Science | 20 March 2023

Planet X mungkin ada tapi belum terlihat teori dari 2015 sampai sekarang


Pernah mendengar cerita planet X, planet yang tidak dikenal di tata surya kita sendiri.

Mungkin planet ini memang ada, tapi jauh di kegelapan dan mungkin saja berada sangat jauh di luar planet Pluto.

Analisa ini diumumkan dengan kemungkinan satu planet dengan orbit sangat ektrem atau Extreme Trans-Neptunion Object (ETNO).

Planet X yang dimaksud bukan cerita planet Nubiru atau planet X yang akan melintas mendekati atau menabrak Bumi. Tapi planet yang mengorbit ke matahari seperti Bumi dan Mars atau planet lainnya. Hanya letaknya sangat jauh, dan belum bisa dilihat.

Tahun 2023
Bila planet X ada, teori lain menyebut terbentuk dari nebula matahari tapi terlempara keluar akibat gravitasi dengan planet lain atau benda ukuran masif lainnya.
Peneliti menyakini, planet X atauplanet ke 9 tersebut sangat jauh, dan orbitnya memanjang.
Orbit yang lambat untuk pengamatan saat ini, cahayanya terhalang oleh matahari.

Beberapa pencarin planet X dilakukan oleh para astronom. Melibatkan teleskop Subar Hawai, dan Dark Energi diChili.
Penelitin lain mencoba mengunakan pendekatan lain, seperti pengamatan lensa gravitasi bila planet X memang berukuran besar.

Sampai saat ini keberadaan planet X menjadi salah satu misteri yang menarik para ilmuwan.
Bukti teoritis adanya planet X sudah diungkap, pencarian planet X sejauh ini belum ditemukan.

Seperti video yang diungkap oleh tim Caltech 7 tahun lalu.






Tahun 2019
Dalam studi tahun 2016, astronom Chad Trujillo dan Scott Sheppard menemukan bahwa beberapa KBO memiliki orbit yang selaras satu sama lain dengan cara yang secara statistik tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Mereka menyarankan bahwa pengelompokan ini dapat dijelaskan oleh pengaruh gravitasi dari objek besar yang jauh, yang mereka sebut "Planet Sembilan".
Menurut perhitungan mereka, Planet ke Sembilan berukuran sekitar 10 kali massa Bumi dan mengorbit sekitar 20 kali lebih jauh dari jarak matahari ke Neptunus.

Bukti lain datang dari orbit beberapa objek lain di luar tata surya, termasuk beberapa asteroid jauh dan planet kerdil yaitu Sedna.
Dalam studi tahun 2019, peneliti Ann-Marie Madigan dan Alexander Zderic menggunakan simulasi komputer untuk memodelkan orbit objek-objek ini dan menemukan bahwa mereka dapat dijelaskan oleh pengaruh gravitasi objek masif di luar Neptunus. Menurut simulasi mereka, objek ini berukuran sekitar 5-10 kali massa Bumi dan memiliki orbit yang sangat memanjang dan cenderung relatif terhadap bidang tata surya.



Tahun 2015
Peneliti mempelajari 13 ETNO, dari beberapa planet seperti planet Sedna sebagai planet kerdil. Posisinya berada jauh sekali dari matahari, serta sangat dingin karena sangat rendah menerima panas matahari.

Apa yang dimaksud dengan orbit dari daftar planet ETNO.
Misalnya planet bumi memiliki jarak orbit sampai 150 juta km dari matahari. Perubahan orbit planet nyaris 0 derajat atau memiliki garis orbit tetap. Tapi ke 13 planet di daftar ETNO memang berada sangat jauh, mencapai 150 sampai 525AU (dikalikan jarak Bumi ke Matahari untuk setiap AU). dan mereka cenderung memiliki pergeseran 20 derajat dari orbitnya ke matahari.

Planet X atau objek ETNO

Jumlah planet tersebut tentunya tidak pasti, karena orbitnya begitu jauh, dan sulit diamati dari Bumi dengan teknologi yang ada saat ini. Bulan Maret 2014, Chadwick Trujillo dan Schott Sheppard mengumumkan mereka menemukan planet VP113 2012. Ini adalah planet tipe ETNO dan orbitnya tidak pernah kurang 80AU ke jarak matahari. Planet VP113 masuk ke daftar planet ETNO seperti planet Sedna sebagai penghuni di daerah Oort Cloud.

