AC pendingin ruangan mengkonsumsi listrik dan dampak psikologi


Green | 16 January 2020

Tahun 2015 membawa suhu panas di beberapa negara mencapai panas ekstrem. Kebakaarn hutan, kekeringan dan kematian. Selain suhu panas, membawa peningkatan kebutuhan listrik untuk AC. Dampaknya, pemadaman listrik seperti di India karena melonjaknya pemakaian listrik, dan mengurangi energi untuk keperluan lain.

Saat ini dari 5 orang, satu belum mendapatkan akses listrik. Sangat penting membangun energi terbarukan dan energi lain yang ramah lingkungan. Kabar baik, setengah dari semua energi yang dibangun dihasilkan tahun lalu berasal dari energi terbarukan.

Kemana energi listrik terpakai. Salah satunya adalah perangkat AC. Diperkirakan saat ini ada 900 juta unit AC (2015) di seluruh dunia. Populasi penduduk meningkat, pendapatan meningkat, tapi dunia semakin hangat.

Di daerah bersuhu panas seperti timur tengah, pada puncak pemakaian listrik digunakan untuk AC. Seperti di Arab Saudi, mencapai 70% dari energi listrik.

India China di musim panas, mengunakan 50% energi listrik untuk AC ketika beban puncak. Jika produsen membangun AC yang efisien, pemakaian energi dapat berkurang drastis. Masalahnya, harga AC murah lebih dominan digunakan masyarakat. Seandainya energi dapat di hemat, dapat dibagi kepada mereka yang kekurangan listrik.

Studi dari Lawrence Berkeley National Laboratory membuat perkiraan dalam perhitungan pengunaan AC. Seandainya pada tahun 2050 nanti, semua AC bisa menghemat listrik. Dapat menghemat 2.500 pembangkit listrik. Angka tersebut dapat mengurangi bekerjanya pembangkit listrik batu bara di seluruh dunia.

AC pendingin ruangan mengkonsumsi listrik sampai 50 persen 
pembangkit

AC bukan barang mewah.
Negara tropis dengan jumlah penduduk terbesar seperti INdia, China, Brasil dan Indonesia, pengunaan AC akan naik 3x lipat pada tahun 2050.
AC bukan lagi barang mewah agar rumah lebih dingin dan nyaman.Dahulu di jadikan simbol status sebuah rumah.
Sekarang sebagai kebutuhan, dan penting untuk kehidupan sehari-hari.
Tentu saja dampak dari pemanasan global, memaksa manusia harus mengunakan AC.



Seperti perlombaan yang tidak akan berakhir. Pemanasan global, dan pabrik AC. Sementara masyarakat yang tidak mampu harus menghadapi cuaca panas.

Dampak pengunaan AC sebagai pendingin ruangan.
AC digunakan untuk pendingin di ruang publik mulai tahun 2030an, dan menyebar ke rumah sebagai perlengkapan ruangan di abad pertengahan 20an. Stan Cox seorang penulis menjelaskan dampak pengunaan AC  di sebuah Academy of Medicine New York.

Mengurangi pemakaian AC membuat nenek moyang kita lebih berkeringat. Tapi mereka lebih mentolerir udara panas.
AC mengunakan power sangat besar, tapi berdampak juga dengan psikologi. Membuat seseorang selalu terasa lebih panas ketika berada di luar ruangan.

Mirip seperti pencinta kopi, semakin kuat untuk minum kopi. AC yang sering digunakana, membuat kebutuhan lebih banyak agar terasa lebih baik.

Ilmuwan mengatakan dampak ini disebut Adaptive Comfort Model. Bila kita mengalami udara hangat, maka kita lebih mentolerir udara lebih hangat kata Cox. Bila masyarakat kota dahulu merasa nyaman dengan suhu 21 derajat C tahun 1070an di luar rumah, manusia modern di era 1980 akan biasa menghadapi suhu 32 derajat C.


