Cerita artikel ini, untuk memperbaiki performa computer lama.

Sebagai informasi, kemungkinan PC model lama dapat memanfaatkan SSD NVMe.

Computer lambat karena harddisk, mau pindah ke SSD. Tidak masalah, baik SSD SATA atau NVMe PCIe juga dapat dipasang

Computer di era 2010an mungkin kita anggap computer lawas, lambat, dan tidak cocok untuk OS Windows 10, Windows 11.

Microsoft membatasi minimum hardware bekerja dengan OS Windows 11, ditambah sistem TPM chip.

PC lama yang tidak memiliki TPM (chip pengaman) tidak dapat menginstall Windows 11.

Tapi tidak lama muncul program meloloskan pemeriksaan tersebut.
Dan Windows 11 ISO dengan tool seperti Rufus yang dapat menonaktifkan proteksi minimum hardware dan TPM.

Artinya computer lama dapat di install Windows 11.
Tapi tidak memiliki pengaman yang diberikan Microsoft melalui chip TPM di motherboard.

Ngak masalah, kalau PC hanya dipakai dirumah.

TPM kan hanya keinginan Microsoft, agar software tidak di copy sana sini, selebihnya untuk sistem pengaman.

Di sisi software, banyak program baru juga membutuhkan kecepatan storage.
Yang dimaksud, ukuran file program semakin besar.

Game juga ikut ikutan, memberi keterangan Recommendation SSD storage, katanya untuk fitur DirectStorage atau mempercepat load game.
Dampaknya, computer lama dengan harddisk terasa lambat dan berat.

Loading OS lambat, dan membuka program lambat, karena lambat di harddisk.

Mengapa ?
Storage harddisk memiliki kecepatan 100-150MB/s, harddisk kelas atas mencapai 250MB/s.
Teorinya hanya 50-70MB/s saja

Dibanding SSD 500MB/s konstan, dan NVMe SSD minimum mulai dari 1.500MB/s (PCIe 2.0).
Bayangkan computer dari 100MB perdetik dengan boot harddisk, di ganti dengan storage NVMe 1,5GB/s saja

Bila program PC akhirnya menjadi lambat, tapi program bekerja baik baik saja, walau program yang dipakai sudah berganti versi terbaru.
Mungkin masalah ada di bagian storage yaitu harddisk lama kita.

Cara mudah menganti harddisk dengan SSD SATA tang lebih cepat, kecepatan meningkat sampai batas maksimum 500MB/s.
Perangkat yang sama seperti koneksi harddisk dengan koneksi kabel SATA.

Install Windows dan program di SATA, drive kedua dengan harddisk untuk data saja.
OS Windows dan program bekerja lebih cepat untuk load.

Tahun 2023, generasi storage NVMe barang mewah gamer akhirnya turun harga.
Harganya sama dengan SSD, bedanya pada bentuk dan koneksi serta lebih cepat.
Kecepatan jangan ditanya, tentu saja NVMe ngebut ngak karuan.

NVMe SSD bukan barang aneh, hanya storage berbentuk card.
Computer terbaru, di bagian motherboard umumnya tersedia sebuah slot NVMe card.

Notebook model lama untuk konsumer, kadang menyediakan port NVMe, tapi harganya bikin geleng kepala di kelas laptop gaming.

Apakah computer lama harus kita buang.
Mengingat ketika membangun computer, harus mengumpulkan data dan komponen terbaik sampai jadi.
Sekarang malah harus di pensiunkan.
Tapi semua program bekerja dengan baik, hanya semakin tahun semakin lelet.
Ini salah satu solusi memperbaiki kinerja computer lama agar lebih cepat, bila kelambatan ada di storage harddisk.

Tentang Storage SSD
Perkembangan storage computer sudah mencapai PCIe 5.0, tapi merakit PC baru dengan PCIe 5.0 masih mewah.

Dari teknologi SSD, bentuk storage tipe NAND atau storage chip

Dari kiri mSATA, kedua SATA SSD 2,5 inci dapat mengantikan harddisk melalui kabel SATA, M.2 SATA mirip seperti NVME tapi berbeda dengan 2 pin kecil disisi kiri dan kanan ( ini disebut SATA M.2), dan M.2 NVMe dengan 1 pin kecil storage paling cepat.

