Science | 16 August 2023

Galaksi Maisie terjauh Redshift z11 390 juta tahun setelah Big Bang teleskop James Webb


Gumpalan merah yang bersembunyi di latar belakang gambar ruang angkasa ini telah divalidasi sebagai salah satu galaksi paling awal yang ditemukan di alam semesta.

Galaksi Maisie dengan analisis spektroskopi telah mengkonfirmasi temuan teleskop James Webb Space Telescope.

Pengamatan objek tersebut seperti yang muncul hanya 390 juta tahun setelah Big Bang.

Itu tidak sedini yang diperkirakan para ilmuwan, tetapi sekarang secara resmi salah satu galaksi paling awal yang dikonfirmasi di alam semesta.

Menurut tim yang dipimpin astronom Pablo Arrabal Haro dari US National Science Foundation's NOIRLab, hasil tersebut tidak hanya membantu memastikan bila alam semesta awal memang jauh lebih padat daripada yang kita perkirakan, tetapi kehati-hatian diperlukan dalam menganalisis pengamatan teleskop JWST.

Hal yang menarik tentang galaksi Maisie adalah salah satu galaksi jauh pertama yang diidentifikasi oleh JWST, dan dari kumpulan itu, itu yang pertama benar-benar dikonfirmasi secara spektroskopi,
 kata astronom Steven Finkelstein dari University of Texas di Austin.

Nama Maisie dibuat mengambil nama putrinya, yang pada hari ulang tahunnya galaksi ditemukan tahun 2022.

Alat terbaik untuk mengetahui berapa jarak galaksi.
Astronom mengunakan perhitungan pergeseran merah atau dikenal RedShift.

Karena Alam Semesta mengembang dengan kecepatan yang semakin cepat, sebagian besar objek yang jauh di luar galaksi kita tampak menyusut.



Semakin jauh cahaya harus melakukan perjalanan untuk mencapai kita, materi yang bergerak jauh lebih cepat tampaknya menjauh dari kita.

Hal ini menyebabkan cahaya menjadi meregang, atau bergeser merah (redshift).
Dimana panjang gelombangnya menjadi lebih panjang, menipis ke bagian spektrum yang lebih merah.

Dengan menggunakan huruf z untuk menjelaskan fenomena ini, para astronom menggunakan ukuran pergeseran nilai warna merah untuk menentukan waktu pancaran cahaya.

JWST adalah instrumen yang mempelajari Alam Semesta dalam panjang gelombang inframerah ini.

Itulah sebabnya mengapa para ilmuwan menggunakannya untuk melihat lebih dalam ke Alam Semesta awal daripada yang pernah kita bisa lakukan sebelumnya.



Ada lebih dari satu cara untuk menghitung z.

Ketika Finkelstein dan timnya pertama kali menerbitkan di Galaksi Maisie.

Mereka mengambil dasar dengan perkiraan pergeseran merah pada fotometri
Yaitu kecerahan cahaya yang dilihat melalui beberapa filter.

Perhitungan mendapatkan perkiraan z~12.
Artinya galaksi yang ditemukan ini baru berusia sekitar 366 juta tahun setelah Big Bang.

Untuk menyempurnakan hasil itu, tim menindaklanjuti dengan menggunakan instrumen spektroskopi JWST, NIRSpec, yang membagi cahaya menjadi panjang gelombang inframerah-dekat yang berbeda untuk analisis yang lebih rinci.

Galaksi terjauh Maisie dikonfirmasi 2023

Data NIRSpec mengembalikan pergeseran merah z=11,4 dengan keberadaan galaksi sekitar 390 juta tahun setelah Big Bang.
Artinya, cahaya dari Galaksi Maisie menempuh perjalanan sekitar 13,4 miliar tahun sebelum akhirnya diamati dan sensor teleskop JWST menangkap galaksi Maisie.

Penelitian ini juga mengamati dua galaksi alam semesta awal lainnya yang diambil selama proyek pengamatan Cosmic Evolution Early Release Science (CEERS)

Galaksi Maisie diberikan nomor CEERS2_5429

Galaksi lain dengan nama CEERS-93316 diidentifikasi secara tentatif pada 250 juta tahun setelah Big Bang.
Awalnya diperkirakan memiliki pergeseran Redshift z?16.4.

