Bintang SN 1987A tipe bintang Neutron yang hilang ditemukan


Science | 20 November 2019


Sisa-sisa dari supernova yang spektakuler dapat merevolusi pemahaman kita tentang bagaimana bintang mengakhiri hidup mereka akhirnya ditemukan oleh para astronom di Universitas Cardiff.

Cerita pencarian bintang neutron yang hilang tersebut dimulai ketika peneliti mendapatkan sebuah gambar dengan nebula 1987A.
Bukan hilang dari tempatnya, hanya tidak terlihat.

Nebula adalah kumpulan materi dari sisa sebuah bintang yang hancur, atau mengalami masa akhir hidupnya. Biasanya nebula membentuk awan besar ke segala arah.

Letak nebula 1987A berada di satelit galaksi Bima Sakti. Dengan nama umum LMC - Large Magellanic Cloud.
Jarak dari Bumi ke sana sekitar 168 ribu tahun cahaya. Dan nebula 1987A tersebut paling terang untuk diamati pada bulan Mei, walau kecerahannya hanya 3 Magnitude.
Tapi masih lebih cerah dibanding nebula Orion yang mencapai keredupan +4

Nebula 1987a

Supernova 1987A pertama kali ditemukan oleh para astronom pada 23 Februari 1987, ketika ditemukan masih menyala di langit malam dengan kekuatan 100 juta matahari, dan terus bersinar terang selama beberapa bulan.

Selama lebih dari 30 tahun, para astronom tidak dapat menemukan bintang neutron — inti sisa runtuhan dari bintang raksasa — karena telah disembunyikan oleh awan tebal debu kosmik.

Gambar dibawah ini terdapat sebuah cincin lingkaran. Yang dikenal dengan nebula 1987A, dari jejak sisa bintang mati.
Gambar dibawahnya diambil dari teleskop Chandra X-Ray, Hubble dan kombinasi gambar teleskop radio ALMA untuk menangkap citra radiasi dan bentuk di bagian dalam nebula.
Lingkaran terbentuk dari gelombang kejut yang melemparkan sebagian sisa bintang, dan membentuk cincin gas raksasa.



Zoom Nebula 1987A dari teleskop Chandra X-Ray

Cincin gas tersebut sudah ada sejak 20.000 tahun lalu.
Kilatan cahaya ultraviolet dari ledakan memberikan energi pada cincin tersebut bersinar selama beberapa puluh tahun.
Dari citra Hubble, cincin gas telah membesar sampai membentuk jarak setengah tahun cahaya.

Peneliti masih mencari sisa bintang tersebut, yang dipastikan akan menjadi bintang neutron atau lubang hitam baru.

Menggunakan gambar yang sangat tajam dan sensitif yang diambil dengan teleskop Atacama Large Millimeter / submillimeter Array (ALMA) di Gurun Atacama di Chili utara, tim telah menemukan sepetak awan debu tertentu yang lebih terang dari sekitarnya, dan yang cocok dengan yang diduga lokasi bintang neutron.

Pandangan close-up dari berbagai komponen dalam sistem SN 1987A: gas molekul karbon monoksida ditunjukkan dalam warna oranye, gas hidrogen panas ditunjukkan dalam warna ungu, dan debu yang mengelilingi bintang neutron ditunjukkan dalam cyan. Kredit: Universitas Cardiff

Letak bintang neutron 1987A

Para ilmuwan mengklaim telah menemukan bukti lokasi bintang neutron yang tertinggal ketika bintang besar mengakhiri hidupnya dalam ledakan raksasa, yang mengarah ke supernova terkenal yang dijuluki Supernova 1987A. Temuan ini telah dipublikasikan di The Astrophysical Journal.

Penulis utama studi ini, Dr. Phil Cigan, dari Fakultas Fisika dan Astronomi Universitas Cardiff, mengatakan: "Untuk pertama kalinya kita dapat mengatakan bahwa ada bintang neutron di dalam awan ini di dalam sisa-sisa supernova. Cahaya telah diselubungi oleh awan debu yang sangat tebal, menghalangi cahaya langsung dari bintang neutron dari berbagai panjang gelombang seperti kabut yang menutupi "

Dr. Mikako Matsuura, anggota penelitian terkemuka lainnya, menambahkan: "Meskipun cahaya dari bintang neutron diserap oleh awan debu yang mengelilinginya, pada gilirannya membuat awan tersebut bersinar dalam gelombang cahaya sub-milimeter, yang sekarang dapat kita lihat dengan teleskop ALMA yang sangat sensitif. "

Itu adalah ledakan supernova terdekat yang diamati dalam lebih dari 400 tahun sejak penemuannya, Dan terus memikat para astronom agar mendapat kesempatan sempurna untuk mempelajari fase sebelum, selama, dan setelah kematian sebuah bintang.