BIOS boot NVME PCIe

Bentuk M.2 SATA dan M.2 NVMe berbeda interface atau konektor untuk koneksi walau bentuk card terlihat sama.

Jadi jangan salah lihat, NVMe PCie adalah storage NAND paling cepat saat ini.
M.2 SATA mirip tapi tidak serupa dengan bentuk SSD SATA. Tapi berbeda dengan card NVMe.

M.2 SATA adalah SATA bentuk card, kecepatan SSD SATA 500MB/s maksimum.

Install NVMe on board

M.2 NVMe koneksi PCIe, terhubung ke motherboard.

Di awal pengunaan, motherboard kelas high end / premium memiliki port NVMe.
Mengikuti teknologi PCIe 3.0 PCIe 4.0 PCIe 5.0 dengan dukungan generasi procesor.

Sekarang sudah tidak lagi, rata rata motherboard terbaru sering tersedia slot NVMe

Produsen mulai menempatkan NVMe pertama untuk M.2 slot tahun 2015.
Bersamaan produsen memberikan upgrade BIOS untuk mengunakan Boot dari adaptor NVMe. Sayangnya, ketika itu harga SSD NVMe terlalu mahal.

Install NVMe on board

Jalur lain adalah slot PCIe di computer kita.
Khususnya port PCIe 4x, 8x atau 16x.
Untuk slot 16x yang sering dipakai untuk VGA.

Port tersebut memiliki kecepatan transfer paling tinggi, misal port PCIe 16x langsung terhubung ke procesor dan VGA.
Port PCIe juga digunakan untuk hardware khusus yang membutuhkan kecepatan.

Fungsi lain NVMe pada slot PCIe
Slot NVMe dapat digunakan untuk perangkat kecepatan tinggi
Misal LAN Card 10Gbps atau NVMe adaptor SSD


Umumnya mengunakan slot PCIe x4 sudah cukup, karena itu untuk jalur ideal bagi SSD NVMe.
Port PCIe x4 biasanya tidak dipakai, bahkan mungkin tidak pernah dipakai oleh kita karena kita tidak tahu untuk apa.

Fungsi Slot PCIe x4

Motherboard mendukung NVMe SSD.
Apakah motherboard terbaru yang mendukung NVMe saja ?

Produsen motherboard menyediakan slot NVMe di beberapa model motherboard lama, walau terbatas di model high end.
Motherboard baru umumnya menyediakan slot untuk SSD PCie 4 NVMe.

Tapi motherboard lama terbatas di generasi PCIe 3.0, atau PCIe 2.0.
Sampai tahun 2023 storage tipe NVMe PCIe 3.0 masih tersedia, walau harga tidak berbeda dengan NVMe PCIe 4.0, dan terbaru NVMe PCIe 5.0 untuk NVMe premium.
Mengunakan NVMe PCIe 3.0, PCIe 4 bahkan PCIe 5.0 ,mungkin tidak masalah dengan motherboard tua yang mendukung PCIe 2.0.
Karena speed mengikuti kebutuhan antara kemampuan procesor dengan dukungan versi PCIe berapa, dan tipe NVMe PCIe berapa.

Apakah motherboard di tahun 2015 mendukung storage PCIe NVMe.
Jawabannya sudah, seperti tampilan board dibawah ini.

Setelah mendapat upgrade BIOS terbaru versi 2015. Tapi banyak yang tidak melihat fitur tersebut.

Seperti tampilan sebuah motherboard Gigabyte chipset H61, keterangan Force MP510 adalah SSD NVMe dari Corsair.

BIOS boot NVME PCIe

Update BIOS memudahkan penguna menambah storage NVMe dengan adaptor card.

Dan setting SSD di atur dari BIOS, maka computer dapat melakukan boot ke OS Windows dan OS lain.
Dengan kata lain computer dapat menditeksi drive NVMe yang dipasang pada slot PCIe.


Jadi ditambah adaptor untuk memasang NVMe, dan adaptor di pasang ke slot PCIe pada motherboard.

Tapi tidak semua motherboard mendukung, khususnya yang tidak menyediakan slot PCIe x4, walau memiliki slot PCIe x16 yang diperuntukan bagi VGA.

