Membeli adaptor 12V, 24V DC apakah anda tahu huruf IV, V atau VI.
Memilih adaptor sekarang perlu melihat logo tersebut, juga referensi bila anda mencari adaptor bekas berkualitas.
Karena logo tersebut adalah nilai seberapa besar efisien input dan output yang dihasilkan, juga tanggal dibuat.

Jadi bukan melihat ukuran adaptor yang besar lebih bagus.

Atau melihat merek A, B yang ternama, terlebih hanya cetakan label, atau harga murah.
Adaptor Switching sekarang sudah terjangkau, karena teknologi yang matang, dan adanya persyaratan di Eropa dan Amerika.

Adaptor switching 12V 1A 1.5A 2A ONT

Power supply PC memiliki standar 80Plus.
Terbagi dari standar paling rendah Bronze sampai Platinum. Teknologi yang sama seperti adaptor disebut Switching.

Passive PFC,  mengunakan induktor / trafo penyeimbang dan kapasitor besar.
Tingkat efisien sekitar 70-80% dengan tombol switch memindahkan 110 / 220V.
Lebih berat, tapi murah.

Active PFC, mengunakan rangkakan aktif seperti IC Controller, mosfet diode dan lainnya.
Dapat mencapai efisien 95-99% (dalam teori), dan tidak perlu switch 110 /220V, karena bekerja di rentang tegangan tersebut.

Lebih ringan dan ringkat dalam disain. Tapi terkait komponen lebih mahal.

Adaptor kecil 12V dibawah 75W tidak mengunakan PFC.
Aturan beban diatas 75W regulasi internasional mendapat sertifikasi PFC, sedangkan adaptor kecil tidak perlu.
Konsumsi daya kecil pada adaptor, tidak signifikan dibanding power supply computer yang mencapai 1000+W. Jadi fitur PFC tidak ekonomis.

Adaptor switching SMPS vs adaptor standar Linear (model lama)

Fungsi adaptor untuk merubah arus AC ke DC.
Perbedaan, bagaimana adaptor menangani energi listrik dari AC menjadi DC misal 12V.
Generasi adaptor saat ini mengunakan SMPS, kecil tapi hemat power.

Adaptor Linear
Seperti desain Integrated Linear dan Discrete Linear, mengunakan trafo (singkatnya), merubah arus AC ke DC tapi berbentuk garis lurus.
Adaptor dengan arus lebih besar, ukuran lebih besar, dan generasi lama.
Karena daya lebih banyak terbuang untuk menyesuaikan beban rendah. Daya tersebut terbuang sebagai panas.
Keuntungan, desain sederhana, minim komponen. Tapi tingkat efisien sangat rendah, sekitar 30-60%.
Tidak berarti adaptor Linear tidak digunakan. Perangkat instrumen amplifier audio yang tidak mentoleransi noise perlu adaptor Linear..


Adaptor switching SMPS
Didalam terdapat 2 bagian rangkaian terpisah.
SMPS memanfaatkan transistor sebagai switching kecepatan tinggi untuk on off, dari rentang 50kHz - 150kHz (industri).
Pulse atau PWM dari energi disimpan ke induktor atau transformator selama fase Off, lalu dilepas kembali ke output.

Pada rangkaian, tegangan AC 220V akan dinaikan menjadi 300V DC, lalu diturunkan ke 12V DC yang stabil.
Membuat adaptor dapat mencapai efisien 86 -95% (teori).
Ukuran bisa besar atau kecil, yang pasti lebih ringan dan tidak panas.


Diagram adaptor switch vs adaptor linear

Perbandingan desain diagram adaptor switching vs linear.

Diagram adaptor switch vs adaptor linear bentuk diagram komponen

Generasi standar efisiensi

Bila perangkat bekerja 24 jam seperti modem ONT, server mini. 
Dua perbaikan konsumsi daya adaptor, output meningkat lebih efisien, dan idle harus mengkonsumsi power lebih rendah.

Standar baru disebut Level pada tingkat efisien adaptor switching
Level IV berlaku sejak 2008
Level V diberlakukan di US tahun 2010 dan Eropa 2011
Level VI dari Departemen Energi AS (DoE) berlaku mulai 10 Februari 2016 dan Eropa 2020.

Adaptor yang hemat daya, carilah logo Level ini.

Logo Level VI V IV adaptor

Level IV:
Merupakan peningkatan dasar, dengan efisiensi rata-rata minimum sekitar 71% untuk unit 12V.
Kurva efisiensinya lebih landai dibandingkan desain lama.

Level V:
Memperketat persyaratan, dengan rata-rata efisiensi mencapai ~78%.
Kurva efisiensi tetap berada di posisi yang lebih tinggi pada rentang beban yang lebih luas, terutama pada beban 50% dan 75%. 
Level V: Standar efisiensi menengah (efisiensi aktif >80%).

