Fenomena RedShift melihat ruang angkasa apa yang dilihat sudah terjadi


   Science | 11 December 2022


Artikel ini dibuat tahun 2013, dan ditulis ulang dengan penemuan teleskop James Webb (JWST).
Dari ilmuan Hubble space telescope menceritakan apa yang kita lihat di langit, dan bagaimana benda tersebut ada dan dapat terlihat.
Bisa saja dari gambar / cahaya yang tertangkap adalah cahaya kemarin bahkan jutaan tahun lalu sampai miliaran tahun LALU dari waktu sekarang. Kata tersebut terdengar tidak masuk akal.

Bagaimana mungkin sebuah gambar yang kita lihat langsung dengan mata, ternyata adalah gambar yang terjadi beberapa jam lalu bahkan mundur ratusan juta tahun lalu.

Waktu dan ruang angkasa sangat menarik di bidang kosmologi.
Ketika astronot pergi ke bulan, mereka melakukan komunikasi radio.
Komunikasi ke Bulan tidak seperti komunikasi di bumi karena :
  • Hubungan radio dengan jarak yang jauh mengalami keterlambatan 1.5 detik.
  • Frekuensi membutuhkan perjalanan 300 ribu km antara bumi dan bulan atau sebaliknya.
  • Gelombang frekuensi melakukan perjalanan 1,5 detik dan kembali dijawab untuk 1,5 detik.
  • Melihat Bulan kita melihat bentuk yang terlambat 1 detik. Karena cahaya sinar bulan melakukan perjalanan sepanjang 300.000 km. Dan sampai ke mata yang melihat di bumi.
Demikian juga cahaya / foton, frekuensi, radiasi, gelombang inframerah di ruang angkasa melakukan perjalanan dan membutuhkan waktu tempuh.
Cahaya salah satu satuan, mewakili gambar yang tertangkap mata manusia atau tertangkap peralatan sensor astronomi.
Tetapi benda yang cahayanya kita dilihat di ruang angkasa belum tentu berada di waktu posisi yang sama seperti kita melihat.

Yang kita lihat mungkin sudah terjadi beberapa jam, beberapa hari atau beberapa tahun sebelumnya bahkan beberapa miliar tahun lalu.

Gambar yang ditangkap sekarang di bumi adalah gambar yang bisa melakukan perjalanan sangat jauh.
Waktunya bukan dalam hitungan detik atau jam, bisa bertahun tahun bahkan jutaan tahun.

Sebagai perbandingan menjelaskan gambar yang dilihat di ruang angkasa
  • Cahaya memiliki kecepatan 300.000 km perdetik, bisa dihitung secara ilmiah, Misalnya satu sinar yang melintas dengan jarak 300 ribu km, akan terlihat lebih lambat 1 detik oleh mata.
  • Bila cahaya tersebut berada 30 juta km, cahaya akan mencapai tujuan sampai 100 detik atau lebih dari 1 menit.
  • Semakin jauh, sebuah bintang yang jaraknya 1 tahun cahaya, sinar bintang tersebut adalah cahaya bintang satu tahun lalu dengan waktu disana.

Menga

pa bisa begitu jauh. Contoh gambar dibawah ini diambil oleh teleskop Hubble.

Arah panah menunjukan tempat kosong yang awalnya tidak terlihat apapun.
Ilmuwan mengatakan, bagian ini seperti melihat ukuran lubang sangat kecil dan gelap.
Apakah disana memang kosong.



Ternyata tidak. Tempat yang awalnya kita lihat gelap, disana malah ditemukan ribuan galaksi tapi cahaya sangat redup.



Dengan teleskop Hubble, perlu bekerja beberapa hari untuk menangkap cahaya yang sangat lemah tersebut dan berhasil mengabadikan bahwa banyak galaksi ternyata ada disana.

Galaksi ini memang amat sangat jauh, milyaran tahun cahaya jaraknya dari bumi. Disebut milyaran tahun jauhnya dan sekali lagi kata tersebut tidak salah.
Mata manusia tidak akan mampu menangkap cahaya yang sangat lemah karena jaraknya sangat jauh.
Jaraknya mencapai jutaan tahun cahaya bahkan milyaran tahun cahaya. Bisa dibayangkan jauhnya, bagaimana cahaya bisa terlihat ke bumi dan telah melintas miliaran tahun lamanya.

