28 Juli 2021 Peta lubang hitam di alam semestaData ini belum dirilis ke publik ilmiah yang lebih luas berisi katalog informasi tentang 3 juta sumber radiasi sinar-X yang berasal dari lubang hitam, bintang neutron dan gugus galaksi.
Sekitar 77% dari sumber tersebut adalah lubang hitam jauh di galaksi lain
20% adalah bintang neutron, bintang, dan lubang hitam di dalam Bima Sakti.
Sisanya 3% adalah gugusan galaksi.
Setiap titik yang menyala biru adalah tanda radiasi dari sebuah objek
Teleskop eROSITA, dapat menangkap gelombang radiasi sinar-X yang sangat jauh.
Bahkan mencapai 7 miliar tahun cahaya untuk mencapai sensor ditektor. Memungkinkan peneliti merekonstruksi evolusi dari struktur masif di alam semesta.
Apa yang kita lihat dalam sinar-X adalah gas di antara galaksi-galaksi dalam gugus yang menjadi sangat panas dan memancarkan sinar sinar-X.
Dalam gambar eROSITA, sebenarnya sangat mudah untuk membedakan gugusan tersebut, karena mereka bersinar dengan gelombang tertentu.
Mengingat energi tinggi lebih banyak dihasilkan dari benda seperti lubang hitam, bintang magnet dan bintang neutron.
Walau ditektor dari teleskop eROSITA mampu menditeksi gelombang yang berbeda. Tetap membutuhkan data teleskop lain atau pusat observasi seperti data Gaia, dan teleskop berbasis di darat SDSS dari observasi Vera Rubin mendatang.
Sehingga datanya menjadi lebih akurat dan mengetahui dimana kluster tersebut berada.
11 Juni 2020Teleskop telah menyelesaikan misi untuk memetakan seluruh galaksi kita dalam bentuk cahaya X-ray.
Gambar
yang didapat dibawah ini adalah radiasi sinyar X di ruang angkasa.
Teleskop yang ditempatkan di ruang angkasa dan pengambilan gambar
membutuhkan durasi selama 182 hari dengan pengamatan di satu area selama
120-200 detik.
Data yang diambil terdiri dari
Merah Energi rendah 0,3 - 0,6 KeV kiloelectronvolt.
Hijau 0,6 - 1 KeV
Biru 1 - 2,4 KeV
Debu padat dan gas di pusat galaksi kita Bima Sakti terlihat jelas dengan warna garis biru.
Daerah hijua juga terlihat di wilayah pusat, mewakili gas panas yang tersapi oleh energi yang kuat seperti Supernova.
Gelembung kuning dibagian atas dan awah menunjukan cerobong radiasi X-ray raksasa yang dipompakan ke luar tepian kutub galaksi.
Hal tersebut bisa saja menjadi bukti adanya aktivitas di masa lalu, ketika intensitas lubang hitam yang aktif.
Semburan
merah dari gambar adalah gelembung gas panas yang menyebar lebihd ekat
ke tata surya dapat diamati oleh teleskop eRosita.
Bintang bintang cerah adalah jejak noda adanya radiasi Xray seperti Quasar dan inti galaksi aktif lain.
Beberapa
titik lain menunjukan adanya aktivitas seperti bintang magnet atau
Magnestar, sistem bintang biner dan sisa dari ledakan bintang supernova.
eRosita
telah menangkap 1 juta sumber radiasi cahaya X-ray, 2 kali lebih besar
jumlahnya dari yang pernah ditemukan para astronom sebelumnya.
Click gambar untuk zoom

Misi pertama eROSITA mulai mengambil gambar pertama 17 Oktober 2019, dan
survei langit pertama selesai pada 11 Juni 2020 selesai dibuat.
Pekerjaan
eRosita masih berlanjut, sekarang sudah melakukan survei kedua,
diperkirakan akan selesai dalam waktu 3,5 tahun kedepan.
Untuk membuat 7 peta lain seperti idbawah ini.
Nantinya peta kosmos eROSITA akan digabung seakan astronom dapat melihat ke bagian lebih dalam.
Tentang teleskop eROSITA X-ray atau teleskop Spektr-RG Teleskop Xray eROSITA adalah instrumen pengamat sinar-X dibangun Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics (MPE) Jerman.
Bagian teleskop ruang angkasa Rusia-Jerman Spektr-RG, yang juga membawa teleskop Rusia ART-XC.
Diluncurkan
oleh Roscosmos pada 13 Juli 2019 dari Baikonur. Teleskop ditempatkan
pada orbit sangat jauh, melewati orbit Bulan ke Bumi.
Teleskop Spektr-RG membawa 2 instrumen.
Instrumen utama disebut
eROSITA dengan bobot 810kg dibuat oleh Max Planck Institute, memetakan
gelombang menengah X-ray sampai 10keV.
Menditeksi cluster galaksi dan meneliti inti galaksi yang aktif.
Peralatan kedua disebut ART-XC dibuat oleh IKI dengan bobot 350kg, atau teleskop X-Ray.
Rancangan ulang tahun 2005, konstruksi selesai 2016, pertengahan 2018 dilakukan uji coba dan diluncurkan 13 Juli 2019.
eROSITA memetakan seluruh langit gelombang sinar-X selama periode 7 tahun.
EROSITA all-sky survey (eRASS) adalah gambar pertama dari seluruh langit dalam spektrum 2-10 keV.
Dalam
band 0,3-2 keV, diharapkan kekuatannya 25 kali lebih sensitif daripada
misi ROSAT tahun 1990-an, dan secara efektif akan menggantikannya
teleskop lama tersebut.
eROSITA diperkirakan telah mendeteksi 100.000 gugus galaksi, 3 juta inti galaksi aktif dan 700.000 bintang di Bima Sakti.
Tujuan
sains utama adalah mengukur energi gelap / dark matter melalui struktur
dan sejarah alam semesta yang dilacak dengan pengamatan kumpulan
kluster galaksi.
Teleskop tersebut terdiri dari tujuh modul cermin tipe Wolter yang identik dengan 54 cermin berlapis emas.
Cermin diatur untuk mengumpulkan foton sinar-X berenergi tinggi dan mengarahkan ke kamera sensitif eROSITA X-ray.
Kamera juga dibuat khusus di MPE, dengan CCD X-ray dibuat dari bahan silikon dengan kemurnian tinggi.