Galaksi Abell 2390 disana tidak kosong ada 5000 galaksi dalam foto Euclid


   Science | 25 May 2024


Lebih dari 50.000 galaksi terlihat dalam gugus Abell 2390, sebuah gugus galaksi yang berjarak 2,7 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Di dekat bagian tengah gambar, beberapa galaksi tampak seperti garis dan garis melengkung
Itu bukan salah foto, tapi pelensaan gravitasi kuat atau efek gravitasi lensa.


Ketika ada benda / cahaya yang di belakang dan melewati gravitasi yang kuat dari galaksi di depan.
Maka dari Bumi, cahaya yang di belakang akan melengkung atau berbelok.

Abell 2390

Beberapa titik bentuk cahaya merah, itu galaksi yang lebih jauh lagi.

Gambar ini dirilis sebagai bagian Early Release Observations from ESA’s Euclid space mission.
Mengunakan teleskop ruang angkasaEuclid.


Foto asli bidang yang diambol oleh teleskop yang luas, gambar atas adalah bagian dari gambar dibawah ini

Abell 2390

Semua data pengamatan awal ini dipublikasikan pada 23 Mei 2024.
Ttermasuk beberapa bentuk gambar baru yang belum pernah terlihat sebelumnya tentang alam semesta.

Gambar baru ini menunjukkan gugus galaksi Abell 2764 (kanan atas).
Adalah sebuah wilayah di ruang angkasa yang sangat padat yang berisi ratusan galaksi dan mengorbit dalam lingkaran materi gelap.

Euclid menangkap berbagai objek di petak kecil langit ini, termasuk banyak galaksi di latar belakang.
Juga gugus galaksi yang lebih jauh, galaksi-galaksi yang saling berinteraksi yang mengeluarkan aliran dan cangkang bintang

Tampilan lengkap Abell 2764 dan sekitarnya diperoleh dari bidang pandang Euclid yang sangat luas.
Memungkinkan ilmuwan memastikan radius gugus dan mempelajari pinggirannya dengan galaksi jauh dalam bingkai.

Pengamatan Euclid terhadap Abell 2764, seperti halnya Abell 2390, para ilmuwan menyaksikan beberapa galaksi terjauh yang hidup dalam periode misterius yang dikenal sebagai zaman kegelapan kosmik.

Euclid memungkinkan kita melihat galaksi-galaksi ini ketika alam semesta baru berusia 700 juta tahun.

Hanya 5% dari usianya saat ini dimana usia alam semesta diperkirakan telah mencapai 3,8 miliar tahun.

Teleskop Euclid diluncurkan tahun 2023
Berada di area Lagrange 2, 1,5 juta km dari Bumi.
Misi Euclid ESA dirancang untuk mengeksplorasi komposisi dan evolusi alam semesta yang gelap. Teleskop luar angkasa akan membuat peta besar struktur alam semesta berskala besar melintasi ruang dan waktu dengan mengamati miliaran galaksi hingga 10 miliar tahun cahaya, yang tersebar di lebih dari sepertiga bidang langit.
Euclid akan mengeksplorasi bagaimana Alam Semesta mengembang dan bagaimana struktur terbentuk sepanjang sejarah kosmik, mengungkap lebih banyak tentang peran gravitasi dan sifat energi gelap serta materi gelap.

Melihat cahaya adalah keistimewaan Euclid, dan memungkinkan kita menyaksikan bagaimana galaksi pertama terbentuk di masa lampau.

Yang juga terlihat di sini adalah bintang latar depan terang yang terletak di dalam galaksi kita (kiri bawah: V*BP-Phoenicis/HD 1973, bintang di dalam galaksi dan di belahan bumi selatan yang hampir cukup terang untuk dilihat oleh mata manusia).

Saat kita melihat sebuah bintang melalui teleskop, cahayanya tersebar ke luar menjadi bentuk silang (efek cahaya bintang dengan lensa 6 garis) yang khas karena optik teleskop.

