Science | 11 July 2023

Planet LTT9779b atmosfer relektif seperti cermin memantulkan 80 persen cahaya bintang apakah baik


Teleskop Cheops milik ESA bertugas untuk mempelajari bintang dengan cahaya lebih terang dan dekat di sekitar tata surya kita.

Teleskop mengamati planet LTT9779b lebih jauh, sebagai penemuan berbeda dari planet lain.

Vivien Parmentier di Observatorium Cote d'Azur Prancis mengamati planet ekstrasurya bernama LTT9779b dan menemukan planet besar sebagai benda paling reflektif yang ditemukan saat ini.
Artinya bukan bintangnya yang terang, tapi planetnya sendiri juga memperlihatkan cahaya lebih terang.

Apakah atmofer planet ini baik. tidak seperti yang kita bayangkan.

Tim menyamakannya atmofer planet seperti cermin terbesar di alam semesta yang pernah diamati umat manusia.

Planet ekstrasurya LTT9779b sebenarnya planet yang sangat panas.

Pertama kali ditemukan 2020 misi TESS NASA.
Planet LTT9779b yang memantulkan hampir 80% cahaya bintang induknya.

Sebagai perbandingan, Bumi memantulkan 30% sinar matahari, Venus di posisi kedua memantulkan sekitar 75% cahaya dari matahari..

Planet ekstrasurya LTT9779b memiliki diameter 4,7 kali lebih besar dari Bumi.
Tetapi orbinya sangat dekat ke bintang induk, satu putaran 19 jam. Bumi dengan jarak ke matahari cukup jauh, membutuhkan 365 hari untuk mengitari matahari.



Keanehan planet LTT9779b bukan dari orbitnya saja, tapi dari pantulan cahaya bintang ke planet.
Rata rata planet mengorbit kurang dari 1 hari. Umumnya planet seukuran Jupiter berada di bagian depan, tentu menjadi Jupiter panas.

LTT9779b

Tapi kategori planet LTT9779b tidak terlalu besar, melainkan seukuran planet Neptunus sebagai planet gas kita, bedanya panas yang luar biasa.

Keunikan lain, bila planet berada terlalu dekat ke bintang seperti planet LTT9779b.
Seharusnya atmofer planet akan tersapu kekuatan angin bintang.



Membuat planet di posisi tersebut hanya sebuah cangkang kosong planet batuan.
Seperti planet Venus yang sangat gersang dengan atmofer sangat tipis dengan kandungan gas CO yang memiliki tekanan 92 bar.
Planet Merkurius lebih dekat ke matahari dan paling depan tidak memiliki atmofer, membuat planet terlihat gelap, sebagian sudah tersapu angin matahari. Memiliki suhu sekitar 400 deg.C

Dalam kasus ini, planet LTT9779b terlihat dalam kondisi ekstrim.
Layaknya sebuah dunia yang terbakar dengan atmofer bersinar seperti cermin.

Bayangkan, sebuah planet dekat ke bintang.
Dengan awan berisi logam berat yang melayang tinggi, lalu hujan dengan tetesan metal cair titanium.
James Jenkins, rekan penulis penelitian dan astronom di Universitas Diego Portales menjelaskan kira kira kondisi planet LTT9779b.
Sisi planet ekstrasurya yang menghadap bintangnya memiliki suhu sekitar 2.000 derajat Celcius.

Walau kondisi panas terik seperti itu, planet ini masih memiliki formasi awan. Tapi bentuk awan seperti apa?, bila suhu planet berada di 2000 deg.C
Kita harus memikirkan pembentukan awan ini dengan cara yang sama seperti pembentukan kondensasi" jelas Vivien Parmentier, rekan penulis makalah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Astronomi & Astrofisika.
Katanya bila berada di sebuah bathub yang sedang di isi dengan air panas, maka uap air akan naik.

Itu bukan awan biasa dengan warna putih seperti di Bumi.
Sebaliknya, awan yang memantulkan cahaya terdiri dari bahan silikat yang menguap dan logam titanium.

Awan metalik ini memantulkan sebagian besar cahaya yang jatuh di planet tersebut dan membuatnya planet seperti cermin.
Berkat awan logam dan silikat yang berat itu, bahan seperti membentuk atmofer dari kaca dan pasir.
Membuat kekuatan angin bintang induk disana tidak cukup kuat untuk menerbangkan atmosfer LTT9779b seluruhnya.
Membuat planet tersebut walau sangat dekat ke bintang, masih menyisakan atmofer planetnya sendiri.

Sejauh penelitian, belum ditemukan tipe planet seperti Neptunus ultra-panas lain dengan ukuran dan kelas berat LTT9779b.
Planet LTT9779b berjarak 260 tahun cahaya dari Bumi.



Artikel Lain

2 kandidat bintang pernah melintas dekat Bumi, dan menganggu orbit wilayah Oort Cloud sampai menghasilkan hujan meteor dan asteroid. Tapi nanti satu bintang lain akan melintas, lebih dekat lagi yaitu bintang Gliese 710. Diambil dari gerakan bintang berdasarkan data satelit Gaia.