Tapi belum dilanjutkan untuk analisa spektroskopi untuk menyimpulkan hasil akhir.
Setelah itu didapat pergeseran Redshift hanya z=4,9. Itu sekitar 1,2 miliar tahun setelah Big Bang.

Setidaknya ada beberapa kandidat galaksi terjauh yang diamati setingkat galaksi Maisie.



ID R.A. Decl.
 

M1500 Rh
  (J2000) (J2000) (mag)     Redshift (mag) (pixel)
CEERS2_2159 214.914548 52.943023 26.5 1.00 >12 16.45 -21.7 4.4 ± 6.0
CEERS1_1730 215.010022 53.013641 27.7 0.97 >12 13.36 -20.4 5.3 ± 1.0
 
CEERS2_588 214.906633 52.945504 26.9 0.98 11 10.99 -20.6 4.0 a
CEERS1_8817 215.043999 52.994302 28.1 1.00 11 10.60 -19.7 2.4 ± 0.7
CEERS2_7929 214.922783 52.911528 28.1 0.99 11 11.29 -19.8 4.1 ± 1.0
CEERS6_7641 214.897232 52.843854 28.1 0.99 11 8.95 -19.3 2.0 ± 0.6
CEERS2_5429 214.943148 52.942442 28.3 1.00 11 11.47 -19.9 4.6 ± 1.2
CEERS1_7227 215.037504 52.999394 28.3 0.85 11 11.23 -19.7 6.4 ± 2.6
CEERS6_7603 214.901252 52.846997 28.9 0.98 11 11.32 -18.8 2.1 ± 0.8
CEERS6_4407 214.869661 52.843646 29.0 0.99 11 10.63 -19.1 4.2 ± 1.2
CEERS6_8056 214.850129 52.808052 29.1 0.99 11 9.79 -18.4 2.0 ± 0.7
 
CEERS2_2402 214.844766 52.892104 26.7 1.00 9 8.71 -20.5 4.9 ± 0.7
CEERS1_6059 215.011706 52.988303 27.0 1.00 9 9.01 -20.6 2.6 ± 0.4
CEERS1_1875 214.951936 52.971742 27.1 0.92 9 8.92 -19.9 8.4 ± 1.3
CEERS1_3858 214.994402 52.989379 27.2 0.99 9 8.95 -20.4 2.1 ± 0.5
CEERS2_7534 214.876144 52.880826 27.4 1.00 9 8.95 -19.5 1.4 ± 0.3
CEERS1_3908 215.005189 52.996580 27.3 0.96 9 9.04 -20.1 10.0*
CEERS6_4012 214.888127 52.858987 27.6 0.92 9 8.89 -20.0 5.5 ± 2.0
CEERS2_2324 214.861602 52.904603 27.6 1.00 9 9.58 -20.1 2.0 ± 0.8
CEERS1_3910 215.005365 52.996697 28.0 0.96 9 9.55 -19.5 8.6 ± 1.4
CEERS1_5534 214.950078 52.949267 27.9 1.00 9 8.62 -19.5 3.6 ± 0.7
CEERS1_4143 214.966717 52.968286 28.1 0.84 9 8.98 -19.5 4.8 ± 1.5
CEERS3_1748 214.830685 52.887771 28.5 0.93 9 8.77 -18.3 1.8 ± 0.7
CEERS2_1298 214.902236 52.939370 28.6 1.00 9 8.53 -18.4 2.2 ± 0.8
CEERS2_2274 214.846173 52.894001 29.1 0.85 9 8.62 -18.6 1.8 ± 0.8
CEERS2_1075 214.907627 52.944611 29.1 1.00 9 8.38 -18.4 1.6 ± 0.7

Ahli astronom harus memeriksa ulang dengan nilai instrumen lain.

Dimana ada 3 sifat warna yang meniru dengan pergeseran warna merah, seakan berada di nilai z16 pada data fotometrik.



