Catatan : Dibutuhkan pengetahuan listrik untuk install MCB.

Kita sudah mulai terbiasa dengan perangkat Smart Home atau IoT.
Mengunakan smartphone, dan mengendalikan perangkat di rumah dan mengendalikan dari luar rumah.

Smart Plug, switch lampu sentuh, kunci pintu pintar dan lainnya. Ada satu yang dibahas sekarang, Smart MCB.

SmartMCB itu apa

MCB biasa menjaga memutus arus berlebih / overload.
MCB dipasang di panel listrik rumah, membagi arus listrik, misal MCB arus besar dihubungkan ke peralatan rumah watt besar.
Bila beban berlebih atau korsleting, MCB akan Trip / memutus arus / jatuh.
Fungsi utama MCB : pengaman pertama pada listrik dan bekerja independen.

Smart MCB lebih pintar (katanya), mengetahui berapa beban, jam berapa, kapan perlu diputus.
Pemasangan Smart MCB seperti MCB, bentuk yang sama tapi fungsi berbeda.
Membutuhkan arus fasa sama seperti MCB 1 pole, terpasang ke DIN rail panel.
Koneksi power listrik diperlukan Smart MCB untuk komponen elektronik / sensor.
Terhubung ke WIFI, Zigee, Bluetooth, Modbus  yang mengatur perangkat Smart MCB.

Beban dihitung berdasarkan sensor internal. Jadi beban ampere / Watt dapat diketahui, di monitor, dan dapat di atur sendiri.
Model Smart MCB terbagi antara kelas standar On/Off, menengah monitoring, model High End setingkat industri seperti gedung dan akurasi data monitoring.
Fungsi utama Smart MCB : kontrol dan monitoring.

Smart Plug secara umum bukan MCB, karena terhubung untuk 1 titik atau distribusi power dengan 3 cabang..
Ketika listrik padam, relay Smart Plug kembali off. Beban maksimum relay katanya 20A.
Karena relay kehilangan energi. Status relay On, relay kehilangan power, relay akan jatuh ke posisi awal yaitu Off.

Kiri desain relay MCB, terdapat magnet penahan relay, sementara magnet menahan maka tidak diperlukan power. Disebut Latching Relay.

Kanan desain relay biasa, ketika relay aktif dan coil mendapat power maka kontak terjadi. Ketika power di off, relay digeser kembali dengan per.

Perbedaan relay CMB dan relay biasa

Latching Relay memberi manfaat berbeda dibanding relay coil (dry relay).

Khusus untuk aplikasi on/off durasi lama, Latching relay tidak memerlukan power ketika bekerja, dan status terkunci di satu sisi, lalu diberi energi kebalikan untuk membalik posisi.
Mengantikan solid state relay (konon max 3A, amannya dibawah 1,5A).
Yang perlu diperhatikan, posisi relay diatur dengan 2 arah berbeda.

Relay standar memberi 1 arus ketika on, dan off ketika dimatikan.
Disana terdapat per untuk membalik (menarik) posisi. Untuk mempertahankan posisi, power harus terus diberikan ke relay.

Yang sering masalah, ketika komponen elektronik pada relay melemah. Sering terjadi di Smart Plug bunyi cetak cetek.
Relay tidak masalah tapi komponen pemberi power seperti kapasitor - nya rusak.
Hal ini bisa saja menganggu perangkat elektronik yang sensitif.

Beban besar dari AC, kulkas, pompa-air, PC dan lainnya. Bila internal unit memiliki InRush tarikan daya besar akan bermasalah.
Misal capasitor baru terisi daya, dan belum sempat mengkosongkan daya. Tiba tiba diberikan lagi arus ke kapasitor. Dan komponen lain juga berdampak.

Contoh lain, bila Smart Plug terhubung ke Smart Light, yang setup diperlukan on off 3x.
Smart Plug terhubung ke 10 lampu di halaman rumah dengan lampu berbasis Tuya. Tengah malam Smart Plug error cetak cetek, jadilah rumah anda kelap kelip sampai pagi.

