Satelit di ruang angkasa berapa banyak nanti naik 6x lipat


Technology | 30 March 2023

Berapa jumlah satelit di ruang angkasa yang mengorbit Bumi. Mungkin terbayang ratusan atau ribuan.
Mungkin kita tidak terlalu memperhatikan jumlah satelit. Indonesia hanya memiliki beberapa satelit, bisa saja kita mengira negara lain juga memiliki satelit sedikit.

Satu data satelit realtime ini memberikan gambaran, bahwa bukan Bumi saja yang sesak dengan pesawat terbang. Tapi di ruang angkasa kondisinya sama saja.

Sebuah situs memberikan data realtime jumalh satelit yang ada diatas bumi. Mengunakan data Space Track dari situs pertahanan Amerika. Dimana badan tersebut memonitor jumlah satelit termasuk sampah di ruang angkasa yang berukuran sebesar bola baseball.

Dari seluruh objek yang ada di ruang angkasa dan mengorbit Bumi, diperkirakan jumlahnya mencapai 21 ribu dengan ukuran 10 cm, dan ukuran lebih kecil mencapai 500 ribu. Sebagian adalah satelit aktif, yang lainnya sampah ruang angkasa dan sebagian lain satelit yang tidak aktif tapi masih berada di ruang angkasa.

Satelit tidak hanya untuk komunikasi ke luar negeri, pemancar TV satelit, komunikasi internet. Tapi digunakan untuk satelit internet, dan jumlahnya amat banyak

Total satelit Maret 2023
Aktif 7.700 satelit
Sampah tidak terpakai 19.400

Layanan internet satelit
Maret 2023, OneWeb mengirim 30 satelit baru, untuk melengkapi konstelasi 600 satelit. Itu baru 1/10 jumlah satelit total 6.372 satelit direncanakan .
SpaceX meminta ijin mengirim 30 ribu satelit Starlink layanan aktif
Project Kuiper Amazon memesan 7.774 satelit untuk jadwal satelit internet.
China Satellite Network menjadwalkan 12.992 satelit, masih perencanaan. Digunakan di daratan China.


Telesat Lighspeed 1.671 satelit.
Rivada Space Networks 600 satelit.

Bila dijumlahkan satelit baru ke depan mencapai total 6x lipat dari satelit yang ada sekarang sekitar 10.754 objek pada tahun 2023.


Jumlah satelit di tahun 2023

Satelit Starlink Maret 2023
Seperti dibawah ini data dari Heaven Above


Menunjukan begitu banyak satelit kecil Starlink sudah berada di ruang angkasa.

Jumlah satelit di tahun 2023

Dibawah ini foto satelit Starlink setelah diluncurkan. Tampak dilangit beberapa satelit melintas pada 14 Januari 2020 ( Jakarta ).
Setiap bulan perusahaan Starlink meluncurkan 2 kali dan satu peluncuran berisi 60 satelit kecil ke ruang angkasa.



Seperti ini posisi satelit di tahun 2029

Jumlah satelit di tahun 2029

2018
Total jumlah satelit di atas bumi berdasarkan data UNOOSA, 4.987 satelit ada di orbit sampai tahun 2018.
2.218 satelit aktif (September 2019) atau kurang dari 40% satelit yang ada di orbit aktif.
Jumlah lain terus bertambah, dari satelit mini Starlink. Dengan pengiriman puluhan satelit kecil broadband sekali kirim.

Indonesia memiliki 18 satelit, tetapi tidak semua satelit aktif atau sudah tidak digunakan lagi.
Terakhir satelit Nusantara Satu diluncurkan Februari 2019.
Beberapa satelit seperti Palapa 1, Palapa 2 dan lainnya yang digunakan sejak 1976 masih ada diatas.

Satelit cuaca Goes-R
akan mendapat tambahan satelit cuaca di seri Goes-T. Total 4 satelit cuaca di orbit tinggi.

Satelit Dove, dari 351 diluncurkan, 120 satelit aktif.
Dove bertugas memantau aktivitas militer sampai pembalakan liar. Usia satelit tidak lama, hanya bekerja 2-3 tahun.

