Toleransi power
Tidak semua power akan menunjukan angka persis 12V, 5V dan 3.3V.

Toleransi power dapat dilihat pada bagian gambar dibawah ini.





Misalnya power anda memiliki output 3.4V atau 3.45V pada tegangan 3.3V. Atau 3,2V terlihat lebih rendah.
Dan 5V dengan 12V masih dapat diterima bila tidak melebih 5.25V dan 13V
12V memiliki rentang paling besar, mencapai 10%

Output tersebut masih dapat diterima dengan batas toleransi sesuai spesifikasi power suppy PC.
Umumnya output power supply berada di antara persentase pada gambar diatas. Untuk kondisi terbaik, voltage 3.3V tidak lebih dari 3.4V. Untuk 12V tidak lebih dari 12.5V dan 5V tidak lebih dari 5.2V.


Bahkan pada beberapa power supply juga dapat menunjukan voltage lebih rendah tetapi bila tidak terlalu rendah hal ini masih dapat diterima dari persentase batas toleransi maka power masih memiliki output yang memadai.
Walau ada beberapa perangkat hardware PC ada yang sensitif, di sisi produsen power supply memilih memberikan tegangan diatas standar dibanding lebih rendah.

Untuk kondisi tidak normal, output power supply berada diatas ambang batas persentasi seperti gambar diatas. Terlalu tinggi akan menyebabkan perangkat menjadi overvoltage dan menjadi panas, terlalu rendah juga akan memberikan ketidaktabilan pada perangkat termasuk CPU bahkan dapat komponen seperti perangkat harddisk yang sensitif terhadap power DC.


BTX konektor

Sedikit ulasan pada BTX power. Perubahan pada standard ATX dan BTX sebenarnya hanya terletak pada 4 pin tambahan.

ATX memiliki 20pin power sedangkan BTX memiliki 24pin power. Dibawah ini adalah letak perbedaan pada power BTX jack power mainboard (bukan jack power connector power supply) dimana pada bagian paling bawah yang diberikan warna adalah 4 pin tambahan baru pada standard BTX.
Rata rata PC saat ini sudah mengunakan konektor BTX.





Intel Reel 12V ATX12VO untuk desktop
Satu disain pin motherboard lain masih menunggu diterima oleh produsen. Intel telah mengajukan disain sejak tahun 2020.

ATX12VO memiliki single voltase power, mengunakan 10 pin saja.
Menghilangkan power 3,3V dan 5V.

Disain untuk menghemat pemakaian power, dari 24 pin digantikan dengan 10 pin dan seluruhnya hanya power 12V.
Artinya sebuah konektor ke motherboard, hanya memberi 5 jalur 12V.

Distribusi power dilakukan di internal board, tidak lagi di atur oleh power supply.

Motherboard akan mendistribusi power 5V dan 3.3V untuk power seperti Storage.

Membuat power untuk SATA dibuat terpisah dengan 4 pin lain.
Dengan power 12V 2-2,5A dan 5V 1A.
Satu power SATA cukup untuk 2 SSD (4 pin) atau 4 SSD (6 pin). Power konektor untuk Harddisk atau SSD, diambil langsung dari motherboard.

Power PCIe untuk Graphic mengunakan 8 pin (6+2), juga mengunakan power 12V.
Khusus Nvidia masih menginginkan konektor 12VHPWR. Kabarnya digunakan untuk VGA Nvidia tahun 2024.

Keuntungan power dapat langsung diberikan ke SSD melalui konektio di motherboard.

12V ATX12VO


Walau produsen tidak suka dengan ide baru tersebut. Bila motherboard menganti pin, pembeli juga harus menganti power supply dengan pin baru.
Disebutkan lebih hemat power, kebalikannya konon sedikit lebih boros. Khususnya untuk mereka yang upgrade, maka power supply lama sudah selesai.
Kecuali nanti akhirnya tampil adaptor di pasaran.

HATI hati dengan pin power PCIe dan power 12V di motherboard

Pada motherboard premium, memiliki konekter terlihat sama, dan dapat kita dipasang.
Pada power supply, memiliki 2 konektor terlihat mirip. Dari GPU power dan CPU power mengunakan 8 pin.
Tetapi output pin power berbeda.

Power GPU atau VGA 8 pin ke bagian atas dekat pin konektor adalah Negatif, sedangkan power EPS12V 8 pin di bagian atas Positif.

Konektor power VGA 8 pin kadang dapat masuk ke konektor motherboard dengan 8 pin power EPS 12V. Karena plastik yang di tekan ke slot yang salah, dapat saja renggang.

Kiri konektor untuk board power VGA, kanan power untuk CPU di motherboard


Perbedaan Power VGA 8 pin dan Power EPS 12V ke motherboard


Result

Uraian diatas sedikit dapat memberikan pengetahuan bagaimana memeriksa power supply anda. Yang perlu di ingat adalah power supply tidak akan memiliki output yang presisi seperti harus menunjukan angka 12V, 5V dan 3.3V.

Dipastikan ada sedikit perubahan angka baik lebih besar dan lebih kecil. Tetapi output power haruslah sesuai ketentuan dari batas toleransi, dan tidak melebihi toleransi maka power supply masih memiliki output yang benar dan layak digunakan.

Untuk kondisi terbaik pemeriksaan power ada yang mengunakan cara memeriksa output dengan kondisi power tanpa beban atau tidak dipasangkan pada perangkat computer. Tetapi ada yang memilh cara mudah dengan memeriksa ketika power supply sedang dihubungkan keperangkat PC atau mainboard.

Cara ini memiliki dampak baik dan buruk. Bila power supply diperiksa ketika dipasangkan hardware nilai positifnya akan memperlihatkan kondisi sebenarnya output power yang dikeluarkan oleh power supply.

Disisi lain power bisa saja menunjukan angka voltage dibawah atas diatas normal karena adanya beban dari pemakaian daya pada power supply. Asalkan tidak melewati batas toleransi maka output power supply dapat diterima. Asalkan powr supply memang memiliki kekuatan atau output power yang memadai dan cukup menyuplai daya ke perangkat computer.

Bila anda berkeinginan memeriksa power output pada power supply, sebaiknya cukup berhati hati jangan sampai terjadi short atau terjadinya hubungan antara plus dan minus. Seperti biasa, resiko ditangan anda ketika sedang memeriksa dan harus sangat hati hati untuk menghubungkan multimeter ke connector power supply.