Dampak pemakaian AC.
Pendingin ruangan seperti ini gedung kota Fuzhou China.
Ketika musim panas, desiran mesin pendingin ruangan / AC akan terdengar akrab dimana mana.

Beban listrik dari batu bara dan gas alam untuk mesin AC. Akan naik 2x lipat dengan emisi 1,25 miliar ton pada tahun 2016. Lalu naik menjadi 2,28 miliar ton di tahun 2050

Saat ini pemakaian AC terkonsentrasi di negara besar seperti Jepang dan Amerika. Sekarang mulai ramai di China sendiri.

AC pendingin ruangan mengkonsumsi listrik dampak pemanasan global

90% rumah di Amerika memiliki mesin AC. Kita sudah melihat dunia semakin panas. Khususnya di benua lain seperti Afrika, Asia, Amerika Latin dan Timur Tengah.
Disana 2,8 miliar penduduk, tapi dibebankan oleh pemakaian AC yang hanya mendinginkan 8% penduduk dunia.

Pemakaian AC bukan saja akibat panas, tapi pendapatan yang terus meningkat. Dimana saja negara dimana rumah tangga mengunakan AC dan orang ingin kenyamanan. China, India dan Indonesia adalah 3 negara yang meningkat.

Karena mesin AC membutuhkan ventilasi di luar ruangan, dan mesin melepas panas. Maka suhu malam akan naik sekitar 1 derajat Celcius khusus di kota besar.
Ketika rumah di sebelah mengunakan AC, memicu tetangga membeli mesin AC karena kepanasan.



Bila anda pernah melihat kota Chennai dan Mumbai di India. Akan terlihat perbedaan kota dimana mesin AC dapat dilihat dan jumlahnya semakin banyak.

Disana terdapat mesin AC mencapai 2x lipat dari kota Amerika yang panas yaitu Miami kata Lucas direktur institu energi Hass School of Business California.
Artinya kedua kota memang mengalami panas berlebihan dibanding beberapa tahun lalu.

Menghapus mesin AC sepertinya belum dapat dilakukan. Menganti mesin AC yang lebih hemat energi, dapat mengurangi pemakaian energi dalam tahun tahun mendatang.
Masalah lain muncul. Banyak AC yang dijual di India adalah AC konvensional. Mengunakan energi 2x lebih besar dengan energi AC hemat energi. Jadi tidak efisien kata Dr Davis.

Negara di Eropa dan Jepang cenderung memilih mengunakan mesin AC lebih hemat, sekitar 25% lebih hemat dibanding produk mesin AC di Amerika Serikat dan China.

Pemerintah setiap negara harus menetapkan standar efisien AC, dan memberikan insentif kepada produsen AC dan konsumen kata Dr Birol.
Kasus yang sama dengan mesin kulkas atau mesin refrigenerator, dan AC kendaraan dapat mengunakan freon khusus yang tidak merusak ozon. Walau membutuhkan waktu lama dan memerlukan subsidi pemerintah di berbagai negara.
Laporan ini juga membayangi energi terbarukan, dengan beban listrik yang naik di siang hari akibat mesin dengan power listrik besar seperti AC.
Apapun masalahanya, AC menjadi masalah besar dalam memerangi perubahan iklim kata Dr Birol.

2020 Januari
Badan energi internasional / IEA memperkirakan dalam 30 tahun akan meningkat 37% untuk kebutuan mesin pendingin ruangan.
10 AC dijual setiap 1 detik dalam 30 tahun kedepan.
Kebutuhan listrik akan ditingkatkan 850 GigaWatt di tahun 2016 menjadi 3.350 GW pada 2050.
Gabungan negara di Eropa dan India, membutuhkan investasi 1,7 triliun dollar untuk menambah kapasitas pembangkit listrik. Belum termasuk biaya bahan bakar, dan distribusi listrik akibat meningkatnya pemakaian AC (data Rocky Mountain Institute).

