Generasi Gen Z dan generasi Millenial ngak suka mobil alasannya


Green | 6 August 2019

Dulu, kita bicara jaman dulu. alias ABG - Angkatan Babe Gue, yang disebut dengan Baby Boomer..
Naik turun mobil merupakah hal biasa bahkan sebuah keharusan. Punya mobil sebagian menyebut sebuah kebutuhan bahkan pencapaian.
Industri kendaraan tentu senang, karena mereka adalah sebuah pasar.

Angkatan Baby Boomer adalah mereka yang lahir antara tahun 1946-64. Ketika tumbuh dengan kemakmuran di negara Amerika.
Millenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1980 - 1994. Mereka dimanjakan oleh orang tua mereka yang suskes, dan selalu di awasi oleh orang tua mereka.
Di awal abad ke 21, kedua generasi tersebut menduduki posisi penting dalam kehidupan dunia.

Ada yang menyebut angkatan tersebut adalah angkatan manja. Nyatanya tidak seperti itu.
Mereka tidak mau bekerja penuh di kantor.
Angkatan Millenial misalnya tidak mau bekerja seharian hanya duduk di kantor mereka sendiri. Dan mereka ingin memiliki kehiodupan di luar pekerjaan, dan pekerjaan adalah prioritas kedua.
Angkatan Baby Boomer memandang remeh dari kemampuan Millenial dan Gen Z. Seakan anak anak mereka tidak melakukan apa apa untuk membangun karier.



Perbedaan generasi GenX GenY GenA Millenial

Nyatanya generasi Millenial sangat serius, bahkan mengambil pekerjaan mereka antara 60-80 jam perminggu.

Untuk membagi generasi dapat dilihat dari rentang tahun lahir


Baby Boomers: lahir tahun 1946 hingga 1964
Gen X (Baby Bust): lahir tahun 1964 hingga 1975
Xennials: lahir tahun 1975 hingga 1985
Generasi lahir tahun Millenial (Gen Y, Gen Berikutnya): 1985 hingga 1995
Gen Z (iGen): lahir tahun 1995 hingga 2012
Gen Alpha: lahir tahun 2013 hingga 2025

Yang berbeda adalah generasi Millenial dan Gen Z. Karena mereka ternyata tidak suka kendaraan pribadi seperti mobil kelas mahal.
2 generasi tersebut tidak menempatkan kendaraan sebagai prioritas tertinggi untuk mencapainya..
Yang lebih buruk lagi, mereka tidak perlu mengejar ijin mengemudi, karena memiliki kendaraan bukan satu pencapaian yang dicari.

Pertanyaannya mengapa generasi Millenial dan Gen Z tidak ingin memiliki kendaraan pribadi.

Survei ini tentu bukan di Indonesia, melainkan masyarakat Amerika..
Sebenarnya mereka menghindari mengemudikan kendaraan. Jadi kalau dihindari tentu tidak harus memiliki mobil.
Dan mereka mencari cara untuk menganti dengan alat transpotasi lain.

Mereka mungkin tidak tertarik karena memiliki masalah hutang.
Mahasiswa di luar negeri kadang lulus tapi belum melunasi biaya kuliah mereka.
Jadi masih ada beban yang harus dibayar setelah mereka mulai bekerja.
Masalah krisis peridik membuat beban bagi tabungan mereka.
Demikian juga kalau membeli mobil maka nilainya akan susut dari tahun ke tahun, walau hanya di parkir di depan kontrakan.

Layanan transporatasi lebih mudah.
Tersedianya moda angkutan umum online menjadi pilihan. Ditambah transportasi yang sudah dan mapan di kota kota besar, membuat mereka tidak tertarik memiliki kendaraan pribadi.
Dahulu harus mencari taksi untuk pergi, sekarang tinggal pesanm duduk di depan rumah dan kendaraan yang akan mengantar akan sampai di depan pintu..

Kendaraan adalah biaya.
Repot dengan perawatan, parkir, kerusakan, biaya bahan bakar, dan belum lagi transportasi.
Itu yang membuat 2 generasi tidak memprioritaskan memiliki kendaraan pribadi.
Memiliki mobil sama saja membawa satu tas besar berisi Kerepotan baru. Lebih baik menghindar sebelum repot ke-esokan hari.

Mengemudi tidak menyenangkan.


Alasan ini sangat menarik, dan hal ini dapat dibenarkan.
Dahulu jalan tidak seramai saat ini, berkendara adalah hal yang menyenangkan.
Sekarang sepertinya tidak, dan menganggap mengemudi adalah sebuah tugas dan bukan hal yang menghibur duduk di belakangn kemudi.

FOMO
Alias Fear of Missing Out, beli mobil hari ini kelihatan keren
Tapi 2-6 bulan mendatang model baru kembali tampil.
2 generasi tersebut tentu tidak ingin kecewa karena mobil yang tidak murah baru saja dimiliki, ternyata sudah tertinggal dalam hitungan bulan.
Dibanding terjebak dan kesal melihat sebuah kendaraan bahkan sampai memiliki kendaraan, ada baiknya tidak sama sekali.

