Galaksi bentuk umum dan bentuk lain dipengaruh kepadatan gravitasi ruang antar galaksi


   Science | 17 December 2022

Galaksi di alam semesta ini baru dalam angka perkiraan, jumlanya mencapai 100-200 miliar galaksi.

Terjauh dapat diamati sampai 13 miliar tahun cahaya. Ketika galaksi muncul, ukurannya relatif kecil, dan selama 13 miliar tahun lebih, semua galaksi kecil bisa saja saling bertabrakan dan menjadi galaksi lebih besar.

Galaksi ukuran kecil rata rata memiliki lebar 200 tahun cahaya, dan tidak banyak berisi gugus bintang.

Jumlah bintang di galaksi kecil sekitar ratusan juta bintang.
Galaksi ukuran besar, lebih banyak berbentuk elips lingkaran, jumlah bintang tergantung ukurannya.

Kebanyakan sebuah galaksi besar memiliki bintang berumur dewasa. Dan bentuk galaksi besar akan terlihat datar, tapi isi bintang di galaksi besar dapat mencapai triliun bintang.
Galaksi Bima sakti memiliki bentuk spiral, memiliki beberapa lengan yang terkumpul bintang.

Perkiraan bentuk galaksi dengan AI Desember 2022
Para peneliti mungkin telah menjawab pertanyaan lama tentang evolusi galaksi, memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat penelitian.
Sejak Hubble mengklasifikasikan morfologi galaksi, dan ditemukan galaksi tahun 1926, para astronom telah menyempurnakan pemahaman evolusi dan morfologi galaksi seiring kemajuan teknologi kita.

Pada tahun 1970-an, para peneliti telah memastikan bahwa galaksi tunggal cenderung berbentuk spiral, dan galaksi elips/

Diterbitkan hari ini di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, penelitian baru dipimpin astronom di International Center for Radio Astronomy Research (ICRAR) mungkin mengungkap alasan perbedaan bentuk galaksi elips dan spiral.

Penulis utama Dr. Joel Pfeffer dari The University of Western Australia node of ICRAR, mengatakan bahwa penelitian tersebut menjelaskan 'hubungan kerapatan-morfologi'—di mana galaksi-galaksi yang berkelompok tampak lebih halus dan tidak berbentuk daripada rekan-rekan galaksi yang sendirian.

Tim peneliti mengunakan simulasi EAGLE, dan menganalisa galaksi lebih detil. Dengan algoritma AI, mengklasifikasi bentuk masing masing galaksi.
Algoritma berbasis neural dilatih oleh ICRAR Ph.D. Mitchell Cavanagh, program tersebut dapat mengklasifikasikan hampir 20.000 galaksi per menit, mempersingkat waktu yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu hanya dalam satu jam.

Mengapa galaksi berbentuk spiral dan elips

Penjelasan gambar diatas, sisi kiri adalah galaksi spiral yang sendirian.
Bentuknya akan bertahan selama tidak terganggu galaksi disekitar
Tetapi di area local group atau wilayah yang cukup banyak galaksi dan cukup dekat.
Galaksi spiral yang berada di tengah dapat terganggu oleh gravitasi di sekitar dan menjadi elips, walau tidak terjadi tabrakan antar galaksi.



Lengan spiral pada galaksi sangat rapuh, dan saat kepadatan yang lebih tinggi di gugus galaksi, galaksi spiral mulai kehilangan gasnya.
Kehilangan gas ini menyebabkan lengan spiralnya 'jatuh', berubah menjadi bentuk lentikuler (bulat / elips).

Penyebab lainnya adalah penggabungan galaksi (tabrakan antar galaksi), yang terdiri dari 2 atau lebih.
Ukuran galaksi menjadi lebih besar dalam proses pengabungan.

Jadi sebuah galaksi menjadi elips akibat 2 kondisi.
Sebuah galaksi spiral di wilayah galaksi yang padat, terganggu galaksi lain yang berdekatan, dan lengan galaksi berubah menjadi piring elips.
Atau galaksi elips terbentuk akibat tabrakan dengan galaksi lain.
Awalnya astronom memperkirakan galaksi elips terbentuk atas dasar terjadi tabrakan dengan galaksi lain.



