Artis Instagram fashion dan disainer memilih keluar


   Stuff | 4 February 2022

Jess Ann Kirby influencer dan blogger memutuskan meninggalkan Instagram di akhir tahun 2021.

Ada alasan unik, bagi sebagian orang mungkin tidak merasakan. Dan memaksakan dirinya untuk berada di atas.

Setelah lelah dan frustrasi atas kebijakan Instagram, para influencer membangun kembali bisnis mereka dengan cara mereka sendiri.

Dia bosan dengan permainan di Instagram, seakan dirinya harus berada di aplikasi atau ada resiko postingannya disembunyikan dengan algoritma tersembunyi.

Jess akhirnya kelelahan sendiri, setelah menghabiskan dirinya sebagai influencer tanpa akhir. Dia hanya memiliki sedikit energi kreatif di akhir hari kerja.



Jess mengatakan, dia melihat ketergantuungan dengan instagram termasuk efek berbahaya bagi kesehatan mental para remaja wanita.

Setelah berhenti selama 2 minggu, Jess seorang blogger mode dan gaya hidup di Rhode Island mengatakan ke media BuzzFeed.
Sampai titik dimana saya menyadari, Instagram seperti kabut otak yang memakannya.
Pengertiannya merasakan ketergantungan dengan Instagram, dan sulit untuk keluar dari sana selama beberapa tahun sebelumnya.

Dia belum sepenuhnya keluar dari Instagram, tapi melakukan diversifikasi penghasilan bisnisnya agar dapat keluar dari sana.
Tercatat di akhir tahun 2021, pengikut Jess hampir mencapai 170 ribu.

Seiring berjalannya waktu. Instagram telah berubah, rasanya semakin tidak cocok bagi saya secara dan sisi perspektif bisnis,” kata Jess. Secara finansial (pendapatan), ini sangat bermanfaat, tetapi sampai pada titik di mana dia mulai merasa tidak layak lagi.

Hasil kerja Jess sebagai selegram tidak ada yang aneh. Banyak pembuat konten di Instagram mengatakan juga merasa frustasi tahun 2021
Fashion Blogger Natalie Borton mengumumkan Maret 2021, dia mundur dari kemitraan dengan Instagram, dan siap mengubah segalanya.
Blogger Lynzy and Co, Lynzy Coughlin mengumumkan akan meninggalkan Instagram dan menghapus akun disana pada November 2021. Walau pengikutnya nyaris 500.000 akun.
Blogger renovasi rumah Anna dan Gabe Liesemeyer juga mengambil langkah mundur. Mulai memposting lebih sedikit disana, menghapus kesepakatan pengiklan, dan mengembangkan bisnis desain mereka.
Erin Kern blogger Cotton Stem resmi keluar Desember 2021, pengikutnya hampir 600 ribu.

Beberapa yang masih bertahan, mengungkapkan lingkungan kerja sebagai influencer yang tidak berkelanjutan. Membuat mereka kehabisan tenaga, kewalahan.
Jess mengatakan, tiba tiba dirinya menyadari begitu banyak bisnisnya menjadi ketergantungan dengan Instagram. Dan dirinya menghabiskan waktu terlalu banyak disana, karena disana produsen bermerek mau menghabiskan uangnya.
Di si

si dirinya sendiri ingin melakukan usaha sendiri, Jess memutuskan tidak ingin Instagram memiliki dirinya.

Blogger Lynzy and Co mengatakan setelah mengambil keputusan, pendapatan usahanya turun drastis tanpa Instagram.
Tapi direlakan demi membangun karir lebih baik untuk diri sendiri.

Media sosial dapat melakukan perubahan algoritma.
Dan influencer akan mengikuti permainan tersebut, tapi resikonya menjadi sumber stres dan frustasi seperti selegram Jess.
Selama 3 tahun terakhir, pengikutnya tidak meningkat signifikan.

Selama beberapa tahun terakhir kata Jess, dia sukses di Instagram, tampaknya terkait jumlah waktu yang dihabiskan di aplikasi.


Semakin banyak waktu dia aktif di Instagram dan berbagi konten serta terlibat dengan pengikutnya, semakin baik analitik Instagram untuk keterlibatannya dan semakin banyak orang melihat postingannya.
Ketika melepaskan aplikasi atau tidak memposting sementara waktu, urutannya akan turun.

Coughlin telah menulis blog sejak 2008 dan menggunakan aplikasi selama lebih dari 10 tahun, tetapi menyadari bahwa dia tidak pernah mengambil "liburan" yang signifikan dari postingan di medsos.

Seperti Jess, Coughlin mengatakan istirahatnya mencerahkan. Begitu dia bisa berhenti memeriksa ponselnya terus-menerus, dia merasakan kejelasan yang sudah lama tidak dia rasakan.