Mengapa produsen ngak ngasih upgrade BIOS untuk pilihan PCIe di motherboard murah.
Sebenarnya sih, produsen bisa saja memasukan driver NVMe ke dalam update BIOS dan memberi update Firmware ke publik
Karena teori semua board yang memiliki slot VGA PCIe x16 atau slot PCIe x4 mendukung card NVMe.

Namanya produk murah, supportnya berhenti di tengah jalan. Kan sudah lewat garansi, jadi produsen tidak mengurus. Kalau motherboard high end atau kelas mahal masih mereka urusin.

Hanya motherboard high end saja yang diberi kesempatan, dan tahun produksi dibatasi paling rendah edisi 2015.

Bila kita merasa masalah di computer lama akibat kelambatan di storage.
Dan ingin menambah / menganti storage ke tipe NVMe, dan memiliki slot kosong PCIe x4 atau hanya 1 port di PCIe x16 (tidak mengunakan VGA).

Solusinya memanfaatkan adaptor card NVMe to PCIe.
Harga adaptor tidak terlalu mahal, dan kapasitas SSD NVMe dapat kita pilih sendiri.
Bila dihitung, untuk percobaan nanti dengan 256GB + adaptor NVMe to PCIe + 1 USB, antara 300-400 ribuan (Juni 2023)

Yang perlu diperhatikan pada computer lama. Lihat dukungan procesor untuk PCIe 2.0 atau PCIe 3.0
Setiap generasi dari PCIe 2.0, PCIe 3.0, PCIe 4.0 dan seterusnya, memiliki kelipatan kecepatan 2x lebih tinggi di setiap generasi.

Apakah NVMe dapat di pasang pada slot VGA PCIe x16, x8 atau x4 dan terditeksi di Windows.

Tidak masalah, Windows 10 sudah mendukung, storage NVMe dapat dikenali, dan tinggal di format menjadi storage.

Masalahnya pada computer tua yang tidak mendapat update untuk mengenal keberadaan drive NVME.
Ketika boot, harus dibantu dengan driver yang mengenal storage NVMe.

Tidak mau repot mengoprek PC, pasang saja satu NVMe dengan adaptor NVMe to PCIe.
Asalkan NVMe SSD dapat bekerja alias kompatibel.

NVMe storage dapat dijadikan storage kedua, karena tidak bisa Boot seperti harddisk.
Kelebihan, mendapatkan kecepatan lebih tinggi untuk transfer data.

Misal kebutuhan load program besar, membutuhkan waktu lebih cepat dibanding SATA SSD bahkan harddisk.
Masukan semua file untuk Read / membaca / load program disana.

Adaptor NVMe ke PCIe untuk boot Windows

Disini selesai pembicaran fungsi storage NVMe untuk internal storage mengunakan adaptor card NVMe to PCIe.

Bila computer memiliki slot kosong tipe PCie x4 , x8 atau x16 (yang panjang untuk VGA), bisa dijadikan interface untuk SSD NVMe asalkan perangkat kompatibel
Mengantikan harddisk yang hanya 200MB/s untuk membaca data, ditingkatkan dengan NVMe storage menjadi 1,5GB/s PCIe 2.0 atau 3GB/s PCIe 3.0

Pertanyaan, bila computer tidak mendapat update BIOS untuk Boot ke NVMe.

Misal saya mau memasang SSD NVMe di motherboard yang mendukung PCIe 3.0 atau PCIe 2.0

Apakah NVMe bisa Boot di computer, jawabannya ada 2.

Pertama, memasukan driver ke BIOS atau melihat versi terakhir Firmware motherboard
Untuk merubah BIOS sendiri, sama saja memodifikasi BIOS computer agar memiliki opsi boot ke drive NVMe dari PCIe.

Tapi teknik memiliki resiko, belum tentu di dukung semua model motherboard.
Resiko gagal ketika modifikasi, kerusakan BIOS menjadi masalah serius, motherboard harus diperbaiki dari produsen. Untuk inject driver NVMe di BIOS silakan di cari dengan Google

Kedua, membuat bootloader.
Cara kedua ini paling mudah dan aman, dengan menambah sebuah USB Flash Drive untuk Boot dan masuk di storage NVMe. Dibantu dengan sebuah Flash disk cukup 1GB.
Itu saja, maka computer sudah bisa Boot dari NVMe.

