Bicara render video ada bagian yang disebut Bit Rate dan Pass, setting tersebut untuk menentukan kualitas video.

Maksudnya apa tuh Bit Rate, itu loh yang sering muncul kotak setting sebelum proses render video. Angka sebagai parameter seberapa besar ukuran video yang akan dibuat.

Lalu apa yang dimaksud Pass. Kalau yang ini kalkulasi dari software, biar ukuran video lebih kecil tapi kualitasnya tetap bagus tapi memerlukan proses 2 kali.

Bila tertarik mendapatkan informasi dari teknologi encoding video atau membuat video resolusi tinggi. Misalnya untuk video di Youtube, Vimeo atau untuk edit video menjadi DVD. Dibawah ini dapat cerita panjang dari video encoding.

Yang dijelaskan pada artikel ini
  • Fungsi pilihan Bit Rate
  • Encoding video dengan 1-pass dan 2-pass
  • Bit Rate dinamis mempengaruhi kualitas gambar, lalu metode apa yang terbaik.

2 format video dengan kompresing yang umum dipakai DVD/MPG2 dan MP4/AVC. Kedua format video memiliki settint constant dan variabel


Option DVD MP4 Variable and Constant Bit Rate




Sebelum menjelaskan tentang video, perlu diketahui tentang Bit Rate

Bit Rate adalah besarnya setiap frame perdetik. Contoh 30 frame gambar video bisa dibatasi dalam MB/s, angka tersebut disebut Bit Rate. Sistem ukuran Bit Rate dibagi 2, variabel dan tetap / constant (Fix).

CBR atau Constant Bit Rate.

Setting ini membuat ukuran file video tetap di setiap frame video.
Kekurangan, bila setting terlalu besar dan gambar video ternyata bisa dibuat lebih kecil.
Bila gambar besar tapi di tekan lebih kecil, gambar video akan terlihat kuarng baik

VBR / Variable Bit Rate atau Average Bit Rate.

Di Audio kompresi, seperti MP3 memiliki fitur VBR dan CBR.
CBR audio sebagai Constan Bit Rate, artinya semua suara di kompres ke format MP3 dengan konstan bit rate. Misal memproses suara 320Bitrate maka semua suara akan dimasukan ke ukuran tersebut. Hasil suara MP3 akan menghasilkan ukuran file lebih besar. CBR lebih cepat untuk file audio master yang tetap mempertahankan kualitas suara.
VBR audio sebagai Variable Bit Rate. File suara yang dirubah ke MP3 nantinya mengikuti kebutuhan bit rate. Bila setting ini dipilih, maka bagian Bitrate akan terlihat naik turun, dari 320bitrate, kadang terlihat ke 200bitrate. Software menganalisa kebutuhan bit rate suara yang dirubah ke MP3 secara fleksibel. Dengan VBR dapat mengurangi ukuran file audio MP3, tapi ada kekurangannya bila musik berjalan cepat, maka ada detil suara mungkin yang terlewatkan. Setting VBR sendiri memiliki opsi apakah setting dibuat sangat agresif untuk memperkecil file audio, atau tetap menjaga kualitas suara. Setting VBR di audio cocok untuk mereka yang tidak terlalu membutukan kualitas suara terbaik

Video memiliki 2 opsi, dengan setting maksimum, rata rata / dibuat terbatas pada limit tertentu (tertangung format encoding video).
Untuk setting ABR (Average Bit Rate) biasanya dikelola oleh software. Bila di set dengan Average. Mengambil batas maksimum, misalnya 8Mbps. Selebihnya gambar dibuat dinamis di bawah angka tersebut sesuai kualitas video. Besar kecil video tidak bisa diatur, hanya bisa diperkirakan berapa output maksimum yang akan dicapai

VBR lebih umum digunakan untuk software vidoe editing di PC. Ukuran tiap bit video akan berfluktuasi, dan dapat dibatasi dari minimum, rata rata (avg) dan maksimum Bit Rate yang ditentukan. Misalnya memilih Bit Rate 4Mbps Avg dan 10Mbps Max serta 1Mbps Min. Maka setiap ukuran bit video akan berada di rentang tersebut. Setting Avg menjadi angka utama atau nilai tengah.
Keuntungan dengan teknik VBR. Ukuran file menjadi lebih kecil dibanding CBR bahkan jauh lebih kecil.
Kekurangan. Memerlukan proses untuk memperkecil  untuk mengoptimalkan gambar. Bila nilai tengah (Avg) terlalu kecil, video akan di render dapat memunculkan artifak.

Baik VBR dan CBR mengunakan teknik render sekali jalan atau single pass.
Ada metode tambahan agar kualitas lebih bagus, yaitu 2 Pass atau 3 Pass.

Satu lagi opsi untuk mengkoreksi encoding video disebut Multi Pass (2-Pass atau 3-Pass).

Proses 2-Pass menjanjikan kualitas video lebih kecil dan membutuhkan proses encoding video 2x. Proses pertama akan di catat pada log video encoder. Data referensi video pertama untuk menganalisa proses video kedua.
Format apa yang memiliki Multi Pass seperti 2-Pass. Beberapa format yang mendukung dari MPG-2 (termasuk DVD), DivX, Xvid dan H.264 atau MP4.

Untuk kita yang ingin mengedit video dan memproses dalam bentuk video akhir bisa mengunakan beberapa opsi agar video tetap bagus, tapi tidak mengurangi kualitas gambar. Selanjutnya diberikan contoh efek proses encoding video dengan perbedaan Bit Rate dan berbeda Pass untuk kualitas gambar