Proses 2 dari foto dengan Panolapse untuk membuat potongan video timelapse

Proses paling sulit pembuatan video Timelapse adalah proses foto menjadi video. Disini kemampuan software Panolapse sangat berguna

Tahapnya

Masukan semua foto untuk momen dan ukuran yang sama ke satu folder (direcotry). Dan foto harus sesuai urutan dengan nomor. Karena Panolapse akan mengambil urutan foto sesuai nomor file untuk urutan frame video.
Panolapse akan membaca ukuran pixel foto yang sama. Bila ditemukan ukuran foto berbeda atau masalah pada foto yang di render, maka proses diberikan peringatan dan proses dibatalkan.

Di software Panolapse, pilih Import dan ambil file urutan file JPG yang akan di proses.
Untuk Launch RAWBlend, bila file foto masih berubah format RAW dengan metafile di dalamnya dan di konversi ke format file RAW.




Dibawah ini untuk setting dari Launch RAWBlend, diberikan opsi berbeda dengan file JPG. Berguna untuk mengolah metadata dari file raw.
Fungsi ini berguna untuk mengatur exposure foto, seperti pengambilan gambar matahari terbit dan matahari terbenam. Gambar foto dapat dibuat lebih halus ketika perbedaan cahaya berbeda.
Cara pengunana Rawblend akan dijelaskan pada halaman selanjutnya.



Ketika mengimpor file JPG dari Import image Sequence. Akan tertulis seperti dibawah ini. 29 frame foto, diambil dari camera dengan lensa 55mm (bisa diatur nantinya).
Opsi Fisheye dipilih bila proses animasi bila gambar perlu diputar.




Bila urutan file JPG sudah siap digunakan, bisa langsung mengimpor dari Import Image Sequence. Contoh proses dibawah ini mengunakan 29 foto untuk dibuat sebuah video.



Selesai mengimpor, akan tampil seperti gambar foto di Panolapse seperti dibawah ini. Dibawah ini keterangan dari setting yang ada di Panolapse. Di bagian ini, software Panolapse dapat diatur untuk pergerakan gambar, Fish Eye dari titik start dan akhir.



Satu keunggulan Panolapse paling  berguna adalah, fungsi zoom dan pan di video Timelapse. Software dapat mengatur gambar animasi dari foto dengan Zoom tanpa perlu mengedit di camera, software foto untuk di  (Crop) dan dapat dibuat efek mengunakan lensa tele / zoom. Karena foto umumnya memiliki resolusi lebih tinggi, ketika di Zoom tidak akan mengurangi kualitas gambar.

Ada 6 menu di Panolapse sebelum merender foto menjadi video
  1. Convert to Focal Length untuk mengatur zoom, dapat dirubah dengan scroll mouse ( informasi di bagian layar pada tanda i )
  2. Aspect Ratio, ini bagian penting yang perlu diset. Apakah video output mengunakan ratio widescreen atau kotak.
  3. Animation Keyframe, untuk melihat proses pergerakan gambar. Setting dari Panolapse hanya mengatur dari titik awal dan akhir. Misalnya awal gambar penuh, dan berakhir dengan sedikit efek Zoom. Atau membuat animasi dengan Pan, seakan pengambilan gambar bergerser. Ini fitur sangat berguna untuk memperindah video, dan semua dilakukan dari software Panolapse.
  4.  Enable Zoom Animation, di aktifkan untuk setting gambar dengan Zoom
  5. Start dan End untuk melihat pergerakan video sebelum di proses.

Bila proses setting gambar sudah selesai, foto tinggal di proses menjadi video. Itu hanya keterangan saja, prakteknya jauh lebih mudah.

Bagian terakhir sebelum proses video, ada informasi tambahan yang perlu diperhatikan.




Sebelum proses rendering dengan Panolapse. Ada baiknya mempelajari setting diatas. Karena setting diatas akan memasuki proses video akhir untuk di proses ke video editing
  1. Output W dan H (lebar video), berapa besar ukuran video yang akan dibuat. Misalnya ukuran HD, Full HD, sesuaikan dengan kebutuhan. Dibawahya terdapat opsi Deflicker yang dibutuhkan untuk menyamakan cahaya pada foto.
  2. File Format, ada 4 pilihan untuk dikeluarkan menjadi urutan file JPG serta langsung di render ke file MOV dan MP4 (kualitas 1 dan 2)
  3. Output dari hasil rendering video Panolapse. Akan disimpan ke satu folder, ouput termasuk foto yang di render sesuai ukuran yang dibuat dan file video.
  4. Frame rate, harus diketahui berapa frame rate untuk proses di video editing. Misalnya mengunakan output 29,9 atau 25 frame perdetik. Gunakan output video dengan Frame Rate yang sama.
  5. Selesai setting tinggal memasukan proses dari Queue for Render.
  6. Dan tahap akhir Render All

Lebih jelas dapat dilihat dari video dibawah ini


Software Panolapse sudah mendukung lensa Fisheye untuk rotasi gambar. Foto fix dapat terlihat seperti bergerak mengunakan teknik perubahan di animasi Panolapse.