Menurut World Economic Forum, 4 negara India, Tiongkok, Brasil dan Indonesia menyumbang 60% kebutuhan tambahan kapasitas listrik. Dan 75% dana investasi bagi pembangkit listrik baru dengan meningkatnya pemakaian AC.
2,8 miliar orang tinggal di daerah tropis, mewakili 40% populasi manusia. Menghadapi 20 hari panas pertahun.
Dilema kebutuhan pendingin ruangan di dorong oleh pemanasan global, urbanisasi dan bertambahnya jumlah penduduk yang kebanyakan di pakai di rumah.
Tingkat efisien kinerja AC paling efisien hanya 14%, bahkan unit AC kualitas rendah hanya 6%.

Badan RMI, pemerintah India dan misi inovasi di tahun 2018, mulai mencari penemu dari seluruh dunia agar membuat terobosan baru mesin AC yang efisien.
Lebih dari 2.100 tim telah mendaftar untuk mendapatkan penghargaan. 139 aplikasi teknis diaujukan dari 31 negara,
Teknologi yang dipakai dari kontrol pintar, sensor dan otomatisasi. Terintegrasi dengan pendingin ruangan, panel surya akan membantu dampak pemasanan dan konsumsi energi.
Tujuannya hanya untuk mengurangi atau menahan panas bumi naik 0,5 derajat., dan meningkatkan kualitas hidup manusia.
Solusi adalah inovasi dari perangkat pintar

Tahun 2030 nanti, bila penduduk bisa menganti AC yang efisien.
India dapat menghemat 130 pembangkit listrik.
Di China dapat menghemat 600 pembangkit listrik.
Indonesia dapat menghemat 90 pembangkit listrik
Brasil mencapai 70 pembangkit listrik.

Merancang AC yang hemat adalah hal penting dan mendesak.


Dampaknya gas emisi dari pembangkit dapat diturunkan,  pemadaman listrik dapat ditekan, menurunkan tagihan listrik dengan AC generasi baru. AC baru yang lebih hemat dapat mencapai pengurangan pemakaian listrik sampai 50%. Dan dibuat aturan larangan impor AC yang tidak efisien.

Aturan tersebut sedang di diskuksikan di protokol Montreal untuk menurunkan gas HFC yang terus meningkat. Penyebabnya adalah AC yang membuat gas HFC.

Untuk masyarakat kita, ada baiknya mengurangi pengunaan AC. Atau tidak menurunkan suhu sampai terlalu dingin, dan membuat kinerja AC semakin banyak mengkonsumsi listrik. Khususnya ketika cuaca panas.
Gunakan peralatan listrik yang hemat power, AC dengan 3 phase lebih mahal. Tapi bila ditotal biaya investasi akan kembali dalam satu tahun.

Seperti AC 3 Phase dapat menghemat power walau disain AC 3 Phase membutuhkan komponen dan lebih mahal.
Perangkat elektronik yang membutuhkan power besar, dengan 3 Phase diperkirakan dapat menghemat pemakain listrik sampai 40% dibanding 1 Phase. AC 3 Phase memiliki usia pemakaian lebih lama, dan getaran lebih rendah

Banyak lagi peralatan yang dapat menghemat listrik. Refegenerator atau kulkas modern memiliki kinerja lebih baik. Pengunaan lampu LED dirumah, serta LCD TV dapat mengurangi biaya tagihan listrik.

Untuk kota, pengunaan lampu jalanan dengan LED mulai mengantikan lampu konvensional.
Tapi dari seluruh perangkat elektronik, AC menjadi perangkat nomor 1 paling boros pemakaian listrik di rumah atau gedung. Memperbaiki perangkat AC dengan peralatan lebih efisien, sangat terlihat perbedaan dengan tagihan listrik.

Agustus 2019
Bumi semakin hangat mungkin kita terlalu banyak mengunakan AC.
Kota New York dalam 20 tahun terakhir, memiliki catatan melonjaknya konsumsi listrik ketika musim panas.
Karena jutaan orang menyalakan AC pada waktu bersamaan.

Hampir 80 insinyur dan petinggi perusahaan bersama departemen manajemen kota. Memantau status listrik kota di perusahaan listrik dan gas kota New York.