Hubble mengambil bidang yang sama. Berbeda teknik dengan HUDF selama 11 hari, dan pengambilan kedua dengan XDF terlama selama 28 hari.
Kecerahan galaksi yang diabadikan meningkat lebih cerah.
Tapi satu objek yang nyaris tidak terlihat dalam foto XDF. Satu titik merah muncul, itulah salah satu galaksi terjauh yang pernah tertangkap teleskop Hubble.

Galaksi terjauh terlihat teleskop Hubble

Mata manusia juga tidak dapat melihat garis galaksi Bima Sakti yang jaraknya puluhan ribu tahun diatas langit. Karena mata kita tidak mampu melihat cahaya yang redup.
Pastinya ada perbedaan waktu ketika kita melihat dengan waktu dari sumber cahaya disana.

Kembali dari pengetahuan gelombang cahaya, cahaya mengunakan gelombang yang disebut spektrum warna.

Bila kita melihat matahari, sebenarnya bukan matahari dengan waktu yang sama antara matahari dan bumi. Sinar matahari terlambat sampai ke bumi selama 8 menit.

Walau matahari terlihat sangat dekat, tapi cahaya yang dilihat di bumi adalah cahaya 8 menit lebih lambat dari waktu sebenarnya disana. Bila kita mengambil foto matahari yang diambil pada jam 12:00 siang, maka gambar yang kita dapatkan adalah bentuk matahari pada jam 11:52 siang, atau 8 menit terlambat.
Neptunus, dengan mengunakan teropong bintang dan melihat planet Neptunus dilangit. Gambar yang terlihat oleh mata kita adalah posisi planet Neptunus pada 4 jam yang lalu. Neptunus memang jauh, jarak Neptunus ke bumi 4.503.000.000km.

Alasannya, cahaya yang ada di antariksa seperti matahari, bulan dan planet Neptunus membutuhkan waktu perjalanan sampai terlihat di bumi.

Perhitungannya, cahaya membutuhkan waktu perjalanan dari Neptunus ke bumi.
Jaraknya di hitung dengan 4,5 milyar km dibagi 300.000km perdetik (perjalanan lintasan cahaya perdetik) =  memerlukan waktu tempuh 15.000 detik = 250 menit = 4 jam lebih. Baru cahaya (bentuk gambar) sampai dilihat dari bumi secara visual.

Contoh lain sebuah kelompok bintang besar Alpha Centauri adalah kelompok bintang paling dekat kita selain bintang matahari. Disana terdapat 2 sinar bintang dan terbesar dinamai Centauri A, lebih kecil Centauri B, keduanya seukuran matahari. Dan satu lagi bintang Proxima berwarna merah dengan ukuran lebih kecil.

Jarak kelompok bintang Proxima ini diperkirakan sekitar 4,2 tahun cahaya dari bumi. Bila seseorang mengambil gambar seperti dibawah ini sekarang, sebenarnya gambar tersebut sudah tertinggal 4 tahun lalu dari waktu disana.

Kedengarannya seperti lelucon tapi ini yang terjadi dalam dunia kosmologi.



Sebuah objek di antariksa yang jaraknya 1 tahun cahaya, bila diamati dari bumi maka gambar yang ditangkap adalah gambar 1 tahun lalu dari waktu disana.

Keunikan di dunia astronomi, ruang angkasa adalah waktu.

Akan lebih jelas seperti contoh ektrem ini.
Seandainya ada mahluk hidup lain dengan kemampuan teknologi dan berada 100 ribu tahun cahaya jauhnya dari bumi, dan mereka mampu melihat ke bumi dari jarak yang jauh tersebut. Mereka akan melihat bumi dengan mahluk Homo Sapien alias bentuk manusia yang baru berjalan berdiri dengan membawa tombak. Belum mengunakan smartphone seperti sekarang.

Kelihatannya tidak masuk akal, tapi angka perjalanan cahaya memang seperti itu.

Diberikan satu contoh paling keren. Bagaimana melihat galaksi terdekat dengan Andromedia yang letaknya disamping galaksi Bimasakti. Galaksi Andromedia adalah galaksi besar terdekat dengan jarak 2,5 juta tahun cahaya dari bumi.