Galaksi spiral terbentuk dari aslinya, biasanya dapat mempertahankan bentuk spiral karena berada di lokasi jauh dari galaksi lain.




Mengapa galaksi memiliki bentuk yang halus / elips Mei 2016.
Bentuk galaksi memiliki struktur seperti lengan atau elips. Evolusi pembentukan galaksi juga diteliti sebelumnya, tapi berdasarkan bintang.

Tetapi bagaimana galaksi dapat terbentuk seperti itu seakan bulat sempurna atau membentuk lengan yang rata.
Secara umum, semua galaksi yang diamati lebih banyak memiliki bentuk terang di bagian dalam dan bergeser lebih harus di bagian tepi.

Sedangkan galaksi kerdil atau galaksi ukuran lebih kecil, bentuknya tidak bulat dan tidak memiliki bentuk sempurna.

Peneliti melakukan percobaan dengan simulasi komputer dan ahli astrofisika mempelajari bagaimana galaksi mengembangkan bentuknya dan umum terlihat seperti saat ini. Bagian tengah lebih terang lalu memudar di bagian tepi yang lebih gelap.

Peneliti dari universitas Winsconsin Madison dan IBM Research menemukan gumpalan besar gas di dalam galaksi menyebar diantara bintang dan orbit.
Peneliti awalnya mempelajari perubahan orbit pada galaksi muda, sekarang mereka menemukan bukti kuat ada pergeseran dari bintang berbeda jenis.

Bintang biru umumnya adalah bintang raksasa atau bintang yang panas, bergerak lebih cepat di tepi galaksi dan sedikit bergeser orbitnya ke arah dalam lalu kembali lagi tepi.
Sedangkan bintang kuning dengan usia lebih tua, atau ukuran bintang sedang memiliki orbit lebih stabil dan gerakan orbitnya lebih lambat serta cenderung masuk ke bagian dalam.

Impuls gravitasi dari gumpalan raksasa mengubah orbit bintang kata peneliti. Akibatnya distribusi bintang keseluruhan di dalam galaksi atau bentuk disk juga berubah.

Pembentukan Galaksi


Dibawah ini beberapa abentuk umum dari galaksi
Bentuk dengan spiral, sebuah galaksi ada yang memiliki lengan sedikit antara 2, atau lebih. Bentuk galaksi Elips relatif terlihat bulat
Beberapa galaksi membentuk tidak biasa. Sebuah galaksi dapat terlihat seperti cincin, dengan cahaya lebih mengarah ke bagian tengah.



Atau galaksi dengan banyak lengan diatas rata rata dari galaksi spiral.

Bentuk galaksi tidak biasa

Bisa saja bentuk galaksi seperti berantakan, akibat terganggu gravitiasi galaksi di sekitarnya yang lebih besar.
Sebuah galaksi dapat terus tumbuh karena memakan galaksi lain.

Karena bentuknya sudah sangat besar dan kuat, dan semakin besar ketika menabrak galaksi lain yang lebih kecil lalu menyatu dengan galaksi utama
Seperti yang terjadi di galaksi terbesar yang pernah ditemukan galaksi IC 1011.

Dibanding galaksi kita Bima Sakti memiliki lebar 100 ribu tahun cahaya, sedangkan galaksi IC 1101 mencapai 6 juta tahun cahaya.

Galaksi menjadi besar akibat menelan galaksi lain yaitu Galaksi IC
 1101
Galaksi IC 1101 memiliki ukuran 2000x dari galaksi Bima Sakti dan lebarnya 50x lebih besar.

Galaksi besar belum tentu bernasib baik.
Galaksi berwarna biru akan memunculkan bintang baru lebih banyak akan berusia lebih lama untuk bersinar. Dimana bintang baru kembali lahir di sebuah galaksi.