Level VI:
Level VI menaikan efisien 5% lebih tinggi dibanding Level V.
Tambahan untuk daya No Load / Idle dikurangi, harus < 100mW dan lebih rendah dibanding Level V.
Ketika beban rendah, IC beralih ke frekuensi switching lebih rendah misal 22kHz untuk mengurangi rugi switching.
Ketika tanpa Load, IC memasuk mode Burst. Dimana IC Wakeup sesekali menjaga tegangan output. Sehingga pemakaian listrik sangat rendah dibawah 50mW.
Level VI: Standar efisiensi tinggi modern (efisiensi aktif >87%, standby <0.1).

Ketika adaptor Level V mengunakan 2 diode penyerah. Adaptor Level VI menganti dengan Mosfet presisi.
Pengantian desain dari Optocoupler yang rumit di sisi sekunder pengatur tegangan, produsen harus Mendesain Level VI dengan memperbaiki komponen di sisi Primer.

Berapa beban yang tepat pada adaptor dan ampere / arus.

Contoh anda memiliki perangkat dengan beban 12V 0,5A Continue (misal modem ONT, WIFI Router, AP).
Yang mana adaptor Switching paling efisien mengunakan listrik dengan output.

Sebagai perbandingan, adaptor Level VI dengan daya output 12V DC 1A, 1,5A, 2A.
Bila diberi beban 0.25A, 0,5A, 7.5A, 1A

Ketika perangkat Continue mengunakan beban 0.5A atau 0.5x12W setara 6W.
Dan perangkat yang konstan dan tidak mengalami lonjakan di atas 0.5A. Paling tepat mengunakan adaptor 12V 1A.
Ketika perangkat Continue mengunakan beban 0.5A, kadang memiliki lonjakan di atas 0.5A, misal 0.8A, itu membuat adaptor 1A lebih hangat.
Untuk cadangan daya lebih baik mengunakan adaptor 1.5A atau 2A. Ingat efisiensi rendang adaptor Level V dan Level VI berada diatas 30-80% pemakaian daya.

Perbandingan pemakaian daya Level IV, Level V dan Level VI

Bila memaksa adaptor Level VI bekerja dengan beban 80%, misal adaptor 1A terus mengunakan power 0.8A.
Adaptor tetap bekerja dan efisien, tapi menghasilkan panas, dan disitulah pemakaian power mulai tidak efisien dibanding arus lebih rendah.
Yang benar, adaptor hanya hangat dan tidak panas.

Sweet Spot adaptor Switching Level VI untuk 12V DC.

Bila beban lebih rendah 20%, misal 10% dari output maksimum.
Berdampak kinerja adaptor kurang efisien, tapi sangat kecil dan kita bisa mengabaikan.
Titik utama : Golden Range Adaptor Swhtcing berada pada beban 25-50% untuk Continue, kinerja adaptor stabil, usia pakai 2-3x lebih lama..
Titik manis : Sweet Spot berada pada beban 50-75/80% non continue, kadang adaptor terasa hangat, dan beban tanpa lonjakan (tidak least dari 80% Continue).
Memberi beban berlebih sampai 80% keatas, kinerja efisien menurun, membuat adaptor menjadi panas dan usia pakai lebih rendah.

Bagaimana menghitung tingkat efisiensi adaptor switching.
Adaptor 12V 1A, beban 100mA hanya memiliki 50% efisiensi. Kira kira, 12V 10% adalah 1.2W output tapi mengunakan input daya listrik 2.4W.
Bila beban arus DC naik dibanding kemampuan adaptor, misal 250mA maka tingkat efisien merangkak ke titik optimal di 80%.
Beban di rentang 50% misal mengunakan output 500mA maka adaptor switching tidak panas, hanya sedikit hangat, kinerja optimal, memiliki cadangan bila terjadi lonjakan,
Dan terus meningkat sampai 50% - 75% sebagai sweet spot dimana adaptor bekerja paling efisien.
Melewati beban 80%, misal 800mA maka terjadi rugi-rugi panas, atau adaptor mulai terasa panas. Kondisi beban tersebut untuk Continue tidak cocok, perlahan adaptor switching mengalami degradasi.

Diagram adaptor switch untuk tingkat efisiensi

Jangan salah kaprah hemat adaptor Level VI dibanding Level V.

Level V adalah teknologi yang sudah matang, digantikan Level VI yang lebih efisien.
Bila Adaptor Switching 12V antara Level VI, untuk beban 50% maka adaptor Level V hanya terpaut 1W lebih hemat. Kita tidak perlu menganti adaptor Level V selama masih layak.
Sisi positif, Level VI berdampak panas lebih rendah, artinya kerja adaptor switching memang efisien karena tidak ada energi terbuang menjadi panas
.
Bagian penting, US memasukan aturan Level VI untuk memerangi perangkat Vampire adaptor. Ketika beban rendah (pemakaian arus turun) seperti mengisi charger sudah penuh, mematikan TV dalam mode sleep, WIFI Router Sleep.
Disini Level VI menang mutlak dengan komsumsi listrik lebih rendah.

