Aplikasi mata mata Stalkerware di tendang lagi oleh Google


Security | 19 July 2019

Google telah menghapus tujuh aplikasi dari daftar Google Play Store setelah penelitian keamanan dari pembuat antivirus Avast menemukan mereka sebagai penguntit atau dapat memata-matai orang lain.

Aplikasi memungkinkan pengintai untuk secara diam-diam melacak dan memata-matai ponsel mereka yang telah diinstal aplikasi yang dikategorikan sebagai stalkerware.

Ketujuh aplikasi dibuat oleh pengembang yang sama dari Rusia.
Data yang diambil dapat diteruskan ke yang menginstall. Seperti data telepon ke email yang memasukan email.
Semua aplikasi memungkinkan pengintai mengakses semua jenis informasi sensitif, termasuk lokasi keberadaan perangkat, daftar kontak, pesan SMS, histori panggilan.

Menurut BleepingComputer yang menanyakan bagaimana aplikasi tersebut bekerja, komunikasi dapat dicegat pesannya yang dikirim melalui layanan terenkripsi seperti WhatsApp dan Viber jika smartphone Android sebagai target sudah di-root.
Aplikasi hanya dapat di keluarkan dari aplikasi lain.

Avast melaporkan empat aplikasi ke Google secara langsung pada hari Selasa 16 Juli 2019, yang semuanya segera ditarik dari daftar.
Tiga aplikasi lainnya juga dihapus pada hari Rabu 17 Juli 2019.



Aplikasi mata mata Stalkerware di tendang lagi oleh Google

Aplikasi diterbitkan dengan nama-nama aplikasi dan disebutkan fungsinya di Play Store berikut ini:



Track Employees Check Work Phone Online Spy Free
Spy Kids Tracker
Phone Cell Tracker
Mobile Tracking


Spy Tracker
Aplikasi yang disebut untuk teman atau orang tua memata-matai smartphone.

SMS Tracker
Aplikasi memata-matai karyawan.

Employee Work Spy
Target melihat lokasi karyawan, bila karyawan keluar dari kantor pada jam kerja. Termasuk untuk memata-matai anak anak.

Dari nama aplikasi sangat jelas, untuk memata-matai lokasi smartphone.

Memiliki kemampuan melacak diam-diam dari sebuah ponsel atau pergerakan orang lain adalah sesuatu yang diharapkan layaknya cerita film mata-mata.
Aplikasi pengintai yang dicurigai dan berpotensi mendapatkan akses langsung ke perangkat target. Dan tidak diketahui siapa yang telah menginstall.

Nikolaos Chryhsaidos, kepala intelijen dan keamanan ancaman seluler dari perusahaan antivirus Avast, mengatakan dalam sebuah pernyataan:

    Aplikasi ini sangat tidak etis dan bermasalah bagi privasi orang dan tidak boleh ada di Google Play Store.
Mereka mempromosikan perilaku kriminal, dan dapat disalahgunakan oleh orang lain, mereka yang ingin memata-matai dengan melihat keberdaan orang lain, atau lawan rekan lain untuk memata-matai korban mereka.
Kami mengklasifikasikan aplikasi seperti stalkerware, dan menggunakan apklab.io, kami dapat mengidentifikasi aplikasi tersebut dengan cepat, dan berkolaborasi dengan Google untuk menghapusnya.

Mengapa aplikasi mata mata ini sangat bermasalah.
Setelah diinstal, yang diperlukan hanyalah alamat email dan password, sehingga semua data dapat dikirim ke sebuah pemilik email itu.

Yang lebih memprihatinkan adalah sekali diinstal, pemilik ponsel tidak akan menyadari atau tidak dapat mendeteksi keberadaan aplikasi mata-mata.
Sehingga aplikasi akan berjalan secara tersembunyi.