Melihat peningkatan konsumsi listrik di setiap wilayah berdetak naik. Ini seperti ruang kontrol pesawat di Star Trek. Kata mantan operator senior perusahaan itu.

Konsumsi listrik satu wilayah diukur ketika lonjakan listrik terjadi pada suatu waktu.
Ada 62 gardu listrik dan 200 ribu km kabel listrik membentang dari kota New York ke Westchster Country. Terpantau peningkatan 13.400 MW setiap detik, dari kondisi puncak normal 10.000mW.

Ketika udara panas mampir ke kota New York, konsumsi listrik naik. Apapun hitungannya, itu adalah AC.
Ketika suhu panas ekstrem terjadi, dan sistem gagal memberikan suplai listrik. Listrik di kota besar tersebut akan mati. Seperti kejadian tahun 2006, sekitar 175 ribu orang tidak mendapat listrik selama 1 minggu.

21 Juli 2019 menjelang malam Minggu, suhu di kota mencapai 36 deg.C. Konsumsi listrik kota naik 12.000MW. Perusahaan Con Edison terpaksa mematikan listrik ke 50 ribu pelanggan untuk 2 wilayah selama 24 jam. Bila dibiarkan, wilayah lain akan runtuh, atau padam.
Staf perusahaan Con Edison mengirim es untuk membantu mendinginkan rumah rumah yang mengalami pemadaman.

Saat bumi semakin panas, pemandangan seperti diatas menjadi biasa. Membeli AC adalah respon individu menghadapi cuaca panas. AC hanya unit penyejuk tapi mengkonsumsi listrik 4x lebih besar dari kukas. Satu rumah dengan 4 AC, bisa dihitung sendiri.

Tahun 2018, kota Beijing mendapatkan udara panas. Konsumsi listrik naik 50% akibat pemakaian listrik AC kata analis John Dulac dari badan energi internasional / IEA.

Ada 1 milyar unit AC di satu kamar di dunia. Atau 1 berbanding untuk 7 penduduk bumi.
Itu hitungan saat ini, tahun 2050 mungkin jumlahnya akan melonjak jauh lebih besar. Konsumsi listrik dari AC menghabiskan 13% power listrik yang tersedia. Menghasilkan 2 milyar ton CO2 pertahun. Jumlah yang sama seperti India sebaga negara penghasil emisi nomor 3 dunia tahun 2019 ini.

Pengunaan AC tidak dapat dihindari. Tapi dibanding tahun 1990an hanya 400 juta unit AC di seluruh dunia. Sebagian besar digunakan di Amerika Serikat. Sampai AC menjadi sebuah modernitas, dan kenyamanan lalu menyapu ke seluruh dunia.

Sekarang tidak lagi, AC menjadi permintaan pasar global dimana setiap rumah dapat memiliki AC.
Migrasi penduduk India mencapai  jutaan orang ke kota, Termasuk China mencapai setengah juta orang pindah ke kota. Memberi dampak pembelian AC.

Tahun 1990an, rumah di India mengunakan disain rumah konvensional dengan tirai jendela. Perlahan mengikuti gaya Amerika atau Eropa.
Pengembang membangun properti dan menempatkan AC tanpa berpikir panjang kata Rajan Rawal seorang profesor arsitektur dan perencanaan kota universitas Ahmedabad.

Dikejar waktu untuk membangun rumah atau gedung membuat tekanan pengembang. Jadi mereka membangun tanpa mengandalkan teknologi yang memperbaiki. Seharusnya AC menjadi alternatif terakhir untuk digunakan sebuah rancang bangunan.

Rajasthan mengatakan seperti tahun 70an lalu. Setelah AC ternama dalam kehidupan manusia, mereka cenderung mempertahankan.

Disain AC hari ini sama seperti kulkas, mengunakan kompresi bertekanan dari teknologi 1 abad lalu.

