Galaksi NGC 5468 yang tercatat sudah 5 kali terjadi supernova dari ledakan bintang


Science | 6 December 2019

Di galaksi NGC 5468 terditeksi selama 20 tahun ini, sudah ada 5 supernova.
Dibanding galaksi Bima Sakti dan galaksi dengan ukuran yang sama, rata rata hanya 1x setiap 50 tahun.

Supernova adalah meledaknya bintang besar dalam akhir hidup bintang.

Ledakan semacam itu, dikenal sebagai supernova, terutama terjadi dalam beberapa cara:

Salah satu bintang masif dengan ukuran cukup besar, menghabiskan bahan bakarnya di akhir masa hidupnya, dan bintang tidak stabil secara dinamis dan tidak mampu menopang sebagian besar tubuhnya sendiri.
Lalu gas bintang runtuh ke dalam, dan kemudian meledak dengan hebat.

Kedua disebabkan adanya bintang katai putih yang dikenal juga bintang mati kerdil putih.
Biasanya ada pasangan bintang yang mengorbit dan bintang katai putih menyedot lebih banyak massa daripada yang mampu didukungnya.
Sampai memicu fusi nuklir yang tak terkendali di intinya dan memulai proses supernova dari bintang yang terhisap habis gasnya oleh bintang kerdil.

Kedua jenis menghasilkan objek yang sangat terang di langit yang dapat menyaingi cahaya seluruh galaksi.

Dalam 20 tahun terakhir galaksi NGC 5468, terlihat dalam gambar ini, telah menjadi tuan rumah sejumlah supernova yang diamati dari kedua jenis yang disebutkan.

Meskipun hanya berjarak lebih dari 130 juta tahun cahaya dari Bumi, memiliki ukuran seperti galaksi Bima Sakti dengan rentang 100 ribu tahun cahaya.
Memiliki bentuk galaksi spiral



Posisi orientasi galaksi ke Bumi membuatnya lebih mudah untuk diamati seperti 'bintang-bintang' baru disana juga muncul; kita melihat bentuk  NGC 5468, yang berarti kita bisa melihat pola spiral terbuka dan galaksi dengan detail yang indah dalam gambar seperti ini dari NASA / ESA Hubble Space Telescope.

Galaksi NGC 5468 yang tercatat sudah 5 kali terjadi supernova dari ledakan bintang

Yang tercatat seperti supernova SN 1999cp (tipe Ia, mag. 18.2), SN 2002cr (tipe Ia, mag. 16.5), SN 2002ed (tipe IIP, mag 16.5), SN 2005P (tipe Ia-pec, mag 18.1), dan SN 2018dfg (tipe IIb).[4][5].



Berita terkait
Galaksi NGC 2275 memiliki bentuk yang unik, walau disebut galaksi spiral tapi garis lengan belum terbentuk. Galaksi NGC 2275 sebenarnya galaksi yang baru terbentuk dan pola struktur yang belum selesai. Sehingga terlihat di antara garis bintang raksasa banyak muncul seperti garis bulu kecil.

Dari 7000 bintang katai putih sebagai bekas bintang hancur. Peneliti melihat hanya jejak puing seperti sisa asteroid. Tapi di bintang WD J0914 + 1914 ditemukan sebuah planet. Sebuah planet yang bertahan dari kehancuran sebuah bintang. Walau keduanya sudah tidak harmoni lagi, menjadi petunjuk ketika bintang meledak dan mati. Masih memungkinkan planet dapat bertahan.



Galaksi ARP 203 adalah nama dari interaksi 2 galaksi NGC 6285 dan NGC 6286. Keduanya hanya berjarak 130 ribu tahun cahaya, atau dipisahkan selebar galaksi Bima Sakti. Dan kedua galaksi sedang tarik menarik, tapi yang terlihat ada jembatan debu gas yang keluar dari galaksi.

Planet terdiri dari planet berbatu, planet gas. Lalu berapa batas ukuran planet, bahkan menjadi sebuah bintang..Bila kandungan gas sebuah planet setara 80x massa Jupiter, dipastikan disana akan menjadi sebuah bintang. Tetapi dengan massa 13x dari massa Jupiter saja, sudah dapat membentuk bintang yang dinamai bintang kerdil katai coklat. Bedanya bintang kelas tersebut tidak mampu menghasilkan panas.

Disebut SN2016iet, memiliki durasi yang panjang, dengan jejak kimia yang tidak biasa, dan lebih banyak teka-teki di bintang tersebut. Para peneliti percaya supernova ini dapat menantang model kematian bintang kita yaitu matahari. Karena ledakannya terus tampak dalam beberapa tahun kedepan

Bintang T Ursae Minoris adalah bintang besar berukuran 2x lebih besar dari matahari. Masuk bintang raksasa yang sekarang sedang membengkak, mulai berdunyut. Ilmuwan berharap dapat menyaksikan bintang T Ursae Minoris ketika memasuki masa akhir. Dimana skala kehidupan manusia dapat melihat secara langsung kematian bintang.

Sebuah tata surya dinamai HD 98800, disana sedang terbentuk planet atau protoplanet. Keunikan di tata surya ini memiliki bintang biner, dimana piring pembentuk planet nantinya terlihat miring. Hal ini hanya sebatas teori, tapi peneliti menemukan adanya. Bila planet sudah terbentuk, matahari mungkin terlihat dari utara ke selatan, dan bukan ke barat dan timur seperti di Bumi



Galaksi NGC 4874 adalah sebuah galaksi spiral. Walau disebut dengan galaksi spiral, penampakan galaksi ini tidak menampilkan debu dan gas seperti lengan. Ukuran galaksi ini mencapai 10x lebih besar dari galaksi Bima Sakti.

Bintang Antares sebagai bintang raksasa merah, memiliki atmosfer bintang yang melebar. Atmofer bintang dapat melbar mencapai radius 2,5x dari ukuran bintang setelah di teliti oleh 2 teleskop, dan angin bintang mencapai suhu seribu derajat ke planet Saturnus

Peneliti akhirnya mengungkap sebuah sumber aneh di galaksi tetangga Andromeda. Walau jarak galaksi tersebut jauhnya lebih dari 2 juta tahun cahaya dari Bumi. Tertangkap sebuah bintang neutron ada di dekat lubang hitam.

Sebuah galaksi disebut IRAS 16399-0937 terbentuk oleh 2 galaksi. Diperkirakan dahulunya kedua galaksi memiliki massa yang sama besar. Dan sekarang terlihat seperti gumpalan bintang dan debu. Tapi bukan bentuk galaksi yang terlihat untuk dipelajari, ada hal yang tersembunyi disana.




No popular articles found.
< /body>