Baterai natrium-ion untuk rumah nanti murah dengan bahan natrium


   Technology | 3 May 2024

Pandangan ke depan dengan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin kini jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar fosil dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, pemanfaatannya masih terputus, menghambat penerapannya secara luas sebagai sumber energi yang dapat diandalkan.
Masalah ada di baterai penyimpan energi.
Panel surya menghasilkan listrik siang hari, sebagian dapat disimpan ke baterai
Baterai paling murah yang dipakai tipe baterai Free Maintenance - MF. Basisnya seperti aki biasa, tapi dengan cairan gel.
Beberapa produk mengunakan accu Deep Cycle yang tahan dengan voltase rendah.

Diluar negeri penguna lebih banyak memakai baterai tipe Lifo atau tipe lithium fosfat.
Teorinya baterai Lipo lebih murah, dibanding baterai lithium standar walau masih kalah untuk kapasitas.
Pemanfaatan baterai Lipo juga diterapkan untuk kendaraan listrik.

Sekarang kita dapat menemukan baterai natrium 18650, kapasitas tidak terlalu besar, dengan output voltase 3.1V harga cukup murah.
Untuk baterai natrium, belum banyak tersedia module board management / BMS. Ada tapi masih mahal.

Laporan IEA menemukan biaya modal sistem penyimpanan baterai diproyeksikan turun hingga 40 persen pada tahun 2030.

Pengurangan biaya yang signifikan ini menjadikan penggabungan tenaga surya dan angin dengan penyimpanan baterai menjadi lebih terjangkau dibandingkan membangun pembangkit batu bara baru atau pembangkit listrik tenaga angin. serta pembangkit listrik tenaga gas di banyak belahan dunia.

Meskipun baterai litium-ion saat ini mendominasi pasar penyimpanan energi dan transportasi, laporan tersebut menyoroti meningkatnya penggunaan bahan kimia baterai litium besi fosfat (Lipo LFP) yang lebih murah. Baterai LFP menyumbang 80 persen dari baterai penyimpanan stasioner baru pada tahun 2023.

Di bidang transportasi, baterai litium-ion memenuhi sekitar 90 persen permintaan tahunan sebagai bahan baterai yang dominan pada kendaraan listrik.
Namun, laporan tersebut menyatakan ada lagi jenis baterai baru dengan bahan natrium-ion

Memiliki daya tahan 50.000 kali pengisian, sumber bahan berlimpah, pengisian sangat cepat, juga pelepasan energi yang baik.
Seperti yang diungkap produsen baterai Natrium-ion yang disebut Natron BluePack

Baterai Sodium Ion sebenarnya sama seperti natrium, berasal dari bahan garam.
Pengembangan densiti atau kepadatan energi dari baterai sodium baru mencapai 140 Wh/kg, dibanding LiFo tidak jauh berbeda 155Wh/kg tapi masih tertinggal dengan pengembangan baterai lithium nikel dan cobalt yang mencapai 200Wh/kg



Produsen baterai Natron mengatakan pengisian baterai 10x lebih cepat dengan baterai Natrium dibanding Li-ion.
Dari catatan kapasitas baterai di tahun 2022, tercatat dengan 70Wh/kg. Lebih cocok untuk baterai stasioner.

Produsen baterai CATL di tahun 2021 mencatat kemampuan daya simpan baterai sampai 160Wh/kg
Rencananya akan ditingkatkan sampai 200Wh/kg agar memenuhi standar power mobil listrik.

baterai Sodium MIT

Diperkirakan berjumlah kurang dari 10 persen baterai kendaraan listrik pada tahun 2030, tapi menjadi baterai penyimpanan energi stasioner yang jumlahnya semakin besar karena perkiraan biayanya 30 persen lebih rendah dibandingkan baterai LFP.



Sektor transportasi memprioritaskan unit baterai yang padat tapi ringan.
Masalah potensi pengurangan biaya yang lebih besar pada baterai penyimpan energi yang lebih besar dan lebih berat tidak masalah untuk baterai penyimpan listrik di rumah.

