Green | 8 November 2023

Data center Equinix kepanasan 2 bank offline dapat terjadi dimana saja



Negara Singapura berada di lintang 137 km dari garis khatulistiwa.
Suhu yang sama seperti di Indonesia, tidak memiliki musim beragam. Daerah tropis dengan kelembapan tinggi.

Suhu menjadi kritis di beberapa teknologi seperti server computer. Sementara di bulan September dan Oktober 2023 menjadi puncak cuaca ektrem di Asia.

Apa yang terjadi di kota Singapura dengan teknologi IT.
Pada 14 Oktober 2023, 2 bank besar DBS dan Citibank offline, koneksi ke server transaksi terputus.

Jutaan pembayaran atau transaksi dari kedua bank macet.

Aplikasi pembayaran seperti digunakan pada smartphone juga macet, karena aplikasi tidak dapat terhubung ke server.
Masalahnya para nasabah yang mengunakan, hanya memiliki sedikit sarana untuk melakukan transaksi.
Sedangkan transaksi utama mengunakan sistem digital.

Membayangkan masyarakat yang sudah tergantung dengan teknologi digital, sangat bermasalah bila sistem pembayaran tiba tiba offline.
Mengunakan transaksi digital dengan aplikasi tidak dapat dilakukan.
Mengambil uang ternyata ATM mati, bagaimana dengan kendaraan yang ingin membayar BBM apakah harus pulang sambil dorong.

Pada hari tersebut, sebagian bahkan seluruh layanan bank online tidak berfungsi, walau menyisakan sebagian layanan yang dapat bekerja.
Setelah diselidiki, diketahui masalah berada di jaringan server utama dari kedua bank.


Pusat data Equinix dimana sistem ruang dari server digunakan 2 bank tersebut mengalami masalah.
Suhu di server Equinix meningkat di atas pengoperasian normal.

Terputusnya jaringan menyebabkan 810.000 akses transaksi tidak bekerja.
2,5 juta pembayaran dan koneksi ke ATM tidak dapat di akses.
Total server macet mempengaruhi warga Singapura.
Gangguan terjadi hampir 2 hari.

Tercatat di tahun 2021, pusat data center Euqinix memiliki 1.300 kabinet server untuk tahap pertama.
Ditempakan pada sebuah gedung untuk pusat data center seluas 12 ribu meter persegi, terletak di Tanjong Kling Singapura.



Disebut sebagai pusat data center dengan energi bersih terbarukan.
Mengunakan sistem otomatis, lampu LED yang aktif ketika ada gerakan dari teknisi yang memeriksa server.
Kontrol otomatis termasuk motor dan infrastruktur penahan lorong panas dan atap dalam perawatan unit server.
Mengunakan sistem NEWater pendingin mengunakan air yang ramah lingkungan.

Data center kepanasan sistem pendingin tidak bekerja

Setelah diselidiki masalah sederhana.
Kontraktor atau perawatan pendingin di pusat data Equinix, sistem pendingin server tidak berfungsi.
Membuat suhu server naik sampai tingkat atas pengoperasian.

Kontraktor yang merawat sistem, ternyata salah memprogram dalam mengirim sinyal.
Bagian katup seharusnya aktif ketika suhu meningkat, seperti membuka tangki penyangga air dingin tapi tidak berfungsi / salah di konfigurasi dari sistem yang direncanakan. Dan itu terjadi di satu pusat data center, membuat ruang computer menjadi terlalu panas.

2 bank besar tersebut memiliki sistem cadangan dalam menangani kondisi darurat bila server utama macet.
Tapi lagi lagi sistem backup tidak bekerja.

Masalah kedua yang tidak terduga, seperti layanan bank DBS tidak dapat terhubung ke data center karena kesalahan konfigurasi.
Citibank memiliki masalah konektivitas walau tidak dijelaskan secara rinci.

Aturan perbankan di Singapura mengharuskan penanganan gangguan harus selesai tidak lebih dari 4 jam.

Pertanyaan lain sebagai pusat data center seharusnya Equinix sebagai sumber masalah utama, setidaknya perusahaan data jaringan tersebut sudah membuat sistem cadangan.

Setidaknya 1 sistem pendingin cadangan yang aktif ketika sistem pendingin utama macet, atau pendingin utama tidak mampu mendinginkan server dapat dibantu dengan pendingin cadangan. Itu seharusnya ada, walau disebut data center Equinix memiliki investasi sangat besar mencapai 2.2T (tercatat 2021)

Terputusnya jaringan server sepertinya seperti efek domino.
Dari server overheating, berlanjut dengan gagalnya sistem backup lain dan layanan perbankan berakhir Offline.
Ini salah satu kasus dimana teknologi transaksi digital ada di sebuah negara kecil.



Indonesia masih belum terjadi gangguan sebesar jaringan DBS dan Citibank dimana 2 bank mengalami gangguan bersamaan.
Selain sistem perbankan di Indonesia dapat di akses seperti mesin ATM untuk antar bank yang jumlahnya cukup banyak.
Tapi siapa tahu, setidaknya kita dapat mengerti bagaimana transaksi dengan teknologi digital bekerja.

Artikel Lain

Teknologi memory CXL dapat berbagi kapasitas RAM antar computer. Walau aplikasi saat ini untuk kelas server, perluasan memory CXL dapat dipasang sampai 8 model. Sementara pengujian yang berjalan dengan CXL 2 PCIe 5, mendatang CXL 3 dengan PCIe 6.

Kebutuhan procesor di kelas enterprise dan server data center sampai Cloud tidak main main. Rancangan procesor memasukan begitu banyak unit core, sampai mendorong ukuran ukuran socket. Walau berita belum resmi diumumkan, membuat tampilan procesor kelas desktop terlihat seperti procesor mini



Kita melihat jaringan OTT begitu cepat, tayang di Android TV, SmartTV yang tinggal di click dan nonton. Apa rahasia kecepatan tayangan video  cepat tersebut. Bagaimana jaringan Netflix mengirim konten dengan sekali clik. Satu rahasianya dengan server Open Connect Applicance seperti ini

Setiap tahun sekitar 1 juta storage dan server dihancurkan oleh perusahaan IT. Tapi mengunakan teknik ekstrem, walau harddisk yang masih dapat bekerja diganti dengan unit baru. Mengapa perusahaan IT harus menghancurkan dibanding mendonasi atau menjual kembali. Seagate pulihkan harddisk layak pakai.

Oktober 2022, komponen chip untuk konsumen sudah cukup, dan tidak masalah. Kecuali komponen server. DDR5 akan terkena dampak tahun 2022. November 2022, TSMC mulai menurunkan produksi karena produsen besar memangkas pesanan.

Microsoft mulai mengunakan sistem pendingin 2 fase dengan cairan. Server computer direndam ke dalam cairan, kontak komponen panas akan langsung mengenai cairan. Gigabyte menawarkan disain memasukan computer ke dalam cairan teknik yang sama.



Youtube Obengplus

Trend