Secara visual bentuk galaksi Andromeda bisa diamati dari bumi. Seandainya ada seseorang berada disana, dia tidak melihat bumi seperti waktu sekarang. Dia tidak melihat bumi yang ramai, dengan cahaya lampu di kota modern atau kota kota di Indonesia. Tapi dia akan melihat bumi seperti 2,5 juta tahun lalu dan manusia masih di era  Homo Habilis alias manusia monyet berbulu.

Melihat ke ruang angkasa sama saja melihat waktu, menjadi catatan astronomi bagi ilmuwan.

Sekarang mulai dibahas dengan Ultra Deep Field dan Extreme Deep Field. Kedua teknik tersebut sebenarnya sama hanya yang satunya disebut Extreme adalah lebih dalam. Seperti kita memiliki camera untuk mengambil foto. Umumnya foto akan menangkap cahaya dalam 1/100 detik.

Foto biasa yang kita ambil di langit akan terlihat seperti dibawah ini



Bila mengambil foto langit pada malam hari. Mungkin hanya bulan saja yang akan tertangkap sensor camera.

Bagaimana bila camera dibuka sensornya lebih dari 30 detik. Gambar yang didapat akan berbeda, semakin lama sensor dibuka maka cahaya yang sangat lemah dapat ditangkap oleh sensor. Mata manusia tidak mampu melihat cahaya yang sangat lemah, tapi camera mampu membuka dan terus meyerap sinar di sensor.

Foto galaksi malam long ekposure



Peneliti di Nasa mencoba membuka sensor terus menerus untuk menangkap cahaya lebih banyak serta menangkap benda terjauh dan terpencil. Sensor dibuka dalam hitungan jam bahkan beberapa hari, dan fokus mengamati satu bidang kecil yang awalnya hanya hitam dan tidak terlihat apapun.

Apakah yang ditemukan di titik gelap oleh teleskop Hubble. Apakah memang kosong, dijawab Tidak.
Seperti gambar dibawah, ditemukan puluhan ribu galaksi yang sangat jauh dari satu bidang kecil yang diamati.

Peneliti NASA mengatakan, jumlah galaksi di alam semesta ini mencapai 50 milyar galaksi. Itu baru perhitungan setelah melihat hasil gambar dari teleskop Hubble dengan Ultra Deep Field. Mungkin saja lebih banyak lagi bila manusia bisa meneropong lebih dalam.


Uniknya, kebanyakan gambar galaksi yang ditangkap berwarna agak kemerahan.

Ini menjadi lucu, galaksi yang dekat terlihat putih dan bercahaya.
Mengapa galaksi yang semakin jauh malah terlihat lebih merah atau disebut Redshift.

Dibawah ini adalah gambar galaksi yang sangat jauh, terlihat bentuk cahaya agak kemerahan.



Foto dibawah ini mengunakan teknik Extreme Deep Field dari teleskop Hubble di area yang sama seperti diatas.
Pengambilan gambar dilakukan selama  beberapa hari ditemukan sekitar 5.500 galaksi pada satu fokus area kecil ini saja



Seperti penemuan Hubble. Apa yang dilihat pada galaksi yang dekat akan terlihat galaksi yang sudah berbentuk seperti galaksi berbentuk spiral atau elips. Tetapi semakin jauh maka akan terlihat galaksi muda yang baru terbentuk seperti berbentuk gumpalan awan.

Bila ada galaksi yang sangat jauh dengan jarak 3 milyar tahun cahaya. Akan terlihat dari bumi sebagai galaksi berbentuk gas, semakin jauh akan terlihat umur galaksi lebih muda dan lebih lebih jauh akan lebih muda bahkan baru terbentuk. Semakin jauh dilihat, galaksi yang tampak terlihat lebih muda lagi dan semakin berwarna merah. Apa benar galaksi yang jauh disana memang merah, atau galaksi nan jauh disana adalah galaksi muda yang baru terbentuk.

Gambar dibawah ini ilustrasi artis, galaksi yang dekat akan terlihat sudah berbentuk berwarna biru atau putih.
Semakin jauh akan terlihat lebih kecil dan berwarna merah.
Dari sisi kiri adalah gambar galaksi yang dekat sudah memiliki bentuk lingkaran, ke arah kanan adalah gambar galaksi yang sangat jauh akan tertangkap seperti cahaya  kemerahan.