Satelit GPS III
Setelit GPS generasi baru milik Amerika, sejauh ini baru 1 aktif  (2019).
Menyusul 32 satelit lain. Memiliki akuras 3x lebih tinggi, lebih tahan dari sistem jamming.
Rencananya 9 satelit lain akan diluncurkan pada 2023.



Beidou konstelasi satelit navigasi
China akan mengirim 2 satelit terakhir di tahun 2020 dan total 30 satelit navigasi berbasis Beidou.
Satelit Beidou dapat dimanfaatkan sebagai sinyal satelit pendamping dari procesor smartphone terbaru

Ambisi perusahaan SpaceX membawa teknologi internet ke seluruh pelosok dunia.
Satelit kecil dengan berat 200km mampu memberikan koneksi 1Tb untuk 1 Batch, cukup memberi koneksi video 4K bagi 40 ribu orang.

Jumlah satelit di tahun 2019

Satelit lain adalah satelit observasi ruang angkasa. Seperti satelit Lunar Reconnaissance Orbiter and Lunar untuk meneliti bulan.
Satelit lain yang memantau planet Venus, Mars dan Merkurius.

Mengunakan data Space Track, akurasi jumlah satelit yang ditampilkan memiliki akurasi dalam hitungan beberapa km meter. Data yang ditampilkan mengunakan visual WebGL.

Data dibawah ini adalah data GPS atau Global Positioning System milik Amerika. Digunakan sebagai satelit navigasi, seperti penerima sinyal GPS pada smartphone

Orbit satelit GPS

Dibawah ini gambar orbit dari satelit Glonass. Sama seperti GPS, jumlahnya mencapai puluhan satelit.

Berfungsi sebagai satelit global untuk navigasi atau penunjuk posisi di bumi.

Sistem satelit Glonass disebut sebagai Konstelasi Glonass, dengan jumlah puluhan satelit dan terus memancarkan sinyal koordinat dan diterima oleh smartphone atau alat navigasi lain.

Orbit satelit Glonass untuk navigasi

Sistem satelit lain yang jumlahnya cukup banyak adalah satelit Iridium. Satelit tersebut digunakan untuk komunikasi telepon satelit.

Posisi satelit Iridium berada di orbit rendah, agar sinyal yang dikirim dan diterima dari telepon satelit lebih mudah terjangkau oleh satelit Iridum




Satelit Iridium untuk komunikasi

Satelit Palapa D yang diluncurkan pada tahun 2009. Posisinya sangat tinggi, berada pada 35 ribu km dari permukaan Bumi.

Karena satelit Palapa D digunakan untuk satelit relay dan harus berada di atas Indonesia.

Posisi satelit harus berada lebih tinggi agar tertarik oleh gravitasi Bumi lebih lemah. Dan posisi akan selalu tepat berada di atas Indonesia

Berapa banyak jumlah satelit di ruang angkasa. Seperti gambar dibawah ini, jumlahnya sangat banyak. Dari satelit komunikasi, navigasi, satelit relay, sampai stasiun ruang angkasa ISS dapat dilihat posisinya oleh data Stuffin.space



Data posisi satelit juga menunjukan beberapa bangkai satelit yang masih ada. Misalnya satelit Astron milik Rusia. Adalah satelit astronomi milik Rusia yang dilucurkan tahun 1983. Berada di ketinggian 170 ribu km dari permukaan Bumi.

Satelit observasi Interstellar Boundary Explorer (IBEX) berada di ketinggian 250 ribu km. Untuk meneliti solar system ke Bumi yang tidak dapat diukur dengan teleskop Bumi.

Sisanya tidak jelas, mungkin sudah menjadi satelit tidak aktif atau Space Junk

Dari seluruh data yang diberikan, ada data posisi satelit yang tidak tampak. Yaitu satelit mata mata.

Tertarik melihat seperti apa jumlah satelit yang dimiliki manusia. Dapat dilihat pada link dibawah ini

+ Stuffin.space

Berapa lama sampah satelit di ruang angkasa.
Satelit di ketinggian 500 km di atas bumi dengan orbit LEO akan jatuh kembali sekitar 25 tahun.
Satelit di orbit 800km baru kembali jatuh setelah 100-150 tahun kedepan.
Tapi satelit diatas puluhan ribu km mencapai ribuan tahun lagi kembali ke Bumi.


