Galaksi inti sudah terbentuk 1.5 miliar tahun setelah Big Bang teori astronomi berubah


Science | 20 December 2019

Inti galaksi besar telah terbentuk 1,5 miliar tahun setelah Big Bang

Galaksi merah di tengahnya pada gambar adalah galaksi yang jauhnya 12 miliar tahun yang lalu dari Bumi.

Para astronom mengukur pergerakan bintang-bintang di galaksi dan menemukan bahwa inti galaksi hampir sepenuhnya terbentuk. Kredit: NAOJ

Galaksi jauh yang lebih masif dari Bima Sakti kita — memiliki massa sekitar lebih dari satu triliun bintang.

Hal ini mengungkapkan 'inti' galaksi masif (besar) di alam semesta telah terbentuk 1,5 miliar tahun setelah Big Bang,  atau sekitar 1 miliar tahun lebih awal dari pengukuran sebelumnya .

- Tentang Big Bang atau ledakan besar

Para peneliti menerbitkan analisis pada 6 November 2019 di The Astrophysical Journal Letters, sebuah jurnal dari American Astronomical Society.

Galaksi inti sudah terbentuk 1.5 miliar tahun lalu terjadi Big Bang

"Jika kita mengarahkan teleskop ke langit dan mengambil gambar yang paling dalam, kita dapat melihat begitu banyak galaksi di sana," kata Masayuki Tanaka, penulis dan profesor ilmu astronomi di Universitas Pascasarjana National Astronomical Observatory of Japan. "Tetapi pemahaman kita bagaimana galaksi ini terbentuk dan tumbuh besar sangat terbatas — terutama menyangkut galaksi super masif."

Galaksi secara luas dikategorikan antara galaksi yang mati (tidak banyak aktif) atau galaksi yang masih hidup (masih aktif menghasilkan bintang):
Galaksi mati tidak banyak lagi membentuk bintang.


Galaksi yang hidup masih cerah dengan aktivitas pembentukan bintang, lebih banyak memunculkan cahaya biru dari bintang muda.

Galaksi yang nyaris padam tidak seterang galaksi yang hidup dengan aktivitas bintang baru, tetapi galaksi tersebut tidak total gelap dibanding galaksi yang mati dan sangat redup..

Para peneliti menggunakan teknik spektrum kecerahan sebagai garis identifikasi pertama ketika mengamati Semesta.

Menggunakan teleskop di W.M. Keck Observatory di Hawaii untuk mengamati galaksi yang padam serta peralatan Subaru / XMM-Newton Deep Field.

Wilayah langit ini telah diamati dengan cermat oleh beberapa teleskop, menghasilkan banyak data untuk dipelajari para ilmuwan.

Tanaka dan timnya menggunakan instrumen yang disebut MOSFIRE yang dipasangkan pada teleskop Keck I untuk mendapatkan pengukuran galaksi.

Mereka memperoleh pengukuran dua mikron dalam spektrum panjang gelombang inframerah, yang tidak bisa dilihat mata manusia.
Tetapi setelah dihitung, cahaya dari galaksi dipancarkan hanya 1,5 miliar tahun setelah Big Bang. Tim juga mengkonfirmasi bahwa formasi bintang galaksi itu ikut tertekan.

Galaksi yang sekarat didapat dari data teleskop Subaru / XMM-Newton Deep Field serta diamati dengan instrumen MOSFIRE pada teleskop Keck I.

Panel kanan atas menunjukkan spektrum pada 2 mikron, yang tidak terlihat oleh mata manusia.
Perubahan cahaya merah pada spektrum memberikan jarak ke galaksi (12 miliar tahun lalu) serta massa galaksi, ternyata ukurannya sama besarnya dengan inti galaksi yang ada saat ini.

Waktu sekarang adalah 13,8 miliar tahun setelah terjadinya Big Bang atau ledakan besar. Gambar yang diabadikan oleh tim peneliti Tanaka adalah galaksi purba ketika berada di jarak 12 miliar tahun lalu.

"Formasi bintang yang tertekan memberikan informasi sebuah galaksi sedang sekarat". Agak menyedihkan melihat galaksi yang awal terbentuk sudah sekarang, tetapi itulah jenis galaksi yang ingin dipelajari secara terperinci untuk memahami mengapa disana terjadi pendinginan alias tidak banyak bintang baru, kata Francesco Valentino, penulis bersama makalah dan asistennya. profesor di Cosmic Dawn Center di Kopenhagen.

Menurut Valentino, para astronom percaya bahwa galaksi besar seperti ini yang pertama mati dalam sejarah alam semesta dan mereka memegang kunci untuk memahami mengapa pendinginan terjadi di awal tempat pertama terbentuknya galaksi

"Kami menemukan bahwa 'inti' galaksi besar hari ini tampaknya sepenuhnya terbentuk di awal Semesta," kata Tanaka.

Bagaimana bintang bergerak dalam galaksi tergantung pada berapa banyak kandungan massa benda itu. Tanaka dan timnya menemukan bahwa bintang-bintang di galaksi yang jauh tampak bergerak sama cepatnya ke tengah inti galaksi. "Pengukuran sebelumnya semacam ini dilakukan ketika alam semesta baru berumur 2,5 miliar tahun.