Peneliti menemukan bintang yang disebut baru. Bintang dapat terlihat kadang lenyap dari pengamatan teleskop. Disebut bintang Old Smoker, diduga bintang tipe raksasa merah / super red giant star mengeluarkan gas dari bintangnya, dan menutup cahayanya.



Planet Tylos mengitari bintang induk, terhitung 1 tahun disana hanya 31 jam. Begitu dekat ke bintang tapi mengapa diteliti. Astronom mengumpulkan data dari tahun ke tahun untuk melihat kondisi atmofer planet. Dan disana bukan atmofer biaya melainkan hujan besi.

Ketika peneliti melihat objek ASASSN-21qj, awalnya tidak tahu apa yang terjadi. Seperti bintang yang meredup, tapi bukan supernova. Sampai mendapat jawaban, ada 2 planet raksasa yang  bertabrakan. Mirip seperti pembentukan bulan dan Bumi, ketika terjadi tabrakan 2 planet. Yang ini 2 planet masif bertabrakan.

Bila kita melihat ada 2 galaksi yang bergabung, apa yang terjadi. Satu tipe galaksi Seyfert seperti galaksi Arp 107, adalah 2 galaksi yang bergabung. Ketika kedua galaksi mulai mendekat, ada material yang membentuk seperti jembatan di antariksa.

Planet TOI-733b hanya berjarak 245 tahun cahaya dari Bumi. Tapi peneliti memperkirakan ada 2 kemungkinan bentuk planet, apakah sangat gersang dan panas, atau memiliki lautan di semua permukaan planet. Mengorbit ke bintang induk setiap 4,9 hari dan ukuran planet 2x lebih besar dari Bumi. Dengan ukuran bintang lebih kecil dari matahari.

Bintang 8 Ursae Minoris memasuki tahap kehancuran, tapi satu planet Bintang 8 Ursae Minoris b masih tetap ada disana. Mengapa planet tersebut tidak ditelan oleh bintang induknya sendiri. Teori kuat dari astronomi memperkirakan ekpansi bintang berhenti, menjadi pertanyaan kedua mengapa.



Gempa teknonik dipastikan ada lempeng bumi yang tengelam atau terangkat. Berapa tebal kulit bumi, dan seperti apa inti bumi. Bumi memiliki 3 lapisan dari kerak bumi yang dingin. Di inti bumi memiliki kemunginan memang besi 96 persen. Inti Bumi memiliki inti besi besar.

Tim astronom sedang mencari Black Hole kelas supermasif kedua terdekata, setelah lubang hitam di inti galaksi kita Sagitari. Kemungkinan satu lagi hanya 800 ribu tahun cahaya. Di galaksi kerdil Leo 1 kemungkinan ada sebuah lubang besar supermasif yang bersembunyi. Sekarang mulai diteliti oleh tim internasional.

Orbit bumi ke matahari bentuk elips, tapi setiap tahun matahari menjauh dari matahari. Sayang, pergeseran tersebut tidak cukup untuk memindahkan planet bumi lebih jauh. Menurunnya kekuatan gravitasi matahari akibat massa matahari yang terus surut dari waktu ke waktu.

Gambar yang ditampilkan ini mungkin terlihat seperti gambar langit malam ketika bersih dan penuh bintang. Tetapi jangan salah, ini bukan cahaya bintang yang kita lihat di malam hari. Setiap titik putih ini mewakili 25.000 dari pemetaan mengunakan sinyal radio.

Astronom modern tidak hanya melihat objek dengan pengamatan teleskop optik. Tahun 2020 tepat 75 tahun dari teleskop radio Jodrell Bank. Merubah pengamatan benda di ruang angkasa tidak hanya mengandalkan teleskop optik. Tapi menangkap sinyal radio dari objek yang diamati.

Bila melihat cahaya matahari di Bumi, apakah sama seperti di planet lain. Cahaya matahari berinteraksi dengan molekul di setiap planet. Di Bumi cahaya biru akan mendominasi di siang hari, dan kuning serta biru lain ketika matahari terbenam. Apakah yang dilihat di planet lain sama.

Planet Kepler 1649c memiliki ukuran yang sama seperti Bumi. Menerima cahaya dari bintang induknya sekitar 75% dibanding cahaya yang diterima oleh Bumi terhadap Matahari. Planet juga berada di orbit yang tepat, dan mengorbit ke sebuah bintang yang ukuran hanya 1/4 dari ukuran matahari.



Galaksi NGC 6240 sebuah galaksi dengan bentuk tidak beraturan. Awalnya astronom memperkirakan ada 2 lubang hitam di galaksi tersebut, penelitian terbaru ternyata ada 3. Dan ketiganya memiliki massa kelas berat, dengan bobot tidak kurang dari 90 juta kali massa matahari. Konsentrasi tiga lubang hitam supermasif seperti itu belum pernah ditemukan di alam semest

Seberapa besar alam semesta, dapat dilihat dengan membagi beberapa bentuk struktur raksasa. Dari planet yang dikira sebuah bintang, kumpulan galaksi yang bergabung menjadi kluster galaksi, cahaya ditengah galaksi yang disebut Fermi Bubble, sampai Supervoid atau wilayah dingin yang berada di tengah alam semesta tapi ilmuwan tidak tahu mengapa tempat tersebut relatif kosong.


Youtube Obengplus


Trend
No popular articles found.