Kita sering melihat atau pembahasan perangkat WIFI dimana sinyal kurang kuat.
Pilihan menambah perangkat Access Point, atau Range Extender. agar WIFI dapat menjangkau perangkat lain.

Semakin jauh perangkat, sinyal menjadi tidak stabil bahkan terputus.

Lalu kita simpulkan, meningkatkan kekuatan Router, atau menambah perangkat WIFI lain untuk menambah jarak jangkauan.

Beberapa produk merancang antena WIFI dengan panjang 1/4 lamda, sedangkan WIFI besar umum mengunakan 1/2 lamda

Apa perbedaan antena besar dan antena kecil.

Kendala juga terjadi di perangkat IoT, kita sebut ESP yang memasang antena 1/4 lamda. 
Alasan ukurannya dapat lebih kecil, ditanam langsung ke modul board (PCB).Kelemahan, jarak sinyal menjadi lebih rendah. 

beda antena 1/4 lamda dan 1/2 lamda

Perangkat IoT, Smart Home, Smart switch, Smart MCB, Smart Light, umum mengunakan antena 1/4 lamda.
Karena ukuran dapat diperkecil dan masuk ke dalam perangkat. tidak perlu dipasang antena luar seperti WIFI Router.
Sedangkan CCTV atau camera security kita lihat mengunakan 1 atau 2 antena panjang. Produsen tahu, tidak mungkin memasang antena tersembunyi di dalam bodi camera. Sinyal tidak akan mencapai camera.


Jadi perbedaan antena WIFI besar dan kecil ada di lamda. Lebih kecil memiliki 1/4 lamda, dan yang panjang dengan 1/2 lamda.


Arti lamda pada antena atau gelombang radio.
Panjang gelombang diartikan jarak fisik pada satu siklus gelombang elektromanetik.
Pembagian lamda adalah kecepatan cahaya (C) per frekuensi (F).
Jadi ukuran 1/2 lamda atau 1/4 lamda disesuaikan dengan matematika.
Antena 1 lamda artinya gelombang penuh, membutuhkan antena lebih panjang mencapai 12,5cm, dan 1/2 lamda adalah setengahnya..

Perbedaan sinyal pola antena 1/2 lamda vs 1/4 lamda.

Perbedaan Sinyal dan Pola Penyebaran Spektrum (1/4 vs 1/2 Lambda).
Pada frekuensi standar WiFi 2.4 GHz, panjang gelombang (lambda) total sekitar 12.5 cm

Antena 1/4 lambda
Sekitar 3.12 cm : Menggunakan desain monopole.
Antena ini sangat bergantung pada ground plane (bidang tanah/PCB) untuk memantulkan gelombang elektromagnetik.
Jika ground plane pada board terlalu kecil, efisiensi radiasi akan turun drastis

Pola Penyebaran (Radiation Pattern)1/4 lambda: Pola radiasi berbentuk omni-directional (menyeluruh ke segala arah horizontal), namun bentuk donut penyebarannya cenderung lebih membulat dan memiliki titik buta (nulls) yang lebih kecil (jarak lebh pendek)

Antena 1/2 lambda
Sekitar 6.25 cm): Merupakan antena dipole mandiri.
Antena ini tidak memerlukan ground plane eksternal karena elemen atas dan bawah saling menyeimbangkan (seimbang secara arus).
Pola Penyebaran (Radiation Pattern) : 1/2 lambda: Pola radiasi lebih terfokus secara horizontal (flatter donut).
Energi radiasi dipadatkan ke arah samping (mendatar), sehingga jangkauan jarak jauh secara horizontal menjadi lebih baik, namun penguatan ke arah vertikal (atas/bawah) berkurang.

Poin penting 1/2 lamda :
Gain Lebih Tinggi: Umumnya menawarkan penguatan riil sekitar 3 dBi hingga 5 dBi, dibanding 1/4 lambda bawaan PCB yang seringkali di bawah 2 dBi
Stabilitas Sinyal: Lebih kebal terhadap gangguan redaman ground plane yang buruk pada PCB murah.
Jarak: bila terlalu dekat malah buruk.
Jangkauan Horizontal: Jarak jangkauan sinyal mendatar menjadi lebih jauh dan stabil.