Bila diamati dengan teleskop galaksi raksasa seperti IC 1101 akan berwarna kuning merah. Yang memperlihatkan cahaya bintang disana adalah bintang tua, yang suatu hari nanti lebih cepat mati serta tidak lagi terjadi pembentukan bintang baru.

Galaksi bentuk unik dengan 2 cincin
Peneliti Universitas Minnesota Duluth dan North Carolina Museum of Natural Sciences mengidentifikasi sebuah galaksi PGC 1000714. Memiliki bentuk elips , tapi dengan 2 cincin. Galaksi ini terbentuk dengan 2 bentuk, di tengah berbentuk lingkaran, tapi di bagian luar juga terbentuk cincin lain.

Tipe galaksi seperti ini sangat langka, hanya terbentuk sekitar 0,1% dari bentuk galaksi dan dimasukan dalam tipe galaksi Hoag.
Objek Hoag memiliki ciri di bagian tengah terdapat bentuk oranye atau kuning tapi di bagian luar seperti cincin berwarna biru atau bintang berwarna biru yang panas dan ukuran lebih besar.

Galaksi PGC 1000714 atau nama lain galaksi Burcin terletak 359 juta tahun cahaya dari Bumi.
Penemu galaksi ini oleh Burcin Mutlu Pakdil, pelajar astrofisik Mennesota Duluth dan Patrick Treuthardt ahli astrofisik museum NC menjelaskan ini tipe objek Hoag



Foto pertama dibuat oleh Hubble, gambar kedua bentuk bentuk cinci di bagian luar berwarna biru, sedangkan di dalam digambarkan dengan warna hijau

Bentuk galaksi PGC 1000714 memiliki 2 cincin

Tebal galaksi dan keruncingan lengan galaksi.
Jillian Scudder fisikawan dan koresponden Forbes mengatakan galaksi Bima Sakti berbentuk Cakram. Lebarnya 100.000 tahun cahaya.

Namun tingginya dibagian tepi hanya 0,6 tahun cahaya.
Artinya 30 kali lebih tipis bila dibanding selembar kertas dibuat dalam lingkaran. Sedangkan dibagian tengah akan berbentuk seperti gelembung dimana banyak bintang lebih terrpusat dibagian tengah galaksi.

Galaksi elips mungkin sudah umum dengan membuat lingkaran penuh. Bagaimana dengan galaksi berbentuk spiral. Lengan di ujung galaksi spiral, disetiap lengan akan meruncing.

Lengan spiral galaksi hampir terkait dengan laju rotasi kata Guha Thakurta Ph.D., seorang profesor di Universitas California Santa Cruz.

Mengapa ujung galaksi spiral lebih tipis.
Coba bayangkan kita mengaduk kopi dengan krim sebagai pembentuk lengan galaksi. Kita akan melihat seperti bentuk spiral ketika memutar kopi.
Bila terus diaduk lebih cepat maka bagian ujung krim akan semakin mengecil.
Jadi bentuk spiral galaksi terkait dengan seberapa cepat rotasi galaksi itu sendiri.

Artikel Lain

Galaksi NGC 5068 memiliki keunikan sebagai galaksi spiral palang. Di dalam galaksi terdapat dua usia bintang berbeda. Dan yang paling muda muncul di bagian lengan melintang. Diperkiraan usia bintang baru di bagian palang tersebut baru 2 miliar tahun, dibanding usia galaksinya sendiri yang jauh lebih tua.

Pernah mendengar cerita planet X, planet yang tidak dikenal di tata surya kita sendiri. Mungkin planet ini memang ada, tapi jauh di kegelapan dan mungkin saja berada sangat jauh di luar orbit planet Pluto. Tetapi jumlah planet tersebut tentunya tidak pasti, karena orbitnya begitu jauh, dan sulit diamati dari Bumi dengan teknologi yang ada



Galaksi HIPASS J1131–31 adalah galaksi yang unik. Memiliki populasi bintang berwarna biru. Ditemukan tahun 2002 tetapi belum diketahui seperti apa, karena tertutup oleh sebuah bintang. Setelah posisi bintang bergeser, baru diketahui sebuah galaksi kerdil yang berbeda dari populasi bintang di galaksi lain.