Clover hanya driver ketika computer membaca flash drive, dan Clover sebagai driver mengarahkan untuk boot ke drive NVMe yang tidak dikenal di BIOS.

Cara membuat Bootloader NVMe untuk Boot Windows

Perangkat yang dibutuhkan
1. Hardware Motherboard dengan slot PCIe tidak terpakai.
2. Hardware Adaptor NVMe to PCIe
3. Hardware NVMe SSD, kapasitas terserah kita.
4. Hardware USB Install Windows, seperti OS Windows yang anda ingin install
5. Hardware USB untuk Bootloader Clover. Untuk Boot pertama dan harus selalu dipasang di port USB kalau mau boot dari NVMe.


Dibawah ini perangkat untuk install Windows dengan NVMe
Kiri satu unit SSD NVMe yang sudah terpasang ke satu card NVMe to PCIe.
Tengah USB 2GB lawas yang akan di isi dengan Clover Boot Manager nanti, jadi boot mancing katanya.
Kanan USB 8GB installer untuk install Windows 11

Komponen NVME boot dari PCIe

USB pertama untuk membuat Installer drive Windows 11
Seperti biasa yang kita lakukan, mendapatkan file ISO Windows, dan copy dengan Rufus untuk Install Windows.

Membuat Instal Windows di Flash Drive


USB kedua untuk Bootloader Clover
Ada 2 file yang dibutuhkan

File BDU atau Boodisk Utility
Sebenarnya si pembuat BDU membuat program Clover untuk membantu penguna OS Mac bekerja di PC.
Tapi malah membantu membuat bootloader untuk NVMe di PC Windows
- cvad-mac.narod.ru/index/bootdiskutility_exe/0-5

File Clover
File ini hanya untuk boot disk, harus terpasang di port USB selama mengunakan Windows yang di install ke NVMe.
Versi terakhir Mei 2023 adalah Clover-5152-x64-ISO-7z
- github.com/CloverHackyColor/CloverBootloader/releases

Masukan 2 file yang di download seperti pada gambar
BDUtility.exe dan Clover-5152-x64-iso.7z dalam satu folder yang sama
Pasang USB 2GB ke computer
Buka program BDU, akan muncul keterangan di program BDU seperti gambar kanan dibawah ini.

Bootdisk Utility

Pilih Option di kiri atas
Dan pilih Local, lihat keterangan nama file Clover-5152-x64-iso-7z muncul, dan OK

BDU Boot Disk Utility select file atau load file

Selesai di click OK
Click Format

Sampai muncul seperti gambar kanan. Ada 2 partisi, partisi 200MB adalah Boot untuk start nanti (Clover hanya butuh space 200MB)
Jangan dipasang bareng 2 USB berbeda yah, nanti pusing sendiri.

Format Boot Disk ke Flash Drive

Selesai tutup program BDU

Ini tahap yang tidak boleh dilewati.

USB 2GB yang sudah di format menjadi Boot Disk sebagai program Clover.

Akan muncul sebagai BDU (nama default), buka Flash Disk BDU tersebut

Dibawah ini adalah isi dari Flash Drive 2GB, folder BDU yang sama, tampil 4 layar untuk memudahkan melihat. Click gambar untuk zoom
1. Lihat di folder EFI/Clover/Drivers/off
2. Temukan file NvmExpressDxe.efi
3. Copy file NvmExpressDxe.efi ke dua folder lain di EFI/Clover/Drivers/BIOS dan EFI/Clover/Drivers/UEFI

File nvmexpressdxe.efi ke folder EUFI dan BIOS

Selesai mengcopy file NvmExpressDxe.efi. Maka proses sudah selesai

Apa fungsinya mengcopy 2 file tersebut, itu adalah driver NVMe agar dibaca ketika computer start dengan Bootloader Clover lewat USB Flash Drive.
Dan dapat mengenal ada storage NVMe yang terpasang, walau tidak terditeksi dari BIOS.