Sampai disain AC harus dilombakan oleh program lingkungan PBB dan India. Memberikan hadiah 3 juta dollar. Tujuannya sederhana, merancang pendingin udara lebih hemat sampai 5x lebih efisien dari AC saat ini. zDan biaya produksinya tidak boleh lebih 2x dari harga AC yang ada.

Bila rancangan tidak datang dalam waktu dekat. Atau dunia masih memprioritaskan nomor 3 atau 4 untuk penemuan AC baru.
Kita sudah bisa berubah, dengan mengatur suhu sampai ideal saja.

Manusia mampu beradapatasi, dan dapat dicoba. Pada konferensi baru-baru ini tentang pendingin udara di London, seorang delegasi India menegur kerumunan: "Jika saya bisa bekerja dan AC di 30C, Anda juga bisa - percayalah pada saya."

Berita terkait
Tanaman membutuhkan proses fotosintetis untuk menghasilkan oksigen. Tanaman di rumah atau gedung kantor juga membantu meningkatkan kualitas udara di ruangan kita. Aada beberapa tanaman menghasilkan oksigen pada malam hari. Pohon Empress Splendo jenis pinus tumbuhan paling efisien di dunia, mampu menyerab 103 ton karbon per hektar

Pabrik semen memerlukan pemanas, dimana campuran dipanaskan sampai 1400 derajat Celcius. Membuat emisi karbon nomor 3 dibanding emisi 2 negara terbesar penyumbang emisi karbon terbesar. Sekarang ada alternatif membuat semen lebih ramah lingkungan, tidak total menghilangkan emisi karbon. Beberapa inovasi teknologi sudah ditampilkan. Solusi lain dari MIT dengan sinar matahari.



Dalam studi tim peneliti dari Belanda merekrut 130 orang dewasa berusia 30 hingga 75 tahun. Efek bersepeda hampir sama dengan peningkatan dengan obat yang berbeda. Obat baru dipandang bermakna bagi pasien jika mereka meningkatkan keterampilan motorik

Bumi mendapatkan suhu dari matahari. Tanpa cahaya yang cukup, bumi akan membeku. Bagaimana suhu bumi menjadi ideal, setidaknya sementara. Tetapi mengapa Bumi semakin panas, apa penyebabnya penjelasan dalam sain yang mudah di mengerti.

Dahulu seseorang yang berpergian harus memesan tikat jauh hari. Hari ini tinggal tekan dan tiket akan muncul. Salah satu kecepatan teknologi ternyata membuat efek negatif dengan perasaan kesal. Sisi buruknya hampir terjadi di sebuah aktivitas masyarakat. Untuk itu dapat kita pelajari, mengapa orang menjadi tidak sabaran.

Awal pengunaan Vape untuk menghindari kebiasaan buruk dengan rokok. Di tahun 2015 nama rokok elektronik kurang menarik. Tapi terus meningkat. Vitamin E diduga menganggu pernapasan akut. Pencernaan tubuh manusia berbeda, dapat memecah. Paru paru hanya menangani bentuk gas

SKS-Germany Airstep pompa kaki untuk ban sepeda. Disain pompa sepeda SKS Airstep mengunakan bahan aluminium dan plastik. Akan lebih mudah bagi kita memompa ban sepeda seperti tipe valve Presta dan Schrader. Mengapa pompa sepeda berbeda dengan pompa ban kendaraan bermotor. Tekanan ban sepeda lebih besar, mencapai 2x lebih besar.



Bila anda ingin mengukur kebugaran, cobalah menaiki 4 anak tangga kurang dari 1 menit. Lihat saja, apakah anda dapat menaiki 4 anak tangga dengan cepat dan kurang dari 1 menit tanpa harus berhenti. Teknik lain bagi orang dewasa untuk mengukur ke seimbangan.

Olahraga dan kesehatan, usia 80 tahun memiliki kekebalan tubuh usia 20 tahun. Mampu menghindari penyakit, seperti sebuah pil alami. Aktivitas fisik ternyata meningkatkan kemampuan sel T lebih aktif. Salah satu rahasia dari tubuh manusia




No popular articles found.
< /body>