Science | 15 November 2023

Galaksi terjauh nomor 2 dan 4 UNCOVER z-13 dan UNCOVER z-12 tampak berbulu


Mengambil data dari Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA, mengamati dua galaksi terjauh yang pernah dilihat para astronom.
Semakin banyak galaksi terjauh ditemukan.

Berjarak hampir 33 miliar tahun cahaya dari Bumi, wilayah yang jauh ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana galaksi-galaksi paling awal di alam semesta terbentuk.

Temuan ini dirinci dalam sebuah penelitian yang diterbitkan 13 November di The Astrophysical Journal Letters.

Galaksi UNCOVER z-13 galaksi terjauh nomor 2 dan UNCOVER z-12 galaksi terjauh nomor 4, merupakan galaksi terjauh urutan 2 dan 4 pada November 2023. Terletak di wilayah yang disebut Pandora (Abell 2744).

Galaksi terjauh UNCOVER z-13 nomor 2 dan 4 November 2023

Kedua galaksi tersebut termasuk di antara 60.000 sumber cahaya di Pandora yang ditangkap dalam beberapa gambar pertama yang diambil JWST pada tahun 2022.

Wilayah luar angkasa ini dipilih karena pencitraan ada di belakang beberapa gugus galaksi.
Peneliti berharap mendapatkan gambar dengan pembesaran gravitasi optik.

Cahaya menciptakan efek pembesaran alami yang disebut Gravitasi Lensing.
Pembesaran gambar / cahaya / objek yang sangat jauh serta sangat kecil dan samar dapat terlihat lebih besar, ketika ada objek lain yang membelokan cahaya sampai tertangkap di Bumi.

Galaksi lain yang dikonfirmasi pada jarak ini umumnya tampak dalam gambar sebagai titik merah.


Namun, galaksi-galaksi baru ini tampak lebih besar dan lebih mirip kacang dan bola berbulu, menurut tim.

Sangat sedikit yang diketahui tentang alam semesta awal, dan satu-satunya cara untuk mempelajari masa itu dan menguji teori kita tentang pembentukan dan pertumbuhan galaksi awal adalah melalui galaksi-galaksi yang sangat jauh ini,” re kata  astronom Bingjie Wang dari Penn State University

Sebelum analisis kami mengetahui hanya tiga galaksi yang dikonfirmasi berada pada jarak ekstrem ini.

Wang merupakan anggota tim JWST UNCOVER (Ultradeep NIRSpec dan NIRCam Observations sebelum Epoch of Reionization) dalam penelitian.
Tujuan awal UNCOVER adalah mendapatkan gambar yang sangat detail dari wilayah sekitar Cluster Pandora menggunakan JWST.

Karena cahaya yang dipancarkan dari galaksi-galaksi harus melakukan perjalanan begitu lama untuk mencapai Bumi


Membantu teleskop seperti membuka jendela ke masa lalu alam semesta.

Tim memperkirakan cahaya yang terdeteksi JWST berasal dari dua galaksi, ketika alam semesta berusia sekitar 330 juta tahun.
Karena jarak kedua galaksi dari Bumi telah menempuh perjalanan 13,4 miliar tahun cahaya untuk mencapai teleskop luar angkasa.

Namun, jarak galaksi-galaksi tersebut saat bukan 13,5 miliar tahun.
Bila digambarkan, kedua galaksi yang diteliti sekarang telah menjauh 33 miliar tahun cahaya dari Bumi karena perluasan alam semesta selama periode waktu tersebut.
Keduanya tidak lagi berada disana walau di waktu sekarang tertangkap teleskop JWST.
Karena cahaya merah, diartikan galaksi sedang terus menjauh dari posisi galaksi kita sendiri.
Bentuk galaksi yang dilihat juga mungkin sudah tidak ada lagi, mengingat 13,5 miliar adalah waktu yang cukup bagi galaksi kecil akan bergabung dengan galaksi lain.

Cahaya dari galaksi-galaksi ini kuno, sekitar tiga kali lebih tua dari Bumi,” kata rekan penulis studi, astronom Penn State, dan anggota UNCOVER Joel Leja.
Galaksi-galaksi awal ini seperti suar, dengan cahaya yang menerobos gas hidrogen yang sangat tipis yang membentuk alam semesta awal.
Hanya melalui cahayanya kita dapat mulai memahami fisika eksotik yang mengatur galaksi menjelang fajar kosmik (Cosmic Down)

Yang menarik dari UNCOVER z-13 dan UNCOVER z-12, keduanya lebih besar dari 3 galaksi sebelumnya yang ditemukan.
Galaksi Bima Sakti memiliki lebar 100.000 tahun cahaya.
Sedangkan di galaksi awal umumnya kecil tapi sangat padat. Kira kira hanya berukuran 2000 tahun cahaya.

