan bahan bakar dan meledak, dan menciptakan supernova. Debu adalah elemen berat, tapi jumlahnya tidak banyak.
Peneliti pernah mencoba mencari bintang tipe Population 3 yang mungkin masih menyala, sejauh ini sebagian besar sudah musnah meledak.

Mengapa. Ketika gas Hidrogen dan Helium melimpah di alam semesta. Bintang yang lahir di awal terbentuknya alam semesta adalah bintang tipe Population 3 dimana ukuran bintang memiliki ukuran raksasa, jauh lebih besar dari bintang yang ada saat ini. Usia bintang raksasa umumnya lebih singkat, dengan ukuran 10x-100 kali lebih besar dari Matahari.

Bintang raksasa memiliki tekanan sangat besar ke inti bintang. Dibanding bintang yang ada saat ini hanya mencapai panas 15 juta Kelvin, sedangkan bintang generasi Population 3 mencapai panas 100 juta Kelvin. Semakin panas semakin banyak gas yang dibakar, dan umur bintang menjadi sangat singkat.
Peneliti menyebut bintang generasi pertama masih dapat dilihat di galaksi yang amat jauh. Walau sebenarnya bintang yang ada disana sudah tidak ada lagi.

Bintang Population 2. Setelah bintang generasi Population 3 mulai meledak dan membentuk bintang baru lainnya.
Dengan melahirkan bintang Population 2 dan memiliki kandungan metal / materi padat lebih kecil dari 0,1% atau kurang dari massa bintang. Salah satu bintang tertua ada di galaksi kita, tipe Population 2 diberi nama SMSS J031300.36 - 670.839,3

Bintang Population 1. Seperti matahari, seperti bintang yang ada sekarang ini, masuk dalam tipe bintang Population 1.
Memiliki massa dengan kandungan 2-3% metal (elemen berat)
Bintang yang ada saat ini adalah hasil daur ulang dari bintang sebelumnya yang meledak.

Nebula Orion di galaksi kita, terdapat berkumpul gas dengan jumlah sangat besar.
Mungkin tanda dari jejak bintang yang hancur, peneliti menyebut bintang kelas O yang lahir dan mati dalam usia singkat

Tapi disana dalam kumpulan debu dan gas nebula Orion terlihat muncul beberapa bintang baru.
Tidak hanya satu tapi ratusan bintang terlihat disembunyikan di belakang gas dan debu.

Bintang bintang disana hanya dapat terlihat dengan camera khusus untuk menembus jejak bintang di belakang debu dan menangkap cahaya bintang mengunakan gelombang infra-merah atau X-ray.

Jumlah bintang yang dapat dilihat

Dibawah ini letak nebula Orion tepat berada di atas langit kita



Manusia ada karena aktivitas bintang. Bukan karena cahayanya, tapi unsur di dalam tubuh manusia seperti tulang atau air berasal dari aktivitas bintang.

Air memiliki atom H2O artinya 2 atom Hidrogen dan 1 atom Oksigen.
Hidrogen (1) berasal dari sumber asal mula gas pertama, dan Oksigen (8) adalah proses atom yang berasal dari pecahan Helium (2) elemen pertama.

Fosfor, kalsium dan lainnya merupakan hasil daur ulang bintang generasi sebelumnya.

Pembentukan planet dari materi padat.
Ketika bintang meledak menghasilkan elemen lain, misalnya debu dan gas.
Debu menjadi batuan dan membesar menjadi asteroid, lalu menjadi planet berbatu.
Gas sebagian besar tertarik oleh planet gas seperti Jupiter, dan gas menjadi atmofer bumi dimana oksigen salah lapisan di bagian atas permukaan Bumi.

Atmofer Bumi memiliki kandungan gas
Nitrogen 78%
Oksigen 20%
Argon 0,9%
Karbon Dioksida 0,04% (tapi akan terus bertambah seiring pembakaran yang dilakukan manusia)
Neon 0,0018%
Helium 0,0005%
Metana 0,00018%
H2O  0-3%, air di atmofer rentang (tidak termasuk air dalam bentuk cair di laut dan darat)

Gas dengan simbol H adalah Hidrogen dan He adalah Helium. Menjadi materi atau elemen pertama.
Dari 2 gas tersebut terbentuk elemen lain seperti elemen padat Li - Lithium, elemen gas O - Oksigen, C-Carbon.

Beberapa elemen dihasilkan dari aktivitas bintang sampai kejadian yang luar biasa.

Li atau Lithium atau bahan yang kita pakai untuk baterai smartphone.
Terbentuk dari hasil dari radiasi kosmik (yang menyeramkan).
Lithium adalah pecahan (turunan) pertama dari elemen atom Hidrogen

Garam memiliki atom Na turunan ke 3, adalah pecahan dari Lithium turunan ke 2.
Bila ditanyakan dari mana tambang Lithium, tidak jauh dari kata padang garam.
Turunan Garam menjadi potasium, salah satu bahan yang ada di buah pisang, tomat, wortel dan jeruk.
Potasium sama saja dengan Kalium, berada di baris ke 4 turunan Na.