Artikel Lain

Galaksi ARP 271 saat ini saling tarik menarik. Hubble melihat seperti ada jembatan diantara kedua galaksi. Dimana memicu aliran debu dan gas, sampai memicu lahirnya bintang muda baru berwarna biru.

Apa yang ditemukan di tata surya Planet LHS 3154, sebuah planet mengorbit ke bintang induknya tapi ukuran massa lebih besar. Membuat teori pembentukan tata surya terbalik. Dimana bintang seharusnya memiliki ukuran lebih besar dari planet yang mengorbit.



Teleksop JWST menemmukan alaksi UNCOVER z-13 dan UNCOVER z-12 adalah galaksi terjauh nomor 2 dan nomor 4 (November 2023). Umum menemukan galaksi dengan Gravitational Lensing seperti titik merah. Tapi satu galaksi yang ditemukan seperti bola berbulu. Saat ini sudah berada 33 miliar tahun cahaya jauhnya dari Bumi.

Ketika peneliti melihat objek ASASSN-21qj, awalnya tidak tahu apa yang terjadi. Seperti bintang yang meredup, tapi bukan supernova. Sampai mendapat jawaban, ada 2 planet raksasa yang  bertabrakan. Mirip seperti pembentukan bulan dan Bumi, ketika terjadi tabrakan 2 planet. Yang ini 2 planet masif bertabrakan.

Bila kita melihat ada 2 galaksi yang bergabung, apa yang terjadi. Satu tipe galaksi Seyfert seperti galaksi Arp 107, adalah 2 galaksi yang bergabung. Ketika kedua galaksi mulai mendekat, ada material yang membentuk seperti jembatan di antariksa.

Cahaya dari galaksi MACS1149-JD1 sangat samar. Obsevasi ALMA dengan teleskop radio mendapatkan citra berwarna merah. Tapi teleskop JWST melihat galaksi tersebut seperti kabut. Diperkirakan citra yang diambil dari galaksi terjauh dengan jarak 13,3 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Tim yang menghitung 4 galaksi terjauh dengan pergeseran Redshift mencapai angka 13. Artinya hanya beberapa juta tahun setelah terbentuk Big Bang. Menjadi pertanyaan, bagaimana galaksi sudah terbentuk lebih cepat. Mengapa teori alam semesta mulai dipertanyakan.



Teleskop JWST kembali membuka misteri alam semesta. Menemukan 2 galaksi sangat dekat dengan ke waktu terbentuk awal alam semesta. Mengeser teori lahirnya bintang pertama di alam semesta. Galaksi ini kok sudah muncul, dengan di usia 350 juta tahun. Teori, bintang lahir pertama berada pada rentang 400 juta tahun.

Teleskop James Webb kembali temukan galaksi terjauh. Mencapai jarak 13,5 miliar tahun cahaya dari Bumi. Hampir mendekati waktu Big Bang atau ledakan besar dari pembentukan alam semesta sebagai tahun 0

Galaksi HD1 diperkirakan baru berada 13 miliar tahun cahaya, melihat pergeseran cahaya infra merah yang ditangkap peralatan instrumen astronomi dan teleskop ruang angkasa. Terlihat tipe bintang Populasi III generasi awal alam semesta. Tapi tim astronom akan melihat bila ada jejak radiasi X-ray, mungkin bukan cahaya dari bintang.

Mengunakan teleskop radio ALMA, tim astronom tidak sengaja menemukan dua galaksi kuno REBELS-12-2 dan REBELS-29-2. Awalnya tim meneliti 2 galaksi REBELS-12 dan REBELS-29, tapi muncul sinyal keruh atau gangguan tepat disamping 2 galaksi. Ternyata itu bukan sinyal kotor, melainkan tanda dari sinyal galaksi berbeda yang amati.

Galaksi GN-z11 menjadi galaksi terjauh yang diumumkan oleh badan antariksa Eropa ESA. Usianya diperkirakan hanya 400 juta tahun setelah terjadi Big Bang. Mengalahkan rekor terjauh galaksis Galaksi EGSY8p7 yang mencapai 600 juta tahun setelah terjadi Big Bang.


Youtube Obengplus


Trend
No popular articles found.