Coughlin membuat keputusan untuk meninggalkan Instagram sepenuhnya setelah mengambil jedah.
Dia memiliki blog untuk pendapatan dari komisi link afiliasi, dan memulai Patreon dan buletin untuk pengikutnya yang paling setia.
Membuatnya dirinya merasa yakin dapat terus menjangkau penggemar sejatinya, yang sangat peduli dengan konten yang dibuat.
Dia juga meluncurkan podcast, Motherhood Meets Medicine, dan menghabiskan sebagian besar tahun 2021 untuk siap melepas Instagram.

Dari pembahasan influencer diatas, dapat dikutip beberapa pendapat.
Media sosial diatas seakan menekan seseorang untuk terus membuat konten di platform mereka.
Ketika mengambil jedah, posisi akan diberikan ke orang lain, walau mengunakan algoritma.
Sebagian dari influencer kelas atas dengan 100 ribu follower dan memiliki pendapat bagi mereka. Tetapi berdampak dengan kelelahan mengikuti gaya kerja media sosial, dan membuat banyak dari mereka kehabisan tenaga dan waktu.
Setelah bertahun tahun akhirnya disadari, mereka tidak merasa memiliki dirinya sendiri. Seakan harus bekerja untuk media sosial.

Begitulah media sosial, awalnya menarik perhatian. Tapi membawa seseorang melupakan siapa sebenarnya dirinya sendiri

Artikel Lain

Click Farm istilah bisnis Like dan Viewer sampai komentar di Media Sosial. Dapat di manipulasi oleh operator, salah satunya di Vietnam. Biaya mendapat 1 Like sangat murah, konon dijadikan sarana politik, promosi produk, atau sekedar dapat nge-top di media sosial.

Istilah gorengan untuk meningkatkan harga saham perusahaan IT sangat terlihat. Sebagian besar harga saham perusahaan IT juga melonjak selama pandemi, sampai awal tahun 2024 terlihat gerakan tidak berhenti atau turun.



Emily tampil di Instagram, memiliki 150 pengikut dan terus bertambah. Hanya dalam waktu 4 bulan saja, ada pengikut yang ingin mentraktir liburan ke Dubai dan makan mahal. Begitu banyak yang tertarik, tidak tahu siapa si Emily ini.

Mia Gezellig seperti nama Belanda dan foto selfie yang menarik. Di awal tampil memiliki 3 ribu follower dan Oktober 2023 telah mencapai 11 ribu Follower. Fotografer mengulas hasil foto, tiba tiba dia dihubungi seseorang. Yang mengaku pemilik Mia di Instagram, siapa dia.

Kita sering melihat orang-orang muda dan gaya fotogenik sambil mempromosikan mode, makanan, atau layanan kepada banyak pengikut mereka media sosial seperti TikTok atau Instagram. Sekarang kebalikannya, deinfluencer seperti mengatakan sebaliknya. Keduanya dapat bertentangan, tapi dapat saling memperbaiki

Kemampuan AI membuat foto begitu detil. Memudahkan seseorang membuat foto palsu dan di posting ke media sosial. Suara tiruan dengan  AI akan berbicara seperti suara kita. Setelah proses analisa, cukup mengetik apa yang perlu di ucapkan, dan suara kita sendiri yang berbicara seperti apa yang diketik. Laporan dari McAfree

Ada saja di dunia ini, hal menarik dari artis di YTber membawa kabur uang follower. Bermodal bicara di media sosial, youTuber Thailand populer mengaku sebagai pedagang uang asing, dan menipu lebih dari 6.000 korban. Lenyapkan hampir 1 triliun Rupiah.



Seringkali kita menelusuri foto Instagram dari fotografer lain, dan bertanya-tanya, "Bagaimana mereka bisa mengambil gambar itu?". Foto yang tampak menggunakan sangat sedikit pencahayaan (strobo) buatan, dan jarang menggunakan pengubah pencahayaan dari tampilannya. Tekniknya sangat sederhana, tapi apakah anda berpikir seperti dia.

Gabbie Hanna memiliki akun di Instagram dengan lebih dari 3 juta Follower. Tapi tidak satupun dari mereka sadar. Dia berganti baju gaya jetset, seakan menunggu dan datang di acara festival musik. Tapi Gabbie tidak pergi kesana, dan teman temannya membantu mengutak atik foto menjadi intagramable.

Lil Miquela dengan 1,5 juta pengikut, siapa dia. Mengapa beberapa pengikutnya sendiri bertanya tentangfoto. Dari produk Chanel sampai Prada terlihat, tapi wajahnya yang membingungkan. Foto lain menampilkan dirinya dengan beberapa model, sampai musisi terkenal. Katanya penyanyi, apakah Lil ini nyata.

Kelly dikenal sebagai fotografer Agoraphobia tetapi tidak pernah membawa camera. Mengapa dia menarik sampai Google mengundang dan memberikan kesempatan memamerkan karyanya di kota New York



Youtube Obengplus

Trend