Dibawah ini video singkat 26 detik memberi gambaran apa yang Extreme Deep Field Zoom in



Selanjutnya mencari menjawab mengapa semakin jauh , galaksi memiliki bentuk berbeda , warna berbeda , dan terlihat gambar galaksi masih berumur muda.

Ruang angkasa adalah waktu, seakan melihat waktu mundur

Manusia bisa mengetahui seperti apa terjadinya pembentukan galaksi karena keterlambatan perjalanan cahaya.


Karena manusia modern tidak pernah menyaksikan pembentukan sebuah galaksi dimasa lalu, karena waktunya memang sudah terjadi.

Dasarnya terbentuknya alam semesta seperti ini.
Sebuah teori disebut Big Bang.
Dimana manusia berkesimpulan, alam semesta terjadi karena sebuah ledakan dasyat sekitar 13,8 miliar tahun lalu.
Itulah yang disebut tahun 0 atau dimulai terbentuk alam semesta. Jangan di tanya sebelum masa itu.
Ini masih teori Big Bang yang sebagian dapat dibuktikan

Setelah terjadi ledakan besar, dimulai proses pembentukan alam semesta.
  • Dan kumpulan gas berputar, dan membentuk seperti kumpulan galaksi. Di dalam gas juga muncul banyak bintang generasi pertama.
  • Bintang di awal pembentukan alam semesta masih bintang murni yang di dominasi gas hidrogen dan helium. Rata rata bintang tipe pertama memiliki cahaya sangat terang, dan amat panas.
  • Ketika terjadi putaran, bintang yang lahir juga membentuk kelompok bintang, bahkan di sebut galaksi kecil.
  • Berjalan waktu, bintang meledak karena kehabisan gas yang dibakar, tapi terakumulasi kembali menjadi bintang, dan materi padat seperti planet.
  • Proses tersebut berulang kembali, dan ukuran bintang semakin kecil. Karena kandungan gas yang terkumpul semakin sedikit.
  • Sampai waktu sekarang ini, galaksi adalah kumpulan bintang. Dimana sebagian bintang juga memiliki planet.
Tahap pembentukan dunia dan alam semesta saat ini terjadi dari tahap diatas.

Bintang yang terkumpul, akan memancarkan cahaya. Ketika berkumpul sangat banyak, menjadi galaksi
Di tengah galaksi juga terdapat lubang hitam supermasif.

Dari sinilah ilmuwan bisa mempelajari, seperti apa sih pembentukan galaksi itu berdasarkan jarak dari masing masing galaksi. Dengan mempelajari galaksi yang jaraknya 1 juta tahun cahaya, 100 juta tahun cahaya, 1 milliar tahun cahaya bahkan 13 miliar tahun cahaya.

Bagaimana astronom tahu bila jarak sebuah galaksi mencapai miliaran tahun cahaya dari Bumi

Fenomena RedShift

Perhitungan benda di ruang angkasa mengunakan beberapa metode.
Parallax shift
Atau paralak dengan satuan Parsec. Ada 2 angka yang digunakan yaitu paralak dan arcsecond atau pergeseran dalam detik.

Contoh bintang Sirius memiliki jarak 2.6 Parsec, artinya angka dari 1/3600 derajat busur di langit. Semakin dekat bintang, angka parallax shift semakin kecil.

Perbedaan dengan tahun cahaya. Bintang Sirius memiliki jarak 8,6 tahun cahaya ke Bumi. Artinya cahaya yang dilihat adalah cahaya 8,6 tahun lalu disana. Sekarang cahayanya tentu berbeda, atau bintang Sirius mungkin sudah berpindah tempat dari tempat yang kita lihat.

Bila manusia memiliki pesawat dengan kecepatan cahaya, maka dalam waktu 8,6 tahun akan tiba disana. Tapi bintang Sirius mungkin akan bergeser, tidak masalah, pesawat hanya perlu berbelok sedikit dari arah sebelumnya.
Karena pergeseran paralak bintang sangat kecil, hanya efektif  menghitung jarak 10.000 tahun cahaya. Diluar itu pergeseran paralak menjadi terlalu kecil untuk diukur dengan akurat. Membuat pengukuran jarak dengan Paralak memiliki keterbatasan.



