Science | 11 June 2023

Pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe Juni 2023 penyebab angin matahari terjawab



Juni 2023 satu misteri Matahari terjawab
Matahari bola plasma raksasa yang panas kadang meradang, dan melemparkan semburan yang disebut angin matahari.

Angin dengan radiasi tersebut dapat menyebar ke satu arah, ketika Bumi terkena angin maka magnet Bumi melindungi agar tidak masuk ke dalam planet kita.

Apa penyebab semburan tersebut muncul, apa yang mendorong angin matahari keluar dari permukaan. Salah satu penelitian yang dicari oleh pesawat Parker telah terjawab.

Bagaimana semburan dapat keluar dari matahari sampai membentuk angin matahari dan mencapai Bumi. Ini jawaban
"Ketika pesawat Parker semakin dekat ke Matahari, Parker mulai melihat lebih banyak struktur angin," James Drake, seorang profesor di University of Maryland, dan salah satu penulis studi yang diterbitkan di Nature.
"Kita tahu angin berkecepatan tinggi muncul dengan banyak semburan, kemudian mereda sedikit, tapi muncul kembali dan semakin kuat lagi dengan lebih banyak semburan."

Studi yang di dapat, ketika angin matahari muncul ketika terjadi proses penyambungan magnet di matahari.
Yang dimaksud di bagian luar terdapat bidang magnet matahari yang berlawanan arah. Karena putaran atmosfer matahari tidak bergerak selaras.

Kadang proses medan magnet sering putus, tapi dapat menyambung kembali, berdampak melontarkan partikel bermuatan keluar dari matahari.

Jika ada 2 medan magnet yang berlawanan bertemu, maka kekuatannya akan saling menghilangkan. Dan terjadi dorongan energi magnet yang menghasilkan partikel.
Tim peneliti juga menjelaskan, plasma tidak dapat lepas keluar dari atmofer Matahari begitu saja.
Karena plasma tidak cukup energi melawan gravitasi matahari.
Bila cukup dipercepat, seperti terjadinya penyambungan magnet, cukup untuk mendorong angin matahari keluar dan lepas dari permukaan Matahari.



“Itulah pengetahuan baru yang diberikan oleh Solar Probe Parker kepada kami saat pesawat terbang langsung menuju korona,” tambahan Stuart Bale, seorang profesor fisika di University of California

Penyebab terjadinya angin matahari

Sampai Juni 2023, probe Parker telah mengitari matahari sebanyak 15 kali. Mendatang terjadi pada 22 Juni 2023, dan berlangung selama 12 hari.
Penelitian pesawat Parker akan terus semakin dekat ke Matahari hingga tahun 2025

Desember 2021
Pesawat ruang angkasa Parker pada 14 Desember 2021 pertama kali menyentuh matahari.


Mengambil data sampel partikel dan medan magnet.

Peneliti meneliti bagian titik kritis Alfven berada.
Tidak seperti Bumi, Matahari tidak memiliki permukaan padat. Tetapi ia memiliki atmosfer yang sangat panas, terbuat dari bahan Matahari yang terikat ke Matahari dengan gaya gravitasi dan magnet.

Saat panas dan tekanan yang meningkat lalu mendorong materi itu menjauh dari Matahari, mencapai titik di mana gravitasi dan medan magnet terlalu lemah untuk menahannya kata tim Nasa
Titik itu, yang dikenal sebagai permukaan kritis Alfvén

Diperkiraan area tersebut berada antara 10-20 jari jari matahari atau sekitar, 4,5-8,6 juta mil dari permukaan.
28 April 2021, pada jarak 8.1 juta mil, pesawat mengirim data telah melintas di permukaan kritis Alfven untuk pertama kali dan akhirnya memasuki atmofer matahari.

Pesawat memutar kembali dengan jarak lebih dekat 3,83 juta mil atau 8,85 jari jari matahari pada bulan Januari 2022.
Agar pesawat dapat melihat diatas korona matahari.
Sampai jarak terdekat akan dicapai tahun 2025

Dibawah ini gambaran yang didapat apa yang terbentuk di permukaan matahari.



November 2019
Parker Solar Probe baru menyelesaikan putaran pada 15 November 2019.
Nantinya akan mengitari matahari sebanyak 7 kali dengan kecepatan 659 ribu km perjam.

Masih 21 kali pesawat ruang angkasa tersebut harus mengorbit ke matahari setelah tahun 2019. Setiap putaran, pesawat semakin dekat ke matahari.
Dan pada akhirnya jarak terdekat sampai 6 juta km dari permukaan matahari. Menjadi pengamatan paling dekat yang pernah di lakukan manusia terhadap matahari.