Carbon menjadi gas CO (gabungan Karbon dan Oksigen) akibat dari pembakaran panas bintang. Carbon atau Karbon adalah sisa dari bintang menjadi turunan atom ke 2 Helium

Baca juga tentang Bintang Matahari adalah Gas Raksasa yang membakar Hidrogen

Berapa panas di dalam inti bintang. Disana seperti mesin nuklir alami, sama sepeti sebuah reaktor nuklir di Bumi.
Hanya saja ukurannya reaktor nuklir di matahari ,, yah begitulah, seperti pembangkit nuklir super raksasa.
Kita bisa membayangkan panas dari inti reaktor fusi nuklir, mencapai jutaan derajat Celcius.
 
Bintang secara umum menjadi sebuah pusat tata surya (solar system) dan dikelilingi oleh beberapa planet.
Bintang terbentuk lebih dahulu dibanding planet yang mengorbit di sekitarnya.
Tetapi di satu tata surya kadang ditemukan 2 bintang 3 bintang, bahkan 4 bintang.

Ada yang disebut bintang biner, atau ada yang satu bintang biner yang di kelilingi oleh bintang lain yang mengorbit.

Bagaimana dengan galaksi, yang ini jauh lebih besar.
Galaksi menjadi rumah dari jutaan, miliaran, sampai triliunan bintang dan semuanya mengililingi titik tengah galaksi.
Disertai planet yang mengelilingi bintang. Karena di setiap bintang mungkin saja ada beberapa planet yang mengorbit.

Berbeda dengan tata surya, dimana intinya adalah bintang. Ditengah galaksi ada titik tengah yang disebut lubang hitam (Black Hole), menjadi benda terbesar yang lebih dahulu terbentuk sebelum semuanya berkumpul menjadi sebuah galaksi besar.

Dan bentuknya nyata berada tepat tengah sebuah galaksi. Dengan kata lain, di tengah sebuah galaksi bukan benda seperti bintang yang bercahaya. Tapi terdapat sebuah bola padat yang begitu besar dengan gravitasi sangat kuat.

Begitu padatnya sampai mampu mengerakan seluruh bintang yang mengelilinginya di sebuah galaksi.

Bila dilihat mundur dari sebuah galaksi
  • Di sebuah galaksi, dipastikan memiliki ukuran lubang hitam (black hole) sebagai benda berbentuk bola yang besarnya luar biasa, sangat padat dengan gravitasi sangat kuat.
  • Disusul miliaran bintang atau benda kedua dengan jumlah dan ukuran terbesar di galaksi.
  • Terakhir planet sebagai benda bulat dengan ukuran terbesar, lalu satelit sebuah planet kecil mengelilingi planet lain atau lebih umum disebut bulan
  • Sisanya adalah asteroid, komet, yang mengambang bebas dalam ukuran lebih kecil, sisa batuan lebih kecil, sampai sisa gas yang belum membentuk bintang. Sisa gas disebut sebagai nebula, atau gas dari bintang yang meledak, dan benda lain seperti bintang Neutron ada di dalam sebuah galaksi.
Penjelasan lebih lanjut dari sebuah tata surya.

Disini perbedaan dengan bintang atau matahari kita.
Jumlah gas di sebuah bintang memiliki masa jauh...jauh lebih besar berbanding inti padatnya.

Gas di bintang setiap hari terbakar dan terus terbakar dalam waktu jutaan-miliaran tahun.
Panas bintang memberikan kehidupan seperti di Bumi, tapi membuat panas di planet lain seperti Venus dan Merkurius seperti planet terbakar
Planet yang jauh tidak mendapatkan panas yang cukup untuk air mencair seperti di planet Mars, bahkan planet Pluto yang sangat jauh membeku.
Tentu saja itu skala panas dan dingin untuk manusia.

Planet memiliki inti dari batuan cair, tetapi berada di dalam perut planet. Terkadang keluar menjadi lava gunung berapi.
Sedangkan bintang dengan bagian di intinya terus membara dari dalam sampai ke bagian luar yang membentuk cahaya matahari.

Tapi semakin besar bintang, semakin besar kekuatan membakar gas.
Membuat usia bintang ukuran raksasa lebih pendek (singkat) dibanding usia bintang berukuran kecil.
Umur bintang raksasa akan lebih cepat usia karena banyak membakar hidrogen.

Mengapa gas bisa terkumpul menjadi bintang.
Karena berada di ruang hampa, gas tersebut terkumpul di dalam bintang dan tidak bisa lari keluar. Gas akan terkumpul menjadi bulatan seperti bola api raksasa.
Sama seperti air yang berada di ruang angkasa, bentuknya akan bulat seperti bola, karena tidak ada gravitasi disekitar yang lebih besar dari benda itu sendiri.