Variabel Cepheid.
Galaksi Andromedia memiliki jarak 2,5 juta tahun ke Bumi atau 766.000 Parsec. Tapi galaksi Andromeda juga bergerak selama cahaya datang ke bumi dalam waktu 2,5 juta tahun.
Andromeda akan bergeser 1.500 tahun cahaya dari tempat semula. Tapi dari 2,5 juta tahun cahaya, perpindahan 1.500 tahun cahaya adalah angka yang kecil.
Galaksi dalam proses mendekat ke galaksi Bima Sakti. Cenderung memiliki warna biru, bukan merah.

Ini bagian paling menarik di dunia astronomi, agar tidak terkecoh dengan gambar berwarna merah.

Menjawab mengapa semakin jauh benda di ruang angkasa cenderung berwarna merah. Fenomena di alam semesta disebut RedShift.

Warna benda di antariksa tidak menunjukan warna aslinya. Cahaya matahari yang dilihat di bumi akan berwarna putih di siang hari dan kuning di sore hari. Tapi disana tetap berwarna lebih kuning. Alasannya karena distorsi atau gangguan atmosfer dari bumi. Itu satu contoh fenomena paling dekat dengan cahaya matahari.

Redshift
Satu fenomena di alam semesta ini disebut Redshift memang terjadi karena distorsi (gangguan) ketika cahaya melintas di ruang hampa.
Tentu menjadi pertanyaan mengapa muncul warna merah bila letak galaksi yang diamati semakin jauh. Kenyataannya bentuk galaksi disana bukan berwarna merah.

Penjelasannya Red Shift seperti ini.
Cahaya adalah spektrum warna atau gelombang warna.
Isi alam semesta ini akan "terus bergerak mengembang dan semakin membesar dan menjauhi dari titik asalnya".

Semua galaksi yang mengambang di ruang hampa sebenarnya tidak diam tapi sebagian saling bergerak saling menjauh dan sebagian ada yang saling mendekat.

Hubble mendapatkan warna merah karena perjalanan cahaya dari objek juga melakukan perjalanan.
Sedemikian jauhnya, cahaya membutuhkan perjalanan waktu, sampai ditangkap pada camera lalu spektrum warna berubah.

Menjawab mengapa warna galaksi terlihat kuning, biru atau merah, karena ada gerakan dari isi alam semesta sendiri.
Contoh, bila seorang teman memilik sebuah senter dan diarahkan ke anda. Maka anda akan melihat cahaya berwarna putih. Tapi teman anda berada di jarak 1 milliar tahun cahaya dan dia terus menjauhi anda dengan kecepatan lebih tinggi.

Cahaya yang anda lihat dari senter bukan putih, tapi lebih kuning.
Karena cahaya dapat tertarik ketika melintas di ruang angkasa. Semakin jauh maka cahaya senter yang kita lihat akan berwarna merah.
Pergeseran warna merah / Redshift ini yang dihitung, untuk menentukan seberapa jauh sebuah benda yang di observasi.

Benda yang dilihat pada jarak 13 miliar tahun cahaya dari Bumi. Galaksi tersebut sebenarnya tidak lagi berada disana. Tapi benda benda tersebut terus menjauh lebih cepat.

Penjelasan gambar A, ketika benda yang mendekat, akan menekan spektrum warna ke arah kanan atau cenderung Biru.
Penjelasan gambar B, ketika benda semakin menjauh dari pengamatan, spektrum warna bergeser ke kiri atau cenderung Merah.
Penjelasan gambar C, objek yang diamati sudah tidak berada di tempat yang dilihat. Terlebih benda dengan pergeseran warna merah lebih besar atau benda yang sangat jauh. Kita yang melihat dan objek yang dilihat saling bergeser dan menjauh lebih cepat.





Bila sebuah galaksi berada 6 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Tempat keberadaan galaksi tersebut sudah tidak ada disana lagi.
Sebenarnya terus menjauh dengan kecepatan semakin cepat.

Bila sebuah galaksi berada pada jarak 15-16 miliar tahun cahaya dari Bumi. Artinya kita tidak akan menemukan galaksi tersebut, dan tidak dapat menghubungi apapun.

Dalam perkiraan lebar alam semesta kita sendiri, diperkirakan mencapai radius 46 miliar tahun cahaya.
Sekitar 97% galaksi sebenarnya sudah berada di batas yang tidak dapat dilihat lagi dengan teknologi saat ini.

