Obengplus.com Article - http://obengplus.com/artikel
Memeriksa suhu procesor Real Temp dan Core Temp sofware
http://obengplus.com/artikel/articles/281/1/Memeriksa-suhu-procesor-Real-Temp-dan-Core-Temp-sofware.html
By Lab Test
Published on 10/30/2016
 
Computer menjadi lambat ketika beban core meningkat dan kinerja computer mengalami Throller. Periksa procesor mungkin mengalami overheating. Dengan memeriksa berapa suhu procesor sebenanrya. Software monitor temperatur procesor dapat di download gratis.

Masalah procesor Overheating
Pernah mengalami masalah computer menjadi lambat, kadang Throttler sebagai istilah CPU melambat karena kepanasan

Penyebab procesor kepanasan kadang tidak terditeksi, atau kita tidak tahu mengapa terjadi overheating di CPU

Akibatnya kinerja procesor menjadi lambat ketika terlalu panas, bahkan terkadang seperti tersendak sendak.

Awalnya bekerja normal, ketika proses procesor meningkat sampai 100%, mulai terlihat lambat. Kadang masih cepat kembali dan kembali melambat.

Masalah procesor kepanasan tidak terjadi ketika procesor di overclock. Bahkan dengan kinerja biasa saja, procesor dapat mengalami kepanasan. Mungkin akibat kesalahan pasang heatsink, kerusakan di bagian kontak thermal atau fan mati.

Beruntung dari teknologi procesor saat ini memiliki sisten pencegahan overheating dan procesor akan melambat (Throller). Apakah kita pernah memeriksa berapa suhu procesor ketika bekerja. Apakah sistem pendingin sudah bekerja dengan baik. Bila dibiarkan, ada kemungkinan procesor rusak permanen dentgan munculnya BSOD atau crash.

Penyebab procesor mengalami throller, adalah sistem pencegahan agar procesor tidak kepanasan. Sistem procesor akan menurunkan kecepatan untuk menghindari Core terlalu panas. Setiap procesor memiliki batas T..j Max atau Temperature Junction Maximum

T.j Max Procesor

Sensor panas procesor dinamakan T.j Max  (Tjunction Max Temperatur Junction). Sensor procesor modern berada di dalam procesor, berupa thermocouple atau sensor pengukur suhu panas. Sensor akan mengirim data, berapa suhu masing masing core ketika bekerja. Ketika procesor mencapai batas T.j Max (ambang batas maksimum) sesuai masing masing spesifikasi procesor. Maka procesor akan menurunkan kecepatan. Dengan meminimumkan kecepatan, power yang digunakan lebih sedikit, dan dampaknya procesor kembali mendingin.

Tujuaan dari Throller, agar procesor tidak mengalami kerusakan permanen.
Spesifikasi T.j Max tidak tertera resmi dari spesifikasi procesor desktop, kecuali model notebook / mobile.
Intel contoh sebuah procesor dengan T.j Max 95 derajat C. Ketika salah satu core mencapai Load maksimum dan panas core terus naik melewati batas  95 deg.C, maka procesor akan Throller atau melambat.
Dalam kasus tertentu, misalnya fan mati dan procesor mengalami overheating. Teorinya procesor akan shut-down bila suhu sudah mencapai panas 125 deg.C. Agar menghindari procesor mengalami kerusakan permanen.

AMD memiliki T.j Max antara 70 deg.C, untuk 24 jam disarankan dibawah 61 deg.C
Seri FX 8000 125W, memiliki batas 61deg.C, dan FX 9000 sampai 57 deg.C
AMD akan menurunkan Vcore atau frekuensi CPU, dan akan menghentikan kinerja CPU bila mencapai panas 80deg.C.

T.case

Setting dapat dilihat di BIOS computer, mengatur maksimum suhu panas procesor. Sensor T.case, adalah total case procesor (panas procesor di bagian kepala heatsink). Misalnya T.Case (unit procesor) maksimum sebuah procesor  65 deg.C maka sampai batai itulah procesor bekerja secara normal



keterangan batas panas procesor AMD dan Intel



Bagian utama untuk sensor panas adalah T.j Max, karena sensor berada langsung di setiap core procesor.

Dibawah ini gambar dari letak T.Junction Maximum. Sensor panas procesor berada di dalam procesor.

T.J Max procesor Intel untuk sensor panas

Kasus procesor mengalami overheating.