Mobil ada misteri mekanik
Bila ada yang pernah melihat kendaraan kaburator, seperti mobil jadul. Setiap teknisi biasa bahkan pemilik mobil akan mengerti tentang mesin.
Setidaknya tahu apa yang harus dilakukan ketika rusak atau muncul masalah.
Di era digital, hemm. ada yang pernah membuka kap mesin kendaraan dan mengetahui cara kerja memesin mobilnya.
Begitu bagian kap dibuka, mobil modern sulit diketahui seperti apa cara kerjanya. Jangankan melihat alur pengapian mesin, semua tertutup dan sistem elektronik.
Generasi baru tidak mau tahu dengan yang merepotkan dengan urusan mesin. Jadi mereka menjauhi diri dengan keterikatan emosi sebuah model kendaraan bahkan memiliki mobil pribadi.

Kendaraan yang hebat, mereka tidak percaya.
Ketika sebuah kendaran di promosikan, banyak pembeli tertarik dengan promo, kehandalan, fitur dan hal yang disebutkan sampai akhirnya membeli
Generasi baru mungkin tidak, karena mereka adalah kelompok yang sinis, kira kira mereka tahu apa yang dilakukan produsen.
Menurut pakar, generasi baru lebih memilih sesuatu yang natural.

Lalulintas macet
Mereka tahu di jalan tidak ada kata lancar. Sebagian kota besar mengalami masalah jumlah kendaraan.
Alih alih mereka membyangkan memiliki kendaraan dan membuka kaca sambil menikmati angin sepanjang perjalanan.
Yang ada saat ini, hanya emosi bila seseorang memegang kemudi di jalan. Kecepatan tinggi sudah tidak ada lagi, semua berjalan seperti siput.
Belum lagi pengendara yang seenaknya memotong sana sini seperti mereka yang sudah membangun jalan.
Generasi baru melihat mengemudi adalah hal yang lebih buruk. Lebih baik mengambil transportasi online dibanding memiliki kendaraan sendiri.

Memiliki kesadaran ekologi dan ekosistem.
Bagi sebagian orang, memiliki mobil adalah alat transpotasi, sebuah tampilan dan hal hal yang mereka anggap berbeda dari orang lain.
Tapi mereka tidak pernah duduk di belakang knalpot kendaraan mereka sendiri.
Gen Z dan Millenial tahu itu. Bahwa emisi berbahaya tetap ada, walau generasi mobil terus memperbarui teknologi mesin untuk menekan gas buang kendaraan.
Mereka lebih tertarik dengan kendaraan listrik, tapi belum terlalu yakin karena masih tidak terlalu yakin siap digunakan.
Dibanding memiliki kendaraan pribadi dan meracuni orang lain, sementara mereka belum berkomitmen mengambil kendaraan listrik yang relatif lebih mahal.
Pilihan dengan menunda memiliki kendaraan pribadi.

SIM bukan untuk gengsi
Memiliki kendaraan, jalan jalan sambil membawa mobil pribadi. Bagi sebagian orang adalah hal yang membanggakan.
Nyatanya di 2 generasi ini tidak menarik dengan hal itu. Merekat ahu semua orang sudah bisa pergi, "kalau mau".


Sekarang tidak ada yang gengsi pernah pergi ke satu tempat indah.
Jadi untuk apa sia sia memiliki SIM dan mobil pribadi. Toh tidak ada yang dibanggakan di jaman modern saat ini.
Mungkin lebih menarik mengunakan mobil AI yang dapat mengemudi sendiri.

Tentu saja ada yang memiliki pendapat berbeda. Karena di setiap generasi memiliki tren
Kira kira seperti itulah gambaran dari tiap generasi dari jaman kaset sampai MP3.

Rasa kesepian di generasi Milenial berdampak pada kesehatan

22 persen dari milenium mengatakan mereka tidak memiliki teman
Generasi milenial berusia 23 hingga 38 tahun. Seharusnya merupakan tahun-tahun pertama karier dan memulai keluarga, sebelum persendian kaki terasa sakit nanti atau mulai tua.

Namun seperti yang ditunjukkan jajak pendapat baru-baru ini dan beberapa penelitian terkait, ada sesuatu yang hilang bagi banyak orang di generasi ini: yaitu persahabatan.

YouGov, sebuah perusahaan riset pasar, menemukan bahwa 30 persen dari milenium mengatakan mereka merasa sepi.
Angka tertinggi di seluruh generasi.

Lebih jauh lagi, 22 persen dari milenium dalam jajak pendapat mengatakan mereka tidak memiliki teman.
Dua puluh tujuh persen mengatakan mereka "tidak punya teman dekat,".
Responden jajak pendapat diartiken perbedaan antara "kenalan"; atau orang yang berinteraksi dengan sesorang.

Sebagai perbandingan, hanya 16 persen Gen Xs dan 9 persen di generasi baby boomer yang menyebut mereka tidak punya teman.