Galaksi 
terbesar di alam semestaSeratus juta galaksi yang terditeksi oleh manusia, galaksi apa yang terbesar yang pernah ditemukan. Disebut galaksi IC 1101, diperkirakan memiliki bentuk eliptikal. Galaksi Alcyoneus diumumkan 2022, dengan lebar 16 juta tahun cahaya.

Gambar berwarna Teleskop James Webb atau JWS sangat menakjubkan untuk studi ilmiah. Ada satu tempat disebut cluster galaksi SMACS 0723, kelompok galaksi saling berdekatan. JWS juga mendapatkan 4 galaksi yang jauhnya 13 miliar tahun cahaya.

Galaksi NGC 474 memiliki ukuran 2,5x lebih besar dibanding galaksi Bima Sakti. Bentuk galaksi elips ini tidak bundar sempurna. Peneliti mencari jawaban mengapa tidak bundar, apa yang pernah terjadi di galaksi tersebut. Melihat adanya ruang kosong di beberapa tempat di dalam galaksi

Tim ESA meneliti melihat 2 lubang hitam supermasif saling berputar di tengah galaksi NGC 7727. Terbentuk dari 2 galaksi yang bergabung, tapi inti galaksi atau 2 lubang hitam disana belum bergabung. Walau tabrakan keduanya terjadi sejak 1 miliar tahun lalu.



Satu tempat memiliki kumpulan galaksi lebih padat dan berdekatan. Tetapi di beberapa area, memiliki jumlah galaksi sangat sedikit. Dari luas alam semesta, terdapat ruang kosong yang begitu sepi. Ada yang bergerak menjauh atau tidak bergerak sehingga meninggalkan sangat sedikit galaksi di satu area.

Teleskop Hubble menampilkan sebuah galaksi NGC 5728. Gambar dihasilkan dari gelombang inframerah dan gabungan camera optik. Dalam bentuk, galaksi yang diberi nomor NGC 5728 adalah galaksi spiral. Galaksi tersebut di kategorikan sebagai galaksy Seyfert, dengan inti di tengah yang unik.

Galaksi MCG + 01-02-015 adalah galaksi yang kesepian. Berada 330 juta tahun cahaya dari Bumi. Galaksi tersebut tidak memiliki galaksi tetangga dalam bentang 200 juta tahun cahaya. Atau tidak menemukan galaksi lain dengan radius 100 juta tahun cahaya.

Galaksi tipe Hoag adalah tipe galaksi dengan 2 cincin.Keunikan galaksi seperti ini, cincin bagian dalam memiliki cahaya kuning atau kemerahan, menunjukan bintang lebih tua sudah ada. Sedangkan di cincin luar berwarna biru atau bintang lebih muda dan panas. Ilmuwan hanya tahu ini terjadi akibat tabrakan antar galaksi, tapi tidak tahu mengapa bisa terjadi 2 cincin

Gabungan galaksi dengan galaksi lain, umumnya membentuk galaksi bundar atau elips. Tapi yang ini tetap bertahan dengan bentuk spiral. Membentuk cahaya lebih cerah dibanding galaksi lain. Mengapa galaksi yang bertabrakan bisa bertahan dengan bentuk lama.

Bentuk galaksi Bima Sakti, kali ini tampak berbeda. Diabadikan dari satelit ruang angkasa Planck milik ESA, tidak mengabadikan cahaya bintang saja. Tapi menangkap debu dan gas, partikel serta medan magnet yang lebih rinci. Peta yang dibuat dibawah ini adalah hasil foto dengan 4 warna berbeda.

Secara umum di alam semesta ini hanya memiliki bentuk galaksi spiral dan berbentuk bulat memanjang. Sekarang agak berubah setelah teleskop Hubble lebih dalam dan membandingkan dengan galaksi yang bisa diamati. Lalu asal mula terbentuknya darimana.



Youtube Obengplus

Trend