Yang ini kami mendorong rekor hingga 1,5 miliar tahun dan, mengejutkan kami, bahwa inti galaksi ketika itu sudah cukup matang."

Para peneliti terus menyelidiki bagaimana galaksi besar terbentuk dan bagaimana mereka mati lebih awal, dan peneliti masih mencari galaksi lain yang mengalami pendinginan yang lebih besar di alam semesta bahkan yang lebih jauh lagi, mungkin dapat menjelaskan tahap-tahap proses awalnya dari terbentuknya alam semesta..

"Kapan galaksi mati pertama kali muncul di Semesta?" Tanaka bertanya. "Ini adalah pertanyaan yang sangat menarik untuk kami coba jawab. Untuk melakukan itu, kami akan terus mengamati langit yang dalam dengan teleskop terbesar dan memperluas pencarian kami saat fasilitas yang lebih canggih tersedia."

Redshift galaksi yang sudah menjadi besar di awal alam semesta

Berita terkait
Galaksi yang sedang mengalami ledakan pembentukan bintang ketika usia alam semesta baru 1 persen, terlihat galaksi menyalakan gas yang mengelilingi galaksi. Awan tebal debu mengaburkan sebagian besar cahaya, menyebabkan galaksi tampak redup bahkan bentuknya tidak teratur. Mirip menemukan mahluk mitos Yeti di hutan belantara. Teknologi saat ini hanya mampu melihat benda kabur dengan teleskop sinyal radio

Data dari TESS Transiting Exoplanet Survey Satellite ketika tim astronom menemukan apa yang mungkin sebuah planet mirip Bumi pertama yang dikenal dengan standar TESS. Planet TOI 700d telah di konfirmasi bahwa planet itu ada disana. Tinggal menganalisa data lebih lengkap tentang atmofer planet



Sebuah analisis komparatif data historis astronomi dan kontemporer menghasilkan penemuan sekitar 100 objek mirip bintang yang secara tak terduga menghilang. Kejadian aneh ini sepertinya alami, tetapi para ilmuwan mengatakan bisa saja ada teknologi alien walau kemungkinan sangat jauh. Tim melihat titik merah redup di langit malam, kemudian cahaya tdan mulai redup atau menghilang.

Galaksi MAMBO-9 memecahkan rekor baru yang dapat di amati oleh astronom. Karena jaraknya dari Bumi dan mendekati 13 miliar tahun cahaya, dan salah satu galaksi terjauh yang dapat diamati. Kalau ditanya seperti apa jarak itu. Usia alam semesta 13,7 miliar tahun, tepatnya baru 970 juta tahun setelah alam semesta lahir.

Seberapa besar alam semesta, dapat dilihat dengan membagi beberapa bentuk struktur raksasa. Dari planet yang dikira sebuah bintang, kumpulan galaksi yang bergabung menjadi kluster galaksi, cahaya ditengah galaksi yang disebut Fermi Bubble, sampai Supervoid atau wilayah dingin yang berada di tengah alam semesta tapi ilmuwan tidak tahu mengapa tempat tersebut relatif kosong.

Penemuan ruang angkasa kadang tidak terduga. Peneli Jepang menemukan galaksi purba yang selama ini tidak terlihat. Teleksop Hubble tidak melihat. Sampai data dari teleskop Spitzer menampilkan data aneh. Peneliti melihat ulang dengan teleskop besar di bumi. Ditemukan galaksi purba baru berusia 2 miliar tahun setelah pembentukan alam semesta.

Bagian luar galaksi olahraga lengan spiral besar yang membentuk pseudoring yang mengelilingi galaksi. Sementara bagian dalam yang unik, Di bagian dalam galaksi ditemukan tidak stabil terlihat dalam bentuk warna seperti kabut. Bertentangan dengan bagian luar yang terlihat sudah membentuk lengan galaksi.




Dua bintang biner Bintang R Aquarii sedang bertarung. Satu bintang katai putih adalah bintang mati, dan bintang kedua adalah bintang lebih besar ukurannya terus diganggu. Bahkan materi bintang raksasa merah tertarik oleh gravitasi bintang yang lebih kecil. Suatu hari nanti bintang raksasa merah akan habis dan tersisa si bintang lebih kecil.

Kami tidak tahu apakah ada orang yang melihat secara langsung ketika terjadi ledakan yang sangat terang tersebut. Sumber cahaya GRB 080319B berasal dari benda yang jauhnya 7,5 miliar tahun cahaya. Atau ledakan yang tercatat tersebut di tahun 2008 berasal dari ledakan 7,5 miliar tahun lalu.

Peneliti mengatakan ada hubungan antara magnetik bintang dengan sinar X yang dipancarkan. Ketika bintang berusia muda, mereka masih aktif secara magnetis, dan membuat putaran bintang lebih cepat. Seiring jalan, bintang mulai kehilangan energi rotasi.




No popular articles found.