Jika Anda atau siapa pun yang Anda kenal mempertimbangkan untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri atau cemas, tertekan, kesal, atau perlu berbicara, ada orang yang ingin membantu:

Jika generasi ini benar-benar kesepian. Penelitian menunjukkan bahwa kesepian cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Apa yang akan terjadi pada milenium, yang sudah merasakan tingkat kesepian yang tinggi, bagaimana dengan mereka setelah usia tua?

Generasi baru lebih terisolasi karena menghabiskan lebih banyak waktu di internet. (Meskipun ada juga bukti bahwa internet dapat membantu orang yang kesepian, orang-orang yang terisolasi terhubung dengan orang lain.)

Untuk sementara mungkin, sesuatu yang khusus terjadi dengan generasi milenium.
Sebuah meta-analisis di tahun 1990, mencakup data 25.000 orang, menemukan bahwa "kesepian tertinggi di antara orang dewasa muda, cenderung menurun pada usia setengah baya, dan kembali meningkat sedikit di usia tua." Jadi ada masa dimana seseorang mulai berkurang berinteraksi dan kembali berinteraksi.

Seorang psikolog tidak mengetahui penyebab pasti adanya siklus tersebut. Peneliti dari Ruhr-Universität Bochum dan turut menulis makalah ini.
Apa yang menjadi masalah di kalangan muda, tentu saja kesehatan mereka.
Kesepian dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung - itu benar-benar menghancurkan kesehatan bagi kalangan muda. Dari 70 studi menunjukkan bahwa kesepian meningkatkan risiko kematian 26 persen.
Jadi bagi kalangan muda sebaiknya mulai bersosialisasi dengan baik. Jangan terikat dengan gaya generasi yang ada.

Berita terkait
Teknologi jam pintar atau Smartwatch mulai mengambil fitur medis. Samsung, Apple dan Kardio Mobile mulai memasarkan jam pintar dilengkapi EKG. Salah satunya EKG, umum digunakan tim medis menditeksi masalah jantung. Apakah jam pintar mampu menyamai kemampuan perangkat kedokteran. Tentu saja tidak, tapi ada beberapa fungsi dasar di smartwatch, memberi diteksi dini masalah jantung kepada penguna.

Fakta bahwa skuter bertenaga baterai tidak membuang polusi dari knalpot tidak berarti mereka bebas emisi, Layanan berbagi kendaraan setidaknya memiliki komitmen transporasi mereka harus ramah lingkungan. Tetapi di luar negeri, eSkuter listrik banyak mengalami vandalisme, produksinya tidak ramah, dan cara pengolahan yang salah. Bila diterapkan dengan baik, eSkuter masih menjadi alternatif pilihan yang baik



Mungkin anda rajin berolahraga, mengenakan jam pintar untuk melacak. Tetapi ada yang tidak dihitung oleh perangkat tersebut. Apakah olahraga untuk sehat saja atau untuk meningkatkan kebugaran. Salah satu paramter dari atlet untuk mengukur kemampuan dirinya disebut VO2 Max atau tingkat kebugaran seseorang. Tingkat dimana kemampuan tubuh beradaptasi pada batas beban puncak.

Perangkat jam pintar seperti fitur ECG dapat membantu orang untuk memberikan peringatan. Khususnya mereka yang memiliki masalah dengan jantung. Tetapi kasus lain berbeda, dimana orang yang seharusnya tidak mengetahui. Tapi jam pintar membantu memberitahu adanya masalah kesehatan

Tidak perlu repot memerangi pemanasan global, suhu panas dan perubahan iklim. Yang tersedia saat ini, cukup menanam pohon di permukaan bumi. Tidak perlu seluruhnya di tanam pohon, karena Bumi cukup mendukung untuk menanam 1 miliar pohon baru. Tidak menganggu kota atau lahan pertanian, hanya menanam pohon baru saja.

Baterai mobil listrik mungkin mengalami transisi dari ukuran 18650 ke 2170 yang lebih besar. Mampu menampung kapasitas lebih besar, dan pengisian baterai lebih cepat. Pabrikan Tesla sebelumnya mendapat baterai dari Panasonic. Testla mengeluarkan model baru mengunakan ukuran baterai 2170.

Beberapa tahun ini muncul produk Router WIFI Premium. Router game dengan harga lebih mahal dibanding Router standar. Apa kelebihan Router Game, salah satu komponen dengan CPU dan RAM. Bagian penting router pada pengaturan setting prioritas pada aplikasi dan menekan kelambatan akses internet.



Ketika anda membeli monitor. Apakah anda membaca keterangan tipe layar. Tipe panel monitor LCD terbagi 2 fungsi pemakaian, untuk profesional atau kecepatan frame rate. Di tahun 2018, pengunaan jenis panel monitor dengan panel IPS dan TN, panel VA terlihat tidak banyak dipakai saat ini. Tapi ada beberapa varian dari produsen panel monitor




No popular articles found.