Seberapa besar bintang lain di alam semesta dibanding Matahari.
Matahari yang terlihat besar di bumi, sebenarnya tidak lebih dari ukuran titik jarum dari bintang terbesar yang pernah ditemukan di galaksi kita Bima Sakti.
Matahari terlihat besar dari bumi, tapi ukurannya relatif kecil dan masuk ukuran rata rata sama seperti bintang tipe G.
Matahari memiliki ukuran diatas rata rata bintang di galaksi kita, dan bintang terbanyak digalaksi kita adalah tipe M yang ukurannya sedikit lebih kecil dari Matahari.

Tapi membandingkan matahari berukuran kecil, lalu sebesar apa bintang yang pernah ditemukan manusia di galaksi kita sendiri.

Kita hitung ukuran diameter Matahari adalah 1,39 juta km dan membentang dengan lebar 109x lebih besar dari planet Bumi. Bukan panjang lingkaran tapi ukuran lebar bumi berbanding matahari. Karena Bumi hanya memiliki lebar 12,750 km.

Ukuran bintang Matahari dibanding Planet Bumi


Bintang matahari berbanding bintang lain
Dibawah ini adalah perbandingan ukuran sebuah bintang.
Ukuran matahari hanya sebesar ujung jarum bila dibanding bintang raksasa terbesar lain. Benar benar sebesar ujung jarum pada gambar dibawah ini.

Dan bintang terbesar yang dapat di teliti dibawah ini adalah bintang Antares yang disebut sebagai raksasa merah. Dalam perbandingan, hampir seukuran bola sepak dibanding matahari yang ukuran sebutir batu kerikil pada skala gambar dibawah.

Pada gambar dibawah ini, perbandingan ukuran matahari bukan pada gambar 2 titik berwarna kuning dan biru, tapi berada di sisi sebelah ke 2 titik itu dan nyaris tidak terlihat itulah matahari kita. Click gambar untuk melihat bentuk matahari, kita akan berdecak kagum betapa kecilnya matahari. Apalagi planet Bumi tidak akan terlihat di gambar ini.
Juga seberapa beruntungnya mahluk hidup di Bumi, walau matahari relatif lebih besar dari ukuran ideal.
Tapi lebih beruntung bila Bumi hanya mengorbit ke bintang Matahari yang dikategorikan bintang kuning.

Super Red Giant

Bagaimana dengan Canis Majoris, sejauh ini salah satu bintang paling besar yang ditemukan para astronom di galaksi kita.
Bila kita mengatakan matahari kita sudah panas dan besar.

Coba lihat beberapa ukuran bintang lain yang masuk kategori bintang raksasa (Super Giant Star).

 

Tidak masuk akal-kan, tapi ini kenyataannya di dunia kosmos.
Di dunia antariksa banyak penemuan yang tidak biasa seperti ini, bahkan lebih mengerikan untuk ukuran sebuah bintang super raksasa.

Bila ada mahluk hidup di planet yang relatif aman, dan cukup jauh dari jarak ke bintang raksasa.
Mahluk disana harus berlomba dengan waktu, karena ukuran bintang raksasa relatif lebih singkat dan akan hancur lebih cepat dibanding ukuran bintang lebih kecil.

Tidak terlalu jauh, bintang Antares terlihat kecil dari bumi tapi disana adalah raksasa merah yang membara, bahkan tidak terbayang ukurannya seperti apa. Demikian sebuah cahaya kecil terlihat dari bumi layaknya bintang kecil seukuran planet, tapi disana si bintang memiliki ukurannya sangat dasyat, Bahkan  mencapai lebar antara matahari ke Bumi

Bintang Antares disebut bintang super raksasa merah atau Super Red Giant Star. Ukurannya 883 kali radius dari matahari. Letak bintang Antares jauh dari bumi, sekitar 550 tahun cahaya. Memiliki kekuatan cahaya 10.000x dari terang dibanding matahari.

Sedangkan si raksasa merah yang lebih besar lagi Vy Canis Majoris, berada 3.800 tahun cahaya dari Bumi.

Bintang Antares memiliki bintang kembar (disebut bintang Biner) Antares B tapi ukurannya lebih kecil. Bintang kembarannya agak sulit terlihat karena terhalang cahaya raksasa Antares yang jauh lebih besar.

Bintang Antares masuk 4 bintang besar dan bintang paling terang setelah bintang Spica, Regulus dan Aldebaran yang dapat terlihat di bumi. Tapi ukuran nomor sebagai bintang paling terang hanya dalam skala bila dilihat dari Bumi dan bukan ukuran sebenarnya disana.

Dari beberapa bintang raksasa yang ditemukan, hanya beberapa saja berukuran besar. Tapi belum semua bintang dapat di data oleh para ilmuwan, mengunakan satelit Gaia milik ESA

Lalu seperti apa ukuran bintang Antares, dan sebesar apa luas bintang yang lebih besar dari Matahari tersebut