Kabel USB C magnet resiko menganggu perangkat


   Shortstory | 23 April 2024

Kabel USB magnet atau kabel USB C dengan ujung magnet menjadi solusi untuk menghindari perangkat terjatuh.

Biasanya kita mengisi baterai dan kabel terurai di lantai, lalu tersandung kabel dan menarik ponsel terjatuh.

Dengan konektor USB C magnet, ponsel kemungkinan tidak ikut tertarik, dan magnet dengan mudah lepas dari port pengisian baterai.


Hal lain, konektor USB dengan magnet lebih mudah untuk mengisi baterai, cukup di dekatkan dan tersambung.

Tapi beberapa kasus muncul, perangkat kabel USB C dengan magnet juga membahayakan perangkat itu sendiri.
Masalah lain, kabel USB C magnet tidak dirancang untuk arus besar sesuai standar.

Harga kabel USB C magnet dijual cukup murah, sekitar $11. Di Indonesia bahkan tidak lebih dari 80 ribu, bahkan hanya 30 ribuan saja.

Walau desain kabel dengan sambungan magnet terlihat bagus, ada beberapa masalah yang dapat ditimbulkan seperti.

Risiko pelepasan listrik statis.
Kehilangan data dan penurunan kinerja akibat interferensi magnetik elektronik dari pin POGO terbuka (pin logam kecil yang mendorong keluar untuk melakukan kontak).
Risiko kerusakan sambungan listrik pada pin di kelembapan tinggi. Umumnya pengina tidak melepas kepala konektor.
Potensi serpihan menyebabkan korsleting pada pin magnet terbuka. Pin terbuka beresiko masuk kotoran.
Dan desain konektor magnit bukan rancangan  resmi dari spesifikasi USB-C.

Alasan terakhir mungkin menjadi dasar kita, karena kabel USB C magnet bukan mengikuti standar.



USB C magnet dont use that

Salah satu alasan dari desain kabel USB C untuk mengisi baterai.
power yang dikirim untuk mengisi notebook sebesar 65W, tiba tiba kabel dilepas.
Insinyur telah merancang untuk meminimalkan resiko pada konektor dengan memutus power dalam waktu tertentu.

Rancangan tersebut akan hilang ketika konektor tersambung mengunakan magnet, sementara kepala konektor masih terhubung di port USB C.

Tapi kita bertanya juga, mengapa Apple dan Microsoft merancang konektor magnet utnuk laptop mereka sendiri.
Dan disana aman aman saja.


Microsoft telah mengajukan paten konektor magnet tipe USBC, tapi belum ditindaklanjuti.
Bbaik Microsoft dan Apple telah melakukan perubahan dengan pengisian power mereka sendiri, dan memperhitungkan resiko, kerusakan sampai kehilangan data ketika kabel lepas.
Tentu keduanya memiliki dana untuk melakukan percobaan internal.

Bagaimana dengan rancangan kabel USB C magnet yang murah, dengan alasan tren dan kemudahan. Apakah sudah teruji.

Dari marketplace luar negeri, beberapa orang mengatakan tidak menemukan masalah.
Tetapi banyak juga yang melaporkan ponsel dan notebook mereka rusak akibat konektor USB C tersebut.

Satu laporan dari Forum Framework, disebut konektor USB C hampir mengoreng notebook dengan listrik statis.
Dari laporan itu disebut tiba tiba laptop tidak bekerja, lampu berkedip dengan error di memory.
Esoknya laptop kembali bekerja normal, menurutnya itu aneh. Tentu saja ketika masalah terjadi, ada gangguan di konektor dengan listrik statis.

Satu forum lain menyebut tidak mengunakan konektor USB-C magnet. Ini peringatan katanya, sebelum terlambat.
Alasan yang sama, konektor dapat lepas tiba tiba dari notebook.

Di forum Reddit juga tertera bahkan sudah diberitahu 3 tahun lalu.
Seorang penguna USB C magnet melihat notebook terbakar ketika tidak sengaja konektor yang terlepas bersamaan ketika di charging.

Perdebatan pengunakan konektor jenis ini mengikuti pengalaman penguna. Yang lain mengatakan bertahun tahun tidak masalah, yang lain mengatakan sudah memiliki masalah.
Yang lain menyebut tidak membeli konektor murah, tapi yang berkualitas agar aman.

Intinya, rancangan USB C tidak pernah dibuat sebagai standar dengan magnet untuk pengisian arus besar.



Artikel Lain

Mengapa peralatan modern lebih rumit bahkan cepat rusak. Harian WP menanyakan ke teknisi dan penjual, perangkat modern menjadi rumit karena banyak komponen elektronik. Perangkat lama mengunakan teknologi analog dan mekanik lebih tahan lama,

Samsung menyiapkan 3 adaptor charger. Satu model memiliki 3 output port, satu model dengan 1 port USB C. Kali ini Samsung menawarkan Fast Charger dengan power lebih besar 45W. Generasi sebelumnya terbatas sampai 25W.

Model konektor listrik di setiap negara berbeda beda. Konektor tipe A sampai G lebih banyak digunakan di beberapa negara. Ada lagi yang membedakan, tegangan voltase juga berbeda antara 120V sampai 240V. Serta Frekuensi tegangan antara 50Hz atau 60Hz

Quick Charger 5 mendukung dual charge 100W, 5 menit 50 persen kapasitas baterai. Quick Charger 4.0 INOV - Intelligent Negotiation Optimum Voltage. Juni 2017 tampil Quick Charge 4+ daftar smartphone QC4+ Mei 2020. Quick Charger 3+ April 2020 akan dibuat adaptor charger murah seri QC.



Youtube Obengplus


Trend