Perubahan warna pada gambar di teleskop disebabkan cahaya yang sudah tertarik lintasannya di ruang hampa.
Seperti tali dan karet bisa kita tarik akan semakin mengecil
Bagaimana mungkin cahaya bisa tertarik, itu yang dicari jawabannya.

Bila diperumpamakan, teman anda yang sedang diam dengan memegang senter ditempat yang jauh, sebenarnya dia tidak diam. Tanpa disadari dia dan kita sebenarnya bergerak saling menjauhi atau bisa juga mendekati.
Kita tidak diam, demikian juga galaksi yang berwarna merah. Dan posisi kita bersamaan menjauhi galaksi yang berwarna merah.

Sebagai contoh lebih memudahkan dalam memberikan gambaran tentang Red Shift. Sebagai contoh sebuah balon (mewakili ruang angkasa) yang sangat besar, dimana cahaya melintas dari tepian balon ke sisi yang lain.
  • Bila balon berisi udara dengan volume tetap, warna putih akan melintas dan akan sampai di sisi lain dengan warna putih.
  • Seandainya balon dimasukan angin secara perlahan dan balon ikut mengembang. Maka cahaya akan melintas dan ikut tertarik di dalam balon, cahaya putih yang melintas akan terlihat kuning atau merah disisi sebelahnya. Ternyata cahaya bisa ikut tertarik ketika melintas dari satu sisi ke sisi lain. Jangan lupa alam semesta ini sangat besar dan luas sekali. Sedangkan cahaya hanyalah spektrum warna yang nantinya ditangkap dalam bentuk gambar.

Penjelasan dengan gambar RedShift



Contoh lain untuk mengambarkan perubahan warna di antariksa. Misalnya tangan kiri dan kanan anda memegang seutas karet , karet tersebut sebagai perumpamaan dari lintasan cahaya dari tangan kiri ke arah kanan. Lalu anda menarik karet tersebut, maka perubahan bentuk karet akan mengecil disamakan sebagai spektrum warna.

Penyebabnya karena ditarik oleh tangan yang saling menjauh. Cahaya seperti itu, diruang hampa maka cahaya bisa tertarik sehingga berubah warna menjadi merah. Mungkin tidak masuk akal bagi kita, tapi di alam semesta yang luas dan hal seperti ini sebenarnya terjadi.

Gambar diatas sebagai ilustrasi dari fenomena RedShift.
  • Bila jarak dari teleskop dengan objek dari galaksi yang diamati tetap. Bila galaksi disana menampilkan cahaya biru akan tertangkap biru.
  • Karena alam semesta bergerak ke arah luar dari titik tengah. Cahaya yang ditangkap dari biru  berubah menjadi merah. Karena spektrum cahaya dari sana secara perlahan ikut memanjang dan berubah warnanya setelah ditangkap peralatan camera teleskop dari bumi.
Jadi lebih jelas, mengapa galaksi yang jauh bisa terlihat memiliki warna merah. Karena cahaya yang ditangkap sensor harus melintas di ruang hampa yang sedang mengembang. Apa yang kita lihat di ruang angkasa sebenarnya tidak diam, hal ini membuktikan kita dan alam semesta semuanya bergerak.



Contoh sebuah galaksi yang jaraknya z=6 seberapa jauh galaksi tersebut.
Angka Redshift z=6 setara 1,2 miliar Parsec, atau 3,9 miliar tahun cahaya.
Dimana galaksi tersebut ketika cahaya tertangkap di bumi dengan jaraknya sekitar 3,9 miliar tahun cahaya.

Pertanyaan lain seperti ini. Bila sebuah cahaya dari galaksi terlihat 3,9 miliar tahun cahaya dari Bumi. Apakah galaksi tersebut disana.

Sederhananya perhitungan Redshift dengan 2 faktor, pergerakan di ruang angka sendiri (cosmological redshift), dan pergerakan galaksi dari asal tempat semula.(Doppler Redshift)

Galaksi yang disebut 12,8 miliar tahun cahaya, pengamatan di Bumi akan dihitung dengan jarak 3,9 miliar tahun cahaya.
Jadi galaksi yang disebut 3,9 miliar tahun cahaya, adalah gambar yang ditangkap pada jarak 3,9 miliar tahun cahaya.
Keberadaannya sebenarnya sudah bergerak lebih jauh lagi, atau galaksi tersebut sudah berada 12,8 miliar tahun dari Bumi

Letak perpindahaan galaksi tersebut dinamai Cosmological redshift. Sedangkan cahaya yang bergerak ke arah kita di bumi juga tertarik dan membentuk cahaya merah yang disebut Doppler redshift.