Galaksi-galaksi yang ditemukan sebelumnya pada jarak 13 miliar tahun cahaya hanya berupa titik merah.
Yang ini seperti gambar berbulu. Tidak jelas bagaimana perbedaan dari penemuan beberapa galaksi di awal alam semesta.
Walau terbentuk dengan material serupa, tapi bentuknya bisa berbeda.

Elemen pertama yang ditempa di inti bintang awal melalui proses fusi, kata Leja.
Masuk akal jika galaksi-galaksi awal ini tidak memiliki unsur-unsur berat seperti logam karena galaksi awal adalah salah satu pabrik pertama yang membangun unsur-unsur berat tersebut.
Dalam pembentukan bintang memiliki beberapa generasi, dan disana adalah bintang generasi pertama yang kaya hidrogen.

Para astronom akan terus menggunakan cluster pelensaan (gravitasi lensa) dan instrumen di JWST untuk terus mencari garis waktu beberapa galaksi pertama di alam semesta.


Artikel Lain

Dulu peneliti memperkirakan, tidak mungkin kehidupan ada di lingkungan ekstrem. Khususnya di wilayah bintang raksasa membanjiri protoplanet dengan radiasi ultraviolet.. Tapi JWST menangkap jejak air, gas CO di lingkungan debu dan gas bakal bintang dari bintang raksasa.

Astronom temukan galaksi Maisie sebagai galaksi terjauh tahun 2023. Ditemukan tahun 2022, membutuhkan waktu perhitungan, memastikan galaksi tersebut berada 390 juta tahun setelah Big Bang. Galaksi Maisie menjadi yang terjauh dengan pengamatan teleskop JWST, masih ada galaksi lain walau hampir mendekati.



Cahaya dari galaksi MACS1149-JD1 sangat samar. Obsevasi ALMA dengan teleskop radio mendapatkan citra berwarna merah. Tapi teleskop JWST melihat galaksi tersebut seperti kabut. Diperkirakan citra yang diambil dari galaksi terjauh dengan jarak 13,3 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Tim yang menghitung 4 galaksi terjauh dengan pergeseran Redshift mencapai angka 13. Artinya hanya beberapa juta tahun setelah terbentuk Big Bang. Menjadi pertanyaan, bagaimana galaksi sudah terbentuk lebih cepat. Mengapa teori alam semesta mulai dipertanyakan.

Teleskop JWST kembali membuka misteri alam semesta. Menemukan 2 galaksi sangat dekat dengan ke waktu terbentuk awal alam semesta. Mengeser teori lahirnya bintang pertama di alam semesta. Galaksi ini kok sudah muncul, dengan di usia 350 juta tahun. Teori, bintang lahir pertama berada pada rentang 400 juta tahun.

Mengunakan teleskop radio ALMA, tim astronom tidak sengaja menemukan dua galaksi kuno REBELS-12-2 dan REBELS-29-2. Awalnya tim meneliti 2 galaksi REBELS-12 dan REBELS-29, tapi muncul sinyal keruh atau gangguan tepat disamping 2 galaksi. Ternyata itu bukan sinyal kotor, melainkan tanda dari sinyal galaksi berbeda yang amati.

Dengan pembesaran alami, sebuah galaksi SGAS J111020.0+645950.8 dapat terlihat akibat lensa gravitasi. Cahaya yang ditangkap ini adalah cahaya 11 miliar tahun lalu. Galaksi tersebut terlihat baru melahirkan bintang baru.



Ratusan tahun lalu hanya sebatas teori, sekarang teori tersebut mulai terungkap. Tim peneliti LIGO mendapatkan 3 juta dollar. Beberapa teori muncul sekitar 100 tahun lalu. Beberapa teori yang dibuktikan dan menjadi kenyataan saat ini yaitu teori Big Bang, Lensa Gravitasi, dan Gelombang Gravitasi.

Karena lensa gravitasi dari galaksi lain, Hubble menemukan 3 galaksi tersembunyi. Diperkirakan jaraknya mendekati 500 ribu tahun setelah terjadi Big Bang atau pembentukan alam semesta. Karena sangat jauh sekalee, bentuknya masih berwarna merah samar.


Youtube Obengplus


Trend
No popular articles found.