Turunnya harga baterai dengan cepat, memungkinkan penerapan jaringan mikro dan sistem rumah tenaga surya yang lebih terbarukan di wilayah yang tidak memiliki akses jaringan listrik
Pada tahun 2030, IEA memproyeksikan biaya listrik untuk sistem yang dipadukan dengan baterai ini dapat turun hampir 50 persen.

Secara keseluruhan, laporan ini memperkirakan peningkatan enam kali lipat dalam kapasitas penyimpanan energi global pada tahun 2030.
Dan baterai menyumbang 90 persen dari pertumbuhan tersebut.

Laporan tersebut menemukan kapasitas produksi telah meningkat tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir saja.
Meskipun China masih mendominasi produksi baterai, 40 persen dari produksi baterai baru ditujukan untuk negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Proyeksi ekspansi manufaktur ini akan menjadi hal yang sangat penting, karena total investasi baterai di seluruh aplikasi akan meroket hampir 4x lebih besar $1,2 triliun pada tahun 2030 berdasarkan skenario paling ambisius dari IEA.
Hal ini akan menggandakan pangsa investasi energi ramah lingkungan secara keseluruhan hanya dalam waktu tujuh tahun.

Butuh waktu bagi kita menyiapkan atau menunggu baterai penyimpan listrik murah. Tapi itu tidak lama lagi, setidaknya perkiraan dari IEA.

Artikel Lain

Baterai Tener baterai dengan kapasitas terbesar di dunia. Berukuran 1 kontener, menampung kapasitas 6MWh. Keunggulan baterai Tener disebut tidak mengalami degradasi setidaknya selama 5 tahun. Dapat di isi ulang sampai 15 ribu kali dan pengoperasian 20 tahun.

Baterai lithium mulai terbatas, terlebih pemakaian mobil listrik sangat membutuhkan bahan lithium. Pengembangan baterai untuk penyimpan energi terbarukan. Natron di California mengembangan baterai Sodium-ion. Pabrik lain juga mengembangkan baterai Na-ion, itu hanya berbeda nama.



Teknologi penyimpan energi listrik tampil dengan Flow Battery cair. Tidak berbentuk baterai dalam bentuk fisik, tapi baterai dengan cairan. Pertama di Jerman, tapi powerbank terbesar ini ada di China. Baru beroperasi September lalu memberikan power hitungan MegaWatt. Bahan Beta Cyclodextrin yang lebih murah untuk penganti Vanadium Flow.

Baterai Betavolt BV100 dapat menyimpan energi selama 50 tahun, tidak perlu di charge ulang. Pengembangan baterai dari limbah nuklir yang disebut baterai berlian dapat bekerja ribuan tahun. Mengurangi limbah nuklir dan memanfaatkan radiasi menjadi energi

Baterai natrium-sulfur yang dibuat para insinyur di The University of Texas di Austin memecahkan salah satu masalah terbesar yang menuidan teknologi alternatif. Mengunakan 2 kombinasi material yang ramah lingkungan, biaya murah, rencana dikembangkan untuk baterai masa depan.

Fayez al-Hindi seorang warga Palestina menciptakan alat penyulingan air bertenaga surya, dan menghasilkan air sehat yang dapat di minum. Fayez bisa membantu warga disekitar agar mereka bisa membuat air minum sendiri dengan bantuan cahaya matahari.

Baterai NiMH lebih hemat dibanding baterai biasa. Tapi perlu di isi ulang sebelum digunakan. Tidak membiarkan baterai di dalam perangkat elektronik selama 3 bulan lebih. Mengisi 3-4 jam membuat umur baterai lebih lama.



Dari Discovery Channel. Baterai Lithium memiliki keunggulan dengan bobot ringan tetapi power besar. Bagaimana bateerai Lithium untuk kendaraan dibuat.



Youtube Obengplus

Trend