Daya tarik bumi sangat kecil untuk menarik satelit turun kembali, dan satelit memiliki keseimbangan sentrifugal akibat tarikan gravitasi dari Bumi sendiri.

Masalahnya satelit akan lama berada di ruang angkasa, dan ada kemungkinan terjadi tabrakan. Bila puing tersebut tersebar, dapat meningkatkan pecahan lebih banyak dan menabrak satelit lain.

berapa lama satelit akan kembali ke Bumi

Artikel Lain

Panas layanan internet satelit, mulai menganggu layanan Viasat yang sudah ada. Viasat memberi paket internet unlimited langsun ke satelit. Melihat 2 pesaing jaringan internet satelit Starlink dengan 2 juta pelanggan dan HugesNet

Ulefone Armor 23 Ultra sebagai smartphone Android biasa, tapi dapat terhubung ke satelit. Tidak hanya mengirim pesan, tapi menerima pesan. Sistem satelit Bullit mendukung sistem jaringan ponsel untuk mengirim pesan darurat dan terhubung ke layanan SAR selama 24 jam.



Tahun 2020 sistem satelit navigasi Beidu telah lengkap. Tahun 2022 untuk standar penerbangan. Menjadi opsi sistem cadangan bila terjadi gangguan sinyal satelit navigasi. keunggulan ada di sinyal satelit dan posisi beberapa satelit geostasioner di satu wilayah.

Setelah teknologi smartphone dapat terhubung untuk mengirim SMS mengunakan sinyal satelit. Satu lagi layanan SMS satelit dari Sateliot, tahap awal satelit akan lewat 1 kali sehari. Menyusul dalam 3 tahun akan ada 256 satelit.

Pesaing jaringan internet satelit Oneweb memilih layanan SpaceX dan ISRO untuk pengiriman satelit ke ruang angkasa. Tinggal menunggu beberapa puluh satelit lagi untuk lapisan pertama jaringan internet satelit. OneWeb sementara tidak mengirim satelit lewat badan antariksa Roscosmos Rusia.

Amazon mendapat ijin satelit internet broadband. Peluncuran jaringan satelit Kuiper dalam 5 tahun, mengkontrak 3 perusahaan roket dari ESA, US dan Amazon sendiri. 3000 satelit. Menawarkan 3 ukuran antena kecepatan 100Mbps sampai 1Gbps

Bila tidak ada jaringan tersedia, smartphone dapat mengirim langsung pesan SOS, atau paket SMS melalui satelit. Mengunakan chip Mediatek MT6825 NTN untuk modem tambahan, tidak memerlukan antena khusus. Smartphone dirancang standar anti pecah.



Samsung kembangkan komunikasi NTN. Dengan modem Exynos 5300, untuk komunikasi dua arah. Dapat mengirim pesan, video, foto langsung ke satelit langsung dari Smartphone Android. Satu langkah teknologi 5G menuju teknologi 6G.

Teknologi 6G tidak lagi membawa jaringan selular. Tapi konekvitas ke perangkat yang membutuhkan wireless. Dari sistem IoT, industri, jaringan data selular, sampai medis. Ada yang menganggu di teknologi 6G, karena mengunakan frekuensi Thz, bukan lagi Mhz.

Satelit Bluewalker 3 untuk jaringan 5G membentang panel surya penuh, ukuran 64 meter persegi. Nanti menjadi konstelasi Bluebird, dengan total 100 satelit. Astronom mengatakan itu akan menganggu peneriman sinyal teleskop radio. Masalahnya jaringan Bluebirds digunakan untuk komunikasi 5G.

Smartphone biasa dapat terhubung ke satelit. Setelah modem Qualcomm X65 dibuat untuk mengunakan frekuensi n53 di spektrum satelit. Sementara untuk mengirim pesan singkat, atau SOS. Jadwal berubah setelah Qualcomm tidak ingin sistem ekslusif dari Iridum, mungkin baru tampil tahun 2024



Youtube Obengplus

Trend