Penguuna computer yang sering membongkar procesor, atau ganti perangkat sudah mengetahui langkah apa yang harus dilakukan agar instalasi procesor yang benar.
Tapi dalam kasus tertentu, sebagian penguna computer kurang mengetahui mengapa overheating dapat terjadi. Walau hal sederhana yang diyakini tidak berpengaruh dengan kinerja procesor. Prakteknya kesalahan bisa terjadi dan procesor tidak bekerja secara maksimal. Sebagai contoh kesalahan sederhana memasang procesor dibawah ini :

Membersihkan heatsink procesor dari debu, tapi melepas bagian heatsink. Atau menganti motherboard dengan procesor lama. Tujuannya baik ketika membersihkan heatsink dari debu tapi membuka heatsink sampai lepas dari procesor ?. Ketika heatsink dipakai kembali, masalah bisa terjadi. Dibagian bawah proceor terdapat thermal grease atau pasta kontak penghantar panas antara kepala procesor ke bagian tembaga heatsink. Bagian ini  bisa berubah, mengeras, menumpuk, tidak rata, karena mengalami pemanasan selama heatsink digunakan. Ketika procesor dibeli, thermal grease tersebut masih lunak seperti odol. Tapi sejalan pemakaian misalnya 1 tahun atau 2 tahun akan mengeras / kering. Ketika bagian thermal pad tersebut tidak dibersihkan dan di ganti dengan compound baru. Kemungkinan akan menganggu kemampuan heatasink untuk mendinginkan procesor. Kontak ke procesor dapat renggang. Kami menemukan pemasangan heatsink tanpa menganti thermal paste dapat menurunkan kontak sampai 50%. Disarankan bila tidak perlu mencabut heatsink dari procesor ketika membersihkan debu heatsink.  Bila sangat diperlukan untuk membuka heatsink dari bagian atas procesor, siapkan thermal grease baru yang berkualitas.

Menurunkan kecepatan fan procesor. Bagian ini kadang asik kita kutak kutik. Toh, computer bekerja secara normal, dan tidak di overclock. Tapi anda cukup intensif mengunakan game, editing, atau proses dari software yang berat di computer. Bahkan membutuhkan kinerja procesor sampai 100%. Hati hati, T.j Max sensor di procesor akan bekerja. Walau fan yang bekerja lambat cukup mendinginkan procesor dan membuat kita lebih nyaman karena tidak berisik. Tapi procesor dapat mengalami overheating, dan menyebabkan kinerja procesor perlahan akan menurun (degradasi). Setelah diberikan beban kerja antara 3-10 menit, suhu procesor akan naik mencapai 90 deg.C. Penyebabnya, karena arus angin dari fan tidak bekerja maksimal.  Tidak merusak procesor, tapi hal menyebalkan mulai muncul. Computer terasa bekerja semakin lambat, dan terus saja melambat. Karena kinerja procesor otomatis diturunkan untuk mencegah overheating.

Anda sudah mengetahui procesor sepertinya overheating atau procesor kepanasan. Tapi hanya memeriksa dengan memegang bagian luar heatsink. Ternyata heatsink normal saja, tidak mengalami panas berlebihan. Memeriksa panas dengan memegang heatsink bukan berarti procesor sudah duingin. Kontak procesor ke heatsink bisa saja tidak sempurna. Panas procesor tidak dihantarkan dengan baik untuk di dinginkan di bagian heatsink. Sehingga heatsink dipegang memiliki panas normal saja. Karenat fan pendingin mendinginkan heatsink dan suhu tidak terasa panas di tangan kita. Tetapi panasterjadi di dalam procesor atau setiap core, bukan dibagian heatsink. Bila panas tidak sampai ke bagian heatsink, maka heatsink procesor akan terasa lebih dingin (tidak mengalami panas berlebihan)

Kasus lain, disain heatsink Intel memang Suck. Procesor mendapat tekanan lebih rendah sejak tipe heatsink buar digunakan untuk tipe socket LGA. Bahkan tipe procesor Skylake pernah membuat kesal para overclocker. Karena procesor yang mereka miliki, dan dipasangkan heatsink premium. Malah membuat procesor membengkok, akibat kuatnya tekanan pada heatsink di bagian kepala procesor. Intel Skylake (link test procesor dengan tekanan heatsink)
Bila anda ingin menganti heatsink, carilah heatsink berkualitas. Tujuannya agar procesor dapat di dinginkan dengan baik tanpa merusak badan procesor. Dan procesor tidak harus mengalami Throller atau melambatkan dirinya karena kepanasan dan heatsink tidak merusak procesor.

