Produsen smartphone chip sendiri mengapa Oppo Zeku akhirnya gagal


   Technology | 13 May 2022


2023 Oppo
Kabarnya menutup bisnis chip Zeku.
Oppo membuat rancangan chip sendiri di tahun 2019, untuk komponen smartphone
Desain chip proses gambar MariSiliconX salah satunya


Tujuan Oppo untuk differensial market, karena memisahkan produknya dari kompetisi dengan chip ISP buatan Qualcomm.
Intinya tampil beda dan seharusnya lebih baik.

Melemahnya ekonomi global, berdampak ke lokasi pengembangan di Shanghai, Xian, Beijing dan Chengdu. Berapa banyak staf yang terkena dampak, tidak disebutkan.

Sayangnya chip buatan Zeku menumpuk, dan beban investasi, sewa dan lainnya.
Kasus yang sama dari beberapa perusahaan mengambil jalan untuk investasi sembarang, dan meminjam uang untuk dana pengembangan usaha.
Sekarang berdampak dengan unit perusahaan sendiri, berakhir tutup.

2021
Beberapa waktu ini kita sering membaca produsen smartphone merancang chip sendiri.

Apple memindahkan seluruh lini Mac ke silikon kustomnya.
Google baru meluncurkan ponsel andalan pertamanya dengan chipset yang dirancang khusus
Oppo dan Microsoft dikabarkan bergabung dengan tren tersebut untuk membuat chip khusus sendiri.

Tidak terasa teknologi smartphone Android, awalnya di dominasi produsen chip Qualcomm dan menyusul Mediatek.

Mengapa setiap perusahaan ingin membuat komponen mereka sendiri
Apa fungsinya membuat chip sendiri dibanding membeli dari produsen lain.

Chip yang dibahas ini adalah chip CPU atau SoC yang terpasang sebagai jantung sebuah smartphone.

Termasuk unit GPU yang menangani gambar visual di layar berada di dalam chip.

Dari teknologi lama, GPU dan CPU dibuat terpisah. Sekarang desktop computer sampai smartphone menyatukan fungsi di satu chip.

Beberapa teknologi masuk di dalam CPU, seperti neural network yang berfungsi sebagai pengolah AI atau kecerdasan buatan.
Perlahan tapi pasti, AI sudah umum di perangkat smartphone.


Tidak hanya foto atau video, tapi pengenal suara, analis gambar instan, penterjemah bahasa dan lainnya.

Ketika produsen membeli teknologi chip dari perusahaan lain.
Merancang sebuah chip CPU tidak mudah, bahkan dirilis cukup lama.

Apple mengunakan chip APL0098 untuk iPhone 2007. Smartphone Android lebih banyak mengunakan procesor Snapdragon
Sampai Apple mengunakan chip CPU A15 Bionic iPhone 13. Dari sisi ini Apple unggul.

Apple Bionic a15

Perusahaan lain melihat kinerja Apple, khususnya produk smartphone Android dan ingin mengikuti termasuk Google.
Ketika produsen memesan chip, maka produsen memiliki kontrol tambahan untuk produk yang akan digunakan sendiri.
Dibanding mengikuti chip dari produsen lain untuk mengikuti rangkaian perangkat keras yang ditawarkan.

Pendekatannya, bikin sesuai keinginan dan lihat hasilnya.

Apple lebih cermat, mengandalkan software iPhone.
Sehingga dapat menyesuaikan komponen dasar.

Mengoptimalkan teknik 2 arah tersebut antara disain CPU dan software smartphone
Artinya sistem akan bekerja lebih efisien, efisien diartikan kinerja smartphone lebih cepat.
Dampaknya, penguna merasakan kemampuan smartphone mulus bekerja.

Kasus upgrade iOS versi 15 untuk iPhone. Dapat bekerja di smartphone lawas tahun 2015 seperti iPhone 6s.
Karena Apple mengetahui semua rancangan perangkat keras yang dibuat sendiri.
Walau secara teknologi smartphone iPhone lama sudah tertinggal, tetap saja bekerja dengan baik setelah mendapat upgrade OS.

Disisi keamanan juga berdampak. Sistem update OS dapat memperbaiki keamanan untuk iPhone model lama.

Apple membutuhkan waktu cukup lama sebelum memutuskan membuat chip CPU sendiri.
Sekarang transisi tersebut sudah terlihat.

Teknologi baru dari MacBook terbaru meningkatkan kinerja signifikan ketika CPU Apple sendiri dipakai.
Dibanding chip buatan Intel yang sempat bertahan lama digunakan untuk notebook Apple.

Google adalah produsen OS Android.
Ketika tampil Pixel 6 dan 6 Pro dalam bentuk fisik smartphone, tampak jelas satu area yang dikendalikan oleh sistem Android.
Dari AI, Neural yang ditangani di SoC / CPU. Untuk smartphone Android, sementara fitur Pixel 6 tidak dimiliki oleh smartphone Android manapun.
Pixel dijual lebih mahal dibanding smartphone Android lain. Tapi itu yang di dapat oleh penguna.