Install Windows langkah pertama dan kedua
Tahap ini
NVMe dengan adaptor NVMe to PCIe sudah terpasang di computer
Dan 2 flash drive 8GB berisi Installer Windows dan 2GB untuk Bootloader sudah kita siap

Menginstall Windows di NVMe
Seperti menginstall Windows, pasang Flash Drive Installler Windows.
Pasang 8GB ke port USB (berisi Installer Windows).
Masuk ke BIOS (bila diperlukan) pilih F12 untuk memilih Flash Disk setelah computer mulai Boot.
Pilih nama Drive yang sudah anda pasang dengan bagian depan EUFI ----

Install Windows 11 seperti biasa, memiliki partisi untuk Windows ke drive NVMe dan dapat di kenal oleh OS Windows Installer, sampai proses install selesai
Windows 11 akan menginstall di storage NVMe.
Windows akan melakukan Restart Computer / Boot pertama.

Ini yang perlu diperhatikan
Disarankan tidak memasang drive storage di PC, seperti harddisk atau SSD masih terpasang di computer.
Hanya adaptor card NVMe ke PCIe dan flash drive, agar tidak salah format dan hilangnya data.

Setelah proses install selesai, matikan computer sebelum melakukan Boot ke 2.
Lepas USB 8GB pertama untuk install Windows.
Ganti dengan USB 2GB berisi Bootloader Clover.

Nyalakan computer kembali
Akan muncul menu Clover Boot Manager (bila semua setting benar)

Tunggu saja selama 5 detik sampai Countdown selesai
Dan NVMe storage akan masuk ke OS Windows 11 yang baru di Install..
Dan computer jadul anda akan Boot terlihat sudah di Windows tapi jauh lebih cepat dibanding harddisk.

Setting Clover Boot Manager drive boot EFI dan UEFI

Proses install sudah selesai, menunggu Windows 11 menyelesaikan konfigurasi terakhir
Boot ketiga kali Windows 11 sudah siap digunakan. USB Flash Drive untuk Boot Manager Clover harus tetap dipasang.

Setiap kali anda ingin melakukan Boot Windows 11, flash drive 2GB sebagai Clover Boot Manager harus terpasang.
Karena BIOS computer lama tidak mendukung untuk mengenal storage di PCIe.

Setelah itu terserah anda, ingin memasang harddisk lama yang masih berisi OS Windows juga.
Nanti tinggal di pilih dari menu Boot Clover, mau menjalankan Windows dari harddisk atau NVMe storage

Keterangan tambahan.
Bila sudah di install dan sudah di uji berjalan baik.
Menu di Clover dengan bentuk kotak putih tersebut, dapat menjadikan computer dengan dual OS seperti kita memilih drive di menu BIOS.

Misal anda memiliki Windows sebelumnya, dan Windows 11 yang terakhir di install.
Paling kiri untuk awal adalah Boot untuk ke Windows 11 yang di install ke NVMe dengan EFI.
Kotak di samping untuk memilih boot dari Windows di drive sebelumnya, dan kotak lain adalah nama drive yang terpasang.

Tahapannya dapat dilihat dibawah ini



Catatan pastikan flashdrive dapat melakukan boot.
Set BIOS supports UEFI booting.

Artikel ini hanya untuk referensi.
Siapa tahu ada computer yang masih bekerja baik, semua program bekerja tanpa masalah
Tapi masalah ada di storage yang membuat computer lambat

Mengunakan storage NVMe setidaknya dapat membantu mempertahankan computer lama yang kita anggap sudah lambat.

Seperti biasa, artikel ini sebagai pengetahuan. Resiko mencoba ada di tangan penguna.
Selesai tentang membuat Boot drive NVMe ke PCIe.

Bila computer sudah mengunakan SSD, jangan lupa mengaktifkan TRIM
Tinggalkan kebiasaan anda untuk Defrag harddisk, karena SSD tidak boleh di Defrag, karena tidak perlu, bahkan berdampak dengan menurunkan usia pakai



Setelah menambah storage tipe NVMe di PCIe slot, sangat terasa kecepatan computer langsung Whoosh.
Bayangkan harddisk sebelumnya hanya 100MB/s, dibanding SSD 500MB/s, tapi dengan storage PCIe NVMe di gas ke 1500MB/s  - 3000MB/s (minimum PCIe 2.0 - 3.0 )