Science | 4 December 2023

Tata surya XUE-1 mirip Bumi mungkin ada di lingkungan ekstrem JWST ditemukan air



Melihat isi galaksi Bima Sakti dengan lebar 100 ribu tahun cahaya amat besar.

Galaksi Bima Sakti tidak hanya berisi tata surya kita. Milaran bintang, dan entah berapa banyak planet baik yang tidak berpenghuni, atau mungkin saja berpenghuni.
Ukuran bintang yang menyala juga berbeda beda.
Demikian juga bentuk bintang mati, dapat menjadi bintang katai putih, bila dahulunya memiliki massa sangat besar, dapat lahir kembali menjadi bintang neutron bahkan magnetar.
Bila bintang dengan massa sangat besar lagi, ketika runtuh dapat menjadi lubang hitam.
Tidak hanya bintang dan planet, tapi ada kumpulan debu dan gas.
Baik dari sisa bintang raksasa yang hancur, dan meledakan dirinya sendiri. Maka isi bintang dapat bertebaran ke segala arah menjadi nebula.

Disini disebut nebula dalam arti kumpulan gas dan debu dalam massa sangat besar.
Membentang mencapai beberapa tahun cahaya, mungkin puluhan tahun cahaya.

Kumpulan debu dan gas tersebut dikenal sebagai Nebula. Bisa saja sisa dari gas dan debu galaksi kita sendiri, atau yang tertinggal tidak menjadi benda ruang angkasa.
Di wilayah nebula kadang terjadi pembentukan bintang baru, karena massa nebula rata rata sangat besar.

Di dalam nebula bisa membentuk beberapa bintang. Tidak hanya 10 atau 20, tapi mencapai ribuan bintang. Dan semuanya terikat atau berkelompok di dalam satu tempat.
Kadang disebut Globular Cluster / GCN sebagai nama koordinat letak benda antariksa.
Globular Cluster juga diartikan kelompok bintang yang saling berdekatan, kadang lahir di satu area dimana bekas nebula dalam massa besar dan melahirkan bintang dengan rentang waktu bersamaan dan jumlahnya sangat banyak.
Sementara nebula adalah debu dan gas dalam volume raksasa, kadang ada beberapa bintang lahir, dan bintang baru terus terbentuk.



Melihat penemuan di satu tempat disebut XUE-1, ditemukan jejak planet tapi letaknya berada di area ekstrem.

Wilayah pembentuk bintang yang sangat besar, dengan piringan pembentuk planet atau tata surya XUE-1 di latar depan. Data dari teleskop JWST mendapatkan data di area tata surya tersebut memiliki unsur berbeda.

Umumnya Wilayah tersebut dibanjiri sinar UV dari bintang masif, seperti ilustrasi yang digambarkan Nasa.

Planet XUE-1


Struktur di dekat piringan tersebut mewakili molekul dan debu yang ditemukan para peneliti dalam pengamatan terbaru.


Satu piring ini digambarkan dalam bentuk ilustrasi dan disebut tata surya dari planet XUE-1 di latar depan.

Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) telah menemukan molekul air dan karbon organik di dekat bintang muda aktif dan masif terletak di wilayah pembentuk bintang lainnya.
Dalam arti lokasi di sekitarnya masih dalam masa aktif, dan bintang usia muda umumnya energik, mengeluarkan radiasi mematikan bagi kehidupan.

Data menunjukkan adanya planet ekstrasurya yang memiliki jejak elemen di Bumi dapat terbentuk disana, bahkan di lingkungan paling keras di sebuah galaksi.
Beberapa eksoplanet tersebut berpotensi menunjukkan kondisi yang layak huni (berdasarkan analisa elemen seperti adanya air).

Sebuah tim peneliti dari Institut Astronomi Max Planck (MPIA) di Heidelberg, Jerman, mengunakan data Teleskop Luar Angkasa James Webb ke wilayah kelahiran bintang yang dikenal sebagai NGC 6357.