Ledakan supernova yang terjadi pada akhir kehidupan bintang ini menghasilkan sejumlah besar gas dengan suhu lebih dari satu juta derajat, tetapi ketika gas mulai mendingin dengan cepat di bawah nol derajat celcius, beberapa gas berubah menjadi padatan, yaitu debu.

Kehadiran debu tebal ini telah lama menjadi penjelasan utama mengapa bintang neutron yang hilang belum dapat diamati.

"Temuan baru kami sekarang akan memungkinkan para astronom untuk lebih memahami bagaimana bintang masif mengakhiri hidup mereka.
Dan akan meninggalkan sebuah bintang-bintang neutron yang sangat padat ini," lanjut Dr. Matsuura.



"Kami yakin bahwa bintang neutron ini ada di belakang awan dan kami tahu lokasi tepatnya. Mungkin ketika awan debu mulai cerah (mulai menghilang) di masa depan, para astronom akan dapat langsung melihat bintang neutron untuk pertama kalinya."

Tentang nebula.
KIta dapat melihat nebula dengan teleskop, atau mengabadikan dengan camera zoom seperti dibawah ini.
Foto dikumpulkan tahun 2015 - 2017
Nebula Orion paling mudah terlihat mulai bulan November, dimana letaknya ada di sekitar dekat 3 bintang antara Mintaka, Alnilam dan Alnitak



Lokasi beberapa objek di ruang angkasa dapat ditentukan letaknya mengunakan smartphone dan aplikasi Astronomi

Berita terkait
Teleskop Chandra Xray Supernova 1987A
Bintang J005311 letaknya di rasi bintang Cassiopeia, 10.000 tahun cahaya dari Bumi. Ditemukan oleh teleskop satelit WISE. Bintang tidak menghasilkan cahaya, tapi bukan cahaya biasa, melainkan radiasi cahaya inframerah. Keanehan lain menghasilkan angin bintang dengan kecepatan 16.000x. Salah satu bintang langka di galaksi Bima Sakti

El Gordo memiliki nama resmi SPT0615-JD. Disebut juga sebagai The Fat One, salah satu cluster atau gugus kumpulan galaksi terbesar yang pernah ditemukan. Terbentuknya SPT0615-JD akibat 2 gugus galaksi yang dahulunya terpisah dan bergerak saling mendekat dan menjadi satu gugus galaksi baru.



Nebula ESO 577-24 sebuah sisa debu dan gas diruang angkasa. Dahulu benda ini sebuah bintang raksasa merah yang disebut Super Red Giant Star. Tapi nasibnya sekarang sudah selesai, dari bintang raksasa menjadi sebuah bintang kerdil berwarna putih. Diabadikan pusat observasi VLT milik ESO, 10 ribu tahun akan hilang.

Large Magellanic Cloud adalah satelit pendamping galaksi Bima Sakti, menjadi tempat paling terang yang dapat dilihat oleh astronom. Jaraknya 160 ribu tahun cahaya. Bentuknya seperti kumpulan gas dan debu. Di dalamnya terdapat beberapa bintang langka raksasa seperti R136a

Sebuah bintang MWC 758 adalah bintang muda yang baru lahir. Dan sedang membentuk tata surya, terlihat terdapat sebuah cincin dengan 2 lingkarang yang menyala. Cincin tersebut adalah calon protoplanet, setidaknya sudah tampak 2 planet baru akan hadir di orbit bintang MWC 758

Rosette nebula adalah wilayah cluster bintang. 2 bintang raksasa ada disana, dan bintang raksasa lain akan menganggu lahirnya proto planet karena tersapu oleh angin bintang yang kuat. Wilayah nebula ini menjadi salah satu pembibitan bintang yang sangat padat

Nebula Bubble atau nebula gelembung. Benda ini berada 8000 tahun cahaya dari Bumi. Menjadi icon Nasa dalam ulang tahun Hublle kali ini. Inti bintang disana diperkirakan 10-12kali lebih besar dari matahari kita. Dan nama bintang tersebut dikenal dengan SAO 20575.



Planet HD 189773b mirip seperti bumi terlihat dari luar angkasa. Peneliti menyebut planet HD 189773b adalah planet True Color, ditemukan oleh teropong Hubble.




No popular articles found.