Data center dan Ai untuk perusahaan Startup mengapa Big Tech berlomba


   News | 6 June 2024


Perusahaan teknologi membuat datacenter dimana mana.
Bangunan luas tanpa jendela, disana mesin fisik internet dan cloud berada.

Sekarang lebih banyak lagi yang dibangun.
Microsoft mengumumkan membangun Azura Cloud di Indonesia di akhir 2023. Target 2 kali kapasitas yang dimiliki sebelumnya.
Juga di Thailand, telah dibuka data center milik Microsoft.

Di tahun 2020, Microsoft melakukan percobaan untuk pendingin server. Memasukan server ke tabung besar dan di celupkan ke dalam air.
Tujuan, agar sistem pendingin server tidak perlu mengunakan listrik, tapi dengan air laut.

Baru baru ini pendiri SpaceX mengatakan akan memindahkan 10.000 GPU Nvidia yang katanya tidak terpakai dari Tesla, untuk layanan X.

Intel dan AMD mengejar tertinggalnya dengan Nvidia.
Tiba tiba merilis beberapa procesor dengan teknologi Ai di tahun 2024.

Google bersiap di Asia Pasifik, membangun data center di negara Malaysia, Thailand dan Selandia Baru.
6 daerah lainnya di luar Asia seperti Berlin, Dammam, Meksiko, Tel Aviv dan Turin.
Di tahun 2024, memiliki data center di 40 regional, dan 121 zone dengan 200 negara lebih.
Salah satu yang terbesar Google Data Center Singapura, dengan 2 gedung berbeda.



Amazon memiliki layanan AWS berlokasi di Jakarta tahun 2021.
Salah satu pusat data center ada di Singapura, tidak jauh dengan perusahaan Equinix
Menyusul Malaysia, Thailand, Selandia Baru, Arab Saudi, Jerman, Meksiko
Sempat meminta penguna AWS untuk menurunkan kapasitas, karena beban server overload di bulan Juni 2024.

Melihat gedung data center, tidak ada orang, hanya pintu tertutup, dengan gedung tinggi tanpa jendela.

Microsoft Azure memiliki data center dalam perencanaan di Jakarta, juga  Malaysia dan Taiwan.

Pusat data center adalah ruang dengan begitu banyak computer, tapi lapar power.
Satu datacenter mengkonsumsi listrik sekitar 10MWatt.

Server Cloud Compute Google

Sekarang mengunakan mesin lebih kuat seperti GPU besar, dapat menghabiskan daya 10x lebih besar.

Tahun 2023, semua datacenter memiliki kapasitas 10,1 ZB Zeta Byte.
Setara koleksi 456 miliar data Wikipedia.

Dengan kebutuhan Ai, dibutuhkan data baru untuk pengolahan Big Data atau data yang sangat besar.
Dampak Ai meningkatkan kapasitas data dan daya lebih besar, kapasitas datacenter global diperkirakan akan naik 2x lebih besar sampai 2027.
Semua informasi yang dapat ditemukan di "internet", akan diserap dan di oleh teknologi server Ai. Jelas semua harus diolah dan disimpan sebagai Big Data.

Datacenter terbagi untuk skala kecil dan terpusat skala besar.
Untuk layanan, Microsoft dan Amazon mencapai 3 digit untuk layanan pelanggan.
Amazon menguasai 31% (2024), Microsof Azure dibelakang 25%, Google 11%. Ketiganya memegang 2/3 layanan Cloud

Data center diagram

Pusat data Cloud Compute dan Ai bukan satu satunya faktor pendorong perusahaan teknologi membangun skala besar.
65% datacenter dimiliki 3 raksasa, Microsoft, Amazon dan Google.
Ketiga perusahaan berlomba menguasai pasar, bahkan yang kita lihat tidak seperti perkiraan kita
Visi perusahaan besar tentu sudah jauh ke depan.

Datacenter bukan lagi sebuah gudang penyimpan data.
Tapi infrastruktur penting yang hampir dibutuhkan oleh semua perusahaan teknologi di dunia.

Siapa perusahaan yang membutuhkan datacenter, untuk apa.
Saat ini perusahaan datacenter memiliki berbagai, mungkin semua layanan
Dari Network, Security, proses data, platform dan apa saja.
Menawarkan harga lebih murah untuk penyewa.

Layanan yang bersaing seperti Amazon Web services / AWS, Google Cloud, Microsoft Azure.

Semakin banyak 3 perusahaan tersebut memiliki datacenter. Semakin besar layanan yang diberikan. Berdampak semakin besar kapasitas storage, dan kekuatan Compute di datacenter yang disediakan.

