Bagaimana memeriksa kapasitas baterai.

Atau mengetahui berapa kapasitas sebuah baterai lithium.

Beberapa produk perangkat charger, menawarkan produk adaptor charger yang dilengkapi petunjuk pengisian baterai. Harganya relatif terjangkau sekitar 100+ ribuan.
yang lain hanya merancang untuk pengisian baterai seperti pengisian cepat atau pengisian yang amat.

Merek lain menawarkan perangkat pengisian baterai yang dilengkapi petunjuk ketika di charger dan charger.

Lengkap dengan menghitung kapasitas baterai ketika di charger (input) dan discharger (output). Karena dibuat untuk kalangan semi-profesional, alat tersebut relatif lebih mahal. Mencapai $30 bahkan lebih. Model lain lebih canggih dengan adaptor charger baterai lithium, ditempatkan tambahan pengukur resistan baterai untuk mengetahui baterai masih baik atau sudah lemah.

Disini kita bertanya, apakah penting untuk mengetahui kapasitas baterai. Sebenarnya cukup penting walau tidak semua orang membutuhkan.

Sebagian penguna perangkat elektronik mungkin tidak terlalu peduli dengan kebutuhan baterai tester. Bila baterai mulai lemah, biasanya diganti dengan baterai baru.

Berbeda di kalangan DIY atau membuat perangkat / merakit sendiri seperti hobi elektrik. Walau alat tester baterai tidak setiap saat dibutuhkan.
Perangkat baterai tester sebenarnya penting, karena kita dapat mengetahui berapa kapasitas sebuah baterai. Terlebih bila kita membuat sebuah baterai rakitan sendiri.

Hal lain ketika kita membeli power bank, umumnya mengunakan baterai tipe 18650. Atau baterai camera, sampai baterai smartphone akan menulis keterangan kapasitas baterai.
Pada label produk tertera angka mAh. Berjalan waktu, kapasitas baterai dapat drop. Mungkin kita tertarik untuk melakukan test kapasitas baterai.

Jenis baterai pack atau baterai yang dikemas sesuai kebutuhan termasuk baterai camera. Kadang tidak dilengkapi perangkat untuk pengukur, dan hanya dikira kira saja.
Mungkin dilengkapi informasi seperti keterangan kapasitas ampere atau tidak sama sekali. Seperti satu unit baterai 9V, 3,7V, 7,4V lithium dan tipe baterai lainnya.

Sedangkan kita membutuhkan informasi berapa kapasitas baterai sebenarnya. Dan mengetahui apakah baterai sudah drop bahkan sangat drop dan tidak layak digunakan lagi. Bahkan untuk menghitung seberapa besar kebutuhan power baterai untuk sebuah perangkat.

Bagaimana mengetahui kapasitas baterai sebenarnya

Kapasitas baterai ditunjukan dengan mAh atau Ah (Ampere). Angka tersebut bisa saja total kapasitas baterai untuk menyimpan energi.

Kita ambil contoh baterai lithium 18650 tertera kapasitas 3000mAh. Untuk menguji kapasitas baterai, kita harus menghitung setelah baterai Full charger dan berapa besar arus / ampere yang diberikan.

Sebuah baterai seperti baterai smartphone, camera dan baterai pack, juga dilengkapi sebuah proteksi, atau pemutus arus tegangan. Umumnya sirkuit proteksi baterai dapat memutus arus ketika  baterai drop pada voltase minium tertentu.

Batas minimum voltase juga berbeda beda, dan voltase minimum tidak pasti dari masing masing tipe baterai.
Baterai camera akan memutus arus baterai, ketika sebuah sel baterai drop dan turun dari 4.2V ke voltase minimum 3.2V DC adalah batas aman.
Beberapa sirkuit BMS untuk perlindungan baterai paralel, akan memutus arus bila salah satu sel baterai telah mencapai 3.2-3.4 V/DC dan bukan total voltase baterai keseluruhan.

Untuk mengetahui output kapasitas baterai, satu satunya cara dengan mengisi baterai sampai Full Charger. Lalu di pasangkan beban seperti sebuah resistor 7.5 Ohm untuk test beban 500mAh, atau mengunakan perangkat seperti motor, kipas, lampu DC dan perangkat yang akan digunakan oleh baterai.

