Galaksi Arp-Madore 2026-424 membentuk cincin tabrakan 2 galaksi dengan kekuatan yang sama


Science | 31 October 2019

Teleskop Hubble telah melihat dua galaksi bertabrakan satu sama lain, menciptakan "wajah hantu" di ruang angkasa. Tapi tentang saja itu hanya gambar foto dari teleskop Hubble

Teleskop luar angkasa yang kuat, yang dioperasikan oleh NASA, Badan Antariksa Eropa dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Teleskop Luar Angkasa, mengambil gambar luar biasa dari sistem Arp-Madore 2026-424  atau disingkat galaksi AM 2026-424),  pada 19 Juni 2019.

Disana terdapat 2 galaksi yang saling bertabrakan, dan jarak ke Bumi 704 juta tahun cahaya.

Gambar baru ini diambil dari Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA / ESA . Kedua galaksi memiliki ukuran yang sama ketika terjadi tabrakan sampai memperlihatkan bentuk ilustrasi menyerupai gambar wajah hantu.

Pengamatan ini dilakukan pada 19 Juni 2019 sebenarnya gambar yang tertangkap oleh sensor Advanced Camera for Surveys dari teleskop.

Kedua galaksi ini dikategorikan sebagai Arp-Madore 2026-424 (AM 2026-424) di area Arp-Madore berdasarkan daftar "Katalog Galaksi dan Asosiasi Southern Ganjil Selatan".

Apa yang menarik dari kedua tabrakan galaksi Arp-Madore 2026-424

"Kecelakaan itu telah menarik dan bertampak dengan meregangkan cakram gas, debu, serta bintang-bintang di kedua galaksi ke luar dari lingkarannya.
Tetapi tidak terlalu jauh sampai lepas, hanya membentuk garis lingakaran baru.

Bintang debu dan gas disana membentuk cincin pembentukan bintang yang ketat dan sebagian membentuk pola " hidung "dan" wajah "dari sistem," kata ESA dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

Agensi melanjutkan: "Galaksi cincin jarang terjadi (terbentuk), dan hanya beberapa ratus di antaranya berada di lingkungan kosmik kita.

Untuk mendapatkan pola seperti ini. Galaksi harus bertabrakan dengan orientasi yang tepat sehingga mereka berinteraksi dan saling tarik menarik, sampai membentuk pola cincin."




Galaksi Arp-Madore 2026-424 membentuk cincin tabrakan dengan kekuatan yang sama

Tetapi itu tidak akan lama, karena pola cincin nantinya akan tertarik kembali ke dalam gravitasi galaksi yang bergabung.

Dan kembali ke bentuk galaksi spiral atau elips, tentu saja menyembunyikan masa lalu mereka yang sekarang ini sempat berantakan.

ESA menambahkan bahwa penjajaran berdampingan dari dua tonjolan pusat bintang terbentuk tidak biasa.

Karena ukurannya keduanya kira-kira sama, mungkin galaksi-galaksi itu akan membentuk ukuran yang sama seperti sebelum kehancuran atau sebelum bergabung. Mungkin prosesnya nanti setelah kedua galaksi bergabung, bintang bintang disana akan lebih rapat.

Bentuk pola galaksi ini berbeda dari tabrakan yang lebih umum . Dimana biasanya galaksi-galaksi kecil di mangsa oleh tetangga mereka yang lebih besar atau jauh lebih besar, kata ESA.. Seperti galaksi Bima Sakti juga memiliki satelit galaksi yang lebih kecil yang disebut LMC dan SLC. Tapi mereka hanya dikategorikan sebagai galaksi kerdil.

