Video render yang tajam Mempercepat video di Sony Vegas dan setting Render video

Setting di Sony Vegas Pro selalu menempatkan Resample aktif. Masalahnya untuk gambar video menjadi blur walau selama proses edit tetap bagus. Bagi mereka yang belum mengetahui tentang software video editing, mungkin setting ini luput dilihat lebih lanjut dan selalu diaktifkan.
Tetapi ketika preview selama proses render, gambar terlihat blur. Demikian juga hasil outputnya akan tampak blur di video.
Video seperti ini sering terjadi dari video handycam sampai action cam. Khususnya video blur bila mengambil objek dengan :
  • Teknik bergerak lebih cepat ke arah depan
  • Video yang diambil dari camera yang sering bergerak ke kiri ke kanan.
  • Video yang dipercepat untuk Hyperlapse, seperti durasi 1 menit menjadi 20 detik.

Tetapi gambar tetap baik bila posisi camera steady atau diam, dan hasil render dari Sony Vegas sama seperti aslinya.
Baik Hyperlapse dan Timelapse atau mengambil gambar dengan Action Cam yang bergerak, kadang menghasilkan video bertumpuk di preview dan final video yang dirender. Bila sudah tampak bertumpuk ketika proses render, ada yang harus diperbaiki dari setting di Sony Vegas.

Contoh membuat video yang dipercepat di Sony Vegas. Misal seperti gambar dibawah. Satu video dengan durasi 30 detik, ingin dipercepat menjadi 20 detik saja, atau 10 detik saja



Di Sony Vegas dengan mudah memperpendek durasi video atau mempercepat video. Caranya dengan mengarahkan mouse ke tepian file video, lalu tekan tombol ALT sebelum mengeser video. Teknik ini bisa memperlambat video seperti slow motion, atau mempercepat video. Perubahan video Hyperlapse akan merubah frame rate video.

Memperbaiki video Blur dan Ghosting di Sony Vegas

Kejadian ini mulai terjadi sejak tahun 2010, dimana banyak penguna software Sony Vegas merasa tidak ada yang salah dari video asli. Tetapi kualitas gambar menjadi blur. Setting video Sony Vegas ketika di Import, langsung mengaktifkan Smart Resample atau Force Resample.

Untuk memperbaiki video blur bisa dimatikan setting Resample dari gambar video yang terlihat menjadi blur. Untuk satu video, click di bagian video klip. Lalu click kanan pada mouse, dan pilih Switch dan Disable Resample



Bila video yang akan di matikan cukup banyak. Click semua video (kecuali  audio), lalu pilih main menu di Edit -> Switches -> Disable Resample



Perbedaan Smart Resample / Force Resample dengan Disable Resample seperti video dibawah ini. Mengunakan camera Contour HD dampak video akhir akan berbeda walau mengunakan input video yang sama. Baik gambar video biasa yang diambil bergerak atau teknik Hyperlapse.

Contoh video kiri yang di render ternyata blur / ghosting. Setelah di fix dengan mematikan Resamble Disable, pada gambar kanan lebih bersih.



Hasil video lebih tajam dan dapat terlihat baik bila Resample dari Sony Vegas di Disable. Contoh dibawah ini video blur atau ghosting dapat dihilangkan. Termasuk untuk camera action cam dan DSLR



Mengapa Sony mengaktifkan Resample
  • Sony Vegas memiliki fitur tersebut, untuk memperkirakan berapa frame rate dari video yang dimasukan. Dan otomatis mengaktifkan setting Smart Resample / Force Resample untuk menyesuaikan frame rate antara klip video. Fungsinya agar hasil render video tampil baik.
  • Pada kasus yang ada, jika sumber frame rate berbeda  Maka gambar video tampak Ghosting atau Blur. Karena kecepatan frame rate video akan digabungkan akan terlihat bertumpuk menjadi 2 gambar. Seakan menimbulkan efek Blur.