Selama pemakaian power baterai, kita dapat menghitung dengan alat multimeter dalam angka Ampere / Current. Misal sebuah baterai mampu memberikan power selama 1 jam dengan arus 1000mA maka kapasitas baterai tersebut 1000mAh. Bila baterai mampu bekerja selama 1 jam 30 menit, artinya kapasitas baterai sebenarnya 1.500mAh.

Walau sebuah baterai yang diuji menunjukan kapasitas 2000mAh atau 2500mAh. Nilai spesifikasi tersebut adalah kapasitas keseluruhan, mungkin sampai voltase 2V adalah kapasitas dari 2000mAh.

Sedangkan perangkat yang mengunakan baterai ternyata hanya bekerja dengan minimum voltase 3.2V, bahkan disetting sampai 3.4V untuk menjaga usia baterai.

Seperti baterai power bank dengan kapasitas 10000mAh, kapasitas tersebut bisa saja total kapasitas baterai cell yang ada di dalamnya. Terdiri dari 4 baterai dengan kapasitas 2.500mAh (4 x 2.500mAh)

Ketika baterai digunakan, mungkin output yang diberikan hanya 7000mAh. Mengapa, ada konversi energi baterai yang hanya memiliki output 4.2V (Full Charger). Sedangkan voltase akan dinaikan ke 5V seusai voltase USB melalui sirkuit baterai powerbank.

Dan sistem sirkuit powerbank akan memutus arus baterai ke output bila voltase telah mencapai 3.2V/DC

Ketika menguji baterai lithium Jangan pernah menghabiskan semua power sampai voltase melewati 3.2V/DC. Angka 3.2V adalah batas minimum yang disarankan, dan baterai harus di recharge ulang.

Memerika kapasitas baterai dengan alat baterai tester Zhiyu Zb2L3 modul

Untuk memeriksa kapasitas baterai ada sebuah alat cukup murah. Walau alat ini lebih cocok untuk mereka yang tertarik dengan hobi elektronik.

Board Zhiyu Zb2L3 terhubung ke perangkat dengan batas maksimum 15V dan arus 3A.
Selama bekerja, batas pencatatan total ampere maksimum 9.999Ah atau tidak lebih dari 10 A.

Harga alat baterai tester tersebut cukup terjangkau, hanya 50 ribuan saja.

Alat untuk memeriksa kapasitas baterai lithium riil Current Ampere



Perangkat board Zhiyu Zb2L3 untuk test kapasitas baterai memerlukan power 5V dari micro USB

Power power alat test kapasitas baterai Board Zhiyu tipe Zb2L3

Apa yang ditampilkan pada perangkat test baterai Zhiyu Zb2L3. Dapat dilihat keterangan dibawah ini.

Keterangan Ah, Ampere Hour menunjukan total arus /. ampere ketika baterai di charger (pengisian) atau discharger (digunakan).
Keterangan A, Ampere menunjukan pemakaian arus / ampere ketika melewati alat test kapasitas baterai
Keterangan V, Voltase menujukan votlase baterai selama proses charger dan discharger yang melalui baterai tester.

alat indikator kapasitas baterai Discharger dan Charger Ampere Voltase Total Ampere

Bagian paling penting sebenarnya Ah yang dicatat oleh alat baterai tester.

Untuk menunjukan kapasitas baterai sebenarnya. Dan kita dapat mengetahui sebuah baterai, power bank, total arus selama pengisian baterai atau pemakaian power baterai, dan dapat terlihat dalam nilai mAh.


Discharger atau menghitung kapasitas baterai ketika digunakan
Diagram dibawah ini untuk pemasangan alat modul pengujian kapasitas baterai Zhiyu Zb2L3

Unit baterai terhubung ke unit Zhiyu Zb2L3 baterai tester.
Output dari modul board, terhubung ke loader (bisa Resistor). Dapat mengunakan resistor khusus, atau dipasangkan beban seperti fan, lampu, motor dan lainnya untuk menguras (mengunakan) isi baterai.

Untuk mengetahui kapasitas baterai, penguna dapat mengisi baterai sampai Full Charger (misal 4.2V/DC).
Dan tahap selanjutnya mengunakan power baterai sampai batasi yang diinginkan sambil terhubung dengan alat test baterai.
Selama bekerja, indikator lampu test baterai akan memberikan status baterai dan power yang digunakan seperti gambar diatas.

