Fujifilm Neopan 100 Acros II film camera analog dibangkitkan kembali oleh gen M dan Z


   Digital | 12 June 2019

Ada banyak hal yang mungkin ingin anda salahkan pada generasi milenium dan yang sekarang

Generasi baru terlihat kembali tertarik dengan film analog. Teknologi camera film analog yang perlahan menghilang ketika memasuki dunia camera digital di akhir abad ke 20.

Fujifilm bulan Juni 2019, mengumumkan bahwa mereka akan membawa kembali film hitam putihnya karena permintaan dari "millennials and GenZs."

Fujifilm  Neopan 100 Acros II untuk camera analog dibangkitkan kembali oleh gen M dan Z

Perusahaan sebenarnya menghentikan produksi film monokromnya di tahun 2017.

Fujifilm mengatakan bahwa film Neopan 100 Acros II yang baru dikembangkan berdasarkan umpan balik dari demografi yang disebutkan di atas. Kalangan muda yang tertarik kembali mengunakan film analog.



Mereka adalah "penggemar film" yang baru, sehinggaperusahaan film ini ingin melayani kebutuhan mereka dengan mengeluarkan produk kembali film monokrom.

Beberapa dari kita mungkin menyadari bahwa Acros adalah merek yang sama yang digunakan Fujifilm. Dan digunakan sebagai film monokrom pada kamera digital seri-X-nya. Fuji membuat Acros II dalam format 35mm dan 120, lalu menghentikan produksinya karena yah sudah sangat sedikit yang mengunakan camera analog.

Film buatan Fuji tersebut memang unik. Memiliki kemampuan menangkap cahaya dengan butiran dan ketajaman yang lebih halus dibandingkan dengan Neopan 100 Acros aslinya berkat teknologi Super Fine terbaru. Jadi jangan lupa, ini adalah film generasi baru yang diperbaiki kembali oleh Fuji, walau mengunakan nama model film yang sama  tetapi dibagian belakang tertulis II. Atau Across 100II.
Film tersebut mengunakan ISO rendah yang umum digunakan untuk camera analog dengan pencahayaan cukup. Sehingga hasil foto tidak banyak menimbulkan bintik pada penangkapan elemen di film camera analog.

"Film 100 ISO ini akan memberikan resolusi yang tak tertandingi, butiran halus dan ketajaman dari hasil gambar, dengan detail luar biasa memuaskan berbagai skenario pemotretan dan eksposur," begitulah kata produsen film klasik Fujifilm.

Perusahaan juga telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan mulai menjual film monokrom baru di Jepang akhir tahun 2019 atau tepatnya di musim gugur. Kemudian akan ditentukan berdasarkan permintaan di pasar apa produk ini akan dirilis selanjutnya.

Film analog berbeda dengan film digital berbentuk file. Film analog tidak dapat digunakan langsung, harus melalui proses mencuci negatif film dan mencetak.

Artikel Lain

Harman Phoenix 200 mengunakan setting ISO 200, 36-eksposur. Film menangkap objek, tapi menghasilkan kontras foto tinggi..Harman adalah perusahaan yang sama yang memproduksi semua film merek Ilford. Film untuk camera analog Harman Phoenix 200 bagi hobi fotografi film.

Yamaha CD-C603 dapat memuat 5 disc dalam satu unit player. Untuk menganti disc tidak menganggu pemutar music walau tray disc sedang terbuka. Mendukung port USB untuk memutar lagu, dari format MP3 sampai format FLAC.



Wartawan sangat berhati-hati mengambil gambar pada demo di Hong Kong. Karena terlalu banyak laser pointer digunakan pendemo. Camera seharga $2000 kena spot sinar laser. Camera smartphone dengan lubang kecil, dapat rusak ketika terkena spot langsung dari cahaya lampu laser konser.

Photoshop dapat dimanfaatkan untuk editing video. Salah satu efek membuat tampilan video Cinema. Dengan menambahkan layer warna, maka warna video asli dapat dirubah seperti video film look. Proses render video Cinema dengan Photoshop lebih cepat dan lebih ringan.

Astrofotografer Filippo dari Itali ini kreatif. Dia membuat pendingin camera agar tidak kepanasan. Sebuah bodi camera DSLR 5500 dipasangkan cooler yang disebut Primalucelab D5500a dipasangkan pendingin sel Peltier

9 April 2023, pesawat Hut TNI AU 77 terlihat di udara. 5 Oktober HUT TNI AU 3 Oktober 2021 Gladi Bersih persiapan hari TNI 5 Oktober 2021. Pada pagi hari sempat terlihat beberapa pesawat jet tempur untuk berlatih dan pesawat F16.



Youtube Obengplus

Trend