Pixel 6 Tensor

Google tampil dengan CPU Tensor custom procesor.
Ketika produsen smartphone lain mengejar ukuran pixel sensor yang amat besar.
Google mengandalkan algoritma fotografi.

Mengapa Google mengandalkan 2 Cortex X1.
VP Google mengatakan, CPU dapat membagi beban kerja ke Cortex X1, membuat kinerja core CPU lebih efisien.
Contoh di unit camera yang aktif dan merekam hingga render dan deteksi dari Google Lens hingga fitur ML dapat dilakukan sekaligus.

Bila mengandalkan 1 core X1 yang aktif, maka kinerja CPU akan melimpahkan tugas ke core lebih rendah seperti ke beberapa core A76.
Dengan tambahan 2 core X2, kinerja lebih cepat, efisiensi power, dan panas lebih rendah. Sekaligus hemat baterai.
Kasus Pixel 5, Google mengunakan procesor Snapdragon 765G. Dampaknya panas di smartphone, terlebih ketika mengunakan camera.


SoC Google Tensor Snapdragon 888/888 Plus  Samsung Exynos 2100
CPU 2x ARM Cortex-X1 @ 2.8GHz
2x ARM Cortex-A76 @ 2.25GHz
4x ARM Cortex-A55 @ 1.8GHz
Prime core:
    Snapdragon 888: 1x ARM Cortex-X1 @ 2.84GHz
    Snapdragon 888+: 1x ARM Cortex-X1 @ 2.995GHz
3x ARM Cortex-A78 @ 2.4GHz
4x ARM Cortex-A55 @ 1.8GHz
1x ARM Cortex-X1 @ 2.9GHz
3x ARM Cortex-A78 @ 2.8GHz

4x ARM Cortex-A55 @ 2.2GHz


Salah satu fitur Magic Eraser, menghapus bagian yang menganggu di latar belakang dapat di hapus.
Fitur tersebut kabarnya juga di modifikasi untuk ponsel lain berbasis Android 11.

Magic Eraserr

Qualcomm menempatkan SoC Tensor.
Tapi Qualcomm tidak melibatkan produsen secara langsung dengan disain chip yang terus berganti model.

Bila produsen smartphone merancang chip sendiri. Artinya mereka membuat chip CPU untuk smartphone merek sendiri.
Tidak berarti produsen memproduksi chip. Proses produksi ditangani oleh perusahaan lain karena ada keterbatasan untuk mendirikan pabrik yang sangat mahal. Tidak masalah, selama TSMC dan Samsung mampu membuat.
CPU Google dibuat oleh Samsung.

Inovasi
Google ingin produsen ponsel membuat inovasi baru untuk Android.
Menginginkan semua pihak mau mengembangkan teknologi Android dari berbagai aspek.
Sekarang sepertinya berubah, dimana ada manfaat lebih besar dibanding kekurangan yang ada. Produsen setidaknya dapat merancang chip CPU buatan sendiri agar kinerja smartphone lebih efisien.

Mungkin kedepan kita akan melihat satu perubahan lain.
Seperti perangkat Smartwatch, Chromebook dan produk lain di masa mendatang.
Yang masalah adalah harga, apapun perkembangan teknologi tentu ada yang membayar yaitu konsumen.
Selama kemampuan SoC dapat dimanfaatkan dengan baik, dan usia pakai lebih lama. Mengapa tidak.


Artikel Lain

Nuvia yang dimiliki Qualcomm akan membuat procesor computer. Perubahan grafik ditingkatkan untuk mencapai kebutuhan desktop PC, berbeda dengan disain GPU di smartphone. Tapi target CPU Nuvia untuk pemakaian perangkat hemat dan efisien, dapat dipasang ekternal VGA.

Model lain Innosilicon Fantasy 1 dan Fantasy 2  dirancang dengan single atau dual GPU. GPU kelas server, dan gaming dari pabrikan China yang menampilkan GPU dengan GDDR6X VRAM dan DirectX. Desain fan ganda dan slot ganda dengan port video.

Jaringan internet 5G mulai di gelar oleh operator Verizon, dengan kecepatan 1Gbps, setidaknya 300Mbps. T-Mobile internet rata rata sampai 50Mbps. Jaringan 5G terbagi menjadi Sub-6Ghz dan mmWave. Qualcomm Snapdragon X65 menjadi chip Modem 5G yang mendukung 10Gbps untuk download. Mampu menandingi kecepatan kabel Ethernet untuk data internet.

DirectStorage dirancang untuk DirectX 12 akan tampil bersama Windows 11. Teknologi DirectStorage dapat memangkas kelambatan pada game dengan CPU dan GPU. Mengapa DirectStorage menjadi penting, dan apa yang berubah. Salah satunya proses input dan output ke storage, akan dipercepat tanpa banyak penanganan dari CPU

Nama Ambarella mungkin tidak kita pernah dengar. Ambarella dikenal sebagai procesor merekam video. Dan biasa dipasang pada perangkat camera portabel atau kelas ActionCam atau camera Drone.



Youtube Obengplus


Trend