Demikian teknik membuat render video tajam dengan camera bergerak termasuk untuk video dipercepat.
  • Tip ini bisa dipakai bila render video terjadi blur, seperti rekaman dari action cam. Karena posisi camera atau objek bergerak
  • Tetapi tip ini tidak perlu bila pengambil gambar dalam posisi stabil dan pergerakan objek tidak signifikan.
  • Setting Resample atau Smart Resample dapat di Disable bila preview sudah terlihat gambar blur ketika memproses render di Sony Vegas.
  • Tip ini untuk membantu bagi penguna biasa, yang belum mengetahui setting video software. Jadi bukan perangkat hardware yang salah, hanya kesalahan setting ini saja dapat memperbaiki kualitas gambar.
  • Efek blur video diatas umumnya terjadi dengan codec MP4 AVCHD dengan render ke HD video atau resolusi lebih tinggi.


Setting video Untuk property Project dan Output Render

Editing video, kita harus mengetahui berapa ukuran video. Bagian ini sering diabaikan.
Apakah output video nantinya menjadi wide screen atau diagonal biasa, berapa frame yang digunakan ketika merekam, dan berapa output frame rate video akhir harus sama dengan video aslinya.

Biasanya, penguna Sony Vegas melupakan setting ini. Setelah melihat hasil render video mungkin menjadi kurang tajam, terkadang blur. Khususnya video di Youtube, hasil gambarnya akan berbeda setelah diupload. Karena ada yang salah setting.

Setting yang perlu diketahui dari sumber video in dan out Sony Vegas.
  • Ketahui berapa rekaman frame video asli. Apakah 25 fps, 30 fps, atau 24 fps bahkan 47,95 fps, 48 fps, 50fps atau 60 fps.
  • Ketahui ukuran lebar video yang dibuat.
  • Matikan setting default yang tidak dibutuhkan di Sony Vegas.
Tahap mengetahui berapa FPS video asli
  • Buka Sony Vegas , click bagian Properties Project (1)
  • Click dibagian Match Media Setting (2)
  • Click salah satu file video asli (3)
Dari sini dapat dilihat berapa FPS, ukuran video yang akan dibuat. Sekaligus untuk mematikan Deinterlace Method yang terkadang menganggu hasil output video. Lalu kembalikan setting ukuran output video, misalnya video aslinya mengunakan ukuran 1280x960pixel, sedangkan output yang di inginkan adalah 1280x720. Tidak masalah, tinggal dirubah dibagian Template ke 1280x720. Tapi FRAME RATE yang harus sesuai dengan video asli. Nantinya gambar bisa di Crop




Setting Input dan Input video yang sama di Sony Vegas
Ketika membuat output video, seperti mengunakan 25 fps maka outputnya sebaiknya sama dengan 25 fps.
60 fps bisa di downgrade ke 30 fps.
Frame rate harus sama untuk hasil merender video. Untuk profile pilihan, bila terdapat 2 opsi antara High dan Main. Ada yang mengatakan sebaiknya mengunakan setting Main. Tidak diketahui apa efek untuk setting ini, sebaiknya mencoba dengan setting Main dibanding High.

Gambar kiri adalah setting Project di awal proses editing, dan gambar kanan ketika persiapan render video untuk membuat video akhir.



Kesalahan memilih ukuran frame rate berbeda antara input video dengan output. Bila perbedaan terlalu jauh akan memberikan efek video seperti patah di setiap detik gambar yang ditayangkan.

Standar video format di beberapa camera tidak umum.
Beberapa camera tidak mengunakan format Widescreen walau sudah mengunakan resolusi setara HD atau Full HD Video. Bila output render video ditujukan untuk output widescreen. Tidak masalah, gambar bisa di crop. Tetapi sebaiknya melakukan downscale. Seperti format 1280x960 pixel, bisa di downgrade ke HD 1280x720. Tetapi jangan di Upscale menjadi Full HD, kecuali sudah tahu resikonya dengan video akan kurang tajam.

Contoh beberapa format yang di Crop ke Widescreen
1080p = 1920x1080 pixels (16:9)
960p = 1280x960 pixels (4:3)  - CROP ke 1280x720 pixels
720p = 1280x720 pixels (16:9)  @ 60FPS
720p = 1280x720 pixels (16:9)
WVGA = 848x480 pixels (16:9)