Kekurangan Smart MCB !
Butuh alat komunikasi dan mungkin internet, kecuali anda merancang untuk jaringan local.
Smart MCB tidak mengantikan MCB, kecuali model dual.

MCB mekanik
Tidak masalah dengan usia, menganti setelah 10 tahun lebih. Karena posisi kontak MCB akan diam ditempat.

Smart MCB
Mengunakan komponen elektronik, kerusakan bisa terjadi dari usia pakai, atau komponen elektronik

Fungsi relay bukan untuk cetak cetek, standarnya 10.000 cycle kata produsen.

Di dalam perangkat terdapat modul kontrol, dan satu unit besar relay. Relay tersebut berbeda dengan relay coil biasa.
Relay dirancang seperti MCB. Bila On, relay bergeser ke Close, tapi tidak perlu power dan terkunci.

Relay switch Smart MCB

Dibawah ini bentuk Latching relay, salah satu modder membuka internal relay Smart MCB.
Konektor di sisi kiri, tengah adalah switch pendorong dan kanan posisi coil.

Internal Latching Relay Tongou

Anda bayangkan 63A 220V di bebankan ke satu  kontak pada relay (kiri bawah 2 pin pada gambar).
Bila beban diluar batas kemampuan latching relay, kontak tembaga menjadi sangat panas, bahkan  menempel.
Sepertinya lebih cocok untuk beban in-rush sesaat dibanding memberi beban kontinue dengan arus besar. Jangan dipaksa sesuai spesifikasi.

Perbedaan Smart MCB, MCB konvensional, Smart Plug.

  MCB Smart MCB Smart Plug
Fungsi Proteksi overload & korsleting Proteksi + IoT remote + monitoring Switching, monitoring
Instalasi Box MCB / DIN Rail Box MCB / DIN Rail Stop kontak
Kapasitas Ampere 2A – 63A (standar) 16A – 125A 10A – 16A
Cakupan Beban Satu jalur grup sirkuit Satu jalur grup sirkuit 1 unit
Konektivitas  IoT Offline WiFi / Zigbee / RS485 WiFi / Zigbee / Bluetooth
Kekuatan Relay Mekanikal (>10-15 tahun) 3 – 5 tahun (tergantung beban) 2 – 4 tahun (panas/overload )
Instalasi Butuh keahlian Wajib teknisi terkait IoT Plug & Play, tinggal pasang

Smart MCB Tidak semua Smart MCB memiliki fitur sama
Smart MCB = Smart Relay / Smart Switch Fungsi On dan monitoring, tapi Smart MCB bukan proteksi MCB
Smart MCB + MCB Memiliki fungsi dual Smart MCB dan unit MCB mekanik
MCB konvensional Memberi perlindungan arus berlebih dan korleting

Instalasi Smart MCB

Mengikuti jalur MCB, Smart MCB 1 pole membutuhkan jalur fase (api).
Cara install Smart MCB, tinggal dilihat posisi pemutus adalah jalur fase.
Karena bagian tersebut yang akan diputus ketika MCB atau Smart MCB Off (trip)
Dan output untuk beban atau peralatan listrik.

Cara pasang Smart MCB dengan MCB yang aman    
Model lebih tinggi, digabung MCB mekanik atau tergantung desain.
Yang lain dilengkapi beberapa fitur seperti MCB manual, misal Smart MCB dengan RCBO, RCD, RCCB.

Install App.
Secara umum aplikasi eWeLink, Tuya paling mudah ditemukan di perangkat Smart MCB.
Aplikasi lain dari kelas tersendiri, seperti Scheider Wizer Energy, My Leviton, Eaton dan lainnya untuk kelas industri.

Aplikasi Firmware, konon beberapa perangkat dapat terhubung ke Home Assistant, atau Smart MCB dapat di kontrol langsung dengan menganti Firmware.
Fitur aplikasi Firmware tergantung dari model Smart MCB yang di modifikasi kalangan DIY.