Jadi 3 nama tersebut seperti toko serba ada. Menyediakan semua yang dibutuhkan terkait teknologi internet.

Siapa targetnya, salah satu perusahaan pemula di bidang Ai.
Pendatang baru membawa perubahan seperti inovasi, tapi mereka membutuhkan mesin yang kuat untuk menjalankan Ai generatif.
Peralatan yang mereka butuhkan hanya ada di perusahaan teknologi raksasa.

Beberapa layanan juga melakukan investasi ke perusahaan Startup baru, menawarkan kredit untuk pemakaian Cloud miliknya.
Microsoft bekerja sama dengan investasi besar di OpenAi.

Disisi keuntungan, perusahaan pemula akan diuntungkan dengan biaya murah. Juga membuka peluang ekosistem kepemilikan dengan dukungan perusahaan yang membantu langsung.

Di sinilah letak bisnis sebenarnya, kata Cecilia Rikap, ekonom yang menulis Dynamics of Corporate Governance Beyond Ownership in AI.
Semakin banyak AI yang dikonsumsi, maka semakin banyak konsumsi cloud, tidak hanya lebih banyak uang bagi perusahaan-perusahaan ini tetapi juga semakin banyak teknologi digital yang saling terkait dan kusut di dalam infrastruktur mereka.

Keterikatan inilah mengkhawatirkan banyak ekonom dan pakar hukum.
Para regulator menyebut masalah ini sebagai “locking in”.
Beralih dari satu ekosistem data ke ekosistem data lainnya tidak seperti memindahkan kantor ke gedung baru.
A ntarmuka pemrograman antara Microsoft Azure, misalnya, tidak hanya langsung parkir ke Amazon Web Services.
Masuk ke salah satu hotel itu mudah, tapi tidak akan pernah bisa keluar.

Ketika raksasa teknologi memberikan startup akses ke layanan cloud dan model bahasanya yang besar, mereka sudah cukup yakin dengan kendali atas perusahaan pemula yang mungkin suatu hari nanti akan tumbuh menjadi pesaing.

Para pemimpin pasar mendapatkan keuntungan dari keuntungan perpindahan awal ditambah dengan efek jaringan dan biaya peralihan yang tinggi sampai akhirnya mengunci pelanggan, laporan  subkomite dalam laporan setebal 450 halaman pada tahun 2020.

Terburu buru membangun pusat data, bukan masalah Cloud saja. Tapi langkah Big Tech untuk mengamankan kunci kerajaan AI di masa datang.

Dalam jangka pendek, kebangkitan pusat data sebenarnya hal baik bagi para startup.
Sampai saat ini, persepsi di kalangan akademisi adalah Cloud Compute sabgat bermanfaat bagi startup dan inovasi, kata Matthew Wansley, profesor hukum di Universitas Yeshiva
Dulu, jika anda pendatang baru atau baru memulai, anda harus membangun server sendiri. Itu adalah biaya tetap di muka yang sangat besar.
Itu sudah tidak ada lagi.

Harga layanan Cloud Compute telah turun setiap tahun sejak tahun 2006.
Dari tahun 2010 hingga 2014, harga database AWS turun sebesar 11%. Selama dua tahun berikutnya, angkanya anjlok sebesar 22%.

Cloud Compute memudahkan startup mendapatkan pendanaan.
Para pemodal ventura mengadopsi pendekatan “Lempar dan berdoa” dalam berinvestasi, berarti mereka bertaruh lebih banyak perusahaan namun berinvestasi lebih sedikit
Mereka mengembalikan keterlibatan langsung mereka dalam menjalankan perusahaan, memercayai pasar untuk memilah siapa yang menang dan kalah.

Seluruh situasi ini sangat bagus untuk startup AI.
Perusahaan kecil mendapatkan akses terhadap kekuatan komputasi dan skalabilitas yang ditawarkan oleh penyedia layanan besar, kata Jonas Jacobi, CEO dan salah satu pendiri ValidMind

Ada data yang menunjukkan Amazon menjadikannya prosedur operasi standar untuk "menelan" produk-produk pesaing OpenSource dan mengemasnya kembali sebagai bagian dari rangkaian layanannya sendiri, seperti yang dilakukannya pada Search engine Elastic.
Semua itu adalah perjalanan perusahaan Startup, tergantung mereka harus lebih gesit dan lebih cepat.

Tapi para ekonom memperigati, gesit dan cepat tidak cukup.
Aset dasar mutlak harus mereka miliki, untuk bersaing dengan raksasa teknologi sepertinya lupakan.

Ai adalah teknologi umum walau terlihat baru.
Tapi Big Tech mengambil monopoli intelektual mereka dengan mengunci mereka tetap berada disamping perusahaan Big Tech.

