Bintang Red Dwarf kemungkinan planet layak huni dan teori baru planet di tepi


Science | 27 May 2023

Bila anda ditanya untuk memilih pindah ke planet lain, apakah anda ingin tinggal di tata surya dengan matahari dengan ukuran besar atau memilih bintang dengan ukuran lebih kecil.

Sebaiknya memilih bintang ukuran kecil, apa alasannya.

Bintang seperti matahari adalah kumpulan gas hidrogen yang membakar dan terus menyala, mencapai usia miliaran tahun

Bumi memiliki posisi yang tepat menjadi planet ke 3, tapi 2 planet di depan dan belakang terlalu panas dan dingin.
Bumi di awal pembentukan tidak seperti sekarang, tabrakan antara protoplanet akhirnya membentuk Bumi, dan sisa pecahan tabrakan sebagian terlontar menjadi Bulan saat ini.
Prosesnya membutuhkan miliaran tahun.

Pendapat astronomi, bintang berukuran lebih kecil memungkinkan usia lebih panjang, dan cahaya dan panas lebih stabil dibanding bintang besar.
Sebagian besar teori terlihat berpihak dengan apa yang ada di tata surya kita sendiri.
Ada teori lain yang memungkinkan sebuah tempat tinggal dan masih layak huni, bisa planet atau bulan dengan ukuran sangat besar.

2023 Mei planet di bagian batas tepi.
Tim astronom mengusulkan untuk melihat lebih detil di wilayah yang kurang mencolok, antara bintang induk ke garis belakang mereka.

Teori lama selalu menyebut Goldilock, dimana ada cahaya bintang yang cukup panas dan membuat suhu planet lebih hangat dan air mencair.
Bila ada planet yang panas, dibelakangnya mungkin ada planet lebih cukup hangat, dan dibelakangnya juga ada planet yang terlalu dingin.
Posisi di tata surya seperti Merkurius Venus yang panas, Bumi yang lebih sejuk, dan dingin di planet Mars.



Ted Bergan ilmuwan dari universitas Michigan dan sebagai penulis utama mengatakan ada hal lain yang penting lain.
Sebuah planet yang terbentuk di bagian dalam tapi berada di batas panas, akan memiliki karbon berbeda dibanding Bumi yang lahir di bagian depan.
Planet awalnya kurang air dibanding Bumi, tapi itu dapat berubah berjalan waktu. Sama seperti Bumi dahulu, tidak seperti sekarang dengan air berlimpah dan daratan.

Planet di bagian tepi mungkin saja memiliki atmofer yang kaya metana, seperti bulan Titan dari planet Saturnus memiliki keunikan sendiri.
Terbukti Titan memiliki cairan, dan ukurannya 1,48x lebih besar dari Bulan milik Bumi.

Planet yang lahir di wilayah ini lahir dari sistem cakram pembentuk planet. Dan melepas karbon dari mantel planet sendiri.



Kategori planet berbatu menjadi 3 menurut Ted Bergan
Planet berbatu seperti Bumi sebagai teori saat ini
Planet hitam karbon, bila bertahap akan memiliki atmofer
Planet dingin dengan permukaan es.

Berjalan waktu, untuk planet karbon nantinya dapat berubah menjadi tempat yang ramah untuk kehidupan setelah disana muncul atmofer, termasuk planet berbatu seperti Bumi yang ada di bagian depan juga berakhir layak ditinggali. Dimana planet Bumi sebelumnya berbalut es, akhirnya akhirnya mencair karena lebih hangat.

Ini sebuah teori baru, bila ditemukan planet yang dianggap tidak layak huni. Mungkin berbeda dari teori sebelumnya.

Astronom mulai membuka dengan teori tambahan, dibanding melihat contoh dari tata surya kita sendiri.
Banyak hal yang memungkinkan sebuah planet mencapai tingkat layak huni, dan mungkin tahapannya juga berbeda.

Planet layah huni

2015 Februari. Peneliti dari universitas Chicago dan Northwestern merilis sebuah studi tentang pencarian exoplanet di sektiar katai merah atau bintang kerdil dengan cahaya merah.
Katai merah / Red Dwarf diartikan sebagai bintang berwarna merah, atau bintang kerdil atau ukuran bintang yang lebih kecil dari matahari kita.

Matahari kita adalah bintang dengan cahaya kuning, tapi bisa dilihat sendiri dari 9 planet hanya satu yang bisa di tinggali yaitu Bumi.
Dua planet di depan Merkuris dan Venus terlalu panas. Matahari sebenarnya terlalu besar untuk bintang di tata surya kita.