Nebula Lobster

NGC 6357 adalah nama dari nebula Lobster, dekat dengan nebula NGC 6334 di rasi Scorpius.
Di dalam nebula sebagai debu dan gas sering bersembunyi protoplanet dan bintang, dan tata surya dengan bentuk cakram gas yang gelap.
Bintang bintang muda kadang berukuran masif atau sangat besar.

Salah satu bintang raksasa disana juga ada, disebut Pismis 24-1 diperkirakan memiliki ukuran 300x lebih besar dari Matahari.
Setelah diteliti lebih lanjut, Pismis 24-1 setidaknya ada 3 bintang yang berdekatan, dan massa hampir mendekati massa 100x dari matahari.

Daftar bintang yang ditemukan di area NGC 6347.

Nama bintang Tipe Spkctal Suhu Radius Mass (xSun
WR 93 (HD 157504) WC7 71,000 10 120
Pismis 24-1NE O3.5 If* 42,000 17 74
Pismis 24-1SW O4 III 41,500 16 66
Pismis 24-2 O5.5 V(f) 40,000 12 43
Pismis 24-3 O8 V 33,400 9 25
Pismis 24-10 O9 V 31,500 8 20
Pismis 24-12 B1 V 30,000 4 11
Pismis 24-13 O6.5 III((f)) 35,600 12 35
Pismis 24-15 O8 V 33,400 10 25
Pismis 24-16 O7.5 V 34,000 16 38
Pismis 24-17 O3.5 III 42,700 17 78
Pismis 24-18 B0.5 V 30,000 6 15
Pismis 24-19 B0.5 V 30,000 4 11

Tujuan para peneliti untuk menganalisis lingkungan kimia di sekitar pertumbuhan gugus tersebut. dan melihat kondisi bintang. Apakah orbitnya mungkin menampung kehidupan.

Terletak sekitar 5.500 tahun cahaya dari Bumi, NGC 6357 adalah salah satu contoh dimana wilayah terdekat dengan kita untuk melihat bintang-bintang masif sedang terbentuk.

Saat bintang-bintang muda yang energik menyala, bintang mulai menyerang di sekelilingnya.
Karena bintang besar bahkan berusia muda, rata rata akan menghasilkan suar bintang yang kuat dan radiasi ultraviolet yang intens, sehingga menciptakan lingkungan yang tak kenal ampun di sekitar debu dan gas yang nantinya lahir sebagai planet baru.

Namun studi baru menemukan bahwa piringan pembentuk planet yang mengelilingi salah satu bintang di gugus ini mengandung molekul untuk prasyaratan kehidupan seperti air dan karbon dioksida.



“Hasil ini tidak terduga dan menarik!” María C. Ramírez-Tannus, astronom di MPIA dan penulis utama studi baru ini, mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Ini menunjukkan terdapat kondisi yang menguntungkan untuk membentuk planet mirip Bumi dan bahan-bahan untuk kehidupan bahkan di lingkungan paling keras di galaksi kita.”

Piringan pembentuk planet tersebut, yang secara resmi disebut sebagai XUE-1, dan di tengah piring terdapat bintang sebesar matahari kita.
Tapi saudara kandung bintang tersebut, jauh lebih besar dan lebih kejam terletak tidak jauh dari situ.

Sebelum Teleskop Luar Angkasa James Webb digunakan, para astronom hanya dapat melihat piringan pembentuk planet yang terletak lebih dekat ke Bumi dibandingkan XUE-1, yang berarti piringan ini kini menjadi piringan / cakram terjauh yang pernah dipelajari secara mendetail.

Terlebih lagi, tidak ada satupun piringan terdekat yang telah dipelajari sebelumnya yang hidup dalam sebuah cluster berisi bintang-bintang muda atau sebesar yang ada di NGC 6357.

Temuan ini merupakan kabar bagi kehidupan di alam semesta karena menghilangkan kekhawatiran bila planet berpotensi layak huni tidak mungkin terbentuk terlalu dekat dengan bintang yang sangat masif.

Sebelumnya, para ilmuwan mengira radiasi ultraviolet yang dihasilkan bintang-bintang masif akan mengganggu distribusi debu dan gas di lingkaran cakram pembentuk planet, sehingga mencegah pembentukan planet berbatu seperti Bumi

Misalnya. Gugus NGC 6357 berisi lebih dari sepuluh bintang super terang dan masif, menunjukkan sebagian besar materi gugus tersebut terkena radiasi UV tingkat tinggi.