Rikap juga menemukan bahwa semakin besarnya kendali atas pusat data juga memberikan insentif bagi Big Tech bekerja sama berbagi informasi dan melindungi kepentingan bersama mereka.

Dalam makalah yang ditulis Bengt-Åke Lundvall, ekonom di Universitas Aalborg di Denmark, Rikap mencatat artikel-artikel dalam jurnal teknis dan akademis dari para peneliti di Microsoft, Google, dan Amazon secara konsisten memiliki rekan penulis yang dipekerjakan pesaing mereka.
Tentu saja, ilmu komputer hanyalah dunia kecil. Namun penulisan bersama, adalah cara murni untuk menunjukkan mereka berkolaborasi dan mengetahui apa yang dilakukan satu sama lain

Saat ini, masih ada alasan untuk berharap inovasi dapat mengalahkan monopoli.
Amazon, Google, dan Microsoft masih bersaing dalam harga dan fitur, hal ini bagus untuk semua orang.
Di Eropa, para regulator mengambil pendekatan yang lebih agresif terhadap teknologi umum dan Cloud Compute.

Ketiga raksasa tersebut saling bersinggungan.
Eksekutif Google Cloud baru-baru ini mengecam Microsoft sebagai "monopoli" dan "taman bertembok", kelompok perdagangan termasuk Amazon mengajukan keluhan antimonopoli atas lisensi Cloud Compute Microsoft.

Jadi, apa cara terbaik untuk memastikan Big Tech tidak menggunakan pusat data untuk menghambat inovasi.

Google Data Center location

Para peneliti menunjuk ke Google, yang menawarkan jenis kemitraan lebih ramah kepada para startup.
Divisi Google Cloud bermitra dengan perusahaan rintisan yang menjanjikan, berkontribusi pada proyek sumber terbuka, dan berkolaborasi dengan yayasan sumber terbuka, kata dua pakar baru-baru ini. Kata mereka, memungkinkan Google memperoleh keuntungan sekaligus mendorong pertumbuhan perusahaan dan ide-ide baru.

Yang lebih penting lagi, Komisi Perdagangan Federal, menyadari ancaman yang ditimbulkan data center, telah memerintahkan perusahaan-perusahaan Big Tech untuk menyerahkan informasi mengenai investasi AI mereka.

Yang terakhir, apakah Ai nanti dapat bermanfaat bagi manusia.
Kebutuhan Ai yang sangat berguna misalnya dibidang kesehatan, astronomi.
Bidang lain seperti live broadcast Ai dapat menghilangkan pembaca berita di televisi. Mungkin bidang ini tidak memberi banyak manfaat, dibanding pembaca berita manusia.
Tapi Ai sekedar hiburan seperti foto generatif Ai di media sosial apakah mampu bertahan lama, sampai kita bosan melihat.
Layana pasif yang mengantikan dukungan layanan, masih dapat terbantu dengan Ai. Khususnya menangani jawaban dari para pelanggan. Karena Ai dapat menangani masalah lebih cepat (setidaknya itu yang diceritakan dari beberapa perusahaan).
Ditunggu saja apakah Ai benar benar berguna untuk kehidupan.

Artikel Lain

Juni 2024 perusahaan Adobe menjadi kontroversi. Salah satu pop Windows memberi keterangan bila Adobe dapat mengakses konten member. Pesan muncul di keterangan - Updated Terms of Use. Membuat fotografer, seniman penguna Adobe marah. Adobe memperjelas aturan, bukan untuk Ai.

Kebutuhan daya server Ai dan ML meningkatkan pemakaian power listrik. Infineon power supply dirancang lebih efisien sampai 97%. Mengapa data center menjadi momok energi terbarukan. Rancangan GPU mendatang membutuhkan 1000W di data center, bahkan akan terus naik. Amazon sudah menjatah pemakaian Cloud Ai.



Membayangkan data 2 Petabyte data hilang dihapus oleh peretas. Sengketa juga berurusan dengan dunia digital, dimana sebuah negara memiliki banyak layanan. Kali ini Planeta milik Rusia, ketika data dari penelitian bertahun tahun dihilangkan seperti sulap.

Ketika 2 bank terputus ke jaringan data center. Berdampak ke seluruh transaksi dari 2 nasabah dan layanan digital. Server kepanasan, mengakibatkan koneksi server offline. Kadang sistem otomatis tidak bekerja seperti apa yang direncanakan.

Jaringan data center Google di Asia sudah online. Ada 2 tempat, satu di Taiwan dan satu lagi di Singapura. Kabar baru menyebutkan Google batal membangun data center di Hongkong.



Youtube Obengplus

Trend