Salah satu kasus yang ditemukan seperti dibawah ini

Membeli procesor Intel dan motherboard baru. Setelah digunakan selama 4 bulan, mendadak muncul layar Biru di Windows. Menginstall OS Windows baru, mengencangkan kabel. Sampai akhirnya diketahui procseor overheating setelah diperiksa dengan software Temperatur monitoring. Heatsink procesor di buka 3 kali untuk mengatur kabel fan, tapi pada akhir pemasangan ternyata heatsink bergeser dan kontak heatsink ke kepala procesor tidak tepat. Procesor secara total error, tidak rusak hanya beberapa saat akan muncul Error Blue Screen.

Kasus lain dapat di dokumentasikan. Pernah menganti motherboard baru beberapa bulan, tapi pemasangan procesor tidak menganti thermal grease.  Sayangnya ada yang dilupakan, bagian thermal grease sudah mengering. Hasilnya kontak tidak sempurna di kepala procesor dan pendinginan dengan heatsink menurun drastis. Ketika dibuka, bagian kontak ke procesor hanya tersisa kurang 30%. Tentu membuat  sistem pendingin tidak bekerja optimal

Tanda tanda procesor mengalami overheating atau kepanasan. Kinerja procesor normal untuk browsing, mengetik dan pekerjaan sederhana. Tapi mulai lambat ketika kinerja procesor mengalami beban dari software meningkat.

Seperti keterangan dibawah ini. Semua core mengalami panas maksimum sampai 90 derajat lebih.



Setelah diketahui masalah yang terjadi. Solusi sementara dengan procesor kepanasan, cukup membersihkan thermal grease lama dan menganti dengan thermal paste baru. Lalu heatsink dipasang kembali.



Dibawah ini kontak kepala procesor dengan heatsink. Keduanya terlihat masih memberi bekas yang tidak terjadi kontak (tidak menempel) pada permukaan procesor dan heatsink.
Intel mendisain heatsink dengan tekanan tidak terlalu kuat, agar bagian pin di bawah procesor tidak rusak. Masalahnya kinerja heatsink tidak akan sempurna dengan disain tersebut.

 Kontak CPU dengan tanda thermal paste

Garis kuning pada gambar atas dan bawah, di selah procesor terdapat bekas thermal paste yang tersisa. Menunjukan masih utuh dan tidak menempel ke procesor.

Kontak heatsink dengan tanda thermal paste

Hasilnya dari perbaikan sederhana dibawah ini. Dengan beban maksimum, suhu panas procesor dapat bertahan dibawah 80 deg.C

Kinerja software kembali normal tanpa terlihat terjadi Throller atau melambatnya sistem computer karena procesor sebelumnya mengalami kepanasan.



Dari informasi diatas, panas procesor berdampak pada procesorcomputer notebook dan computer desktop. Keduany dapat mengalami masalah yang sama dengan Overheating. Kita dapat melakukan test sendiri, apakah procesor mendapatkan pendinginan dari sistem heatsink yang ada. Dan kinerja procesor selalu bekerja dalam kondisi suhu normal serta tidak mengalami masalah throller / computer melambat.
Dengan software temperature monitor, kita dapat mengetahui berapa sebenarnya suhu procesor ketika mencapai full load.

Dibawah ini masalah sebelumnya ketika procesor Intel mengalami overheating. Setelah pengantian thermal paste, procesor kembali normal.




Setting BIOS mempengaruhi panas procesor

Apakah setting BIOS juga mempengaruhi kecepatan procesor dan berdampak dengan panas

Disini dicoba dengan 4 setting BIOS berbeda. Seperti tampilan BIOS computer terdapat Turbo Power dan Core Current dalam Watts dan Amps.
Setting dibawah ini dengan Turbo Boost Disable, maka kecepatan procesor bekerja dengan batas aman.

Setting BIOS mempengaruhi panas procesor

Bila Setting BIOS dirubah menjadi disable, dan Power Turbo dan Ampere dimainkan. Setting tersebut mempengaruhi kinerja procesor, bahkan dapat meningkat menjadi panas.
Selama heatsink dipasang dengan benar, tentu tidak masalah ketika CPU bekerja. Tapi memainkan setting dibawah ini dan heatsink procesor tidak benar dipasang. Dampaknya akan berbeda dan procesor dapat mengalami Throller.

Test BIOS clock speed dengan default vs menambah power CPU
Catatan : infornasi ini hanya diperuntukan bagi mereka yang mengerti cara instalasi komponen hardware computer. Kesalahan instalasi adalah tanggung jawab dari penguna sendiri.

Bila anda mengalami masalah diatas atau ingin mengetahui kondisi procesor.  Dapat dilihat dari 3 software dibawah ini. Khusus untuk Core Temp (diupdate 2016) dan Real Temp (di update 2012) memiliki ukuran file 1MB, dan baca informasi dukungan masing masing software untuk tipe proesor.

Dapat mengunakan salah satu software Intel Procesor Diagnostic Tool (50MB),  HWinfoCore Temp atau Real Temp