Tidak berarti Level V tidak layak, karena adaptor switching dengan Level V tetap efisien dibanding adaptor generas yang lebih tua seperti Level IV
Disisi lain, mengapa memilih adaptor switchin Level V, bila ada pilihan adaptor Level VI yang efisien.
Semua perangkat ONT yang digunakan provider internet seperti modem ZTE dan Huawei telah mengunakan Level VI, dan dirancang bekerja 24 jam.

Apakah adaptor Level VI lebih hemat daya listrik dibanding Level V. Ya, tapi tidak banyak. Tujuan rating "Level" pada adaptor bukan untuk menghemat daya listrik besar.
Tapi mengurangi konsumsi listrik yang terbuang menjadi panas, dan menurunkan dampak Vampire adaptor.

Untuk pembanding dan menjawab pertanyaan, berapa beban pada adaptor switching, apakah adaptor switching kapasitas output lebih besar lebih baik ?



Adaptor 12V bekas apakah layak.

Ada yang perlu dipertimbangkan dari usia pakai pada adaptor bekas.
Beberapa produk adaptor Level V / VI dijual sebagai adaptor bekas di marketplace.
Walau semua mendukung power adaptor switching, usia pakai sebelumnya juga menentukan.

Pabrikan memberi setting 12.1 - 12.3V, bila tanpa beban dibawah 11.5V ada kemungkinan masalah pada komponen.

Umur . Cek kode tanggal produksi di label. Unit sebelum 2020 hampir pasti Level V atau lebih rendah.
Merek : Menentukan kualitas adaptor Uji sederhana. Ukur tegangan tanpa beban dan dengan beban resistor mendekati arus nominal. Idealnya stabil di 11,5- 12,5V, dengan bodi hangat tetapi tidak panas.
Tanda adaptor buruk. Tegangan tanpa beban jauh di atas 12V, atau turun dibawah 11.8V atau turun naik, bunyi mendesis ciri unit sirkuit Switching, atau kapastor lemah.
Voltase dan label : Adaptor Switching memiliki input rentang 100-240V/AC. Paling baik memiliki cetakan terukir pada bodi adaptor. Beberapa produk dapat saja di palsu dengan label.
Panas : Biarkan 30 menit, apakah panas. Menandakan perangkat internal sudah tidak efisien atau di dalamnya ada beban internal.
Perawatan : Elco lama akan mengering, dapat diganti dengan Elco / kapasitor Low ESR. Dan kapasitor yang menerima arus AC kadang rusak akibat lonjakan listrik.
Walau memperbaiki adaptor lama untuk memperbaiki usia pakai, butuh dukungan anda yang mengerti produk elektronik.
Harga baru dan bekas : Ini pertanyaan menarik, Adaptor Switching banyak dijual dan itu pilihan. Kita yang harus jeli dan jangan salah pilih.

Asal jangan melihat adaptor Level V, dari cetakan saja.



Artikel ini menjelaskan, ada standar pada adaptor Swtching, dan sebagian besar adaptor switching telah menerapkan standar / rating Level yang hemat daya.
Jangan buang waktu membeli adaptor murah, tapi tidak memasukan standar Level untuk kinerja adaptor yang efisien.
Kita dengan mudah mendapatkan adaptor Switching berkualitas dengan standar Level VI, baik unit baru dan bekas.

Standar keamanan.

Tidak semua adaptor power AC ke DC dilengkapi fitur ini, tapi ada beberapa standar pada produk tertentu.
Dapat menjadi referensi anda bila melihat keterangan pada label.

Fitur Nama Lengkap Fungsi
Level “VI” atau "V" Menandakan adaptor lebih hemat energi.
Sertifikasi CE, FCC, UL, RoHS, UKCA Tanda pengujian
OVP Over Voltage Protection Melindungi perangkat dari lonjakan tegangan output tiba-tiba. Jika tegangan (V) melebihi batas aman, proteksi ini memutus atau membatasi output untuk mencegah kerusakan perangkat sensitif.
OCP / OLP Over Current Protection / Overload Protection Melindungi adaptor dan perangkat dari pengambilan arus (A) yang berlebihan. Memutus output sementara (hiccup mode) jika beban terlalu berat.
OPP Over Power Protection Mirip OCP, memantau total daya (watt) yang ditarik. Memberikan perlindungan tambahan kondisi beban lebih yang tidak terdeteksi sensor arus (A).
SCP Short Circuit Protection Proteksi kritis korsleting pada output. Adaptor segera memutus aliran listrik dan mencegah kerusakan fatal atau bahaya kebakaran. SCP adalah fitur umum dan fundamental.
OTP Over Temperature Protection Melindungi adaptor dari panas berlebih. Jika suhu internal melebihi ambang batas, OTP akan mengurangi daya atau memutus output sampai suhu normal.
BOP Brown-Out Protection Melindungi dari kondisi tegangan input (AC) yang turun terlalu rendah. Mencegah adaptor bekerja tidak stabil atau rusak saat terjadi fluktuasi tegangan listrik dari stopkontak.