Bintang AB Aurigae ini pembentukan awal planet tata surya dapat dilihat


   Science | 6 April 2022

Bagi yang mempelajari astronomi sudah mengetahui, planet lahir dari sebuah bintang.

Debu bintang akan berkumpul dan mengorbit, perlahan menjadi batuan, lalu membesar menjadi asteroid.

Batuan akan saling tarik menarik dan bertumbukan lalu menjadi ukuran planet kerdil, dan evolusi planet akan terus membesar. Gas yang dilontarkan oleh bintang juga membentuk atmosfer planet.


Sebagian gas hidrogen, helium dan elemen lainnya masih berada di sekitar bintang. Membuat beberapa planet memiliki unsur elemen berbeda-beda. Isi planet nanti terkait elemen yang pernah di lontarkan bintang sebelumnya. Bila memiliki elemen berat, maka akan muncul planet berbatu, sementara gas lebih banyak akan membentuk planet gas.

Proto-planet yang lahir menjadi besar nantinya akan saling menjaga keseimbangan untuk mengitari bintangnya. Selesai tahap lahirnya sebuah tata surya lengkap dengan beberapa pro-planet, bintang akhirnya stabil bersinar, planet mulai stabil mengorbit, dan sisanya puing batuan akan dibersihkan dari gravitasi planet, dan terakhir asteroid walau jumlahnya perlahan akan surut, sebagian akan juga jatuh tertarik gravitasi ke beberapa planet.

Tata surya yang lahir di sebuah bintang, perlahan akhirnya dari debu dan gas yang membentuk cakram menjadi bersih dan semua menjadi tenang. Walau membutuhkan proses ratusan juta tahun.
Bintang bercahaya, tapi cahaya bintang perlahan akan stabil, dan planet mungkin memunculkan kehidupan. Tentu proses terakhir ini mencapai miliaran tahun lagi.

Tetapi itu teori yang ada, kondisinya dapat berbeda beda tergantung kumpulan gas yang mengitari bintang. Berapa banyak planet yang akan hadir tidak dapat diketahui. Demikian juga kehidupan, mungkin tidak pernah ada di sebuah tata surya.

Di sisi lain, mungkin saja menghasilkan sebuah bintang lebih kecil lain bersamaan munculnya bintang induk. Sampai membentuk tata surya dengan bintang biner, atau triple bintang dan lainnya.

Atau menjadi planet gas dan planet berbatu dengan ukuran berbeda-beda. Planet yang lahir nanti berukuran kecil, planet dengan batuan besar disebut Super Earth atau planet tipe gas raksasa sampai Super Jupiter.
Semua berasal dari kandungan sebuah bintang sebelumnya.

Bagi yang belum mengetahui, dapat melihat tahapan pembentukan planet di bintang yang baru lahir atau bintang muda AB Aurigae

Bintang AB Aurigae
Peneliti memperkirakan sebuah lingkaran debu dan gas, usia tata surya ini diperkirakan baru berusia 2 sampai 4 miliar tahun.

Jarak dari Bumi sekitar 560 tahun cahaya. Tetapi ini bintang yang lahir disana, nantinya lebih besar, panas dan lebih terang dari matahari kita.

Bintang AB Aurigae belum lahir sepenuhnya, dan belum mencapai tingkat fusi nuklir dimana hidrogen dan helium membentuk menjadi inti bintang, memunculkan reaktor fusi dan menghasilkan sinar bintang, tapi itu tidak lama lagi (dalam usia alam semesta) kata peneliti.

Di sekitar tengah bintang masih diliputi gas dan debu. Beberapa cincin dalam panjang gelombang milimeter juga terditeksi teleskop radio Alma.

Membentang sampai 18 miliar km dari titik tengah bintang, dan membentuk seperti piring disk dimana lebih banyak kandungan gas di lebih dekat ke arah bintang, setidaknya ada 2 sumber yang terlihat.

Disk bagian tengah terbentuk seperti lengan. Teorinya kumpulan gas yang sangat besar tersebut membentuk garis cincin.

Mengindikasi apakah gas tersebut akan membentuk sebuah bintang kerdil baru, atau menjadi planet gas supermasif baru.

Sementara gravitasi gas terlihat terganggu, dan terpotong di bagian tengah sebagai tanda ada benda besar yang menariknya tapi belum terlihat.

Peneliti mengunakan teleskop Subaru di Hawai dan mengambil data lama dari observasi teleskop Hubble. Untuk mempelari apakah mungkin muncul planet atau proto-planet yang mengorbit ke bintang AB Aurigae.

Gambar cahaya infra-merah Subaru menunjukan pola spiral di sekitar bintang. Sebuah titik terang dengan jarak 90x jarak Bumi ke Matahari, sekitar 14 miliar km, atau setara jarak 2x pluto ke matahari.

Di bagian luar terdapat sebuah cincin debu. Gambar yang dibandingkan dengan rentang 13 tahun.
Hubble mengambil di tahun 2007, dan gambar dari Subaru.

