Satelit Hotsat 1 sensor termal tercanggih bekerja 2 bulan saja


   Technology | 17 December 2023


Termometer berbasis ruang angkasa tercanggih di dunia menggemparkan para ilmuwan ketika pertama kali tersedia secara online.
Tapi pengoperasiannya hanya 2 bulan setelah mengirim gambar pertama dan blep.


Gambar satelit HOTSAT-1, yang dirilis pada awal Oktober 2023, mengungkapkan dengan detail yang belum terlihat bagaimana suhu perrmukaan Bumi berubah.
Camera di satelit begitu sensitif, bahkan dapat melacak jejak emisi panas kereta api dari ruang angkasa berbasis termal.

Satelit canggih buatan SatVu Inggris dibuat dengan perusahaan pembuat satelit kecil Surrey Satellite Tech.

Satelit Hotsat 1 thermal imaging

Perusahaan merilis gambar pertama yang diambil berukuran 1x1 meter awal Oktober 2023.
Camera inovatif HOTSAT-1 memungkinkan para ilmuwan memvisualisasikan efek termal dari tempat parkir kota terhadap bangunan di sekitarnya atau pengaruh pendinginan pelabuhan dan pelabuhan maritim.

Camera tersebut juga memberikan wawasan perilaku kebakaran hutan dan, dalam satu rangkaian yang sangat menakjubkan, menangkap jejak termal sebuah kereta api yang berjalan di jalur rel utama di Chicago.

Salah satu nilai jual utama SatVu untuk memetakan bagaimana panas keluar dari bangunan, dan perencana kota melakukan perbaikan kota yang lebih efisien.

Melalui kombinasi rana sensor yang lambat dan teknologi penunjuk yang presisi, HOTSAT-1 mampu mengungguli semua satelit pemantau suhu yang ada termasuk yang dibangun oleh badan antariksa terkemuka dunia, seperti NASA atau ESA.

Tapi 6 bulan setelah diluncurkan, satelit tersebut rusak.

Pembuat satelit adalah perusahaan SatVu dan satelit diberi nama HOTSAT-1.
Disebutkan satelit mengalami anomali dan berdampak dengan pengoperasian.
Tidak disebutkan seperti apa keanehan satelit yang terjadi.

Hal umum bila ada satelit yang diluncurkan, tapi gagal kerja. Masalahnya 2 bulan setelah gambar pertama, tiba tiba satelit tidak berfungsi.

Ada satu informasi dari BBC, konon sistem yang terpengaruh malah dibagian penting yaitu camera termal.
Insinyur SatVu masih mencoba melakukan kontak ke satelit, walau tidak berharap dapat memulihkan pengoperasian.

Namun, kematian dini HOTSAT-1 bukanlah akhir bagi SatVu.
Satelit tersebut telah diasuransikan, dan perusahaan berencana meluncurkan penggantinya pada awal tahun 2025, menurut BBC.

SatVu mendapatkan pendanaan modal ventura sebesar 30,5 juta poundsterling Inggris ($37,1 juta).
Rencananya akan membangun 8 - 10 satelit pemantau suhu.

Kedepan citra panas dari satelit akan membantu membuat lapisan baru pada sebuah peta.
Memberi ilmu pengetahuan bagaimana fenomena lingkungan dan terjadinya panas.

Artikel Lain

Earth Wind Map peta arus angin secara global. Memperlihatkan gerakan angin, kecepatan angin, laju arah angin dan awan hujan. Foto satelit cuaca Himawari untuk Asia, memantau kondisi cuaca di belahan Asia setiap 10 menit. Foto satelit dengan durasi 12 jam sebelumnya

Setelah teknologi smartphone dapat terhubung untuk mengirim SMS mengunakan sinyal satelit. Satu lagi layanan SMS satelit dari Sateliot, tahap awal satelit akan lewat 1 kali sehari. Menyusul dalam 3 tahun akan ada 256 satelit.

Pesaing jaringan internet satelit Oneweb memilih layanan SpaceX dan ISRO untuk pengiriman satelit ke ruang angkasa. Tinggal menunggu beberapa puluh satelit lagi untuk lapisan pertama jaringan internet satelit. OneWeb sementara tidak mengirim satelit lewat badan antariksa Roscosmos Rusia.

Satelit Blacksky dikirim dengan roket Falcon milik SpaceX. Hanya membutuhkan waktu 58 jam setelah diluncurkan, satelit telah online dan mengirim gambar ke Bumi. Posisi satelit sampai di ketinggin 400 km, dan naik sendiri mencapai posisi 500km di atas permukaan bumi.

Skysat layanan satelit milik perusahaan Planet. Tahun ini diperkirakan selesai meluncurkan satelit bersama SpaceX. Membuat pengambilan gambar permukaan bumi sampai 12x sehari, atau di semua wilayah 7x sehari. Resolusi gambar permukaan bumi yang sangat tajam mencapai 50cm

China Manned Space Agency mempublikasikan modul stasiun ruang angkasa berawak China. Penyusunan ruang angkasa berawak pertama akan dimulai tahun 2020.  Pertama diberangkatkan dengan roket Heavy Long March 5B, modul lain menyusul dengan membawa astronot untuk merakit. China mengundang para ilmuwan dan melakukan percobaan sendiri di stasiun ruang angkasa Tianhe.

Satelit cuaca GOES-16 dan GOES-17 mampu mengambil gambar setiap 30 detik. 2 satelit cuaca memantau secara realtime petir di permukaan Bumi, meningkatkan peringatan dini dengan badai dan tornado dan kondisi cuaca lainnya.

Juni 2017 sebuah satelit ViaSat 2 diluncurkan, menjadi langkah awal pengunaan WIFI di pesawat komersil. Sistem satelit ViaSat 2 akan menyediakan jaringan WIFI dengan kecepatan 25Mbps

Dari ketinggian 34 ribu km, disana terdapat satelit cuaca Himawari-8. Mengambil gambar untuk peringatan cuaca, seperti topan yang berada di Asia dengan resolusi tinggi 5500x5500 pixel. Keunggulan satelit Himawari dapat mengambil foto setiap 10 menit, atau rata rata sehari mengirim gambar cuaca 144 gambar

Nasa telah menyumbang 2 instrumen penelitian dengan camera untuk melihat kondisi cuaca. Disebut Deep Space Climate Observatory atau DSCOVR. Camera tersebut diluncurkan paada tahun Januari 2015. Apa yang dapat dilihat, bumi dengan resolusi tajam dan bumi akan terlihat online.

4 Oktober 2015, satelit Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) dari satelit Terra milik Nasa menangkap gambar arus asap di pulau Sumatra Selatan. Satelit Terra dapat memantau arah arus asap dengan pencitraan satelit.

Satelit mata mata Tiongkok Gaofen-2 adalah satelit pencitraan gambar paling canggih. Memiliki resolusi 80cm perpixel. Xinhua melaporkan satelit tersebut dapat mengambil gambar zebra cross di jalan. Satelit Cheos adalah singkatan China Earth Observation System. Rencananya akan dibuat 5 satelit jenis ini



Youtube Obengplus


Trend