Ukuran Fisik Lebih Panjang: Ukuran fisik dua kali lipat lebih panjang (sekitar 6.25 cm untuk 2.4 GHz), kurang cocok untuk perangkat yang menuntut desain ultra-kompak.
Sudut Elevasi Menyempit: Kurang optimal jika perangkat penerima berada di lantai yang berbeda secara vertikal (misal: router di lantai 2, klien di lantai 1 tepat di bawahnya).
Beban Mekanis: Pada konektor eksternal, ukuran yang lebih panjang membuat antena lebih rentan goyang atau merusak konektor jika terbentur.


Pola daya pancar antena 1/2 vs 1/4 wave-lenght

Jadi ingat, pola sebaran :
1/4 lamda menyebar lebih pendek pada jarak horizontal, tapi naik keatas.
1/2 lamda lebih jauh dalam radius horizontal, tapi lemah ke sisi atas.

Sekarang kita jadi mengerti, bila radian elektromagnetik pada antena berbentuk donat.
Kalau posisi kedua perangkat berbeda ketinggian, kan tinggal diatur sudut di salah satu antena atau keduanya. Agar mengarah lebih miring sehingga keduanya selaras.

Bentuk antena 1/2 lamda.

Bentuk antena ini sangat mudah ditemukan, dan sering kita lihat sehari hari di WIFI Router, Extender dan lainnya.
Bentuk antena 1/2 lamda menjadi standar perangkat WIFI. Dibanding 1/4, 3/4 atau 1 lamda.


Menganti antena WIFI ESP IoT

Seperti apa isinya.
Di bawah ini, model antena dari WIFI Router merek ZTE.
Hanya berisi kumparan, untuk memperpendek ukuran antena, base, dan kabel.

Bagian dalam isi anten WIFI Router 1/2 lamda

Memasang antena eksternal

Antena 1/2 lamda banyak dijual, bahkan disebut copotan.
Kita dapat memanfaatkan antena ini untuk menambah jarak jangkau sinyal WIFI.

Mengapa mengunakan ESP untuk memeriksa sinyal WIFI antena lebih panjang lebih baik.
ESP dapat mengirim data, dan di server terdapat pencatat data yang dikirim oleh ESP. Membuat data dalam angka presisi serta grafik selama antena dipindah, memberi informasi perubahan sinyal.

Perangkat IoT, dapat dijadikan percobaan memiliki atntena on-board sendiri. Modul perlu di potong dan jalur antena dipindah dengan memutus jalur antena 1/4 lamda ke 1/2 lamda.
Dan menyambung ke antena 1/2 lamda ekternal. Beberapa model board jua menyediakan konektor internal, tinggal ditambah antena luar.

Dibawah ini kabel antena bekas WIFI Router, tinggal di potong dan sambung.

Solder kabel antena 2.4Ghz 1/2 lamda ke board ESP32

Modul ESP32 dibawah ini dipasangkan dengan antena ekternal 1/2 lamda dari antena ZTE.
Pastikan anda tahu bagian yang mana untuk sinyal atau bagian kabel dalam, dan jalur negatif / base untuk terhubung ke kabel bagian luar.

Solder kabel antena 2.4Ghz ke modul board

Walau cara terbaik, tetap mengunakan konektor antena kecil seperti SMA tipe IPX / IPEX seperti yang ada di kabel WIFI Router.
Karena kabel luar dapat menjaga sinyal berada di dalam kabel bagian dalam.

Pembahasan dan perbandingan sinyal dibawah ini.



Proyek menganti antena yang menarik.

Mengutak atik antena agar sinyal WIFI dapat ditangkap pada jarak lebih jauh, bukan hal mudah.
Jangan dikira kita langsung memasang tambahan antena dan berhasil. 

Memperbaiki kemampuan sinyal, halangan sinyal WIFI ke perangkat, dan pemasangan butuh pengalaman.
Bila sudah dipasang dan sinyal WIFI dapat menjangkau ke perangkat lebih baik. Tentu pelajaran ini menjadi pengalaman baru.
Karena sinyal perangkat baik IoT, Smart Home sementara di dominasi dengan WIFI dan Bluetooth wireless.

Artikel ini tidak terbatas membahas perangkat Iot ESP.
Tapi dapat kita terapkan untuk percobaan di perangkat lain.


Sekali lagi ini sebagai pengalaman, bila tertarik belajar memperbaiki sinyal WIFI.
Kekuatan sinyal berdampak pada jarak perangkat ke WIFI router. Tapi bukan cara ajaib yang langsung memberi semuanya.
Kecuali kita mengunakan untuk area Outdoor, sedangkan Indoor memiliki halangan berbeda seperti tembok.
Namanya percobaan dan belajar, tentu resiko di tangan penguna.