Peneliti mengatakan kandungan pembentuk yang membentang sampai 2 miliar km itu sangat besar.
Namun pada jarak tersebut, pembentukan planet terlihat terjadi, memiliki 4x massa planet Jupiter, yang mungkin akan terbentuk menjadi planet baru.
Peneliti memperkirakan nantinya ukuran planet yang lahir akan mencapai 2,75 diameter Jupiter kita.

Peneliti mengatakan, ini yang baru kami ketahui, hanya beberapa lusin planet jenis ini kata Quinn Konopacky, seorang ahli astrofisika di University of California,

Walau bentuk planet tersebut belum tetap, dan masih tahap pembentukan.  Setiap tahun bentuk titik tersebut menyerap sekitar 1/1 juta massa Jupiter.

Kedengarannnya sangat kecil, tapi dalam laju setiap hari mencapai 5.000 triliun ton perhari.
Massa tersebut setingkat sebuah planet menyerap apapun di sekitarnya dengan massa 66 miliar ton perdetik.

Dibawah ini hasil pencitraan teleskop Subaru dengan bintang. Pada gambar kedua menunjukan cahaya lebih terang, diperkirakan disanalah akan muncul pembentukan sebuah planet

Bintang AB Aurigae

Thayne Currie, seorang astrofisikawan di NASA-Ames Research Center dan Subaru Telescope. Currie mungkin telah menemukan protoplanet termuda, bersama dengan bukti teori kontroversial pembentukan planet, seperti yang dilaporkan dalam studi Nature Astronomy.

Observatorium dan instrumen lain telah memeriksa Ab Aurigae sebelumnya, tetapi teleskop Subaru di Mauna Kea, Hawaii menawarkan teknologi mutakhir. Currie juga mengklaim itu yang terbaik di planet ini untuk optik adaptif.

Selain piringan multi-spiral di sekitar AB Aurigae, Currie juga mencatat gumpalan aneh yang terang di selatan bintang.
Dia mengira itu hanya sepotong disk yang terganggu, namun dia dan rekan-rekannya menemukannya di kumpulan data lain.
Tim Currie kemudian menemukan bukti akan lahir sebuah planet di lokasi itu.

Currie memperhatikan gumpalan yang tidak biasa pada AB Aurigae yang membawanya ke penemuan yang mengejutkan.
Semuanya tampak sangat menjanjikan, tetapi Currie mencatat bahwa bidang penyelidikan protoplanet menyerupai dapat salah dan benar.
Ada sejarah yang sangat panjang tentang klaim yang salah, jadi astronom harus sangat berhati-hati," jelasnya.

13 tahun data dari teleskop Hubble menunjukkan bahwa hipotetis protoplanet mengorbit bintang dan bergerak berlawanan arah jarum jam, sesuai dengan apa yang diketahui tentang piringan disk di sekitar bintang
Data lain menunjukkan kecerahan gumpalan berbeda dari disk.

Selain itu, analisis intensitas cahaya terpolarisasi menunjukkan bahwa gumpalan itu juga terpisah dari piringan.
Potongan-potongan bukti itu memberi keyakinan kita, itu protoplanet, bukan sesuatu yang lain, katanya.

Juga bukan sembarang protoplanet. Selain sebagai yang termuda yang ditemukan hingga saat ini
Masih ada lagi temuan di bintang AB Aurigae

Planet akan terbentuk dengan jarak 93 unit astronomi (AU) penuh. Ini kesempatan pertama yang dimiliki para ilmuwan untuk menyelidiki protoplanet yang masih tertanam dalam gas dan debu tempat protoplanet itu terbentuk, dan memberikan bukti untuk teori kontroversial pembentukan planet gas raksasa akibat ketidakstabilan piringan.

Model konvensional, yang disebut akresi pada inti debu, menjelaskan planet muncul ketika potongan material berbatu bertabrakan, secara bertahap tumbuh dan memperoleh lebih banyak gravitasi.

Begitulah cara para ilmuwan menggambarkan planet berbatu di tata surya kita terbentuk.
Pada tahun 1980, sebuah teori yang diajukan oleh Hiroshi Mizuno menyatakan bahwa planet berbatu yang cukup masif, sekitar 10 massa Bumi, akan memperoleh gravitasi yang cukup untuk menjadi planet dengan gas raksasa.

Namun dalam kasus ini, Currie mengatakan ketidakstabilan piringan menawarkan penjelasan yang lebih sederhana karena massa besar piringan protoplanet di sekitar AB Aurigae, serta jarak protoplanet dari bintang.

Menurut hipotesis ketidakstabilan piringan, piringan protoplanet yang sangat besar yang cukup jauh dari bintang induknya dingin dan cukup besar untuk sebagiannya runtuh di bawah gravitasinya sendiri, membentuk lengan spiral. Dari sana, gangguan kecil dan ketidakstabilan di lengan menciptakan kantong gravitasi, yang menarik material masuk kedalam.
Ini menciptakan efek pelarian: Saat rumpun tumbuh, ia memperoleh lebih banyak gravitasi dan menarik material lebih cepat lagi. Akhirnya, sebuah planet baru terbentuk.