Install awal perangkat melakukan Peering ke App, tanpa aplikasi maka Smart MCB hanya berfungsi sebagai tombol On Off.

Dibawah model Smart MCB budget dan kita ambil sebagai contoh produk Tongou.
Dengan aplikasi Tuya untuk kontrol, remote dan monitoring data.

App Smart MCB Tongou Tuya Pairing

Download aplikasi Smart Living dari Play Store, Add Device, tekan tombol di MCB selama 10 detik.

Di bawah ini keterangan sistem kabel, setup aplikasi yang mudah, dan koneksi WIFI yang perlu diketahui.
Jangan sampai terjebak dengan perangkat yang dibeli, lihat fitur yang di dapat dengan Smart MCB, serta cara install Smart MCB yang benar.




Smart MCB tidak mengantikan MCB mekanik, tapi berdampingan.
Bagian penting :
MCB mekanik, langsung bereaksi memutus arus / Trip. Karena MCB bekerja mandiri
Smart MCB, butuh waktu memutus arus, dan itu berbahaya bila terjadi korsleting listrik atau beban masih dibawah toleransi setting.
MCB Mekanik harus berada di paling depan, sedangkan Smart MCB untuk kontrol di sisi kedua. Kecuali mengunakan model gabungan dalam 1 unit.

Manfaat Smart MCB.
Menghitung pemakaian listrik, termasuk Watt, kWh beban in-rush. Tapi tidak semua model mencatat akurat, jadi ada kelas dan harga.
Yang murah hanya angka estimasi.

Beberapa manfaat Smart MCB relay
  • Memantau tegangan tidak stabil, misal sering turun naik.
  • Proteksi Proaktif, ada pengaturan ketika tegangan , watt / ampere terlalu tinggi / rendah , yang dapat merusak perangkat elektronik atau overload..
  • Mengatur waktu, seperti timer, dan kontrol secara remote.
  • Mengirim peringatan ke App.
  • Bisa di remote dari luar rumah.
Kualitas Class Smart MCB
Tipe akurasi Smart MCB.
Smart MCB hanya untuk On Off, konon kurang akurat.
Smart MCB dengan sensor voltase, watt, timer. Beberapa dibuat presisi seperti Class 2.0 adalah umum, dan Class 1.0 lebih baik dan pasti lebih mahal.
Smart MCB dengan Presisi data disebut Class 0.5 untuk industri, instalasi gedung.

Secara umum, setiap perangkat memiliki fitur masing masing.
Tongou TO-Q-SY2-JWT adalah kelas menengah Class 2.0, jangan berharap akurat tapi untuk monitoring.
Memiliki fitur metering, timing, dan proteksi.

Tertinggi untuk akurasi Class 0.5, umum untuk lab, gedung dan pabrik, Class 1 cukup akurat untuk menghitung beban, Class 2, untuk pengunaan rumah tangga.
Tanpa rating, Smart MCB untuk relay remote atau On Off timer saja.
Bila Smart MCB untuk menghitung beban, gunakan minimum Class 1 yang lebih akurat memonitor dalam hitungan detik.

Tingkat kecepatan pemutus arus : Standar Curve B paling cepat, Curve C standar, Curve D lambat (digunakan untuk high inrush / industri).
Curve B, ketika beban naik diatas 3x lipat maka MCB memutus arus.
Curve C biasanya digunakan standar Smart MCB untuk beban Inrush current sebelum memutus total / Trip.
Misal pompa dengan inrush start awal mendekati 1500W walau pompa bekerja 400W. Membutuhkan 4-5A sebelum Smart MCB mendeteksi lonjakan dan melakukan Trip.
Curve D, jangan ditanya dulu.

Pemakaian Smart MCB.

Mengaktifkan perangkat elektronik seperti pompa air boros listrik. Dengan waktu kerja ketika tegangan stabil.

Pompa air.
Dapat bekerja optimal, waktu bekerja lebih cepat dibanding voltase tegangan rendah.
Mengatur waktu pada jam tertentu misal tengah malam sampai pagi pompa diaktifkan otomatis.

