Planet TOI 700d mirip bumi masih diteliti sebagai kandidat


Science | 7 January 2020


Rekan-rekan NASA , Josh Schlieder dan murid-muridnya Emily Gilbert, Tom Barclay dan Elisa Quintana, telah mempelajari data dari TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite) ketika mereka menemukan apa yang mungkin sebuah planet mirip Bumi pertama yang dikenal dengan standar TESS.

Dimana planet berada di  zona air dapat cair dengan permukaan batuan.
Ini adalah berita yang sangat menarik tentang planet baru karna jaraknya relatif dekat dengan Bumi, dan dimungkinkan untuk mengamati atmosfernya dengan baik seperti teknologi teleskop mendatang ames Webb Space Telescope atau teleskop besar berbasis darat.

Planet zona layak huni
Bintang TOI-700 diberi nomor 700.
Dibandingkan dengan Matahari, bintang itu kecil, redup
Ukurannya 40%, dan hanya sekitar 1/50 dari kecerahan Matahari serta terletak sekitar 100 tahun cahaya dari Bumi
Bintang TOI 700 berada di konstelasi Dorado, yang dapat terlihat dari belahan bumi selatan.

Sebagai perbandingan, bintang terdekat dengan kita, Proxima Centauri, berjarak 4,2 tahun cahaya dari Bumi.

Ada tiga planet yang mengorbit di sekitar bintang TOI-700: dan diberi nomor b, c dan d.
Ketiga planet d berukuran Bumi, juga berada dalam zona layak huni bintang dan mengorbit TOI-700 setiap 37 hari.

Planet TOI-700 b berukuran seperti Bumi dan TOI-700 c disebut mini-Neptunus.

Dibawah ini orbit planet yang mengitari bintang TOI 700.



Planet TOI 700d mirip bumi masih diteliti sebagai kandidat

Namun, kedua planet yang disebutkan mengorbit lebih dekat dengan bintang induknya, menerima 5 kali dan 2,6 kali cahaya bintang yang diterima Bumi kita dari Matahari.

Hingga sekitar satu dekade lalu, hanya dua planet zona layak huni dengan ukuran berapa pun yang diketahui para astronom:
Bentuk seperti Bumi dan Mars.
Namun, dalam dekade terakhir, berkat penemuan teleskop berbasis darat dan misi Kepler (yang juga mencari exoplanet dari 2009 hingga 2019.
Astronom telah menemukan sekitar selusin exoplanet berukuran seperti planet berbatu.
Sebagian diantaranya setengah dan yang lainnya dua kali lebih besar dari Bumi dan berada di posisi yang tepat atau zona layak huni.

Planet TOI-700 d
Planet ke 3 ini yang menarik karena sudah diperkirakan memang bentuk nyata.
Sebelumnbya tim Gilbert masih perlu mengonfirmasi menggunakan data dari jenis teleskop yang berbeda.

Sementara teleskop TESS hanya mendeteksi planet-planet ketika planet melintas di depan bintang, menyebabkan penurunan dalam cahaya bintang. Namun, kemiringan seperti itu juga dapat dibuat oleh sumber lain, seperti suara instrumental palsu atau bintang biner di latar belakang dapat menganggu, menciptakan sinyal positif palsu.
Diperlukan instrumen tambahan dan data diberikan oleh Joey Rodriguez dari Center for Astrophysics di Universitas Harvard. Rodriguez dan timnya mengkonfirmasi deteksi TESS TOI-700 d dengan teleskop Spitzer, dengan menghilangkan keraguans sebelumnya bahwa itu adalah planet itu asli atau memang ada disana.

Tim peneliti lain menguji beberapa kemunginan dan berdasarkan model yang dibuat, kami menemukan bahwa jika atmosfer planet TOI-700 d mengandung kombinasi metana atau karbon dioksida atau uap air, planet ini mungkin bisa dihuni. Sekarang tim penemu planet TOI 700d masih perlu mengkonfirmasi hipotesis ini dengan James Webb Space Telescope.

Simulasi iklim yang telah diselesaikan tim NASA kami menunjukkan bahwa atmosfer dan tekanan gas seperti Bumi tidak memadai untuk mendukung air cair di permukaannya. Jika kita menempatkan jumlah gas rumah kaca yang sama dengan yang kita miliki di Bumi pada TOI-700 d, suhu permukaan di planet ini masih di berada dibawah titik beku atau terlalu dingin walau ukurannya mungkin tepat.