Mempertimbangkan bahwa sistem AB Aurigae memiliki lengan spiral, dan protoplanet yang diidentifikasi oleh Currie dan timnya lebih masif dari Jupiter.
Ukuran planet nanti juga letaknya 20 kali lebih jauh dari bintangnya dibanding posisi Jupiter ke matahari.

Artikel Lain

Tata surya AC Her adalah tempat dimana 2 bintang saling mengorbit, disebut bintang biner. Yang unik dari puing lahirnya bintang berada ke arah atas dan bawah. Apakah nanti planet yang lahir akan mengorbit ke arah atas dan bawah dari bintang.

Ketika peneliti melihat objek ASASSN-21qj, awalnya tidak tahu apa yang terjadi. Seperti bintang yang meredup, tapi bukan supernova. Sampai mendapat jawaban, ada 2 planet raksasa yang  bertabrakan. Mirip seperti pembentukan bulan dan Bumi, ketika terjadi tabrakan 2 planet. Yang ini 2 planet masif bertabrakan.

Sebuah planet HIP 65426b planet langkah, besar dan jauh dari bintang. Membuat para ilmuwan harus menelaah kembali bagaimana sebuah planet dan tata surya terbentuk. Observasi terbaru dilihat langsung teleskop James Webb

Tim astronom telah menemukan planet baru TOI 1452b, tapi kaya dengan air. Diperkirakan massa planet mencapai 30%, dibanding Bumi hanya 1% berisi air. Perlu bukti dunia air memang ada, menunggu observasi dari teleskop James Webb.

Teleskop Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) NASA menemukan dua planet ekstrasurya. Letak kedua planet 33 tahun cahaya dari Bumi. Bintang HD 260655 ditemukan 2 planet yang mengorbit, dan disebut Super Earth dengan permukaan berbatu, ukuran planet 1,2x dan 1,5x lebih besar dari Bumi

Galaksi NGC 474 memiliki ukuran 2,5x lebih besar dibanding galaksi Bima Sakti. Bentuk galaksi elips ini tidak bundar sempurna. Peneliti mencari jawaban mengapa tidak bundar, apa yang pernah terjadi di galaksi tersebut. Melihat adanya ruang kosong di beberapa tempat di dalam galaksi

lmuwan sudah mendapatkan seluruh data dari isi galaksi Bima Sakti. Belum, dalam 10 tahun terakhir masih ada lagi temuan baru dengan galaksi kerdil atau galaksi kecil tepat di pinggiran galaksi Bima Sakti, apa isi disana. Foto terbaru Large Magellanic Cloud

Teleskop Magellan di gurun Cile mengunakan teknologi baru, GMT Giant Magellan Telescope. Tersisa 1 cermin dari 6 cermin telesekop tahap pengerjaan. Satu cermin membutuhkan waktu 4 tahun pembuatan. Mendapat dana 205 juta dollar untuk konstruksi cermin, dan rangka teleskop

Astronom sebelumnya menyebut sebagian besar tata surya sama, dengan planet berbatu di depan. Dalam 20 tahun penemuan planet, dan semakin banyak tata surya lain ditemukan, sering ditemukan planet Hot Jupiter. Apa yang terjadi bila tata surya kita memiliki sususnan planet seperti itu.

Tata surya Trappist terlihat ada 7 planet. Tapi hanya 3 planet berada di zona habitat. Apakah bintang yang lebih kecil membuat planet layak huni. Peneliti mengatakan itu hanya salah satu faktor, komposisi planet terlihat mirip dengan beberapa kemungkinan interior mantel planet

Quasar J0313-1806 memecahkan rekor lubang hitam tertua dan terjauh. Mengalahkan rekor sebelumnya yang 20 juta tahun lebih mudah. Para astronom tidak tahu mengapa lubang hitam tersebut dapat terbentuk. Hipotesa sementara akibat gas hidrogen yang super masif sudah terbentuk dan membuat lubang hitam raksasa hadir lebih dulu.

M3 adalah gugus bola paling terang yang dapat diamati oleh teleskop. Ada sebagian bintang berwarna biru terang. Artinya usia bintang tersebut lebih mudah dan lebih aktif dibanding bintang lain di sebelahnya. Tidak sampai disana, bintang bintang tersebut layaknya bintang vampire. Dan mencuri gas hidrogen dari bintang yang lebih tua.

Bintang WISE J0623 ditemukan bintang paling dingin, hanya 400 deg.C. Bintang coklat atau bintang katai coklat disebut juga bintang gagal. Artinya bintang ukuran jauh lebih kecil, dibanding bindang berwarna kuning seperti matahari, dan masih lebih kecil dibanding bintang merah. Peneliti mengatakan jangan jangan jumlahnya cukup banyak.

Kita akan bertanya apakah tata surya lain memiliki planet gas seperti Jupiter. Dijawab ya, tapi peneliti melihat perbedaan ukuran planet gas di tata surya lain berdasarkan bintang induknya. Bintang dapat mempengaruhi ukuran planet lain ketika lahir.



Youtube Obengplus


Trend