Kernel Toolkit utiliti untuk smartphone Android.

Tujukan untuk mempercepat kecepatan procesor dari setting minimum.

Atau kebalikan memperlambat kecepatan procesor.

Fungsi Kernel Toolkit

Mendapatkan data tentang kecepatan procesor.
Setting GPU
Setting CPU Governor
Setting voltase CPU.
Read Buffer sampai I/O perangkat dan lainnya.



Kernel Toolkit untuk smartphone standar, dapat memberikan informasi tentang kecepatan CPU. Dari setting maksimum atau minimum, GPU, Fast Charger dari USB dan lainnya.

Tapi hanya informasi yang ditampilkan, smartphone tidak mendapatkan perubahan apapun.

Kernel Toolkit pada smartphone yang telah di ROOT

User dapat merubah setting kernal OS.
Mengatur kecepatan maksimum procesor, dan menurunkan kecepatan procesor smartphone bila diperlukan. Tujuannya untuk memperlambat kecepatan procesor maksimum agar terhindar smartphone kepanasan.
Atau user yang memiliki kecepatan procesor pada smartphone Android terlalu cepat. Dapat diturunkan kecepatannya.
Umumnya smartphone memiliki 2 bagian procesor, bagian kecepatan procesor maksimum dapat diturunkan mungkin 50% dari kecepatan aslinya.
Agar pemakaian power baterai smartphone lebih hemat.

Bagi user yang menginginkan performa agar smartphone lebih cepat. Setting pada smartphone ROOT dapat disesuaikan.
Misalnya merubah ke setting performa

Seperti tampilan dibawah ini.

Kernel Toolkit dengan smartphone versi ROOT. Dapat mengatur maksimum kecepatan procesor.
Dari kecepatan maksimum 2GHz diturunkan untuk bekerja dibawah 1GHz

Cara setting kecepatan CPU Android
 
Bila penguna menginginkan setting otomatis. Dapat diatur dari opsi menu CPU Govenor.

Apa yang dimaksud dengan CPU Govenor

Setting untuk mengatur meningkatkan dan menurunkan seperti kecepatan frekuensi CPU



Setting ini dapat membuat kecepatan procesor lebih cepat dengan catatan akan memboroskan power tapi smartphone lebih agresif.
Sisi sebaliknya untuk menghemat baterai, bahkan sangat hemat. Dengan mengambil setting Powersave

OnDemand Governor. Setting ini akan agresif ketika dibutuhkan dan kecepatan procesor meningkat sampai maksimum.
Ketika kebutuhan procesor turun, maka perlahan CPU akan melambat perlahan sampai ke setting paling rendah.
Efek baterai berpengaruh dengan OnDemand, dan membuat pemakaian baterai dapat menjadi lebih boros.
Walau tidak dapat dipastikan bila tugas pada aplikasi akan lebih cepat selesai dengan kecepatan maksimum. Dapat berdampak pemakaian baterai lebih hemat, selama layar smartphone tidak aktif.

Performance Governor. Disini kita harus hati hati, karena kecepatan procesor akan terkunci pada kecepatan maksimum.
Tidak dapat dipastikan setting ini akan membuat power lebih boros. Tapi dengan kecepatan maksimum, maka smartphone membuat aplikasi lebih cepat selesai. Misalnya sinkronisasi email saja dapat membuat kinerja CPU akan langsung bekerja maksimum. Setelah selesai procesor akan langsung turun ke setting kecepatan terendah.

PowerSave Govenor. Kebalikan dari setting Performance Governor. CPU akan terkunci pada setting yang telah ditentukan, misal setting paling rendah.

Conservative Governor. Membuat kecepatan smartphone memilih kecepatan paling optimal. Bila smartphone tipe 6-8 core, sistem kinerja procesor akan berpindah ke bagian paling cepat tapi tetap mempertahankan kecepatan minimum yang telah ditentukan. Jadi kecepatan akan terlihat turun naik. Setting ini seperti OnDemond Slow.

Userspace Governor. Lebih umum digunakan pada PC. Tapi tersedia di smartphone. Mengatur kinerja CPU sesuai profil daya yang ada, sesuai aplikasi yang digunakan.

Interactive Governor. Seperti OnDemand Governor, kecepatan procesor bergerak dinamis dengan respon beban CPU yang ada.
Interavtive lebih responsif dibanding OnDemand, karena kecepatan CPU akan ditingkatkan pada kecepatan maksimum bila diperlukan aplikasi sampai 100% sebelum aplikasi lain memanfatkan proses antrian di CPU.
Interactive Governor akan bekerja pada kecepatan CPU dinamis, mungkin berada di tengah antara kecepatan maksimum dan minimum.
Setting ini lebih baik bila penguna memerlukan kecepatan CPU pada aplikasi, sementara layar smartphone di posisi Off.

Tapi hati hati, bila salah setting akan membuat smartphone menjadi sangat lambat.
Dan mengeluarkan dari setting Performance bila smartphone terasa menjadi sangat panas dan boros power



Cara setting kecepatan CPU Android

Aplikasi Android Kernel Toolkit dapat bekerja untuk berbagai smartphone. Tapi hanya berfungsi penuh untuk aplikasi berbayar pada model smartphone tertentu, Seperti HTC One atau Nexus 7.

Dibawah ini test kecepatan procesor, dan efek dari 4 core Snapdargon.



Fitur versi Pro
- Profile manager, create / share / reapply profiles of settings easily.
- Minfree (Low memory behavior) control
- Screen color control
- Multicore power savings
- TCP congestion
- Vibration control
- Sound control

Aplikasi Kernel Toolkit dapat membantu menurunkan kecepatan procesor bila dirasakan smartphone sering mengalami kepanasan. Tapi tidak perlu digunakan bila smartphone sudah bekerja dengan baik.

Catatan. Karena Kernel Toolkit berhubungan untuk pengaturan hardware CPU dan fitur smartphone. Sebaiknya mengetahui apa yang disetting dengan aplikasi ini, dan resiko bila salah setting. Karena dapat membuat smartphone overheating, menjadi lambat dan masalah lain.
Beberapa penguna mengatakan sebaiknya kecepatan proceor di atur pada setting Middle, agar lebih hemat power dan performat CPU tidak melebihi kebutuhan proses aplikasi. Resiko aplikasi ini ditanggung penguna sendiri.

Minimum OS Android 4.1. Setting membutuhkan smartphone Root

Download Kernel Toolkit Android Smartphone