Bintang S5-HVS1 terditeksi terlempar dari tengah galaksi akibat lubang hitam


Science | 14 November 2019

Para astronom melihat bintang yang keluar dari galaksi Bima Sakti dengan kecepatan lebih dari 6 juta km  atau 1.700 km per detik, setelah bertemu dengan lubang hitam supermasif di pusat galaksi dan bintang tersebut terlempar.

Bintang S5-HVS1 bergerak sangat cepat sehingga dalam waktu sekitar 100 juta tahun kedepan, bintang tersebut benar benar keluar dari Bima Sakti.
Dan hidupnya nanti akan berlayar sendirian melalui ruang intergalaksi.

Meskipun telah diprediksi 30 tahun lalu, bila sebuah bintang terlalu dekat dengan lubang hitam. Tetapi memiliki orbit yang tepat untuk meloloskan diri.
Maka bintang dapat terlempar dan dikeluarkan dari galaksi sebagai rumahnya sendiri. Dan meluncur dengan kecepatan yang fenomenal, ini adalah pertama kalinya peristiwa semacam itu tercatat dibidang astronomi..

Gary Da Costa, seorang astronom dan profesor Emeritus dari Australian National University (ANU) di Canberra, mengatakan: "Kami melacak perjalanan bintang ini berasal dari pusat galaksi kita, dan yang ini sangat menarik."

Da Costa dan koleganya telah menyimpulkan bahwa 5 juta tahun yang lalu, bintang tersebut menjadi bagian dari sistem bintang biner yang telah menjelajah, tetapi terlalu dekat dengan lubang hitam kita yang dinamai Sagitarius A *:. Dimana keberadaan lubang hitam sebagai pusat Bima Sakti, memiliki massa setara lebih dari 4 juta matahari. .

Ketika bintang kembar terus saling berputar dan masuk lebih dalam, pada titik tertentu, lebih dekat dari keduanya berubah menjadi mitra biner dengan lubang hitam.
Sampai akhirnya dinamika interaksi ketiganya menghasilkan mitra sampai dikeluarkan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kata sederhannya tertarik tapi berhasil lewat dan terlempar begitu cepat.

Bintang S5-HVS1 terditeksi terlempar dari tengah galaksi akibat lubang hitam

Proses ini dikenal sebagai mekanisme Hills, setelah astronom Jack Hills yang mengajukan skenario lebih dari 30 tahun yang lalu.

"Bintang S5-HVS1 pergi dengan kecepatan yang memecahkan rekor, 10 kali lebih cepat daripada kebanyakan bintang di Bima Sakti, termasuk matahari kita," kata Da Costa. "Dalam istilah astronomi, bintang itu akan segera meninggalkan galaksi kita dan kemungkinan akan bergerak melalui kekosongan ruang antar-galaksi dan menjadi abadi sendirian."



Bintang itu, yang dikenal sebagai S5-HVS1, menjadi bintang tercepat ketiga yang pernah diukur.
Sedangkan dua bintang lain juga terlempar keluar dari galaksi kita. Tapi bukan disebabkan gravitasi lubang hitam. Melainkan didorong dengan kecepatan tinggi dalam ledakan supernova dari bintang kembarnya yang lebih dahulu hancur. Membuat pasangannya akhirnya keluar orbit dari Bima Sakti.

Tim menemukan bintang S5-HVS1 menggunakan Teleskop Anglo-Australia 3,9 meter di ANU Siding Spring Observatory.
Tim melihat adanya aliran bintang di lingkaran Bima Sakti yang meluncur menuju ke sisi cakram galaksi.

Setelah bintang keluar dari Bima Sakti, S5-HVS1 akan melanjutkan perjalanannya melalui ruang intergalaksi.
Bagaiman nasib bintang tersebut.

Bintang S5-HVS1 akan terus meluncur keluar dan memasuki ruang intergalaksi. Dimana tidak ada yang menemani bintang lagi, sampai bintang akhirnya habis terbakar sendiri. Lalu hancur dan menjadi bintang katai putih sendirian.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society. + CMU



Berita terkait
Bintang NGC 2169 adalah kelompok bintang yang tidak terlalu banyak, dan berkelompok bersama. Lahir pada waktu yang sama tapi ukurannya berbeda-beda. Bintang bintang disana hanya membentang 7 tahun cahaya. Letaknya tinggal di cari 3 bintang The Three Sisters, dekat nebula Orion, dan satu bintang paling terang Betelgeuse

Bintang J005311 letaknya di rasi bintang Cassiopeia, 10.000 tahun cahaya dari Bumi. Ditemukan oleh teleskop satelit WISE. Bintang tidak menghasilkan cahaya, tapi bukan cahaya biasa, melainkan radiasi cahaya inframerah. Keanehan lain menghasilkan angin bintang dengan kecepatan 16.000x. Salah satu bintang langka di galaksi Bima Sakti



Sebuah bintang pulsar bergerak dengan kecepatan 1100 km perdetik. Bagaimana bintang pulsar tersebut dapat berpindah di galaksi Bima Sakti. Dan mendorong bintang pulsar tersebut sampai keluar dari tempatnya berasal akibat sebuah supernova. Jejak bintang pulsar dapat dipelajari dengan teleskop Fermi.

Dua bintang biner Bintang R Aquarii sedang bertarung. Satu bintang katai putih adalah bintang mati, dan bintang kedua adalah bintang lebih besar ukurannya terus diganggu. Bahkan materi bintang raksasa merah tertarik oleh gravitasi bintang yang lebih kecil. Suatu hari nanti bintang raksasa merah akan habis dan tersisa si bintang lebih kecil.

Bintang LL Pegasi dalah bintang raksasa merah yang sudah sekarat. Menjelang masa akhir sebelum bintang tersebut menghancurkan dirinya sendiri. Bintang LL Pegasi terlihat seperti membuat lingkaran gas, tapi ulah tersebut disebabkan bintang kembar yang mendampingi.

Bintang HD 240430 adalah sebuah tata surya dimana disana terdapat 2 bintang biner. Peneliti percaya 15 planet seukuran bumi ditelan oleh salah satu bintang. Apa penyebab planet akhirnya masuk ke dalam bintang. Penelitian ini mirip seperti sejarah Yunani dengan dewa Kronos

Pada tahun 1437 seorang astronom melihat cahaya seperti bintang meledak, tapi menghilang setelah 2 minggu kemudian. Misteri hilangnya cahaya bintang tersebut menarik dipelajari kembali, sampai peneliti dapat menjawab apa yang terjadi pada tahun tersebut.



Teleskop Gaia milik ESA mengabadikan beberapa gerakan bintang. Tapi 5 juta tahun kedepan, beberapa bintang yang ada bergerak. Bintang Gliese 710 diperkirakan akan menganggu tata surya kita, dengan mengeser awan Oort dan bumi terancam tertabrak komet

Bintang Luminous blue variables (LBV) jarang ada di galaksi kita, tapi yang ini tampak. Bahkan teleskop tidak dapat melihat ukuran bintang ini, karena cahayanya begitu terang. Salah satu bintang adalah AG AG Carinae, nasibnya tidak lama lagi dan bintang ini akan mati

Letak Terzan 5 ke bumi mencapai 19 ribu  tahun cahaya. Disana terdapat 2 kelompok bintang dalam. Tetapi kandungan diantara kedua kelompok bintang tersebut berbeda, bahkan berbeda sampai 7 miliar tahun.Beberapa bintang yang lahir dengan memiliki usia lebih mudah antara 4,5 miliar tahun




No popular articles found.