Apakah mungkin ada planet lain di belakang Pluto dengan ukuran cukup besar atau mungkin hampir sebesar planet Bumi bahkan 10x lebih besar dari Bumi sendiri. Dan jaraknya berada sangat jauh mencapai 250 AU dari matahari. Hal ini masih diperdebatkan, karena selama penemuan planet yang diteliti hanya dibagi antara planet luar dan dalam. Bagian planet dalam adalah planet berbatu, dan bagian planet luar adalah planet gas. Dibelakang planet gas umumnya berukuran lebih kecil dibanding planet bagian dalam.

Planet Gna
8 Desember 2015. Teleskop Alma menemukan lagi objek paling jauh di tata surya kita. Peneliti mengatakan ada 2 benda gelap di pinggiran tata surya setelah di observasi selama 48 jam.
Planet Gna mungkin saja sebuah asteroid dengan ukuran sebesar negara Norwegia, berada di spot planet Uranus. Tapi ada kemungkinan benda tersebut letaknya lebih jauh lagi, mungkin 6x jarak pluto.
Bila terlihat, bentuk plant Gna ini seperti sebuah bintang ukuran kecil berwarna coklat.

Penemuan beberapa planet di belakang Pluto baru ditemukan dalam beberapa dekade ini. Karena para ilmuwan memiliki keterbatasan dalam teknologi yang ada dalam pengamatan ruang angkasa.

Seperti planet Sedna dan VP113 memang ada dan baru diberitakan dalam beberapa tahun lalu. Kedua planet kerdil tersebut memang tidak pernah bisa dilihat langsung.

Jangankan planet yang begitu jauh, manusia baru bisa mengabadikan planet Pluto dengan jarak sangat dekat pada pertengahan tahun 2015. Mengunakan pesawat antariksa New Horizons diperkirakan baru tiba di Pluto pertengahan tahun ini. Walau pesawat New Horizon tersebut sudah diluncurkan Januari 2006, meluncur dengan kecepatan 58 ribu km perjam dan menjadi pesawat ruang angkasa paling cepat buatan manusia. New Horizon diperkirakan sampai di Pluto 14 Juli 2015 untuk meneliti permukaan planet Pluto dan beberapa bulan disana.

Artikel Lain

Pergerakan orbit bintang di galaksi yang berbeda antara bintang kuning dan biru. Secara umum bentuk galaksi spiral dengan lengan dan galaksi elips bundar. Galaksi spiral, akan tampak berwarna kebiruan tanda banyak bintang baru. Bentuk elips dan spiral dalam pembentukan galaksi, kadang tidak terkait dengan tabrakan tapi gravitasi.

Orbit bumi ke matahari bentuk elips, tapi setiap tahun matahari menjauh dari matahari. Sayang, pergeseran tersebut tidak cukup untuk memindahkan planet bumi lebih jauh. Menurunnya kekuatan gravitasi matahari akibat massa matahari yang terus surut dari waktu ke waktu.



Sebuah bintang MWC 758 adalah bintang muda yang baru lahir. Dan sedang membentuk tata surya, terlihat terdapat sebuah cincin dengan 2 lingkarang yang menyala. Cincin tersebut adalah calon protoplanet, setidaknya sudah tampak 2 planet baru akan hadir di orbit bintang MWC 758

Planet di galaksi Bima Sakti tidak pernah sama, baik urutan, ukuran dan bentuk bintang. Beberapa planet yang ditemukan, memiliki kondisi ekstrem dengan orbit berbentuk elips. Planet HD80606b memliki suhu 500 deg.C tapi naik ke 1000 deg.C dalam hitungan 6 jam.

Gabungan galaksi dengan galaksi lain, umumnya membentuk galaksi bundar atau elips. Tapi yang ini tetap bertahan dengan bentuk spiral. Membentuk cahaya lebih cerah dibanding galaksi lain. Mengapa galaksi yang bertabrakan bisa bertahan dengan bentuk lama.

Planet 2MASS J2126 ini lebih ekstrim dari planet X yang sedang dicari oleh para astronom. Ilmuwan dari Inggris, Amerika dan Australia mengatakan planet 2MASS J2126 ditemukan oleh teleskop infrared Sky Survey. Tapi memiliki keunikan yang aneh, satu putaran membutuhkan waktu 900 ribu tahun.

Bentuk galaksi melakukan tranformsi dari bentuk elips menjadi beberapa bentuk akibat tabrakan atau fenomena yang terjadi dari galaksi sendiri. Galaksi dapat terlihat seperti mata, memiliki bentuk pipih dengan cahaya sangat terang ditengah, galaksi dapat berantakan ketika saling bertemu.



Youtube Obengplus

Trend