Jika radiasi yang intens menghambat lingkungan pembentukan planet di wilayah dalam piringan protoplanet.
NGC 6357 adalah tempat kita akan melihat dampak dari awal lahirnya bintang,” kata Arjan Bik, astronom di Universitas Stockholm, Swedia,

Tapi penemuan JWST bisa saja merubah pendapat para ahli sebelumnya.
Nyatanya ditemeukan komposisi unsur kimiawi di piring XUE-1 tidak jauh berbeda dengan bagian galaksi yang tenang.

Selain kandungan molekul air dan karbon dioksida, JWST mendeteksi jejak karbon monoksida dan asetilena di bagian dalam piringan pembentuk planet serta debu silikat, yang berperan penting dimana sebuah planet nanti dapat terbentuk.

Penelitian ini akan berlanjut, dimana masih ada 14 piring dari debu dan gas yang akan melahirkan tata surya baru di galaksi kita.


Artikel Lain

Planet terdiri dari planet berbatu, planet gas. Lalu berapa batas ukuran planet, bahkan menjadi sebuah bintang..Bila kandungan gas sebuah planet setara 80x massa Jupiter, dipastikan disana akan menjadi sebuah bintang. TDengan massa 13x dari massa Jupiter saja, sudah dapat membentuk bintang yang dinamai bintang kerdil katai coklat. Bedanya bintang kelas tersebut tidak mampu menghasilkan panas.

Teleksop JWST menemmukan alaksi UNCOVER z-13 dan UNCOVER z-12 adalah galaksi terjauh nomor 2 dan nomor 4 (November 2023). Umum menemukan galaksi dengan Gravitational Lensing seperti titik merah. Tapi satu galaksi yang ditemukan seperti bola berbulu. Saat ini sudah berada 33 miliar tahun cahaya jauhnya dari Bumi.



Ketika peneliti melihat objek ASASSN-21qj, awalnya tidak tahu apa yang terjadi. Seperti bintang yang meredup, tapi bukan supernova. Sampai mendapat jawaban, ada 2 planet raksasa yang  bertabrakan. Mirip seperti pembentukan bulan dan Bumi, ketika terjadi tabrakan 2 planet. Yang ini 2 planet masif bertabrakan.

Astronom menemukan bukti pertama, ada 2 calon planet berbagi orbit yang sama. Planet PDS 70b adalah planet raksasa seukuran Jupiter, tapi disekitar lintasan orbit yang sama memungkinkan planet lain terbentuk. Seakan 2 dunia yang berbagi lintasan yang sama.

Tata surya kita sangat stabil, juga isi galaksi kita. Seluruh benda mengorbit ke tengah galaksi. Apakah semuanya memang seperti perkiraan kita. Peneliti mengatakan bintang Velocity bukan dari galaksi Bima Sakti. 2023 dua bintang J0927 dan J1235 pecahkan rekor, bergeser 2200km perdetik.

Lubang hitam adalah nama kehancuran, apa yang ada akan ditelan. Kali ini lubang hitam memiliki dampak positif. Ketika sebuah lubang hitam terlempar dari galaksi induknya, tapi menarik gas di kosmos. Apa yang terjadi malah membentuk bintang bintang baru.

Sebuah cakram terletak 1500 tahun cahaya dari Bumi. Mirip seperti UFO tampak oleh observasi teleskop James Webb. Tapi itu bukan UFO, melainkan bibit dari protoplanet yang akan terbentuk nanti. Oktober 2023 dirilis JUMBO, 30 bintang biner seukuran Jupiter



Gambar yang ditampilkan ini mungkin terlihat seperti gambar langit malam ketika bersih dan penuh bintang. Tetapi jangan salah, ini bukan cahaya bintang yang kita lihat di malam hari. Setiap titik putih ini mewakili 25.000 dari pemetaan mengunakan sinyal radio.


Youtube Obengplus


Trend
No popular articles found.