Aplikasi penguntit atau Spy App telah di install sekitar 130.000 kali, secara kumulatif.
Spy Tracker dan SMS Tracker menjadi 2 aplikasi paling populer di antara aplikasi lainnya dan masing masing telah dii install 50.000 kali

Stalkerware pendapat Kaspersky

Menemukan setidaknya menemukan 37.532 perangkat Jan - Okt 2019. Jumlah temuan tersebut mungkin hanya gunung es, dan yang lain belum tentu terditeksi.

Ketika notebook di beri perlindungan, tetapi di smartphone mungkin tidak. Karena tidak semua mengunakan aplikasi Kaspersky.
Rusia adalah negara dengan tingkat penguntit paling tinggi. Disusul India, Brasil, Amerika dan Jerman. Inggris ditemukan 730 perangkat.
Kaspersky menyarankan, bila anda tidak mengunakan aplikasi yang sudah di install, sebaiknya di hapus.

Apa yang dimata-matai. Tentang manusia, seperti istri suami yang tidak saling percaya. Memang aneh.


Berita terkait
Hati hati menganti Wallpaper smartphone dengan foto format tertentu dapat mengunci smartphone dan tidak dapat digunakan lagi. Tidak semua model terkena masalah, tapi beberapa penguna smartphone telah melaporkan smartphone bootloop. Gunakan format sRGB untuk wallpaper di smartphone lebih aman.

Update hati hati dengan VPN peringatkan penguna VivaVideo. HAWK aplikasi dengan ratusan juta kali di install, meminta akses ke perangkat tanpa keperluan dari aplikassi. CamScanner aplikasi merubah foto text menjadi PDF. Di belakangnya disusup Dropper, di download 100 juta kali. Bila aplikasi DrainerBot yang dimasukan ke dalam aplikasi dan aktif. Menghabiskan koneksi data internet sampai 10GB perbulan.



Updates for Samsung tampil di Play Store dan sudah di download 10 juta kali. Apa benar aplikasi tidak resmi dapat memberi update Pembaruan dari smartphone Samsung. Sebenarnya sih, aplikasi tersebut tidak 100 persen benar. Walau dapat di download, tapi di kunci sampai user di paksa untuk membayar.

Whatsapp di bobol oleh software Israel NSO. Facebook telah merilis perbaikan aplikasi Whatsapp Mei 2019. Pihak NSO menyatakan software Pegasus mereka hanya diberikan ke negara luar dengan tujuan keamanan dan aparat hukum. Malware Media File Jack, kita mengirim file tapi tiba di penerima berbeda. Karena smartphone dibajak oleh malware

VidMate adalah aplikasi Android untuk download video offline. Lebih dari setengah miliar penguna VidMate aplikasi di Andorid. Tanpa disadari menghabiskan kuota internet, sampai mengeringkan baterai. Iklan muncul, dan diam diam sudah di layanan berbayar. Kapan aplikasi mencurigakan tersebut aktif, sampai di tendang Play Store

Aplikasi bodong alias bohong terkadang muncul di Google Play. Ada aplikasi yang dapat membuat camera smartphone tembus pandang, ada lagi yang menjual antivirus bodong alias bohong. Januari 2019, hati hati dengan aplikasi GPS, ternyata ada yang palsu juga. Sampai di download 10 juta kali

Malware Loapi menyerang smartphone android. Tampil iklan, menawarkan antivirus dan konten dewasa. Hati hati bila terinfeksi membuat smartphone kepanasan karena beban aplikasi yang diinfeksi malware



Beberapa aplikasi di blacklist atau masuk daftar hitam bagi perusahaan. Khususnya bagi penguna smartphone Android dan iOS di kalangan Enterprise. Whatsapp, Facebook Messenger masuk daftar hitam. Karena aplikasi mengirim data penting dari smartphone.

Peneliti Check Point menemukan sistem Android 6 akan menjadi masalah bila penguna tidak mengetahui adanya permintaan dari aplikasi. Di Android 6 Marshmallow, Google menambahkan ijin dari Permission SYSTEM_ALERT_WINDOW. Atau ada yang mencuri foto anda diam diam dengan SonicSpy di aplikasi Hulk Messenger, Troy Chat dan Soniac




No popular articles found.
< /body>