Atmosfer kita sendiri mendukung laut yang cair di Bumi karena bintang matahari kita cukup besar dan lebih terang daripada bintang TOI-700. Satu hal yang pasti: Semua pemodelan tim kami menunjukkan bahwa iklim planet di sekitar bintang kecil dan redup seperti TOI-700 akan sangat berbeda dengan apa yang kita lihat di Bumi. Perhitungan sebuah planet memang komplek. Walau ukurannya tidak berbeda jauh dengan Bumi dan planet berbatu.
Banyak faktor lain seperti suhu yang tepat serta tidak terlalu panas, dingin dan bagian penting kemampuan planet terdapat air mencair untuk kehidupan.
Ilmuwan hanya dapat melihat dari jauh. Dan belum ada teknologi yang dapat melihat langsung planet dan bintang terdekat, alasannya perjalanan dengan jarak tahunan cahaya masih terlalu jauh bagi manusia.

Apakah planet TOI 700d tepat untuk kehidupan, tentu belum dengan suhu planet yang terlalu dingin berdasarkan analisa data terbaru.
Setidaknya dengan teknologi analisa teleskop TESS, tim astronom dapat lebih akurat mendapatkan data tentang atmofer sebuah planet.


Berita terkait
Ketika alam semesta lahir, ada galaksi diawal pembentukan alam semesta. Tapi tim peneliti yang dikepalai Tanaka melihat ada galaksi yang sudah redup lebih dahulu. Bahkan disebut galaksi yang sangat awal. Dimana gambar yang terlihat baru berusia 1,5 miliar tahun setelah pembentukan alam semesta. Mengapa bisa terjadi galaksi sudah redup.

Nebula RCW 36 atau Gum 20 sebuah kumpulan debu dan gas terakumulasi di satu tempat. Memiliki area yang dinamai H II atau kaya akan gas hidrogen. Badan antariksa Eropa mengabadikan bentuk dari nebula RCW 36 mengunakan FORS. Serta 2 teleskop lain X-Ray Chandra dan Spitzer, terlihat beberapa bintang muncul.



Planet terdiri dari planet berbatu, planet gas. Lalu berapa batas ukuran planet, bahkan menjadi sebuah bintang..Bila kandungan gas sebuah planet setara 80x massa Jupiter, dipastikan disana akan menjadi sebuah bintang. Tetapi dengan massa 13x dari massa Jupiter saja, sudah dapat membentuk bintang yang dinamai bintang kerdil katai coklat. Bedanya bintang kelas tersebut tidak mampu menghasilkan panas.

Bila ada bintang yang nyasar ke lubang hitam. Apa yang terjadi. Bintang S5-HVS1 ternyata terlempar dari tengah galaksi akibat gravitasi lubang hitam. Dan meluncur keluar dari orbitnya meninggalkan galaksi kita. Kecepatan bintang mencapai 10x lebih cepat atau setara 1.700km perdetik. Kemana nasib bintang S5-HVS1 setelah bintang tersebut menjauh dari galaksi kita.

Inlah penyebab mengapa bintang sedang menjadi ukuran raksasa. Ketika gugus bintang dapat mencapai jumlah 1 juta bintang. Sebagian besar bintang lahir dalam periode yang sama. Uniknya bintang di  Large Megallanic Cluster muncul bintang besar dan usianya muda. Mengapa bintang tersebut ada disana. Peneliti memberi 2 pendapat.

M3 adalah gugus bola paling terang yang dapat diamati oleh teleskop. Ada sebagian bintang berwarna biru terang. Artinya usia bintang tersebut lebih mudah dan lebih aktif dibanding bintang lain di sebelahnya. Tidak sampai disana, bintang bintang tersebut layaknya bintang vampire. Dan mencuri gas hidrogen dari bintang yang lebih tua.

Bagaimana manusia mencari planet lain seperti bumi dengan teleskop Kepler. 30 tahun lalu kita tidak tahu ada planet lain di luar tata surya. Instrumen baru, astronom dapat membuka mata adanya tata surya dan planet di bintang lain. 4000 Exoplanet telah ditemukan, tapi tidak ada satupun yang mendukung kehidupan.



Planet yang disebutkan dalam berita ini dinami HD 21749b, dan ditemukan oleh misi TESS (Transiting Exoplanets Survey Satellite) NASA sebagai perangkat terbaru. Yang membuatnya menarik dari planet HD 21749b adalah beberapa kombinasi unik. Salah satu dari mereka saja tidak akan menjadi masalah besar, tetapi kombinasi ini membuat planet ini cukup signifikan. :

Sekelompok bintang misterius membuat ilmuwan bingung selama beberapa tahun. Tetapi penelitian terbaru mengungkap benda tersebut. Dikenal dengan Segue-1 ternyata kumpulan bindang tersebut mengorbit ke galaksi Bima Sakti setiap 60 juta tahun sekali. Disana terdapat 1.000an bintang kuno yang berasal dari awal alam semesta.




No popular articles found.
< /body>