Isu lain, seri procesor Intel Ivy Bridge (dapat dibaca pada link tersebut), pernah dikeluhkan masalah thermal paste yang kurang baik berkualitas. Bila diganti dengan thermal paste yang baik, suhu procesor dapat turun 10 derajat..

Diatas hanya sebagian kasus umum. Banyak hal lain yang menyebabkan procesor mengalami overheating.

Bagaimana kita mengetahui suhu panas procesor. Apakah kita harus mengandalkan informasi dari BIOS motherboard untuk melihat panas procesor.

Cara paling mudah, coba lihat bagian BIOS procesor anda. Dan lihat berapa suhu temperatur selama computer pertama kali dinyalakan. Untuk proecsor Intel bila suhu di awal computer sudah tertera di BIOS normal adalah 40-45 deg.C. Bila suhu panas procesor mencapai 55.deg C+. Coba diperiksa kembali dengan software temperatur procesor untuk memonitor procesor selama bekerja, jangan jangan sistem pendingin heatsink procesor sudah bermasalah sejak dipasang.

Intel mengakui sebagian besar procesor monitor suhu CPU yang ada cukup akurat. Jadi dapat dijadikan indikator untuk memeriksa suhu panas procesor. " Most third-party applications are reporting the processor temperature fairly accurately "

Bila diperlukan untuk menganti Thermal Paste dan heatsink

Bila membutuhkan thermal pasti, cari thermal paste /  thermal grease kualitas yang baik. Karena disain procesor membutuhkan kontak penghantar panas antara procesor dan heatsink. Informasi thermal paste dapat dibaca untuk hasil test Thermal Paste. Tidak perlu mencari thermal paste yang mahal, tapi yang berkualitas saja dan sudah diakui kualitasnya.
Menganti heatsink bila diperlukan. Sebaiknya mencari heatsink berkualitas. Karena beberapa disain heatsink murah, dikhawatirkan tekanan heatsink yang salah disain dapat merusak procesor.

Dibawah ini software gratis untuk monitor suhu panas procesor

Real Temp

Software ini gratis, memiliki informasi tentang suhu dalam derajat C dari setiap core, dan opsi untuk melakukan test. Coba aktifkan software tersebut selama computer bekerja. Lihat dibagian Maximum Temp, apakah suhu maksumum procesor tidak berlebihan.

oftware monitoring suhu panas procesor Real TEmp

Seting di software Real Temp dapat memberikan informasi T.j Max setiap tipe procesor. Misalnya pada tipe procesor Core i5 2500K memiliki batas 98 derajat Celcius.

oftware monitoring suhu panas procesor CoreTemp

Core Temp

Memiliki fitur lebih banyak. Selain suhu panas ketika procesor bekerja, terdapat informasi maksimum dan minimum serta load kinerja masing masing core procesor yang sedang bekerja

oftware monitoring suhu panas procesor Coretemp cara setting

Satu fitur menarik dapat menentukan batas suhu panas, dan memberikan informasi di layar monitor atau mengambil langkah pencegahan untuk menaktifkan program . Atau software di set untuk melakukan shutdown computer.




HWinfo

Salah satu software paling lengkap, dan tersedia dengan laporan thermal, kecepatan CPU dan RAM, tipe motherboard, voltase dan lainnya. Tersedia software Portabel atau versi install


Software monitoring suhu panas procesor Hwinfo

Istilah ; Thermal Paste, Thermal Grease, Thermal Compound adalah nama untuk pasta penghantar panas procesor.

Selanjutnya - Kasus sederhana penyebab overheating procesor

Contoh kasus procesor kepanasan dan menganggu kinerja computer

Salah satu kasus yang ditemukan seperti dibawah ini

Membeli procesor Intel dan motherboard baru. Setelah digunakan selama 4 bulan, mendadak muncul layar Biru di Windows. Menginstall OS Windows baru, mengencangkan kabel. Sampai akhirnya diketahui procseor overheating setelah diperiksa dengan software Temperatur monitoring. Heatsink procesor di buka 3 kali untuk mengatur kabel fan, tapi pada akhir pemasangan ternyata heatsink bergeser dan kontak heatsink ke kepala procesor tidak tepat. Procesor secara total error, tidak rusak hanya beberapa saat akan muncul Error Blue Screen.