Untuk bintang merah memungkinkan manusia bisa tinggal, setidaknya mampu bertahan untuk hidup karena tidak terlalu panas. Bahkan planet dapat berada di posisi jauh ke posisi depan yang dekat dengan bintang dan layak huni.

Kedua tim ilmuwan tersebut mengatakan ada kemungkinan lebih besar, dengan jumlah 60 miliar planet yang layak huni, atau mirip seperti bumi.
Karena bintang kerdil paling berlimpah, dan kebanyakan planet di galaksi Bima Sakti mengorbit di bintang berwarna merah yang ukurannya lebih kecil dari Matahari.

Peneliti selalu mencari planet di daerah Habitable Zone atau zona layak huni. Dimana sebuah planet mampu mempertahankan cairan agar tetap berada di planet sendiri.

Bisa dilihat kondisi planet Mars, disana begitu dingin dan atmofer yang lebih tipis dari bumi. Walau diperkirakan dahulunya planet Mars memiliki kandungan cairan dan atmofer lebih tebal.
Tetapi gravitasi serta magnet di planet Mars terlalu kecil. Dalam jutaan bahkan miliaran tahun akhirnya mendapat terpaan angin radiasi matahari. Diperkirakan atmofer di planet Mars menghilang selama berjalannya waktu.



Awan (atmofer) di bumi membuat pemanasan dan pendinginan. Awan memantulkan sinar matahari tapi mereka juga menyerap radiasi inframerah dari permukaan.
Sehingga sebuah planet dapat lebih hangat seperti kondisi di bumi sekarang. Bumi memiliki cuaca yang stabil karena mengorbit setahun sekali.

Berbeda bila manusia tinggal di planet dengan bintang lebih kecil.

Kedua tim ilmuwan mengatakan, bintang kerdil atau bintang merah, planet yang layak huni harus memiliki syarat untuk mengorbit sekali dalam sebulan atau dua bulan. Karena planet katai merah memiliki sinar lebih redup, dan planet harus mendapatkan panas yang sama seperti bumi dengan mengorbit lebih cepat.
Setidaknya sebuah planet yang ideal harus berada lebih dekat ke bintang.

Bintang Red Dwarf


2018 Juli, total 3374 planet di luar tata surya ditemukan dari 2814 sistem planet.

Sebagian besar planet lainnya ditemukan adalah planet gas. Tetapi sebagian planet berbatu ditemukan berada di zona layak huni atau habitable zone / HZ Classic (conservative)

Walau planet berada di zona tepat, belum berarti planet akan mendukung kehidupan.
Bisa dilihat posisi Mars dan Venus, manusia tidak dapat tinggal disana artinya tidak layak huni.

Standar baru zona habitat untuk planet layak huni

Dr. Ramses M., seorang ilmuwan peneliti dari Earth-Life Science Institute di Tokyo Institute of Technology.
Melakukan studi penemuan planet bertahun-tahun.

Zona HZ harus memasukan efek rumah kaca di sebuah planet. Terjadi siklus karbonat-silikat yang didukung oleh lempeng tektonik seperti yang terjadi di Bumi.

Siklus tersebut mengatur transfer karbon dioksida ke atmofer, permukaan dan bagian dalam bumi.
Sehingga bertindak sebagai termostat planet dalam jangka panjang, dan memastikan sebuah planet tidak mendapatkan gas CO2 berlebihan. Bila berlebihan akan terlalu panas akibat efek rumah kaca, terlalu sedikit membuat planet lebih dingin.

Sedangkan teori HZ klasik, yang diperlukan dengan bagian air atau mencari planet dengan kandungan air.
Serta ukuran planet yang tidak terlalu besar dari Bumi, dan planet berbatu, serta orbitnya.



Miliaran tahun lalu, planet Bumi memiliki persediaan gas hidrogen yang berlimpah, serta akibat gas yang keluar dari gunung berapi.
Interaksi molekul hidrogen dan nitrogen di atmofer membuat Bumi menjadi hangat dan kehidupan dapat berkembang.

Ramses mengatakan lebih lanjut, mencari planet dengan bintang berukuran lebih kecil mungkin mengerikan bagi kehidupan di planet muda.
Walau berada di zona habitat yang tepat.
Jadi mereka belum tentu dapat ditinggali.

Selama ini para astronom lebih memfokus pencarian planet pada bintang tipe M atau katai merah, dimana ukurannya lebih kecil dari matahari dan dianggap jumlah bintang ini lebih banyak dan usia bintang lebih lama. Karena lebih mudah memasukan parameter sebuah planet untuk kehidupan. Walau mencari planet di bintang kurcaci jauh lebih sulit dibanding menemukan planet yang mengorbit ke bintang ukuran besar.