Bila dihitung jarak keseluruhan, gerakan simultan dari galaksi dan tempat kita mencapai 8,4 miliar Parsec / 27 miliar tahun cahaya yang menjauh dari posisi kita.

Perhitungan pergeseran gelombang cahaya merah
Redshift = (Observed wavelength – Rest wavelength) / (Rest wavelength)
Pergeseran cahaya merah = panjang gelombang dari objek yang diamati - gelombang Rest (dari benda yang tidak bergerak)  / gelombang Rest



Intinya, Redshift membuktikan cahaya yang dilihat oleh instrumen manusia, semakin jauh benda yang diamati akan cenderung berwarna merah. Hal ini membuktikan adanya pergeseran dari alam semesta, dimana semua isi alam semesta ini bergerak.
Teknik lain mengunakan teleskop gelombang radio di bidang astronomi.

Teknologi teleskop astronomi James Webb / JWST juga mengkoreksi teori Big Bang.
Memiliki kemampuan melihat benda pada rentang waktu 300.000 tahun setelah Big Bang
Dimana rentang pada bintang yang pertama lahir diperkirakan pada rentang 400 ribu tahun setelah Bing Bang. Setelah proses pendinginan alam semesta.
Dan teleskop JWST menargetkan melihat cahaya pada rentang 100 - 250 juta tahun setelah Big Bang.
Dimana bintang dan galaksi pertama yang hadir alam semesta, memunculkan cahaya atau ultraviolet.
Disini JWST memiliki kemampuan, karena dirancang menangkap spektrum inframerah pada gelombang pendek dan menengah pada cermin berlapis emas.

Teleskop JWST mendapatkan galaksi terjauh dengan pergeseran spektrum gelombang inframerah z-13 atau mencapai 13,18 miliar tahun jauhnya.
Tapi sudah berbentuk seperti piring galaksi, artinya disana sudah terakumulasi begitu banyak bintang.
Satu galaksi sudah berbentuk cakram relatif kecil, memiliki lebar 1200 tahun cahaya. Jauh lebih kecil dibanding galaksi kita dengan lebar 120000 tahun cahaya.

Galaksi terjauh JWST

Pertanyaannya, kapan galaksi tersebut mulai terbentuk.
Galaksi bercahaya dari cahaya bintang tapi bintang juga membutuhkan waktu untuk lahir dan berkumpul menjadi cakram galaksi.

Pertanyaan lain, kapan bintang pertama lahir. Bila bintang pertama di alam semesta ini, diperhitungakan baru lahir setelah 400.000 tahun setelah Big Bang sampai membentuk cakram galaksi.
Mungkin saja bintang pertama telah lahir 100.000 tahun setelah Big Bang dan mulai berkelompok.

Pertanyaan terakhir apakah benar usia alam semesta setelah Big Bang adalah 13,7 miliar tahun. Mungkin juga berubah.
Biarkan para ahli astronom memperkirakan berapa usia alam semesta ini sebenarnya.

Artikel Lain

Galaksi ZF-UDS-7329 disebut memiliki pergeseran cahaya Redshift Z11. Rata rata galaksi di jaman tersebut berukuran keci. Tapi ZF-UDS-7329 ditemukan sudah berukuran sangat besar, seperti galaksi Bima Sakti. Tidak diketahui penyebab, mengapa ada galaksi begitu besar.

Teleskop Euclid telah diluncurkan, dari program 11 tahun milik ESA. Apa yang diteliti oleh teleskop ini, mengandalkan 2 instrumen dengan VIS untuk gambar biasa, dan NISP gambar infrared. Teleskop akan meneliti tentang Dark Matter dan Dark Energy yang belum terjawab di bidang astronomi.



Bintang 8 Ursae Minoris memasuki tahap kehancuran, tapi satu planet Bintang 8 Ursae Minoris b masih tetap ada disana. Mengapa planet tersebut tidak ditelan oleh bintang induknya sendiri. Teori kuat dari astronomi memperkirakan ekpansi bintang berhenti, menjadi pertanyaan kedua mengapa.