Euclid dirancang membuat penyebaran ini sekecil mungkin. Hasilnya, kita dapat mengukur bintang dengan sangat akurat, dan menangkap galaksi-galaksi yang terletak di dekatnya tanpa terganggu  oleh kecerahan bintang di bidang gambar.

Detail teknis: Data pada gambar ini diambil dalam waktu sekitar tiga jam observasi.
Citra berwarna ini diperoleh dengan menggabungkan data VIS dan fotometri NISP pada pita Y dan H; ukurannya 8200 x 8200 piksel.
VIS dan NISP memungkinkan pengamatan sumber astronomi dalam empat rentang panjang gelombang berbeda.

Foto asli dengan interaktif zoom dapat dilihat di website ESA

Artikel Lain

Awan Smith Cloud berada di sisi bawah galaksi. Molukuler gas dan debu raksasa tersebut suatu hari menabrak galaksi Bima Sakti. Awalnya mencari letak awan tersebut jatuh, tapi tidak dapat disimpulkan. Malah menemukan jawaban lain ketebalan galaksi Bima Sakti.

Jupiter adalah raja planet di tata surya kita. Tapi di tata surya Kepler 88, planet seukuran Jupiter hanya di urutan kedua. Kepler-88d memiliki ukuran 3x lebih besar dari Jupiter. 3 planet dari Kepler-88b, Kepler-88c dan terbesar Kepler-88d saling mempengaruhi orbit planet dengan gravitasinya.

Astronom membuat sebuah gambar dengan observasi dari teleskop radio. Dimana gambar setiap titik ini adalah gambar galaksi yang sangat jauh. Dan belum pernah terditeksi sebelumnya. Bagaimana setiap titik ini di dapat. Foto tentang galakasi ini diabadikan dari teleskop radio South African Radio Astronomy Observatory MeerKAT.

Planet KELT-9b memang memiliki orbit paling gila dari planet yang pernah ditemukan. Hanya mengorbit ke bintang setiap 1,5 hari. Artinya jarak planet ini amat sangat dekat ke bintang. Kedua bintang disana memiliki panas lebih besar dari rata rata bintang.

Galaksi NGC 1512 terletak 38 juta tahun cahaya dari Bumi. Tapi galaksi ini unik, memiliki cincin dengan warna lebih cerah. Artinya cincin di bagian luar galaksi seperti lingkaran bintang berusia muda yang masih panas. Terlihat menyala dengan warna kebiruan.

Dua lubang hitam ini berada pada jarak 750 juta tahun cahaya menunjukan kehancuran dua galaksi 0402-379 akibat kedua lubang hitam. Bentuk visual dari galaksi Galaksi 04020-379 dahulu kedua galaksi memiliki lengan spiral yang terbentuk dari garis bintang. Update foto VLBA

Galaksi antennae atau 2 galaksi NGC 4038 NGC 4039 adalah sepasang galaksi yang terletak di konstelasi Corvus. Rata rata terjadinya Starburst dipicu oleh pengabungan 2 galaksi atau lebih. Akibat dua galaksi yang sedang bertabrakan, akan terbentuk kelompok bintang muda disana atau dikenal dengan globular cluster.

Kedua galaksi saling berinteraksi atau tarik menarik. Letaknya di konstelasi Canis Major. Keduanya bertabrakan tepat di tepi sisi galaksi. Karbon monoksida di galaksi IC 2163 terbentuk dari tsunami bintang dan gas akibat kedua galaksi bersinggungan

Membutuhkan waktu sekitar 1000 jam untuk menangkap seluruh kombinasi cahaya yang begitu jauh. Diperkirakan baru berusia 5 miliar tahun  setelah terjadi Big Bang. Atau jauhnya mencapai 8-9 miliar tahun dari Bumi, mengingat usia alam semesta saat ini sekitar 13,8 miliar tahun.



Youtube Obengplus


Trend