Agustus 2019
Parker Solar Probe NASA selesai dalam melintasi misinya untuk mendekati pertemuan ketiganya dengan Matahari 6 Mei 2019
Mengirim 22GB data final sain yang direncanakan, termasuk 2 data dari dua pertemuan ketika melintas di area dekat Matahari.
Data berhasil di-downlink oleh tim misi di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins di Laurel, Maryland. Ini mengejutkan tim karena data yang diterima 50% lebih banyak dari yang mereka perkirakan untuk misi ini.



Setelah mengamati operasi pesawat ruang angkasa selama fase commissioning, tim misi Parker menentukan bahwa sistem telekomunikasi mungkin dapat memberikan lebih banyak peluang downlink, sehingga memaksimalkan pengunduhan data sains. Jadi, tim memanfaatkan tingkat downlink yang lebih tinggi dengan menginstruksikan Parker Solar Probe untuk merekam dan mengirim kembali data sains tambahan yang dikumpulkan selama pertemuan matahari kedua.
Data belum selesai diambil, menunggu selesai data ke 3. Tambahan 25GB data sains diatur untuk di-downlink ke Bumi antara 24 Juli dan 15 Agustus 2019.

Komunikasi dilakukan dengan stasiun Deep Space Network.
Juni 2023, komunikasi ke probe Parker Solar membutuhkan waktu 19 menit
Komunikasi pesawat ruang angkasa ke Bumi sekitar 117 juta km masih berlangsung tertanggal 5 Agustus 2019

Pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe komunikasi ke Bumi 
Agustus 2019

April 2019
4 April 2019, Misi Nasa berhasil diselesaikan dan 2 kali pesawat Parker telah melewati jarak terdekat dengan matahari.
Jarak pesawat ruang angkasa Parker hanya 24 juta km dari permukaan matahari, seperti yang dicapai pada Perihelion pertama.
Pesawat Parker harus memutar ulang ketika mengorbit ke matahari, untuk semakin dekat  sampai jarak 6 juta km.
Ketika pesawat mendekati matahari, kecepatannya mencapai 343 ribu km perjam.
Ketika apesawat melintas di dekat matahari, pesawat tidak melakukan komunikasi ke Bumi. Untuk fokus menjaga instrumen tetap aman dari perisai panas/
Setelah menjauh, dan mengumpulkan data, maka pesawat baru mengirim data ke Bumi. Seperti data korona matahari, dimana mencapai suhu jutaan derajat.
Korona adalah sumber dari angin matahari, aliran konstan yang membuat partikel bermuatan dan terbang keluar dari matahari.

Nasa akan mengirim pesawat, dan menjadi pesawat ruang angkasa paling cepat yang pernah dibuat pada 11 Agustus 2018

Diperlukan beberapa kali Slingslot atau memanfaatkan gravitasi planet.

Pesawat akan berada pada jarak cukup aman dari permukaan matahari dan bertugas selama 6 tahun untuk mempelajari matahari dari dekat.
2018 Agustus diluncurkan 12 Agustus 2018 (waktu setempat)
2018 28 Sep mencapai Venus
2018 1 Nov Perihelion
2019 22 Des Venus flyby 2, berkali kali melakukan putaran slingslot sampai tahun 2024
Melakukan 24 kali orbit dan 7 kali bantuan gravitasi planet Venus.



Pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe orbit disekitar Matahari 
teknik slingslot

Mengapa lebih sulit pergi ke Matahari dibanding ke planet Mars
Kekuatan gravitasi matahari. Bumi mengorbit ke matahari dengan kecepatan 100.000km perjam untuk menyeimbangkan daya tarik gravitasi matahari.
Bila mengirim pesawat antariksa langsung lurus ke matahari, maka pesawat akan melenceng dan perjalanannya tidak akan sampai ke matahari langsung.
Pesawat ruang angkasa harus mengambil arah kebalikan dari rotasi Bumi terhadap matahari
Pesawat ruang angkasa ke planet Mars membutuhkan kecepatan 46 ribu km perjam
Pesawat New Horizons yang terbang ke planet Pluto, meluncur dengan kecepatan 57.000 km perjam

Pesawat Parker tidak parkir di orbit matahari secara tetap. Tapi terus bergerak selama terbang, mengitari orbit matahari dan planet Venus .
Kecepatan pesawat akan terus meningkat dengan teknik Slingslot (ketapel) dengan bantuan planet di bagian depan, dan posisi pesawat akan semakin dekat ke matahari sampai putaran terakhir.