Cahaya dari galaksi MACS1149-JD1 sangat samar. Obsevasi ALMA dengan teleskop radio mendapatkan citra berwarna merah. Tapi teleskop JWST melihat galaksi tersebut seperti kabut. Diperkirakan citra yang diambil dari galaksi terjauh dengan jarak 13,3 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Galaksi NGC 5068 memiliki keunikan sebagai galaksi spiral palang. Di dalam galaksi terdapat dua usia bintang berbeda. Dan yang paling muda muncul di bagian lengan melintang. Diperkiraan usia bintang baru di bagian palang tersebut baru 2 miliar tahun, dibanding usia galaksinya sendiri yang jauh lebih tua.

Planet Bumi punya 2 bulan pertama diberi nama 2006 RH120. Setelah di teliti satu benda berputar mengitari Bumi tapi lepas setelah 11 bulan mengorbit. 2020 CD3 ditemukan Februari tapi akan lepas bulan April 2020. Yang tetap FW13 dan H03 akan disana selama beberapa ribu tahun lagi

Sebuah planet HIP 65426b planet langkah, besar dan jauh dari bintang. Membuat para ilmuwan harus menelaah kembali bagaimana sebuah planet dan tata surya terbentuk. Observasi terbaru dilihat langsung teleskop James Webb



Teleskop James Webb kembali temukan galaksi terjauh. Mencapai jarak 13,5 miliar tahun cahaya dari Bumi. Hampir mendekati waktu Big Bang atau ledakan besar dari pembentukan alam semesta sebagai tahun 0

Teleskop James Webb memecahkan rekor melihta gambar galaksi terjauh. Galaksi GLASS-z13 baru berusia 300 juta tahun setelah Big Bang. Walau tim peneliti masih terkejut, begitu mudah menemukan galaksi amat jauh dengan kemampuan teleskop James Webb terbaru.

Gambar berwarna Teleskop James Webb atau JWS sangat menakjubkan untuk studi ilmiah. Ada satu tempat disebut cluster galaksi SMACS 0723, kelompok galaksi saling berdekatan. JWS juga mendapatkan 4 galaksi yang jauhnya 13 miliar tahun cahaya.

Galaksi HD1 diperkirakan baru berada 13 miliar tahun cahaya, melihat pergeseran cahaya infra merah yang ditangkap peralatan instrumen astronomi dan teleskop ruang angkasa. Terlihat tipe bintang Populasi III generasi awal alam semesta. Tapi tim astronom akan melihat bila ada jejak radiasi X-ray, mungkin bukan cahaya dari bintang.

Mengunakan teleskop radio ALMA, tim astronom tidak sengaja menemukan dua galaksi kuno REBELS-12-2 dan REBELS-29-2. Awalnya tim meneliti 2 galaksi REBELS-12 dan REBELS-29, tapi muncul sinyal keruh atau gangguan tepat disamping 2 galaksi. Ternyata itu bukan sinyal kotor, melainkan tanda dari sinyal galaksi berbeda yang amati.

Astronom menemukan bintang paling tua yang pernah diteliti di alam semesta ini. Jaraknya 6000 tahun cahaya dari bumi. Kelompok bintang HP1 diperkirakan usianya seperti alam semesta dan ada di bagian tonjolan galaksi Bima Sakti. Satu lagi bintang primitif masih menyala miliaran tahun sampai hari ini disebut bintang J0023+0307

Yang berukuran sedang saja masih 90x lebih besar dari Matahari. Dan masih ada bintang Antares sejauh ini ukurannya sebagai bintang paling besar yang pernah dipelajari saat ini. Semua ada di galaksi Bimasakti. Bintang adalah sebuah gas, dan membentuk cahaya karena di dalam intinya terjadi fusi nuklir. Dan ukuran bintang serta usia bintang dengan perubahan bentuk



Biasanya ukuran bintang besar akan berada dibagian dalam. Bintang di bagian tengah atau dekat inti galaksi memiliki kepadatan sampai 10x lebih banyak dibagian pusat. Sebuah galaksi merah disamakan bintang disana sudah berwarna merah atau bintang kuno. Semakin tua, sebuah galaksi akan membentuk tonjolan ditengah



Youtube Obengplus

Trend