Pendapat sebuah planet memiliki air dan berada di zona yang tepat, tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan bintang.
Bukan berarti planet tersebut sudah tepat.

Tapi ada faktor utama lain yaitu di planet terjadi lempeng tektonik serta gunung apa yang menghangatkan planet. Artinya planet yang memiliki gempa bumi dari pergerakan lempeng luar, mungkin adalah planet yang lebih ideal.

Apakah ada bintang berukuran lebih besar dari Matahari. Cukup banyak , bahkan ukurannya luar biasa besarnya
Bisa dilihat pada link Matahari hanya seujung jarum dari bintang lain lalu bintang

Artikel Lain

Teori baru bagaimana mencari planet yang layak huni, atau ada kehidupan. Dengan mengambil contoh di tata surya kita, ada 2 gas penting dari CO2 dan Ozon. Teori ini mendukung pencarian planet layak huni lebih tepat, mengambil sampel dari bumi sendiri. Teleskop modern mampu melacak.

Di tahun 1987 astronom mendapatkan cahaya di sebuah galaksi kerdil. Yang dinamai nebula 1987A berbentuk cincin, menjadi jejak bintang meledak dan mati. Tetapi ada pertanyaan, dimana sisa bintang tersebut, mengapa tidak terlihat. 30 tahun berlalu peneliti dapat menganalisa, mungkin bintang neutron tidak dapat diamati karena tertutup debu yang tebal. Dan sekarang lokasinya dapat diperkirakan.



Bila ada bintang yang nyasar ke lubang hitam. Apa yang terjadi. Bintang S5-HVS1 ternyata terlempar dari tengah galaksi akibat gravitasi lubang hitam. Dan meluncur keluar dari orbitnya meninggalkan galaksi kita. Kecepatan bintang mencapai 10x lebih cepat atau setara 1.700km perdetik. Kemana nasib bintang S5-HVS1 setelah bintang tersebut menjauh dari galaksi kita.

Planet 51 Pegasi b penemuan planet yang mengorbit ke sebuah bintang seukuran matahari. Planet hanya memiliki waktu mengitari bintang induk dalam 4 hari saja. Keunikan planet, posisi sebagai planet ukuran gas, memiliki posisi paling depan atau dekat ke bintang.

Planet NGTS-10b begitu dekat ke bintang, hanya 18 jam saja setahun. Hanya 7 planet yang ditemukan memiliki orbit kurang dari 1 hari. Planet seperti ini adalah planet langka karena orbitnya terlalu dekat ke bintang yang panas. Perlahan planet akan mendekat sampai suatu hari nanti akan ditelan dan masuk ke dalam. Kapan, tergantung kekuatan gravitasi keduanya

Planet yang disebutkan dalam berita ini dinami HD 21749b, dan ditemukan oleh misi TESS (Transiting Exoplanets Survey Satellite) NASA sebagai perangkat terbaru. Yang membuatnya menarik dari planet HD 21749b adalah beberapa kombinasi unik. Salah satu dari mereka saja tidak akan menjadi masalah besar, tetapi kombinasi ini membuat planet ini cukup signifikan. :

Bukan diakhiri karena ilmuwan akan mempertahankan pesawat ruang angkasa terus beroperai selama mungkin, walau misinya sudah selesai. Beberapa pesawat akhirnya tidak lagi mengirim data ke Bumi. Alias hilang kontak, akibat masalah power, software di dalam pesawat ruang angkasa dan hal lain.



Planet Wolf 503b diketahui sebagai Exoplanet. Berada pada jarak 145 tahun cahaya dari Bumi. Ditemukan pada tahun 2018. Planet Wolf 503b lebih mudah diteliti karena data dari planet dapat terlihat ketika melewati bintang induknya. Sejauh ini tipe planet Wolf 503b belum ditemukan memiliki bentuk dan posisi yang sama di galaksi kita.

Astronom menemukan sebuah planet liar dan tidak mengorbit ke bintang. Ukuran 12x massa planet Jupiter dengan medan magnit sangat kuat. Pertama kali sebuah planet Rogue atau planet tanpa mengobit ke bintang induk, bahkan ditemukan karena terditeksi dari emisi radio. Bahkan peneliti mengatakan jangan jangan ada puluhan ribu planet liar seperti ini di galaksi kita.



Youtube Obengplus

Trend