Pesawat Parker harus diluncurkan lebih cepat dengan kecepatan 69 ribu km perjam, dan putaran orbit mengelilingi matahari selama 6 tahun dan terus mendekat.
Kecepatan pesawat Parker akan mencapai 690 ribu km perjam pada putaran terakhir, untuk menahan kekuatan gravitasi matahari.

Untuk mempercepat kecepatan pesawat, Parker akan berputar beberapa kali planet Venus, dan berputar kembali ke matahari. Setidaknya selama 6 tahun dilakukan bersamaan dengan mengambil data penelitian.

Walau pesawat terus bergerak, masalah mengirim pesawat ruang angkasa ketika mendekat matahari akan menghadapi kondisi ekstrem. Radiasi matahari akan menghantam pesawat ruang angkasa, termasuk panas luar biasa.

Bila pesawat mendekat ke matahari, pesawat harus berhadapan dengan angin matahari dan korona. Karena kedua kejadian tersebut yang akan diteliti.

Mengunakan pelindung dari komposit karbon dengan tebal 20cm, pelindung panas dapat menjaga peralatan di pesawat Parker Solar Probe. Untuk menahan panas sampai 1400 derajat Celcius.
Pesawat ruang angkasa Parker memiliiki sistem otonom yang bekerja sendiri.
Ketika menghadap ke matahari, suhu panas dapat ditahan dengan perisai keramik yang disebut TPS. Instrument dapat terlindung dengan suhu 30 derajat dibalik perisai.
Perangkat TPS dibuat oleh laboratorium fisika Johns Hopkins, mengunakan bahan carbon advanced tech. Seperti busa komposit yang diapit oleh 2 lempeng karbon.
Dan bagian depan diberikan pelindung plat keramik berwarna putih.

Pengujian lab, perisai TPS mampu bertahan sampai 1650 deg.C.
Bagaimana dengan kabel, apakah pelindung kabel dapat terlindung dari paparan radiasi panas ketika mendekat ke matahari.
Tim mengembangkan tabung kristal safir untuk melindungi bagian kabel, dan bahan kabel berbahan kimia niobium.



Untuk sistem elektrik, digunakan solar cell. Tapi ketika dekat dengan matahari, hanya sebagian yang terkena matahari yang sangat intens. Dibagian solar panel memiliki sitem pendingin yang sangat sederhana. 2 radiator menjaga suhu dari pembekuan ketika diruang hampa. Dan sirip aluminium memaksimalkan permukaan untuk pendingian, ditambah sebuah pompa untuk mengalirkan suhu dingin.

Walau jarak matahari ke bumi mencapai rata rata 150 juta km, tapi angin matahari memberikan gangguan ke bumi. Khususnya peralatan satelit di ruang angkasa, dimana satelit cuaca sangat terganggu dengan aktivitas angin matahari.

Nama pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe untuk menghormati seorang ahli astrofisik Profesor Eugene Parker dari universitas Chicago. Parker yang bekerja beberapa putuh tahun lalu dan bekerja di sebuah yayasan untuk pengetahuan bintang. Ilmuwan Parker tahun ini sudah berusia 90 tahun.

Parker yang namanya diabadikan sebagai pesawat Nasa mengatakan akhirnya kita bisa melihat penampilan sebenarnya. Untuk mengukur angin surya.

Pesawat Parker Solar Probe akan terjun mendekat matahari, untuk meneliti bagian corona bahkan sampai di permukaan matahari lebih dekat.
Tujuan utama melihat lebih dekat seperti apa matahari bekerja.

Pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe benda pertama paling 
dekat ke matahari

Probe Parker akan dikirim mengunakan roket delta IV Heavy.
Setelah diluncurkan dan probe berada di atas Bumi, langsung menuju ke matahari. Nasa menargetkan probe Parker bekerja sampai 7 tahun.

Bagaimana pesawat tidak meleleh ketika mendekati matahari.



Desember 2018

19 September 2018, Nasa melakukan pemeriksaan instrumen.
Oktober 2018, pesawat Parker memecahkan rekor sebagai benda buatan manusia paling dekat ke Matahari.
Foto ini diabadikan dari camera Parker WISPR (Wide-field Imager untuk Solar Probe).
Dengan jarak hanya 27 juta km, diumumkan pada pertemuan American Geophysical Union.
Foto dikirim 7 Des 2018, tapi set pertama ini tidak lengkap. Dan data akan dikirim setelah parkert melewati matahari kedua kali April 2019.
Dan mengitari orbit matahari dengan kecepatan orbit yang sama

Pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe gambar pertamat Desember 
2018



Tentang pesawat Parker Solar Probe


Artikel Lain

Bencana alam dari angin ribut, pusaran angin / siklon, dan topan disebut dalam bahasa Inggris sebagai Hurricane, Cyclone dan Typhoon. Nama tersebut memiliki arti sama. September 2020, banyak badai muncul sampai badan WMO kehabisan nama dan mengambil huruf baru A. Satu kategori 6 setelah melewati kekuatan 345km perjam

pesawat antariksa Osiris Rex milik Nasa diluncurkan 8 September 2016 sampai di asteroid Bennu Oktober 2020. Mengambil batuan yang diteliti berusia 4,5 miliar tahun. Batuan sudah sampai di Bumi September 2023, tapi Nasa belum membuka tabung.