Dibawah ini catatan tegangan listrik / voltase yang dipantai selama 3 bulan, dan mengambil beberapa hari sebagai grafik contoh.
Catatan dari tegangan jam setiap hari.
Kebiasaan pemakaian listrik dapat dipantau, pada malam hari tegangan sangat baik.
Pagi jam 7 dengan durasi sekitar 10 menit mencapai tegangan terbaik, dan jam istirahat siang selama 1 jam,



Tinggal mengatur berapa lama pompa air aktif, dan pembatas (pengaman) dengan switching pelampung.
Misal pompa bekerja selama 20 menit, diatur dengan waktu malam selama 30 menit.
Setelah pelampung mencapai batas, listrik di putus. Bila motor bekerja 5 menit, tidak masalah. Bila motor bekerja lebih dari 30 menit, pasti di putus oleh Smart MCB.


Manfaat, motor pompa bekerja pada voltase optimal, mengurangi risiko motor bekerja panas akibat voltase rendah (siang hari), dan lebih hemat waktu pengisian.
Manfaat timer dapat mengatur perangkat yang membutuhkan listrik pada durasi jam tertentu, juga memindahkan beban listrik pada malam (contoh)
Manfaat, sistem otomatis sektor bisnis. Dari pengaturan pompa hidroponik, manajemen lampu UV dan sirkulasi. Dapat diatur sesuai jawal timer.
Manfaat sederhana, kontrol peralatan listrik toko, sebagian jalur listrik rumah, atau warung.
Catatan, Smart MCB tidak dirancang untuk durasi On Off continue / berkali-kali. Tapi berfungsi sebagai relay untuk mengaktifkan daya listrik ke perangkat..

Monitoring.
Tidak terbatas dari sensor. Bila di integrasikan seperti sistem pendingin fan di satu Smart Building.
Sensor di setiap lantai dapat dipantau, bila terjadi kenaikan suhu seperti siang hari dan cuaca terik.

Satu server dapat mengambil data sensor suhu, dan mengaktifkan Smart MCB untuk On untuk mengaktifkan fan dan tugas lain.

Smart MBC for Smart Building

Proteksi.
Beberapa mesin yang tidak normal bekerja, dapat dipantau dengan pemakaian daya diatas biasanya.
Dapat di atur berapa Ampere batas Trip pada Smart MCB. Bila melewati batas dari biasanya, ada kemungkinan motor mulai bermasalah dan melakukan perawatan.

Beban listrik tiba tiba perlahan naik dari biasanya, juga dapat dibuat notifikasi ke perangkat. Misal kondisi pendingin ruangan Data Center, dan perangkat server mulai menarik daya untuk pendinginan.
Naiknya beban listrik dapat di pantau lebih awal.

Mematikan perangkat otomatis.
Satu ruangan dengan banyak peralatan elektronik, umum dibiarkan stand-by, itu mengunakan listrik. Perlahan memakan usia pakai.
Bila perangkat elektronik bukan hal penting, dan sering stand-by di malam hari, dapat dimatikan dengan Smart MCB, dan kembali diaktifkan pada pagi hari atau manual
Karena dapat di remote dengan aplikasi, bila lupa mematikan dapat di Off dari aplikasi walau anda di luar rumah. Dengan catatan internet terhubung ke Smart MCB.

Kombinasi sensor dan Smart MCB.
Dengan aplikasi Home Assistant, terdapat fitur Automation.
Bila sensor menditeksi tidak ada orang di satu ruang meeting.
Sensor Presence dapat mengirim ke server HA, ruangan aktif selama 20 menit, tapi tidak ada aktivitas.
HA dapat memantau, dan menonaktifkan relay Off ke sistem listrik di satu ruangan.

Fungsi Smart MCB tidak terbatas untuk On / Off dan monitoring. Tidak terbatas pemakaian untuk rumah.
Dengan mengambil manfaat terbesar sebagai switch dengan beban lebih besar dibanding Smart Plug. Dapat di integrasikan dengan system lain (otomatisasi).