Foto asli dari Hubble Teleskope

Berita terkait
Coma Cluster atau satu kluster galaksi raksasa berada di konstelasi Coma Berenices. Tapi bisa terlihat dengan teleskop ukuran besar kelas amatir. Posisinya berada di antara rasi leo dan Bootes, dan paling mudah dilihat pada musim semi dan musim panas. Nasa menyebut banyak kumpulan kota galaksi, tapi disana ditemukan kumpulan bintang yatim yang terlepas dari galaksi induknya

Galaksi ARP 203 adalah nama dari interaksi 2 galaksi NGC 6285 dan NGC 6286. Keduanya hanya berjarak 130 ribu tahun cahaya, atau dipisahkan selebar galaksi Bima Sakti. Dan kedua galaksi sedang tarik menarik, tapi yang terlihat ada jembatan debu gas yang keluar dari galaksi.



Galaksi yang sedang mengalami ledakan pembentukan bintang ketika usia alam semesta baru 1 persen, terlihat galaksi menyalakan gas yang mengelilingi galaksi. Awan tebal debu mengaburkan sebagian besar cahaya, menyebabkan galaksi tampak redup bahkan bentuknya tidak teratur. Mirip menemukan mahluk mitos Yeti di hutan belantara. Teknologi saat ini hanya mampu melihat benda kabur dengan teleskop sinyal radio

Sebuah tata surya Planet  Planet  GJ 3512 ditemukan sebuah planet gas raksas. Teorinya planet tersebut seharusnya tidak ada atau tidak terbentuk disana. Karena tata surya Planet  GJ 3512 hanya sebuah bintang ukuran kecil Katai Merah. Teori umum, bintang ukuran kecil hanya melahirkan planet berbatu seukuran bumi dan berada dekat ke bintang induk.

Dengan teleskop Alma, astronomi dapat melihat pembentukan formasi gas sebelum menjadi galaksi. Usia foto yang diambil ini mencapai 800 juta tahun sebelum terjadinya alam semesta (big bang). Begitu jauhnya, gas asal mula pembentukan galaksi memiliki cahaya kemerahan.

Disebut kelompok galaksi Hickson Compact Group, disana terdapat 4 galaksi yang saling berdekatan. Bahkan ke 4 galaksi tersebut saling mempengaruhi, lalu apa yang terjadi disana. Satu galaksi baru saja bertabarakan dan membentuk pola tidak biasa, 2 lainnya saling tarik menarik.

Sebuah galaksi HATLAS J090311.6+003906 tampak karena efek gravitasi lensa. Bila dilihat dari bumi, posisi galaksi yang sangat jauh tersebut muncul karena berada di belakang sebuah galaksi SDP.81.



Matt Payne mengabadikan foto galaksi Bima Sakti dalam bentuk setengah lingkaran. Mungkin foto ini paling bersih karena bentuk cahaya bintang paling banyak.Galaksi Bima Sakti membuat foto 219 juta bintang, penemuan terbaru galaksi kita tidak rata seperti yang dibayangkan.

Galaksi NGC 986 atau nama lain galaksi Dunlop 519 ditemukan tahun 1828 oleh astronomi James Dunlop. Letaknya 56 juta tahun cahaya, dan berada di formasi Fornax. Tapi galaksi ini unik, tidak spiral utuh seperti lingkaran melainkan memanjang.

Galaksi di Spiderweb atau MRC 1138-262 adalah cluster galaksi. Dimana kumpulan galaksi terbentuk 11 miliar tahun lalu. Foto terbaru terlihat pembentukan bintang disana bisa muncul di tepian galaks. Cluster Galaksi adalah salah satu struktur terbesar di alam semesta.

Galaksi NGC 4258 jaraknya 23 juta tahun cahaya. Disana terlihat seperti kembang api, ada lubang hitam memakan gas disana.  Galaksi 4258 disebut juga M106, memiliki bentuk spiral seperti Bima Sakti. gambar 4 teleskop untuk mendapatkan satu gambar lengkap

Walau teleskop Hubble sudah berumur 24 tahun, kemampuan teleskop ini masih handal untuk melihat apa benda yang terjadi di alam semesta. Salah satunya foto dibawah ini. Diambil selama 841 kali mengorbit dari bumi, dan menangkap gambar dari 10 ribu galaksi. Foto ini mengambarkan galaksi yang sangat jauh




No popular articles found.