Oleg Kononenko kosmonot paling lama tinggal di ruang angkasa, mengejar 1000 hari. Frank di jadwalkan tinggal selama 6 bulan, tapi masalah di stasiun malah dia harus disana 1 tahun. Astronot wanita paling lama di ISS, Chrisina Koch, tinggal selama 328 hari, berangkat Maret 2019, pulang Februari 2020.

Bintang 8 Ursae Minoris memasuki tahap kehancuran, tapi satu planet Bintang 8 Ursae Minoris b masih tetap ada disana. Mengapa planet tersebut tidak ditelan oleh bintang induknya sendiri. Teori kuat dari astronomi memperkirakan ekpansi bintang berhenti, menjadi pertanyaan kedua mengapa.

Pesawat ruang angkasa New Horizons melewati jarak 50AU. Masuk urutan ke 5 setelah Voyager dan Pioneer. Pengamatan utama meneliti planet Pluto selesai. Misi selanjutnya meneliti wilayah Heliospause dan dampak angin matahari di tepi tata surya kita.

Orbit bumi ke matahari bentuk elips, tapi setiap tahun matahari menjauh dari matahari. Sayang, pergeseran tersebut tidak cukup untuk memindahkan planet bumi lebih jauh. Menurunnya kekuatan gravitasi matahari akibat massa matahari yang terus surut dari waktu ke waktu.

Lubang hitam tidak hanya terkait inti galaksi. Atau bintang raksasa yang meledak dan mati sampai membentuk dirinya menjadi lubang hitam. Peneliti mendapatkan lubang hitam terkecil. Yang massanya setara 3,3 kali lebih besar dari Matahari. Jumlah di galaksi kita sekitar 100 juta lubang hitam.



Matahari memiliki kilatan dan angin. Tingkat paling berbahaya adalah kilat atau Flare dibagi dalam skala logaritmik dari 1-9. Misalnya A.9 atau X.1. Tetapi hanya di tingkat X memiliki pengukuran paling kuat. X2 memiliki kekuatan dua kali dari X1. April 2022 matahari kembali memancarkan kilatan atau monster flare

Awal tata surya terbentuk, ada 3 cincin di matahari. Tekanan di cincin tengah membuat ukuran Bumi ideal. Tapi berdasarkan 30% bintang seukuran matahari, disana terdapat Super Earth. Bila cincin kedua tidak ada maka Bumi akan berbeda dibanding saat ini.

Perubahan musim ditandai dengan Equinox, antara tanggal 21 Maret dan 21 September. Posisi Bumi ke Matahari akan tegak lurus, sebelum bergeser ke arah Utara atau Selatan. Di negara dengan 4 musim akan mengalami waktu musim transisi. Pada waktu Ekuinok, di seluruh dunia akan mengalami waktu yang sama antara waktu siang dan malam. Karena cahaya matahari menyinari ke arah yang sama.

Bila melihat cahaya matahari di Bumi, apakah sama seperti di planet lain. Cahaya matahari berinteraksi dengan molekul di setiap planet. Di Bumi cahaya biru akan mendominasi di siang hari, dan kuning serta biru lain ketika matahari terbenam. Apakah yang dilihat di planet lain sama.

Gerhana matahari 14 Oktober 2023 hanya di benua Amerika. Gerhana matahari 20 April 2023, tapi hanya sebagian wilayah Indonesia dapat terasa lebih gelap. Hanya sebagian wilayah timur akan tertutup bayang bulan. Jangan salah, di wilayah lain dapat melihat bulan menutup Matahari.

Tanggal 17 April 2016 dan 2022, matahari mengeluarkan kilatan setingkat M6.7 dan X1. Kilatan tersebut sebagai Flare dari matahari, dengan cahaya sangat terang. Direkam pada jam 8:30 sore waktu EDT atau sekitar jam 8:30 pagi pada 18 April 2016 waktu WIB.


Youtube Obengplus


Trend
No popular articles found.