Ketika baterai berhenti bekerja pada voltase tertentu, misal 3.2V/DC. Atau kita mengatur sampai 3.4V/DC sesuai voltase minimum perangkat.

Perangkat dapat diatur untuk memutus arus otomatis sesuai voltase yang kita inginkan.
Bila baterai telah memiliki sirkuit proteksi, umumnya memiliki pengaman otomatis untuk memutus power baterai sampai voltase minimum.

Pada indikator Ah akan tertera berapa kapasitas baterai yang telah terpakai. Angka tersebut dapat memperkirakan seberapa besar kapasitas baterai yang kita miliki sebenarnya.

Bila anda menguji kapasitas baterai lithium dengan perangkat ini. Lakukan dengan hati hati karena dapat terjadi pelepasan energi baterai Lithium sangat besar ketika terjadi Short.

Cara mengunakan test kapasitas baterai untuk Discharger

Baterai telah penuh.
Siapkan beban load seperti resistor atau kipas dan perangkat yang dapat digunakan dengan power.
Setting minimum voltase baterai pada perangkat baterai tester.
Dan tekan Ok maka sirkuit test baterai akan menghubungkan arus baterai ke perangkat beban.
Sampai batasi minimum yang ditentukan, atau setting voltase baterai untuk memutus arus. Lihat di indikator Ah nilai mAh yang diberikan , menunjukan kapasitas baterai.

Diagram pemasangan alat test kapasitas baterai Board Zhiyu tipe Zb2L3 untuk Discharger

Dibawah ini salah satu cara mengukur kapasitas baterai lithium tipe 18650. Satu baterai di charge sampai penuh, dan power mulai digunakan sambil terhubung ke perangkat baterai tester.



Charger mengetahui kapasitas baterai selama pengisian dengan adaptor charger
Kita juga dapat mengetahui berapa kapasitas baterai yang di isi. Paling akurat bila mengisi baterai satu unit baterai.

Dengan mengosongkan baterai sampai batas minimum misal 3.2V/DC, lalu di charger kembali dengan adaptor charger baterai.

Kendalanya pada tipe baterai pack seperti 8.4V DC, akan sulit diketahui berapa kapasitas baterai sebenarnya.

Walau kita mengetahui baterai sel secara paralel 2000mAh  dengan 2 baterai paralel (8,4V) atau 3 baterai paralel (12V).

Kapasitas baterai mungkin tidak sesuai dengan keterangan 2000mAh + 2000mAh menjadi 4000mAh untuk 8.4V. Bisa saja kapasitas baterai maksimum 1500mAh dengan output 8.4V.



Kapasitas masing masing sel baterai dapat berbeda. Bisa saja salah satu kapasitas baterai tidak seimbang dan sedikit lebih drop dibanding sel baterai lain.

Alat baterai tester Zhiyu Zb2L3 dapat menghitung selama proses pengisian baterai sampai baterai telah full charger. Dan memberikan nilai Ah, kira kira seberapa besar kapasitas baterai yang di isi.
Secara total kapasitas baterai dapat diketahui keseluruhan tanpa perlu membuka kemasan baterai untuk memeriksa satu persatu sel baterai.

Cara mengunakan test kapasitas baterai untuk Charger
Baterai sebaiknya dalam kondisi kosong sesuai voltase yang ditentukan. Untuk baterai 8.4V minimum voltase 6.4 - 6.8V/DC. Dan baterai pack 12V minimum 9.8 - 10.2V/DC
Siapkan charger dan hubungkan ke rangkaian
Dan tekan Ok, sampai adaptor charger baterai otomatis memutus power ketika baterai terditeksi sudah penuh.
Lihat di indikator nilai kapasitas mAh dari total arus charger yang tercapai akan terlihat dengan lampu LED yang berkedip.

Diagram pemasangan alat test kapasitas baterai Board Zhiyu tipe Zb2L3 ketika charger

Kebalikan dari Charger tentu Discharger. Bila kita ingin mengetahui kapasitas baterai.
Dapat menghubungkan baterai pack, dan alat yang membutuhkan. Seperti keterangan sebelumnya untuk Dischager, setelah baterai mencapai Full Chager.

