Facebook biometrik mengenal wajah anda apakah legal


   Security | 8 May 2016

Facebook mengunakan algoritma untuk mengenal wajah seseorang, hanya mengunakan informasi sebuah foto.



Fungsinya untuk mendapatkan siapa pemilik foto, dan dihubungkan ke database arsip Facebook.

Sehingga aplikasi Facebook dapat mencari dan mengenal foto, sekaligus dapat mengenal siapa saja yang ada di foto bila setiap orang yang ada di foto telah memasukan data dalam member Facebook. Dan tampil kemungkinan si pemilik foto dengan tanda “tag suggestions,”

Informasi ini agak menyeramkan, bila seorang menyembunyikan dirinya ke publik. Bisa saja dikenali oleh Facebook, dan orang lain dapat melihat siapa wajah dan nama yang ada di dalam foto.

Teknologi pengenal wajah sangat memudahkan perusahaan media sosial, karena perkembangan camera smartphone dan mereka memasukan foto selfie ke halaman media sosial

Facebook biometrik pengenal wajah anda apakah legal



Awal Mei 2016, pengadilan Amerika memutuskan gugatan ke Facebook, setelah Facebook secara tidak sah mengumpulkan data bioemtrik yang berkaitan dengan wajah foto tanpa ijin penguna

3 orang menggugat Facebook seara terpisah dan bergabung dalam satu gugatan. Langkah pembaca biometrik dianggap melanggar Biometric Informasi Privacy Act (BIPA) berdasarkan undang undang tahun 2008 Illinois. Yang menurut hukum tersebut, setiap perusahaan dilarang mengunakan algoritma sidik wajah tanpa seijin pemiliknya

Pihak Facebook membantah dan mengikuti hukum California, tapi hakim yang menangani menolak permintaan Facebook.

Pengadilan menerima tuduhan bahwa teknologi pengenal wajah Facebook melibatkan sistem scan wajah geometri yang dilakukan tanpa persetujuan pemilik.  Dan Hakim James Donato menyatakan masuk akal teknologi biometrik Facebook masuk dalam aturan BIPA. Facebook kemungkinan akan di denda sekitar $1000-5000, bagaimana dengan penguna lain ?

Facebook tidak terbuka tentang pengaturan privasi dalam perjanjian para member. Kasus ini bukan pertama yang diajukan ke pengadilan atas keluhan penguna Facebook.
Ketika seseorang masuk ke Facebook, mereka belum tentu membaca, dan langsung meng-klik pernyataan setuju. Dan tidak menempatkan informasi apakah user akan mendapatkan algoritma wajah mereka akan digunakan oleh Facebook.

Di Eropa, pengenal wajah telah dihentikan oleh Facebook pada tahun 2012. Karena menyangkut masalah privasi seseorang

Bila seseorang mengunakan foto, kemungkinan besar dalam beberapa saat dapat dikenali di Facebook. Seandainya seorang netter tidak menyukai publikasi, dan menjaga privasi sebaiknya tidak pernah memasukan foto mereka di media sosial. Cepat atau lambat foto yang ada di media sosial akan terbaca dengan sistem algoritma media sosial

Teknologi biometrik lain seperti sidik jari dan retina mata. Untuk sidik jari mulai digunakan tahun 2015. Digunakan untuk kunci smartphone dari sidik jari pemilik smartphone. Apakah kita yakin bila sidik jari kita aman di smartphone, atau jangan jangan sudah dihitung oleh smartphone dan dikirim sebagai data perusahaan lain.

Anda penguna media sosial dan bisa bersembunyi disana, sepertinya tidak.

Gunakan teknik foto selfie seperti dibawah ini, agar media sosial tidak bisa mengidendifikasi wajah anda.

Anti Biometric Social Media

Artikel Lain

Kunci kartu kamar hotel tidak seaman yang kita kira. Kunci pintu hotel mengunakan kode RFID, mirip RFID KTP. Nomor kunci dicatat pengelola hotel, dan memberi akses kamar, sampai semua layanan. Tapi kode RFID terlalu sederhana, berdampak bagi kunci Dormakaba yang paling umum digunakan.

Waspada dengan OTP SMS, berhubungan dengan aplikasi Bank. Memeriksa malware dari layanan Google dengan Google Play Protect aktif default mulai Oktober 2023. Sekarang dapat diperiksa apakah ada aplikasi berbahaya di smartphone. Cara setting Google Play Protect.



CCTV merek Dahua dan HikVision digunakan di Ukraina, untuk layanan keamaman kota. Kabarnya menjadi alat mata-mata Rusia, melewati pemerintah China. Sehingga Rusia dapat melakukan serangan ke beberapa kota di Ukraina, apa benar demikian.

Juni 2022 Telegram Premium berbayar. Telegram mengambil survei di Jerman, dan user memilih rahasia tetap di jaga, atau diungkap bila melalui prosedur yang dilakukan sebelumnya. Jangan di banned Telegram bila kena 5 aturan utama.

Perangkat Smart TV merek Skyworth mendadak ramai dibicarakan April 2021 lalu. Diam diam Smart TV melakukan scanning ke perangkat setiap 10 menit, dan mengambil data penguna lalu dikirim ke luar. Mengapa SmartTV tersebut bekerja diam diam, dan untuk apa mengirim data.

VidMate adalah aplikasi Android untuk download video offline. Lebih dari setengah miliar penguna VidMate aplikasi di Andorid. Tanpa disadari menghabiskan kuota internet, sampai mengeringkan baterai. Iklan muncul, dan diam diam sudah di layanan berbayar. Kapan aplikasi mencurigakan tersebut aktif, sampai di tendang Play Store

Situs bajakan lebih umum memasang iklan untuk mendanai biaya operasi. Kembali mengaktifkan script menambang cryptocurrency. Kali ini pengunjung ke situs tidak diberitahu.



Hati hati memposting foto anda di media sosial atau situs storage gratis. Di smartphone memiliki fitur geotag atau data foto diambil akan disimpan dalam foto. Foto dapat menunjukan dimana keberadaan anda. Rusia melarang militer memposting di daerah zona militer

Rilana Hamer di Belanda baru memiliki camera IP Cam untuk mengawasi rumahnya. Tidak lama suara muncul di camera, seperti ada yang memata-matai dirinya. Camera Wyze bermasalah bertahun tahun tidak diumukan user update Firmware

Beberapa aplikasi di blacklist atau masuk daftar hitam bagi perusahaan. Khususnya bagi penguna smartphone Android dan iOS di kalangan Enterprise. Whatsapp, Facebook Messenger masuk daftar hitam. Karena aplikasi mengirim data penting dari smartphone.

Ada sisi gelap dimana konten bisa hilang di situs pencarian Google. Tidak semua informasi akan ditampilkan oleh Google, kadang dapat muncul di situs pencarian lain. Tapi sebagian data yang disembunyikan adalah data berbahaya yang sama seperti kejahatan di dunia nyata.

2 ISP China Telecom dan China Unicom sebagai 2 operator terbesar di Asia. Melalukan praktek ilegal dengan menginjeksi konten di jaringan internet mereka. Kedua ISP memaksakan user melihat iklan yang mereka miliki. Tapi yang berbahaya meninggalkan link Malware

Bila anda mengunakan browser Google Chrome, sering muncul peringatan pada website. Kemarin aman aman saja, tapi hari ini muncul peringatan di halaman Google Chrome. Atau ketika mencari informasi tentang website di Google.com, ada peringatan bahwa Website Tidak Aman.



Youtube Obengplus

Trend