Hindari pemakaian Smart MCB daya besar.

Walau Smart MCB disebut memiliki daya tahan diatas 63A.
Saran bagi Smart MCB konsumen, sebaiknya tidak digunakan untuk beban arus besar diatas 2000W konstan. Kecuali sesuai dengan spesifikasi produsen.
Smart MCB ada yang memiliki sensor suhu, penguna dapat memantau panas pada Smart MCB. Bila Smart MCB terlalu panas, dapat otomatis melakukan Trip untuk pengaman diri.
Pastikan mengunakan model Smart MCB sesuai pemakaian, jenis kabel dan tipe tahan beban besar, instalasi tidak digabung untuk peralatan beban besar lain.

Beberapa model Smart MCB Breaker dan Smart Switch / Relay dari produsen.

Bedakan antara Smart MCB dengan Smart Switch / relay, walau bentuk sama-sama MCB.
Smart Relay adalah Magnetic latching relay dan sensor memonitor beban.
Smart MCB Breaker dapat Trip sendiri, terpasang 2 unit dan terpisah dengan komponen Smart untuk kontrol.

Smart MBC Breaker vs MCB Relay Switch

Sebagai referensi dari merek model produsen, membedakan fungsi Smart MCB.
Pastikan memilih fungsi dari model yang tersedia.

Tongou B Class
TOQCB2 - Smart Circuit Breaker. 
TOQCB2L - versi leakage protection, mendekati smart RCBO. bukan hanya Smart Switch
TO-Q-SY2 - Smart Relay/Switch. Fungsi - WiFi Smart Relay Switch
TO-Q-SY1 - Smart Relay/Switch

CHINT A Class
NB2-40ZT - Smart Circuit Breaker. MCB elektronik, Sirkuit rumah
NB2 Smart Series - Smart Circuit Breaker, MCB elektronik, Panel pintar
NB2LE-80ZT - Smart RCBO, MCB + leakage (misal Water heater)
NJA1-KG- Smart Relay - Bukan MCB, fungsi Timer/control
NXJ - Electromagnetic Relay, Bukan MCB

CNC A Class
YCB9F Smart MCB
YCB9F-100+ZF Smart MCB
YCB9ZF-125 Smart MCB
YKM9LZ Smart RCBO

Smart MCB aman ?

Perangkat lama lebih handal, sistem sederhana, dengan prioritas fungsi utama.
MCB dan generasi sebelumnya sudah dipercaya sejak puluhan tahun, dari model sekering ulir, dan fuse ulir.

Perangkat modern, banyak membawa kemudahan, fitur juga komponen elektronik.
Kenyamanan tentu ada resiko, walau disebut Smart MCB kelas high end, desain Smart MCB modern lebih mungkin terjadi gagal kerja. Ini teknologi baru dan belum teruji.
Karena banyak komponen lain dimasukan, dari arus lemah (DC) dan arus kuat (AC). Mempelajari kedua bagian tersebut, kita butuh pengalaman di dua insinyur berbeda.
Kehilangan koneksi WIFI, tentu tidak boleh menghilangkan perlindungan.
Produsen boleh menyebut banyak fitur dan keamanan, Kadang merek murah dan tidak bersetifikasi terlalu melebih-lebihkan spesifikasi. Pastikan melihat sertifikasi keamanan resmi, tidak memasang Smart MCB sampai batas aman. Bila ditanya merek MCB yang bagus, jawabannya Susah.
Karena urusan listrik (AC) tidak ada yang tahu.
Perangkat yang panas dan rusak bisa terjadi, tapi resiko tertinggi korsleting sulit di prediksi kecuali kita yang merancang dan melakukan pencegahan. Tentu saja memasang MCB mekanik di garis depan.
Jadi, pastikan rasa aman, menghindari pengunaan alat modern yang beresiko tinggi seperti Smart MCB dengan beban terlalu besar.