Kasus lain dapat di dokumentasikan. Pernah menganti motherboard baru beberapa bulan, tapi pemasangan procesor tidak menganti thermal grease.  Sayangnya ada yang dilupakan, bagian thermal grease sudah mengering. Hasilnya kontak tidak sempurna di kepala procesor dan pendinginan dengan heatsink menurun drastis. Ketika dibuka, bagian kontak ke procesor hanya tersisa kurang 30%. Tentu membuat  sistem pendingin tidak bekerja optimal

Tanda tanda procesor mengalami overheating atau kepanasan. Kinerja procesor normal untuk browsing, mengetik dan pekerjaan sederhana. Tapi mulai lambat ketika kinerja procesor mengalami beban dari software meningkat.

Seperti keterangan dibawah ini. Semua core mengalami panas maksimum sampai 90 derajat lebih.



Setelah diketahui masalah yang terjadi. Solusi sementara dengan procesor kepanasan, cukup membersihkan thermal grease lama dan menganti dengan thermal paste baru. Lalu heatsink dipasang kembali.



Dibawah ini kontak kepala procesor dengan heatsink. Keduanya terlihat masih memberi bekas yang tidak terjadi kontak (tidak menempel) pada permukaan procesor dan heatsink.
Intel mendisain heatsink dengan tekanan tidak terlalu kuat, agar bagian pin di bawah procesor tidak rusak. Masalahnya kinerja heatsink tidak akan sempurna dengan disain tersebut.

 Kontak CPU dengan tanda thermal paste

Garis kuning pada gambar atas dan bawah, di selah procesor terdapat bekas thermal paste yang tersisa. Menunjukan masih utuh dan tidak menempel ke procesor.

Kontak heatsink dengan tanda thermal paste

Hasilnya dari perbaikan sederhana dibawah ini. Dengan beban maksimum, suhu panas procesor dapat bertahan dibawah 80 deg.C

Kinerja software kembali normal tanpa terlihat terjadi Throller atau melambatnya sistem computer karena procesor sebelumnya mengalami kepanasan.



Dari informasi diatas, panas procesor berdampak pada procesorcomputer notebook dan computer desktop. Keduany dapat mengalami masalah yang sama dengan Overheating. Kita dapat melakukan test sendiri, apakah procesor mendapatkan pendinginan dari sistem heatsink yang ada. Dan kinerja procesor selalu bekerja dalam kondisi suhu normal serta tidak mengalami masalah throller / computer melambat.
Dengan software temperature monitor, kita dapat mengetahui berapa sebenarnya suhu procesor ketika mencapai full load.

Dibawah ini masalah sebelumnya ketika procesor Intel mengalami overheating. Setelah pengantian thermal paste, procesor kembali normal.




Setting BIOS mempengaruhi panas procesor

Apakah setting BIOS juga mempengaruhi kecepatan procesor dan berdampak dengan panas

Disini dicoba dengan 4 setting BIOS berbeda. Seperti tampilan BIOS computer terdapat Turbo Power dan Core Current dalam Watts dan Amps.
Setting dibawah ini dengan Turbo Boost Disable, maka kecepatan procesor bekerja dengan batas aman.

Setting BIOS mempengaruhi panas procesor

Bila Setting BIOS dirubah menjadi disable, dan Power Turbo dan Ampere dimainkan. Setting tersebut mempengaruhi kinerja procesor, bahkan dapat meningkat menjadi panas.
Selama heatsink dipasang dengan benar, tentu tidak masalah ketika CPU bekerja. Tapi memainkan setting dibawah ini dan heatsink procesor tidak benar dipasang. Dampaknya akan berbeda dan procesor dapat mengalami Throller.

Test BIOS clock speed dengan default vs menambah power CPU
Catatan : infornasi ini hanya diperuntukan bagi mereka yang mengerti cara instalasi komponen hardware computer. Kesalahan instalasi adalah tanggung jawab dari penguna sendiri.

Bila anda mengalami masalah diatas atau ingin mengetahui kondisi procesor.  Dapat dilihat dari 3 software dibawah ini. Khusus untuk Core Temp (diupdate 2016) dan Real Temp (di update 2012) memiliki ukuran file 1MB, dan baca informasi dukungan masing masing software untuk tipe proesor.

Dapat mengunakan salah satu software Intel Procesor Diagnostic Tool (50MB),  HWinfoCore Temp atau Real Temp