Science | 7 November 2023

Bintang HH212 jarak 1300 tahun cahaya yang baru lahir sangat jelas


Dinamai bintang HH212, atau lebih tepat tata surya HH212.

Teleskop James Webb mengamati lebih jauh sebuah tata surya ini, yang jaraknya 1300 tahun dari Bumi.

HH212 pertama ditemukan tahun 1993, berada dekat sabuk Orion atau nebula Orion. Dan lebih dekat ke arah Horsed Nebula.
Mengikuti nama Herbig Haro (HH) sebagai tempat pembibitan bintang.

Astronom meneliti selama 3 dekade ini, untuk melihat kembali seperti apa perubahan bintang tersebut.

Marak McCaughrean penasihat badan ESA mengatakan, ini pertama kali peneliti mendapat gambar berwarna sangat baik dan jelas.

Apa yang dilihat, ada protobintang, atau bintang yang baru lahir dan tidak mungkin diamati mengunakan teleskop di darat.

Gambar baru yang didapat, ternyata pembentukan bintang itu rumit, khususnya dalam detil pembentukan.
Gumpalan emisi gas berwarna merah muda yang simetris terbentuk dari kedua kutub protobintang.

Artinya disana ada bintang, sekaligus memperlihatkan warna cerah sebagai molekul hidrogen.
Peneliti mengatakan usia bintang yang baru ini hanya sekitar beberapa ribu tahun terbentuk.

Bola gas raksasa akan membentuk bintang, tapi ada beberapa proses.


Gas dengan kandungan sangat besar akan memadat dibagian tengah, tapi berputar.

Bila calon bintang yang akan terbentuk nanti, putaran gas terlalu cepat, sebagian materi akan terbang terpisah.
Jadi ada momentum yang menghilangkan sudut, disana akan muncul seperti aliran jet atau arus keluar.

Dari lontaran debu dari bintang meluncur dengan kecepatan ratusan km perdetik.
Dan gas juga menabrak di bagian lain yang disebut BowShock seperti gelombang kejut di ruang angkasa.

Bintang HH212 sendiri belum terlihat.
Hanya pada gambar sudah memperlihatkan sudut simetris, dimana di bagian tengah dapat diperkirakan berada yang diberi keterangan Central Protostar atau bagian tengah proto bintang.



Keterangan NE dan SE adalah sudut dari utara dan selatan bintang, putaran bintang mengeluarkan debu dan gas dari kedua kutub.
2 nama Protostar lain juga bintang ada disekitar bintang HH212 dan sudah lahir walau masih usianya lebih tua.

Bintang HH212

Tahun 2017
Teleskop radio Alma, bintang HH 212 belum rapi alias masih berbentuk gas dengan bulatan kuning.

Tahapan pembentukan tata surya dimulai dari terbentuknya sebuah bintang.
  • Putaran debu dan gas kosmik di ruang angkasa
  • Pembentukan cakram dan bagian tengah gas akan terus terkumpul dan memadat
  • Protobintang, akibat gravitasi di tengah akan meningkatkan panas bulanan dan munculnya panas sampai bintang bercahaya
  • Dari protobintang, angin bintang akan mengerakan debu. Dan debu akan mengorbit di sekeliling bintang, perlahan akan memadat menjadi planet.
  • Sampai semua stabil dari protobintang, menjadi bintang. Dari protoplanet menjadi planet, maka akan lahir sebuah tata surya baru yang lengkap.

ESO mengatakan bintang HH 212 memiliki massa rendah, artinya bintang tipe ini akan terbentuk dengan ukuran lebih kecil. Karena ukuran lebih kecil, gas yang terbakar akan lebih sedikit dan akan tetap bercahaya sampai 100 miliar tahun kedepan setelah menjadi bintang.

Ini pertama kali tim peneliti dan astronom melihat garis debu dalam fase pembentukan bintang. Mungkin dapat menjadi jawaban dari mana asal planet setelah bintang terbentuk.

Bintang H212 ini adalah calon bintang baru di galaksi Bima Sakti

Pada gambar atas terlihat gumplaan berwarna, perlahan selubung gas tersebut akan terkumpul dan semakin dekat ke bagian tengah..
Lingkaran luar dari awan gas tersebut sedang terjadi perubahan tekanan. Gravitasi antara tekanan gas dan debu.

Bila gravitasi menang, maka gas dan debu akan runtuh dan terbawa masuk lebih dalam ke bagian tengah. Setelah semua terkumpul akan memberikan tekanan ke dalam dan di bagian inti padat menjadi panas. Pada suatu saat nanti akan menyala menjadi awal protostar / proto-bintang.
Sebagian dari sisa debu dan gas yang tidak tertarik oleh gravitasi di bagian tengah. Nantinya akan membentuk planet, tentu saja awalnya adalah proto-planet. Debu berubah menjadi batu lebih besar, lalu saling tarik menarik dan terus mengumpal menjadi planet berbatu seperti planet Bumi, Merkurius atau Mars. Sedangkan sisa gas lain bisa saja menjadi planet gas seperti Saturnus atau Jupiter.

Bagian yang menonjol dibalik cakram, dan diapit oleh 2 daerah terang disebabkan panas dari titik tengah calon bintang. Mirip seperti hamburger dimana 2 roti adalah debu dan gas kosmik yang mengapit dibagian tengah

Gambar dibawah ini bentuk sebenarnya di bintang HH 212. Cincin hamburger yang dilihat diatas setara jarak matahari ke planet Neptunus.

Bintang H212 ini adalah calon bintang baru di galaksi Bima Sakti

Peneliti Chin-Fei Lee dari Academia Sinica Astronomy and Astrophysics - ASIAA Taiwan. Ukuran bintang yang lahir nanti tidak lebih besar matahari kita, dan bentuknya akan lebih kecil sekitar 20-30%.


Disk yang terbentuk bercahaya kuning memiliki lebar 60x jarak bumi ke matahari.

Bagian cakram dibagian bintang yang sangat muda ini awalnya sangat sulit diabadikan karena ukurannya sangat kecil. Dengan teleskop besar dan gambar resolusi tinggi dari teleskop Alma, memungkinkan peneliti memahami bagaimana sebuah tata surya terbentuk. Yang diawali dari sebuah bintang baru, lalu lahirnya planet.


Artikel Lain

Planet terdiri dari planet berbatu, planet gas. Lalu berapa batas ukuran planet, bahkan menjadi sebuah bintang..Bila kandungan gas sebuah planet setara 80x massa Jupiter, dipastikan disana akan menjadi sebuah bintang. TDengan massa 13x dari massa Jupiter saja, sudah dapat membentuk bintang yang dinamai bintang kerdil katai coklat. Bedanya bintang kelas tersebut tidak mampu menghasilkan panas.

Tata surya AC Her adalah tempat dimana 2 bintang saling mengorbit, disebut bintang biner. Yang unik dari puing lahirnya bintang berada ke arah atas dan bawah. Apakah nanti planet yang lahir akan mengorbit ke arah atas dan bawah dari bintang.


Youtube Obengplus


Trend
No popular articles found.