Dapat melekukan tahap pemakaian aterau atau discharger. Dan alat pencatat arus baterai yang dipakai dari full charger sampai baterai memutus arus ketika batas voltase minimum tercapai.

Setting Termination Voltage alat test baterai Zhiyu Zb2L3
Bagian ini tambahan dari fungsi alat tester baterai.

Default unit modul tester baterai Zhiyu Zb2L3 akan menempatkan angka P 1.0.
Artinya perangkat akan memutus arus bila voltase baterai mencapai 1 Volt DC

Cara setting P1 termination-voltage tester baterai Board Zhiyu tipe Zb2L3

Apa fungsi setting point Termination-Voltage di modul Zhiyu Zb2L3.

Fungsinya untuk menentukan batas minimum voltase baterai ketika di drain / discharger / atau power dipakai.

Untuk menguji satu sel baterai lithium, dapat diatur dengan membatasi sampai 3.2V/DC voltase paling minimum.

Sedangkan output baterai pack 8.4V dibatasi dapat dibatasi sampai 7.2V. Serta baterai pack 12V dibatasi sampai voltase drop 9.6V.
Bila disain baterai pack mengunakan sistem BMS untuk sirkuit pengaman baterai, setting P tidak perlu. Karena baterai otomatis akan memutus arus bila kapasitas baterai mencapai low.

Termination-Voltage dapat dimanfaatkan sebagai simulasi voltase perangkat.

Bila kita ingin mengetahui sebuah baterai pack 8.4V/DC
Kita tinggal mengatur sebelum melakukan test baterai. Dengan merubah angka P dengan menurun naikan pada tombol panel bila diperlukan saja.
Dan melakukan test Drain baterai dengan menekan tombol OK.
Sampai voltase baterai mencapai 7.2V, modul tester baterai akan memutus arus dan memberi keterangan - ini kapasitas baterai sebenarnya sebelum melewati batas dibawah 7.2V.
Atau mengatur sesuai voltase minimum yang dibutuhkan seperti 7V/DC. Dan mengetahui berapa kapasitas mAh yang digunakan.


Pesan kesalahan pada modul tester baterai Termination Voltage Zb2L3.
Bila muncul error, dapat diketahui dengan mudah penyebabnya
Err1: Bila baterai yang di test memiliki voltase lebih besar dari 15V
Err2: Bila voltase baterai lebih rendah dari nilai P (termination-voltage), dapat di setting ulang. Atau melepas power microUSB dan perangkat akan kembali ke setting semula
Err3: Bila baterai tidak mampu melepas arus yang memadai.
Err4: Bila arus baterai yang digunakan melewati batasi 3A keatas. Perangkat akan menghentikan proses pemakaian arus baterai.

Dibawah ini pemanfaatan modul baterai tester. Percobaan untuk charger kapasitas baterai atau discharger baterai.




Kebutuhan perangkat baterai tester Zb2L3

Harga tester baterai lebih terjangkau dibanding baterai tester semi profesional. Lebih cocok untuk penguna biasa yang ingin melakukan pengujian kapasitas sebuah baterai.

Lebih fleksibel dibanding adaptor charger baterai yang dirancang khusus untuk test baterai sel lithium dan menguji untuk satu unit baterai saja. Sedangkan modul tester baterai ini dapat menguji  baterai pack yang kita buat selama tidak melewati batas 15V untuk

Dapat digunakan untuk menghitung kapasitas baterai ketika di charger dan discharger.

Untuk mengukur kapasitas real baterai sesuai voltase minimum yang kita inginkan.

Kekurangan, hanya kebutuhan tertentu yang memerlukan perangkat baterai tester ini. Kita harus merakit sendiri, karena perangkat baterai tester berbentuk modul.
Pemanfaatannya tidak terlalu banyak, kecuali bagi mereka yang sering mengunakan baterai untuk proyek atau hobi sendiri. Dan ingin mengetahui kapasitas baterai yang dimiliki.

Catatan. Pastikan input output dengan positif dan negatif yang benar. Dan jalur input tidak terbalik sebagai output.
Bila salah mungkin dapat merusak sirkuit. Pengunaan perangkat tentu resiko penguna.